Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

KECAMATAN TEGALDLIMO

KANTOR DESA KEDUNGGEBANG


JL. A.Yani.No. 110. Kodepos : 68484

68484
RANCANGAN PERATURAN DESA KEDUNGGEBANG
KECAMATAN TEGALDLIMO KABUPATEN BANYUWANGI
NOMOR : 01 TAHUN 2014

TENTANG
PENYEMPURNAAN KEMBALI PERATURAN DESA NOMOR 02 TAHUN 2013
TENTANG PUNGUTAN DESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA DESA KEDUNGGEBANG
MENIMBANG

: a.

bahwa untuk mempercepat laju pembangunan yang ada di Desa


Kedunggebang, perlu adanya dana yang cukup, baik dari Pemerintah pusat,
Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi maupun berupa
partisipasi masyarakat desa Kedunggebang ;

b. bahwa partisipasi masyarakat Desa adalah merupakan salah satu sumber


pendapatan yang ada di desa Kedunggebang yang perlu digali guna
meningkatkan pendapatan asli Desa Kedunggebang ;
c. bahwa guna maksud tersebut pada huruf a dan b, dipandang perlu mengatur
pungutan Desa dengan suatu Peraturan Desa.
MENGINGAT

: 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang
Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan

Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011


Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara


Republik Indonesia Nomor 4587);
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2006
Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa.
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 04 Tahun 2007
pengelolaan Kekayaan Desa ;
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2007
Umum Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban
Pemerintahan Desa;
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007
Pengelolaan Keuangan Desa ;

tentang Pedoman
tentang Pedoman
tentang Pedoman
Penyelenggaraan
tentang Pedoman

2
6. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 9 Tahun 2006 tentang
Badan Permusyawaratan Desa.
7. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 6 Tahun 2010 tentang
Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa,
Peraturan Kepala Desa dan Keputusan Kepala Desa ;
Dengan Persetujuan Bersama
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KEDUNGGEBANG
Dan
KEPALA DESA KEDUNGGEBANG
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN: PERATURAN DESA KEDUNGGEBANG NOMOR 01 TAHUN 2014
TENTANG PENYEMPURNAAN KEMBALI PERATURAN DESA NOMOR
02 TAHUN 2013 TENTANG PUNGUTAN DESA KEDUNGGEBANG
KECAMATAN TEGALDLIMO.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal

Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan:


1. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh
Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa Kedunggebang dalam
mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat Kedunggebang berdasarkan
asal-usul dan adat istiadat Desa Kedunggebang yang diakui dan dihormati
dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur
penyelenggara pemerintahan desa.
3. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah
yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan
dihormati dalam sistem Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Kepala Desa adalah Kepala Desa Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo
Kabupaten Banyuwangi
5. Pendapatan desa adalah hak Pemerintah Desa, yang diakui sebagai penambah
nilai kekayaan bersih.
6. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa
dan Badan Permusyawaratan Desa, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.
7. Pungutan Desa adalah pungutan berupa uang yang dikenakan kepada
masyarakat, dikelola dan dilaksanakan oleh pemerintah desa atas pelayanan
yang diberikan.
8. Surat Pengantar adalah naskah dinas yang dipergunakan sebagai pengantar
untuk mengirim sesuatu naskah atau barang dan sebagainya yang pada
umumnya tidak memerlukan penjelasan.
9. Surat Keterangan adalah naskah dinas yang bersifat menerangkan secara
tertulis dari pejabat sebagai tanda bukti kebenaran sesuatu hal.
10. Badan Permusyawaratan Desa atau sebutan lainnya yang selanjutnya disingkat
BPD, adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam
penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebagai unsur penyelengaraan
Pemerintahan Desa Kedungasri.
11. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh BPD
bersama Kepala Desa Kedunggebang

3
12. Peraturan Kepala Desa adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan
oleh Kepala Desa Kedunggebang yang bersifat mengatur dalam rangka
melaksanakan Peraturan Desa dan Peraturan Perundang-undangan yang lebih
tinggi.
BAB II
PUNGUTAN DESA
Pasal 2
(1)

Masyarakat adalah merupakan modal yang sangat besar untuk pelaksanaan


pembangunan yang ada di desa ;

(2)

Pelaksanaan Pembangunan dimaksud pada ayat (1) masyarakat mempunyai peran


serta dalam perencanaan , pelaksanaan maupun pembiayaan pembangunan yang ada
di desa ;
Pasal 3

Obyek Pungutan Desa adalah :


a. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan ;
b. Masyarakat yang mempunyai usaha ;
c. Masyarakat yang mempunyai kendaraan roda 4 atau lebih;
d. Masyakat pemilik tanah sawah dan tanah kering ;
e. Masyarakat Penyewa Tanah Pasar ;
f. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan RT/RW.
Pasal 4
Pemilik tanah sawah dan tanah kering selain membayar Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB), diwajibkan membayar uang Swadaya yang besarnya ditetapkan dalam
Peraturan Desa ini.
BAB III
TUJUAN PUNGUTAN DESA
Pasal 5
Pungutan Desa kepada masyarakat dalam pembangunan desa mempunyai tujuan untuk :
a. Meningkatkan dan menumbuhkembangkan adat istiadat dan budaya masyarakat desa
dalam peran serta pembangunan desa ;
b. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa ;
c. Meningkatkan kemampuan keuangan desa dengan menambah sumber pendapatan
desa ;
d. Pembangunan desa yang berkesinambungan.
BAB IV
BESARNYA PUNGUTAN DESA
DAN JURU PUNGUT
Pasal 6
Besarnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa dimaksud dalam
huruf a s/d e pasal 3 Peraturan Desa ini, adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan :
a. Surat Pengantar Permohonan SKCK
Rp.
10.000,b. Surat Keterangan Kelahiran
Rp.
10.000,c. Surat Keterangan Boro Kerja
Rp.
10.000,-

4
d. Surat Ijin Keluarga keluar negeri
e. Surat Pengantar Pindah Tempat
f. Surat Pengantar Kredit Bank
g. Surat Pengantar untuk Nikah
h. Surat Pengantar pindah nikah
i. Surat pengajuan talak/cerai
j. Surat pengantar ijin keramaian besar
k. Surat pengantar ijin Kecil
l. Surat pengantar ijin keramaian Sound
m. Surat pengantar ijin potong gurung jagal
n. Surat perubahan hak atas tanah
o. Surat ijin potong gurung Non jagal
p. Surat pengantar permohonan IMB
q. Surat pengantar permohonan SIUP
r. Surat Keterangan lain-lain

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

25.000,15.000,10.000,40.000,20.000,50.000,50.000,25.000,20.000,5.000,100.000,20.000,50.000,25.000,10.000,-

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

30.000,35.000,20.000,10.000,10.000,30.000,30.000,30.000,30.000,35.000,35.000,10.000,25.000,10.000,-

3. Masyakat pemilik tanah sawah dan tanah darat ;


a. Pemilik tanah sawah perbau
Rp.
b. Pemilik tanah darat perbau
Rp.

70.000,50.000,-

4. Sewa Tanah Pasar


a. Masyarakat Penyewa Tanah Pasar
b. Karcis Restribusi Pasar
c. Penyewa Tanah pasar lokasi pertokoan

1.000,- / meter / Tahun


1.000,- / Hari
10.000,- / bulan

2. Masyarakat yang mempunyai usaha :


a. Pemilik Huller
b. Pemilik toko obat pertanian, bangunan
c. Pemilik toko pakaian
d. Pemilik warung makanan
e. Pemilik Counter pulsa
f. Pemilik Meubel
g. Pemilik bengkel/spet mobil
h. Pemilik toko diesel
i. Pemilik bengkel/spet motor non toko
j. Pemilik bengkel sepeda motor Toko
k. Pemilik irisan Lak ban
l. Pemilik Pracangan kecil
m. Pemilik Pracangan besar
n. Pemilik Toko Jamu

Rp.
Rp.
Rp.

Pasal 7
(1)
(2)

(3)

(4)

Petugas juru pungut kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, adalah


Kaur Keuangan ;
Petugas juru pungut Pungutan Desa kepada Masyarakat yang mempunyai usaha dan
yang mempunyai kendaraan roda 4 atau lebih dimaksud pada pasal 3 huruf b dan c
adalah Kepala Dusun ;
Petugas Juru pungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Swadaya dimaksud
dalam pasal 3 Peraturan Desa ini, adalah Kepala Dusun,Pembantu Kesra dan
Sublok
Juru pungut sewa tanah pasar dan restribusi adalah Mantri pasar atau orang yang
ditunjuk oleh Pemerintah Desa.

Pasal 8
(1) Tata cara memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan
dimaksud pada pasal 7 ayat (1) , diatur dengan Peraturan Kepala Desa ;
(2) Peraturan Kepala Desa dimaksud dalam ayat (1) pasal ini adalah dalam bentuk
Standart Operasional Prosedur (SOP) ;
5
Pasal 9
Sumbangan tenaga masyarakat yang membantu pelaksanaan pembangunan desa
akan diatur dengan Peraturan Kepala Desa.

BAB V
PENGURANGAN, KERINGANAN DAN
PEMBEBASAN PUNGUTAN
Pasal 10
(1) Kepala Desa berdasarkan permohonan subjek pungutan dapat memberikan
pengurangan, keringanan dan pembebasan pungutan.
(2) Tata cara pemberian pengurangan, keringanan dan pembebasan pungutan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Kepala
Desa.

BAB VI
PENGGUNAAN HASIL PUNGUTAN
Pasal 11
(1)

Semua hasil pungutan desa dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan


Belanja Desa (APBDesa)

(2)

Hasil pungutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk


penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan desa.

BAB VII
PELANGGARAN DAN SANKSI

(1)

(2)

(3)

(4)

Pasal 12
Barang siapa dengan sengaja tidak membayar pungutan desa sebagaimana dimaksud
pada pasal 3 huruf a s/d c, dikenakan sanksi tidak mendapatkan pelayanan dari
pemerintah desa ;
Barang siapa dengan sengaja tidak mau membayar Swadaya dan bekasak tanah
Sawah maupun Swadaya tanah kering dikenakan sanksi tidak mendapatkan pelayanan
dari Pemerintah Desa dan pengairan tanah sawah ;
Barang siapa dengan sengaja memberikan pelayanan kepada masyarakat yang belum
melunasi sebagaimana dimaksud pada pasal 3 huruf a s/d d dikenakan sanksi
menanggung / mengganti biaya segaimana yang dimaksud pasal 6 angka 1 s/d 4
Peraturan Desa ini.
Barang siapa dengan sengaja menggelapkan hasil pungutan uang Pajak bumi dan
bangunan, swadaya serta pungutan desa lainnya di kenakan sanksi diberhentikan dari
Jabatannya dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP
Pasal 13
Petunjuk teknis pelaksanaan Peraturan Desa ini akan diatur lebih lanjut dengan
Peraturan Kepala Desa ;
Pasal 14
Pada saat Peraturan Desa ini berlaku, semua peraturan yang mengatur tentang
sumbangan Partisipasi masyarakat atau pungutan desa dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.
Pasal 15
(1) Peraturan Desa ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan ;
(2) Peraturan Desa ini diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Ditetapkan di
: Kedunggebang
Pada Tanggal
: 29 Desember 2013
______________________________
BADAN PERMUSYAWARAN DESA
Ketua

KEPALA DESA KEDUNGGEBANG

EDHI SUJIMAN

SLAMET SUPRIYANTO

Diundangkan di Banyuwangi
pada tanggal .................................
SEKRETARIS DAERAH
KABUPATEN BANYUWANGI

Drs. H SLAMET KARIYONO, M.Si


Pembina Utama Muda
NIP. 19561008 198409 1 001
BERITA DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN ......... NOMOR .........