Anda di halaman 1dari 18

FOTOMETER NYALA

I.

TUJUAN PERCOBAAN

Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan dapat :


1. Menggunakan alat spektrofotometer nyala;
2. Menganalisis cuplikan secara spektrofotometer nyala.

II.

ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


Alat yang digunakan :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Alat Fotometer Nyala untuk K


Tabung LPG
Gelas Kimia 50 mL
Gelas Kimia
Labu Takar 50 mL
Labu Takar 100 mL
Pipet Volum 1 mL dan 5 mL
Erlenmeyer

Bahan yang digunakan :


1.
2.
3.
4.
5.

Larutan standar K 100 ppm


Pocari sweat
Coolant
Hydrococo
Aquadest

3 buah
1 buah
5 buah
1 buah
1,1 buah
5 buah

III.

DASAR TEORI

Sebuah fotometer nyala adalah alat yang digunakan dalam analisis kimia anorganik untuk
menentukan konsentrasi ion logam tertentu, di antaranya natrium, kalium, lithium, dan kalsium.
Fotometri nyala adalah suatu metoda analisa yang berdasarkan pada pengukuran besaran emisi
sinar monokromatis spesifik pada panjang gelombang tertentu yang di pancarkan oleh suatu
logam alkali atau alkali tanah pada saat berpijar dalam keadaan nyala dimana besaran ini
merupakan fungsi dari konsentrasi dari komponen logam tersebut.
Misalkan logam natrium menghasilkan pijaran warna kuning, kalium memancarkan
warna ungu seadngkan litium memancarkan sinar merah bila dibakar dalam nyala. Hal inila telah
dimanfaatkan untuk maksud identifikasi unsur alkali tersebut. Besaran intensitas sinar pancaran
ini ternyata sebanding dengan tingkat kandungan unsur dalam larutan, sehingga metoda flame
fotometer digunakan untuk tujuan kuantitatif dengan mengukur intensitasnya secara relatif.
Metoda ini menggunakan foto sel sebagai detektornya dan pada kondisi yang sama digunakan
gas propana atau elpiji sebagai pembakarnya untuk membebaskan air sehingga yang tersisa
hanyalah kandungan logam.
Fotometri nyala didasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar unsur akan tereksitasi
dalam suatu nyala pada suhu tertentu serta memancarkan emisi radiasi untuk panjang gelombang
tertentu. Eksitasi terjadi bila lektron dari atom netral keluar dari orbitalnya ke orbital yang klebih
tinggi. Dan bila terjadi eksitasi atom,ion molekul akan kembali ke orbital semula dan akan
memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu. Prinsip dari fotometri nyala ini adalah
pancaran cahaya elektron yang tereksitasi yng kemudian kembali kekeadaan dasar.
Dipancarkannya warna sinar yang berbeda-beda atau warna yang khas oleh tiap-tiap
unsur adalah disebabkan oleh karena energi kalor dari suatu nyala-nyala elektron dikulit paling
luar dari unsur-unsur tersebut tereksitasi dari tingkat dasar ke tingkat yang lebih tinggi, yang
dibolehkan.Pada waktu elektron-elektron tereksitasi kembali ke tingkat dasar, akan diemisikan
foton yang energinya. Oleh karena tingkat-tingkat energi eksitasi tersebut adalah khas atau
spesifik untuk suatu unsur logam tertentu,maka sinar yang dipancarkan oleh suatu atom unsur
logam tersebut adalah khas pula. Dasar ini digunakan untuk analisa kualitatif unsur-unsur logam
secara reaksi nyala.

Prinsip Kerja Filter Fotometer Nyala

Prinsip kerja filter fotometer nyala adalah eksitasi atom. Oleh karena setiap atom memiliki
konfigurasi elektron yang berbeda, maka energi yang dibutuhkan setiap atom untuk tereksitasi
juga berbeda.Besarnya energi yang digarap oleh atom-atom kemudian yangdibebasakan kembali
dalam bentuk pancaran (emisi), inilah yang disebut dengan prinsip kerja dari alat ini. Semua
atom dapat menyerap energi (kalor), namunkalor ini disesuaikan dengan tingkat energi eksitasi

agar tidak terjadi ionisasi.Contoh : atom Na menyerap energi dari nyala sebesar 2,2 elektron volt.
Energi ini sesuai dengan energi eksitasi atom Na. Atom-atom yang lain tidak akan bisamenyerap
energi yang sama dengan atom Na
Flame fotometer dibedakan atas dua yaitu :
Filter flame fotometer
Hanya terbatas untuk analisa unsur Na,K dan Li
Spektro flame fotometer
Digunakan untuk analisa unsur K,Ca,Mg,Sr,Ba dll.
Perbedaan alat ini terletak pada monokromatornya,dimana alat pertama menggunakan
filter sebagai monokromatornya dan alat kedua yang berfungsi sebagai monokromatornya adalah
pengatur panjang gelombang. Gangguan-gangguan dalam fotometri menurut sumber dan
filtratnya:
1. Gangguan Spectral
Yaitu gangguan yang di sebabkan oleh unsur-unsur lain yang terdapat bersama dengan
unsur yang akan dianalisa. Gangguan ini disebabkan karena penggunaan filter untuk memilih
yang akan diukur intensitasnya. Misalnya : spektrum pita dari Ca(OH)2 akan mengganggu
pancaran sinar Na pada panjang gelombang 550 nm. Gangguan tersebut dapat dihilangkan
dengan mempertinggi pemisahan cahaya atau mengatur band width.
2. Gangguan dari sifat fisik larutan
Variasi sifat fisik dari larutan dapat memperkecil atau membesar intensitas sinar yang
akan dianalisa, sehingga intensitas yang terbaca tidak sesuai dengan konsentrasi yang akan
dianalisa, seperti :
Viskositas
Makin besar visikositas dari suatu larutan yang dianalisa, makin lambat larutan tersebut
mencapai nyala. Sehingga intensitas pancaran pada alat akan semakin kecil dan tidak sesuai
dengan konsentrasi unsur yang kita analisa.
Tekanan uap dan permukaan larutan
Sifat ini akan mempengaruhi ukuran besar kabut. Kabut dengan ukuran besar akan sedikit
mecapai nyala, sehingga intensitas yang terbaca pada alat akan lebih kecil dari nilai yang
sebenarnya.

3. Gangguan ionisasi
Gangguan ini disebabkan karena menggunakan suhu nyala yang lebih tinggi. Logam
alkali dan alkali tanah yang mudah terionisasi, akibat dari adanya ionisasi akan mengurangi
jumlah atom netral. Akibatnya intensitas dari spektrum atom akan berkurang dan tidak sesuai
dengan konsentrasi yang akan kita amati. Nyala yang dihasilkan dari campuran oksigen dan gas
akan mempunyai energi yang dapat mengionisasi logam alkali dan alkali tanah hal ini
menggakibatkan terjadinya penurunan jumlah atom yang akan diekstraksi. Adanya atom yang
lebih mudah terionisasi akan memberikan sejumlah elektron kedalam nyala sehingga akan
mendesak ion menjadi atom.
4. Gangguan dari anion-anion yang ada dalam larutan logam.
Pada umumnya sinar dari emisi unsur-unsur akan lebih rendah apabila jumlah asam yang
relatif tinggi gangguan anion ini tidak akan nyata bila kadarnya lebih rendah dari 0,1M diatas
kepekatan tersebut asam sulfat, nitrat dan fosfat akan memberikan akibat pada penurunan sinar
emisi logam. Gangguangangguan analisa fotometri secara intensitas langsung adalah segala
gangguan atau hal dan peristiwa-peristiwa yang dapat mempengaruhi intensitas pancaran unsur
yang kita analisa, sehingga nilai intensitas pancaran yang dihasilkan tersebut tidak lagi sesuai
dengan unsur yang sebenarnya.
Beberapa masalah yang ditemui dalam analisa kuantitatif secara flame fotometri :
a.

Radiasi dari unsure

Jika terdapat garis spektrum yang berdekatan dengan garis spectrum logam yang ditentukan
sehingga memungkinkan terjadinya interferensi.
b.

Penambahan kation

Dalam nyala tinggi,beberapa atom logam mungkin terionisasi,misalnya :


Na Na + e
Ion tersebut mempunyai spektrum emisi tersendiri dengan frekuensi- frekuensi yang
berbeda dari atomnya sehingga akan mengurangi tenaga radiasi dari emisi atomnya.
c.

Interferensi anion

Pada percobaan ini dilakukan penentuan kadar logam natrium dan kalium dengan cara
pengukuran intensitas nyala masing-masing logam alkali tersebut. Karena intensitas nyala
merupakan fungsi dari konsentrasi atau kadar unsur dalam sampel.

GANGGUAN GANGGUAN DALAM FOTOMETRI NYALA

Cara intensitas langsung untuk analisa fotometri langsung akan memberikan hasil yang
baik hanya apabila tidak ada gangguan gangguan yang dapat mempengaruhi intensitas
pancaran sedemikian rupa sehingga nilai intensitas yang dibaca akan lebih rendah atau lebih
tinggi daripada nilai intensitas yang sesuai dengan konsentrasi unsur.
Apabila terdapat gangguan-gangguan tersebut maka analisa tidak dilakukan secara
intensitas langsung melainkan dengan salah satu cara dari kedua cara yang lain yaitu, cara
penambahan standar atau dengan cara standar dalam. Gangguan-gangguan dalam fotometri
sumber dan sifatnya dapat dibagi dalam beberapa golongan, antara lain :
a) Gangguan spektral
Ialah gangguan yang disebabkan oleh spektrum unsur-unsur lain yang terdapat bersama
unsur yang dicari. Gangguan ini dijumpai terutama kalau dipakai filter untuk memperoleh
panjang gelombang yang akan diukur intensitasnya. Dengan monokromator seperti prisma dsb.
Gangguan ini akan berkurang.
Contoh gangguan spektral ini misalnya : Pita jingga dari CaOh mengganggu pengamatan
intensitas garis Na pada 590 mu gangguan ini sukar diatasi walaupun dengan monokromator
bukan filter karena Sisitin Ca tumpang suh ( overlap) dengan panjang gelombang Na. Suatu
keuntungan adalah bawa kebanyakan garis-garis spektrum yang berguna dalam fotometri nyala
terdapat dalam daerah biru dan ultra lembayung, sedang kebanyakan pita spektrum molekul dan
spektrum kontinu yang mengganggu terdapt didaerah hijau dan daerah merah spektrum tampak.
Gangguan spektral jenis lain disebabkan karena garis unsur pengganggu berimpit dengan
garis spektrum unsur yang akan diselidiki. Kedua garis spektrum dapat berimpit (overlap)
sebagian saja atau keseluruhan. Intensitas yang dibaca adalah intensitas kedua-duanya, Cara
mengatasi gangguan spektral ini dapat dengan memilih panjang gelombang pancaran lain dari
unsur lain yang akan dianalisa jika tidak ada dilakukan pemisahan unsur yang dianalisa dari
unsur pengganggu dengan pertolongan cara-cara pemisahan seperti ekstraksi pelarut, penukaran
ion, pengendapan dll. Gangguan spektral jenis lain adalah intensitas pancaran latar belakang atau
background.
b) Gangguan karena variasi karena sifat-sifat fisik larutan
Gangguan gangguan sifat fisik yang dimaksud antara lain adalah
1.
viskositas ini mempengaruhi kecepatan larutan atau kabut larutan mencapai nyala. Semakin
besar viskositas larutan semakin lambat larutan mencapai nyala, sehingga intensitas yang dibaca
lebih kecil dari konsentrasi sebenarnya.

2.
tekanan uap dan tegangan permukaan larutan mempengaruhi ukuran tekanan kabut larutan.
Terutama pada alat-alat filter fotometer nyala, dimana atomizer (pengabut) tidak menjadi satu
dengan pembakar. Tetesan tetesan kabut yang besar menyebabkan tetesan tetesan kabut tersebut
mencapai nyala, sehingga intensitas yang dibaca lebih kecil daripada intensitas yang sesuai
dengan konsentrasi yang dicari.
3.
garam-garam yang ditanmbahkan kedalam larutan yang akan dianalisa secara fotometri
akan memperlambat penguapan pelarut yang akan mengurangi intensitaspancaran sehingga tidak
sebanding lagi dengan konsentrasi unsur.
c) Gangguan ionisasi
Ionisai akan mengurangi jumlah-jumlah atom netral unsur yang dianalisa. Akibatnya
intensitas spektrum atom berkurang sehingga tidak sesuai lagi dengan konsentrasi logam.
Gangguan ionisai ini misalnya dapat terjadi kalau logam alkali dan alkali tanah dianalisa dengan
nyala yang suhunya terlalu tinggi.
d) Gangguan karena absorbsi sendiri
Sinar pancaran yang berasal dari atom-atom unsur yang dianalisa dapat diabsorbsi
kembali oleh atom-atom lain unsur yang sama yang ada dalam nyala, taetapi masih ada dalam
keadaan belum tereksitasi. Dengan sendirinya gangguan ini akan menyebabkan intensitas yang
yang dipancarkan oleh unsur tersebut, dan yang dibaca pada alat akan lebih rendah dengan yang
sesuai dengan konsentrasi unsur ybs. Gejala absorbsi sendiri ini terutama nyata sekali kalu
intensitas yang diukur intensitasnya adalah panjang gelombang yang sesuai dengan perpindahan
elektron antara tingkat energi dasar ( ground state) dan tingkat energi tereksitasi pertama
diatasnya. Gejala absorbsi sendiri ini dapat dihindari dengan menggunakan konsentrasi rendah.
e) Gangguan dari anion
Intensitas pancara logam akan turun (hingga tidak sesuai lagi dengan konsentrasinya)
apabila tercampur dengan asam-asam HNO3, H2SO4, H3PO4 dan atau garam dari asam-asam
tersebut dalam jumlah yang besar.

1.
2.
3.
4.

FOTOMETRI NYALA DENGAN CARA STANDAR DALAM DAN DENGAN


CARA PENAMBAHAN STANDAR
Beberapa point yang harus diperhatikan pada cara standar dalam :
Cuplikan unsur yang dianalisa ,maupun kepada larutan standar unsur tersebut
ditambahkan jumlah yang sama dari unsur standar dalam.
Unsur standar dalam itu disemprotkan dan diexitasi di dalam nyala
Ditetapkan juga intensitas background pada panjang gelombang yang dipakai
Alurkan grafik log (Ix-Hx)/(Is-Hs)terhadap log konsentrasi larutan standar

5. Kurva tersebut sebagai kurva kalibrasi yang digunakan mencari konsentrasi lar.X
6. Larutan X tersebut disemprotkan pada nyala,lalu ditentukan Ix pada panjang
gelombangnya.
7. Dari data no 6.tentukan Log (Ix-Hx)/(Is-Hs)untuk lar X.
Bagian-bagian dari fotometer nyala yaitu :
1. Atomizer
Udara pada tekanan tertentu (atm), masuk ke dalam pembungkan cuvet oleh pipa kecil.
Hisapan oleh udara menyebabkan larutan contoh terhisap ke dalamruangan pengabut dalam
bentuk kabut-kabut yang halus
2. Mixing Chamber
Kabut yang berasal dari atomizer masuk ke dalam ruangan pencampur alat pembakar,
disini akan bertemu dengan gas pembakar yang masuk dengantekanan tertentu
3. Flame
Campuran udara dengan gas pembakar menghasilkan nyala dan ke dalamnyala ini pula
kabut halus dari larutan contoh menguap. Kalor nyalamenyebabkan larutan contoh menguap,
sehingga contoh berubah menjadi butir-butir halus padat (garam). Molekul-molekul garam ini
(uap) selanjutnyaakan terdisosiasi menjadi atom-atom netral. Atom-atom netral ini
akanmenyerap energi kalor dari nyala sehingga tereksitasi dan kemudian memancarkan sinar
pancaran yang terdiri dari berbagai panjang gelombang
4. Reflektor
Sinar pancaran yang keluar dari nyala akan dipantulkan kembali ke nyala.
5. Optical Lens
Lensa pancaran yang bersifat polikromatik akan difokuskan oleh lensa melaluisuatu celah
(diafragma).
6. Filter
Filter akan meneruskan cahaya sinar pancaran dengan panjang gelombangyang khas dan
berintensitas tinggi dari unsur yang dianalisis dan akanmenyerap sinar-sinar lain yang berasal
dari nyala.
7. Photo Tube
Intensitas sinar pancaran tersebut oleh photo tube diubah menjadi arus listrik yang
besarnya berbanding lurus dengan intensitas sinar pancaran tersebut.

8. Amplifier
Arus listrik yang berasal dari photo tube, oleh amplifier akan diperkuat danditeruskan ke
recorder.
9. Recorder
Output dari amplifier dicatat oleh recorder yang skalanya terkalibrasi oleh suatu
intensitas.
Aplikasi dalam Oceanologi
Untuk contoh air laut yang homogen, kadar logam-logam alkali dapatdilakukan langsung
tanpa pemisahan terlebih dahulu. Bila kadar-kadar logamtersebut terlalu rendah, maka analisa
dapat dilakukan dengan pemekatan terlebihdahulu. Pemekatan ini dapat dilakukan dengan cara,
yaitu penguapan, distilasi,ekstraksi, dsb. Untuk air yang tidak homogen, harus didestruksi
terlebih dahuludengan asam-asam kuat, misalnya asam nitrat dan asam sulfat. Untuk
contoh padat, harus didestruksi dengan destruksi basah dengan menggunakan asam nitrat,asam
sulfat, dan asam perklorat. Sedangkan destruksi kering dengan cara pengabuan kemudian
dilarutkan dalam air atau asam-asam kuat (encer) yangcocok. Analisa logam alkali dan alkali
tanah dengan menggunakan filter fotometrinyala dapat dilakukan dengan cepat dan praktis
karena mampu mendeteksi kadar-kadar yang rendah (ppb) dan analisis pendahuluannya tidak
rumit.
Flame fotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran
besaran emisi sinar monokromatis dengan panjang gelombangtertentu yang dipancarkan oleh
suatu logam alkali / alkali tanah dalam keadaan berpijar atau bernyala. Misalnya, natrium
menghasilkan pijaran warna kuning,kalium memancarkan sinar ungu dan litium memancarkan
sinar merah biladibakar dalam nyala. Besaran ini merupakan fungsi dari konsentrasi
darikomponen logam tersebut. Metoda ini dimanfaatkan untuk identifikasi unsur alkali
tersebut.Fotometri nyala berdasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar unsur yang
tereksitasi dalam suatu nyala pada suhu tertentu akan memancarkan emisiradiasi untuk panjang
gelombang tertentu. Eksitasi terjadi bila elektron dari atom netral keluar dari orbitalnya ke orbital
yang lebih tinggi.
Dan bila terjadi eksitasi atom, ion molekul akan kembali ke orbital semula dan akan
memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu.Prinsip dasar dari flame fotometri ini
adalah pancaran cahaya elektronyang tereksitasi yang kemudian kembali ke keadaan dasar.
Besaran intensitassinar pancaran ini sebanding dengan tingkat kandungan unsur dalam
larutan.Maka hal ini digunakan dalam flame fotometri untuk tujuan kuantitatif pengukuran
intensitas secara relatif, menggunakan detektor fotosel dan gas bahan bakar berupa propana /
Elpiji dan gas pembakarnya udara.Suhu nyala merupakan salah satu variabel yang paling penting
dalamfotometri nyala. Ini ditentukan oleh sifat bahan bakar dan laju penyediaanya, penyediaan
udara atau oksigen dan perencanaan alat pembakar. Nyala hydrogendan oksigen digunakan
secara luas untuk memberikan energi bagi banyak keperluan dan nyala apinya menghasilkan
radiasi dengan latar belakang sangatsedikit yang dapat mengahalangi pengamatan

spektrum.Sebagian besar unsur akan tereksitasi dalam suatu nyala pada suhu tertentuserta
memancarkan emisi radiasi untuk panjang gelombang tertentu. Eksitasiterjadi bila elektron dari
atom netral keluar dari orbitnya ke orbit yang energinyalebih tinggi, dan bila terjadi eksitasi
atom, ion molekul akan kembali ke orbitsemula dan akan memancarkan cahaya pada panjang
gelombang tertentu.
Dengan fotometer nyala kebanyakan atom berada dalam keadaan dasar (ground state
energy), sehingga mempunyai kecenderungan untuk menyerapenergi yang dipancarkan oleh
atom yang tereksitasi ketika kembali ke keadaandasar. Peristiwa ini disebut dengan self
absorption. Untuk mendapatkan kondisinyala yang optimum dipergunakan pengaturan untuk
mengendalikan tekanan gasdengan cermat dan pengukur untuk memonitor laju alir.
Filter dapatmenggantikan monokromator dalam suatu instrumen yang menggunakan
sumber bertemperatur rendah.Penerapan fotometri nyala yang paling penting adalah yang
menyangkutanalisa yang sukar atau tidak mungkin dilakukan dengan cara yang lain, palingtidak
apabila kecepatan jauh lebih penting daripada ketepatan. Penggunaanfotometri nyala sangat
penting dalam riset biomedis, analisa air, pengetahuan, gizi, dan bidang-bidang lain yang perlu
untuk menetukan suatu logam alkali.
Kalium
A. Ciri-ciri utama Kalium
Dengan ketumpatan lebih rendah daripada air, kalium adalah logam kedua ringan
selepas litium.Ia adalah pepejal lembut yang mudah dikerat dengan pisau dan mempunyai
warna keperakan pada permukaan yang baru dipotong. Ia teroksida dengan cepat dalam udara
dan haruslah disimpan dalam minyak mineral atau kerosin untuk penyimpanan.
Seperti juga logam-logam alkali lain, kalium bertindak dengan cergas dengan
airmenghasilkan hidrogen. Apabila berada dalam air, ia mungkin akan terbakar serta-merta.
Garamnya memancarkan warna ungu apabila didedahkan kepada nyala api.

A. Penggunaan
Kalium oksida digunakan terutamanya dalam baja.
Kalium hidroksida adalah bahan kimia penting sebagai besi kuat.
Kalium nitrat KNO3 digunakan sebagai ubat bedil.
Kalium karbonat, juga dikenali sebagai potasy, digunakan dalam pembuatan kaca.
Kaca yang dirawat dengan kalium cair adalah lebih kuat daripada kaca biasa.
NaK, sejenis aloi natrium dan kalium, digunakan sebagai medium pemindahan haba.
Kalium adalam juzuk penting dalam pertumbuhan tumbuhan dan dijumpai dalam
kebanyakan jenis tanah.

Dalam sel haiwan, ion kalium adalah sangat penting untuk memastikan sel hidup (lihat
pam Na-K)
Kalium klorida digunakan sebagai pengganti garam biasa dan digunakan juga untuk
memberhentikan jantung, contohnya dalam pembedahan jantung dan pelaksanaan
hukuman mati melalui suntikan maut.
superoksida KO2 digunakan sebagai sumber oksigen mudah alih dan penyerap karbon
dioksida. Ia amat berguna dalam sistem pernafasan mudah alih.
Kebanyakan garam kalium sangat berguna, termasuklah kalium bromida, kalium
klorat,kalium kromat, kalium sianida, kalium dikromat, kalium iodida, kalium nitrat,
kalium sulfat.
Kalium merupakan mineral zat mikro penting dalam gizi manusia; ia membantu
dalam pengecutan otot dan pengekalan keseimbaingan bendalir dan elektrolit dalam sel
tubuh. Kalium juga penting dalam penghantaran impuls saraf serta pembebasan tenaga
daripada protein, lemak, dan karbohidrat semasa metabolisme.
Kekurangan kalium boleh mengakibatkan keadaan yang boleh membawa maut yang
dikenali sebagai hypokalemia, biasanya lanjutan daripada cirit-birit, diuresis berterusan dan
muntah-muntah. Simptom kekurangan termasuklah kulit kering, jerawat, seram sejuk, fungsi
kognitif terganggu, kekejangan (spasma) otot, aritmia, tindak balas refleks yang berkurangan,
rasa dahaga, intolerans glukosa, perencatan pertumbuhan, insomnia,kolestrol, dan rendah
tekanan darah.
Memakan bermacam jenis makanan yang mengandungi kalium adalah cara terbaik
untuk memperoleh jumlah yang mencukupi. Individu sihat yang memakan gizi yang
seimbang jarang sekali memerlukan makanan tambahan. Makanan yang mengandungi
sumber kalium yang tinggi termasuklahpisang, avokado, saderi dan turnip, dan kebanyakan
buah-buahan, sayur-sayuran dan daging lain juga mengandungi kalium. Kajian menunjukkan
gizi yang mengandungi kandungan kalium yang tinggi boleh merendahkan risiko menghidapi
tekanan darah tinggi.
Garis panduan 2004 oleh Institut Perubatan menetapkan RDA sebanyak 4,700 mg
kalium.Sesetengah orang yang menghidap penyakit ginjaldinasihatkan agar mengelakkan
pemakanan zat kalium pada kuantiti besar.

B. Kekurangan Kalium
Tubuh manusia terdiri atas unsur cairan yang mengandung elektrolit elektrolit
larut.Dalam cairan tubuh harus terdapat keseimbangan antara kation dan anion.Na+
merupakan kation utama dan Cl- serta HCO3- merupakan anion anion utama di dalam
cairan ekstraseluler.Sementara dalam cairan ekstraseluler, K+ dan Mg++ merupakan kation
utama dan HPO4- merupakan anion utama bersama protein.Terkadang keseimbangan kation

dan anion ini terganggu, apabila terjadi gangguan pada metabolisme tubuh.Misalnya pada
penderita hypokalemia, yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalium di dalam
tubuh. Gejala kekurangan kalium diantaranya adalah diuresis berterusan, muntah-muntah,
kulit kering, jerawat, fungsi kognitif terganggu, kekejangan (spasma) otot, lemahnya
tindakan refleks, rasa dahaga, intolerans glukosa, terhambatnya pertumbuhan, insomnia,
kolestrol, dan tekanan darah yang rendah.
Kalium merupakan mineral zat mikro yang penting dalam tubuh manusia.Ia
membantu dalam kontraksi otot dan menjaga keseimbangan elektrolit dalam sel tubuh.
Kalium juga penting dalam penghantaran impuls saraf serta pembebasan tenaga yang berasal
dari protein, lemak, dan karbohidrat pada proses metabolisme.
1. Unsur Penyebab Kekurangan Kalium:
a. Diabetes,
b. Tumor pada kelenjar diatas ginjal,
c. Rapuhnya pembuluh darah arteri di ginjal,
d. Pemakaian diuretik.
Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan
urin.Istilah diuresis mempunyai dua pengertian, pertama menunjukkan adanya
penambahan volume urin yang diproduksi dan yang kedua menunjukkan jumlah
pengeluaran zat-zat terlarut dalam air.
Fungsi utama diuretik adalah untuk memobilisasi cairan udem, yang berarti
mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstra sel
kembali menjadi normal.
2. Efek Kekurangan Kalium:
Kondisi Kekurangan Kalium yang berat dapat mengakibatkan kelemahan fungsi
otot dan :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Tubuh mudah lelah.


Kelemahan otot biasanya terjadi pada otot kaki dan tangan,
Kadang juga mengenai otot mata,
Otot pernapasan,
Otot untuk menelan.
Kedua keadaan terakhir ini dapat berakibat fatal.
Mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandungi kalium adalah cara
terbaik untuk memperoleh jumlah yang mencukupi. Individu sehat yang mengkonsumsi
makanan yang beragam, bergizi seimbang jarang sekali memerlukan suplemen tambahan
makanan.Sebagian besar buah-buahan, sayur-sayuran dan daging banyak mengandung
kalium.Makanan yang mengandung sumber kalium yang tinggi.

C. Kelebihan Kalium
Kalium plasma normal bervariasi antara 3.5-5 mm/l (tergantung pada masing-masing
laboratorium) walaupun kalium ekstraseluler hanya merupakan 2% dan keseluruhan dalam
tubuh
Hiperkalemia dan hipokalemia menunjukkan kadar kalium serum yang lebih tinggi
atau lebih rendah dari nilai batas laboratorium yang normal
1. Patologi dan Penyebab
Kadar kalium plasma dan ekstraseluler dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama oleh
keseimbangan asam-basa
Asidosis memindahkan kalium keluar sel; alkalosis memindahkan kalium ke dalam
sel
Hiperkalemia biasanya terjadi pada gangguan fungsi ginjal tetapi juga terjadi pada
destruksi jaringan, penyakit Addison atau hipoaldosteroinisme selektif
Hipokalemia sering terjadi akibat kehilangan melalui traktus gastrointestinal atau
urin, terutama setelah penggunaan diuretik yang menyebabkan hilangnya kalium atau
pada diabetes melitus
Penyebab renal dari hipokalemia antara lain aldosteronisme, sindrom Cushing,
asidosis tubular ginjal
2. Gejala
Tanda toksisitas hiperkalemia yang terpenting adalab aritmia jantung
Kelemaban otot perifer dapat terjadi
Hipokalemia menyebabkan letargi, rasa lelah yang bersifat menyeluruh, kelemahan
otot dan poliuria
Iritabilitas miokardium meningkat pada hipokalemla dan pemberian digitalis menjadi
lebih berbahaya
3. Diagnosis Banding
Penyebab lain dari rasa Iemah dan lelah yang menyeluruh
Paralisis periodik familial karena kalium berpindah dari plasma ke dalam sel
Hiperkalemia semu misalnya karena pengambilan contoh darah yang salah dan/atau
terbebaskannya ion K dari platelet selama pembentukan bekuan dalam tabung

IV.

PROSEDUR KERJA

1.
2.
3.
4.
5.

Menyambungkan selang gas LPG ke tabung LPG


Memastikan tidak ada kebocoran gas LPG
Menyalakan alat dengan menekan tombol MAIN ke atas
Menyalakan air compressor dengan menekan tombol COMP ke atas
Menekan tombol IGN dan menahannya, sambil memutar tombol IGNITION pelan-pelan
kearah kiri.
6. Melihat nyala api pada pada prosedur 5, jika nyala api sudah ada, memutar tombol GAS
VALUE ke kiri kurang lebih 6x putaran.
7. Memutar tombol IGNITION pelan-pelan sampai api besar menyala.
8. Memutar tombol IGNITION ke kanan sampai batas minimal tidak bisa diputar lagi,
setelah api besar menyala.
9. Mengatur nyala api dengan mengatur/memutar-mutar GAS VALUE. Nyala yang bagus
adalah nyala biru tanpa ada warna kuning atau merah.
10. Memasukkan Blanko, memilih range 1, 2 atau 3, mengatur jarum penunjuk keposisi 0
dengan memutar tombol 0.
11. Memasukkan standar ppm, mengatur jarum penunjuk supaya menunjukkan angka 100%
dengan memutar tombol 100 %
12. Menganalisis sampel dan mencatat skala pembacaan, membandingkan dengan skala
pembacaan standar 10ppm, misalnya terbaca 13% artinya konsentrasi sampel adalah 1,3
ppm
13. Mengusahakan melakukan analisis blanko 1x setiap melakukan analisis 2 sampel.
14. Mengulangi langkah no.11 setelah melakukan analisis sampel sebanyak 10 atau 15.
15. Melakukan analisis blanko selama 5 menit untuk membersihkan sisa-sisa sampel dalam
alat setelah selesai melakukan analisis sampel.
16. Mematikan nyala api dengan memutar tombol GAS VALUE ke kanan sampai full.
17. Mematikan air compressor dengan menekan tombol COMP, kemudian mematikan alat
dengan menekan MAIN setelah api mati.
18. Melepaskan sambungan KPG.

Catatan:
1.
Larutan yang akan dianalisis harus tidak mengandung endapan, jika ada endapan lakukan
penyaringan terlebih dahulu
2.
Jika pembacaan sampel melebihi skala % (melebihi 100%) lakukan pengenceran sampel
sampai pembacaan di bawah 100%

V.

DATA PENGAMATAN
No

Sampel

Pembacaan Standar

Larutan kalium 10 ppm

100 %

Aquadest

0%

Kalibrasi Larutan Standar


NO
1
2
3
4
5

Sampel (ppm)
Larutan standar 2 ppm
Larutan standar 4 ppm
Larutan standar 6 ppm
Larutan standar 8 ppm
Larutan standar 10 ppm

Pembacaan standar (%)


28
44
59
89
100

Penentuan konsentrasi
No

Sampel

Pembacaan sampel (%)

1
2

Pocari Sweat
Coolant

41
>100

Konsentrasi sampel
(ppm)
4,1
>10

Hydro Coco

>100

>10

Air buangan sampel

51

5,1

VI.

PERHITUNGAN

1. Pembuatan larutan standar 100 ppm K dari larutan 1000 ppm K


M1 .V1 = M2 . V2
(100 mg/l).(100 ml) = (1000 mg/l). V2
V1 = 10 ml
2. Pembuatan larutan standar 2 ppm
M1 .V1 = M2 . V2
(100 ppm). V1 = 2 ppm. 50 ml
V1 = 1 ml
3. Pembuatan larutan standar 4 ppm
M1 .V1 = M2 . V2
(100 ppm). V1 = 4 ppm. 50 ml
V1 = 2 ml
4. Pembuatan larutan standar 6 ppm
M1 .V1 = M2 . V2
(100 ppm). V1 = 6 ppm. 50 ml
V1 = 3 ml
5. Pembuatan larutan standar 8 ppm
M1 .V1 = M2 . V2
(100 ppm). V1 = 8 ppm. 50 ml
V1 = 4 ml
6. Pembuatan larutan standar 10 ppm
M1 .V1 = M2 . V2
(100 ppm). V1 = 10 ppm. 50 ml
V1 =5 ml

Konsentrasi sampel

Pocari Sweat
Pengenceran larutan 1 ml kedalam 50 ml aquades
M1.V1 = M2.V2
4,1 ppm (50 mL) = M2. 1 mL
M2 = 205 ppm

% Kesalahan Pocari Sweat


Secara teori = 5 ppm
-

% Kesalahan =
=
= 38 %

x 100%

VII.

ANALISA DATA

Pada percobaan kali ini adalah analisa dengan menggunakan alat fotometri nyala atau
flame photometry adalah suatu alat yang menganalisa logam pada suatu air dengan prinsip
spectrum emisi.Pada pratikum yang telah dilakukan yaitu menganalisa logam kalium atau K+
pada minuman beisotonik. Logam kalium adalah unsure dari golongan IA yang reaktif terhadap
air. Kalium atau potassium memiliki peran penting dalam penyembuhan luka sehingga ia
merupakan mineral ketiga terbanyak dalam tubuh.
Fotometer nyala mendeteksi sampel dengan mengeksitasi unsure dalam suatu nyala lalu
memancarkan emisi radiasi untuk panjang gelombang pada sampel. Fotometer ini masih
menggunakan pembacaan analog berupa jarum jam. Warna yang dipancarkan oleh kalium adalah
warna ungu. Warna yang dipancarkan oleh Kalium merupakan energy kalor dari electron di kulit
paling luar dari kalim yang tereksitasi dari tingkat rendah ke tingkat tinggi dan diemisikan oleh
energy foton unsure kalium.
Sama seperti alat instrument analisa kuantitatif lainnya fotometer nyala membutuhkan
larutan kalibrasi standar sebagai acuan untuk sampel yang akan dianalisa. Larutan standar
memiliki konsentrasi 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, dan 10 ppm. Lalu sampel yang digunakan
adalah minuman berisotonik yaitu pocari sweat, hydrococo, dan coolant serta air buangan sampel
hasil kalibrasi.
Hasil kalibrasi pada larutan standar untuk 2 ppm, 4ppm, 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm secara
berturut-turut adalah 28 %, 44 %, 59 %, 89 %, dan 100%. Larutan standar 10 ppm sebagai acuan
konsentrasi larutan standar. Sedangkan untuk sampel Pocari sweat memiliki konsentrasi kalium
4,1 ppm dan air buangan sampel sebesar 5,1 ppm sedangkan pada coolant juga hydrococo
melebihi 100%, hal ini menandakan bahwa kedua sampel tersebut melebihi konsentrasi 10 ppm
sehingga kosentrasi larutan tidak bisa dihitung dan diasumsi melebihi 10 ppm.

VIII.

KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :


1. Fotometeri nyala adalah suatu metoda analisa untuk menentukan kadar suatu logam
dalam
suatu
sampel
yang
didasarkan
kepada
emisi(pancaran)sinar monokromatis pada panjang gelombang tertentu dalam keadaan ber
pijar atau nyala.
2. Prinsip dari fotometri nyala ini adalah pancaran cahaya elektron yangtereksitasi
yang
kemudian kembali ke keadaan dasar.
3. Besaran
intensitas
emisi
sinar
sebanding
dengan
tingkat
konsentrasi
unsur yang dianalisa dalam larutan. Semakin besar konsentrasi unsur yangdianalisa
dalam larutan, maka semakin besar emisi sinar yang dihasilkan,sebaliknya semakin kecil
konsentrasi unsur yang dianalisa dalam larutan,maka semakin kecil pula emisi sinar yang
dihasilkan
4. Kosentrasi sampel yang dihasilkan :
Pocari Sweat
= 4,1 ppm
Hydrococo
= >10 ppm
Coolant
= >10 ppm
Air buangan sampel = 5,1 ppm
5. % Kesalahan pada pocari sweat = 38 %
DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet.2012.Penuntun Praktikum Kimia Analitik Instrument.Politeknik
Sriwijaya.Palembang.
http://mahardika-duniaku.blogspot.com/2011/07/fotometernyala.htmlhttp://www.scribd.com/doc/59729410/FOTOMETRI-NYALA

Negeri