Anda di halaman 1dari 2

Kasus:

Seorang pria berusia 6o tahun datang ke dokter gigi ditemani oleh


istrinya. Ia mengeluhkan nyeri pada kedua sisi (kanan dan kiri) sendi
rahangnya. Berdasarkan keterangan pasien, nyeri tersebut sudah terjadi
sejak seminggu terakhir sehingga mempersulit ia untuk membuka mulut,
dan selama merasakan nyeri tersebut pasien tidak mengkonsumsi obat
apapun, hanya menggunakan minyak angin atau balsam saja. Pasien
tidak mempunyai riwayat penyakit sistemik.
Pertanyaan:
1. Obat apa yang cocok untuk diberikan pada pasien tersebut?
2. Apa alasan pemilihan obat tersebut?
3. Tuliskan resep secara lengkap!
Jawaban
1. Pasien bisa diberi obat NSAID naproxen karena disyaki nyeri
karena arthritis. Atau untuk nyeri moderate sehingga severe
menggunakan tramadol
2. Pada tahun 1986, WHO telah mengusulkan kepada profesi
kesehatan supaya menggunakan analgesic dengan merujuk
kepada pelan yang sistemik. Pelan sistemik ini merupakan
pendekatan tiga langkah terhadap pengelolaan semua jenis
nyeri. Pasien dengan nyeri yang ringan, kronik, nonmalignant dan
kanker disaran untuk menggunakan obat dari bawah hingga ke
atas tangga, manakala untuk pasien yang nyerinya berat dan
akut disaran untuk menggunan obat dari atas ke bawah tangga.
NSAID bekerja dengan menghambat cyclooxygenases (COXs),
yaitu enzim yang mengkatalisis produksi prostaglandins dari asam
arachidonic. Prostaglandins tidak mengaktivasi nosiseptor, tetapi
menyebabkan sensitization, menurukan ambang sehingga dapat

diaktivasi oleh stimulus mekanik, termal atau kimiawi yang tidak


berbahaya. Oleh itu, menghalang produksi prostaglandin di
peripheral semasa inflamasi akan menurunkan nyeri dan
hiperalgesia. Penghalagan inflamasi neurogenic juga dapat
mengurangkan pembengkakan. (Craig and Sorkin, 2001)

3. R/Naproxen

250mg

S.b.d.d.p.o

Craig, A.D. and Sorkin, L.S., 2011, Pain and Analgesia,


Encyclopedia of Life Sciences, Nature Publishing Group
World Health Organization, 1986, Cancer Pain Relief. Geneva: Author