Anda di halaman 1dari 28

KELOMPOK 24

SI YUSRIL MAHENDRA MENCRET


Seorang ibu suatu pagi membawa anak lakilakinya yang bernama Yusril Mahendra 7 bulan
ke UGD RSPBA. Dengan keluhan BAB mencret
sejak 5 hari yang lalu. Frekuensi BAB 5-6 kali
dalam sehari. Sekali BAB banyak, hanya air
saja dan berbau asam. Warna kuning, busa (-),
darah (-), lendir (-), keluhan ini terkadang
muntah-muntah. Beberapa kali dan demam
naik turun. Demam turun jika diebri obat
penurun panas.

Ibunya mengatakan si YM tidak mau minum


susu formukla dan tidak mau makan lagi.
Menetek juga tidak mau padahal sebelumnya
menetek kuat. Ia terlihat lemas dan tidak pipis
lagi. Sejak tadi malam. Baru 2 minggu ini dia
minum susu formula dan makanan tambahan
bubur saring. Sudah 2 hari disekitar anus dan
pantatnya kemerahan.

KEYWORD

Anak laki-laki berumur 7 bulan.


BAB mencret sejak 5 hari yang lalu.
Frekuensi BAB 5-6 kali /hari
BAB berbau asam, warna kuning banyak dan berair.
Disertai muntah dan demam naik turun
Tidak mau minum susu formula, Asi dan makan.
Lemas & tidak BAB sejak tadi malam.
Kemerahan di sekitar anus dan pantat sejak 2 hari yang
lalu
Riwayat pengobatan : obat penurun panas.

PROBLEM
Anak laki-laki berumur 7 bulan dengan
keluhan BAB mencret sejak 5 hari yang lalu.

DD
Gastroenteritis
diare akut infeksi bakteri
Sindroma malabsorpsi et cause infeksi bakteri
Intoleransi laktosa
Demam tifoid
Gastroenteritis dan dehidrasi
Diare akut rotavirus
Gastroenteritis et cause intoleransi laktosa.

More Info

Hasil pemeriksaan fisik :


KU : lemas
BB 8 kg mjd 7,1 kg
TB 65 cm
TTV Nadi 120x/menit, lemah reguler.
Pernafasan 38x/ menit
Suhu 38,6C

Px fisik :
Mata cekung ka(+) ki (+).
Bibir kering
Abdomen supel (inspeksi), tanpa peristaltik
meningkat, hipertimpani di seluruh kuadran
abdomen. Turgor kulit menurun.

Pemeriksaan penunjang:
Lab darah :
Leukosit 9000
Hb 12%
Trombost 180.000
Hematokrit 40%
Pemeriksaan tinja
Makroskopik
Warna : kuning
Konsistensi : cair
Lendir (-)
Darah (-)
Mikroskopik
Lemak : 20 /LPB
Karbohidrat (-)
Serat (-)
Leukosit (-)
Eritrosit (-)
Parasit tdk ada
Telur cacing (-)
Jamur (-)
Bakteri (-)

DEFINISI
Gastroenteritis adalah inflamasi mukosa
lambung dan usu halus yang ditandai dengan
muntah dan diare yang dapat menimbulkan
dehidrasi dan dengan keseimbangan elektrolit.

Etiologi
Faktor infeksi

Infeks bakteri
Infeksi virus
Infeksi parasit
Protozoa
Jamur
Tonsilofaringitis
Bronchopneumonia
encefalitis

Faktor mal absorbsi


Faktor faktor makanan

Gejala Klinis
Awalnya anak menjadi cengeng, gelisah, suhu
badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang
atau tidak ada, kemudian tmbul diare. Tinja makn cair,
mungkin mengandung darah dan/ atau lendir, warna
tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena
tercampur empedu. Anus dan sekitarnya lecet karena
tinja menjadi asam.
Gejala muntah dapat terjadi sesudah/sebelum
diare. Bisa terjadi gejala dehidrasi. Berat badan turun.
Pada bayi, ubun-ubun besar cekung. Tonus dan turgor
kulit berkurang, selaput lendir mulut dan bibir kering.

Klasifikasi
1. berdasarkan lama waktu :
Akut : berlangsung 5 hari
Persisten : berlangsung 15-30 hari
Kronik : berlangsung >30 hari

2. Berdasrakan mekanisme patofisiologik


Osmotik, peningkatan osmolaritas intraluminer
Sekretorik, peningkatan sekresi cairan dan elektrolit.

3. berdasarkan derajatnya
Diare tanpa dehidrasi
Diare dengan dehidrasi ringan/sedang
Diare dengan dehidrasi berat

Berdasarka oenyebab in feksi atau tidak


Infektif
Non infektif

Epidemiologi
Epidemiologi gastroenteritis dasarkan pada
beberapa hal berikut:
a. Distribusi gastroenteritis berdasarkan
orang
Gastroenteritis merupakan sejenis penyakit
infeksi yang terjadi di seluruh negara di dunia.
Penyakit ini lebih sering terjadi pada anakanak dan lansia dikarenakan daya tahan tubuh
yang lemah dan mudah mengalami dehidrasi.

b. Berdasarkan tempat
Menurut World Health Organization (WHO) dalam
Soegijanto (2002) menyatakan bahwa tujuh dari
sepuluh kematian anak di negara berkembang dapat
disebabkan oleh lima penyebab utama, yakni salah
satunya adalahgastroenteritis yang masih merupakan
salah satu penyebab utama mortalitas anak-anak di
negara berkembang. Kejadian gastroenteritis lebih
tinggi pada penduduk perkotaan yang padat dan
kumuh. Sedangkan di negara maju dengan tingkat
pendidikan dan kesehatan tinggi kejadian
gastroenteritis jauh lebih rendah. Hal ini erat kaitannya
dengan kurangnya pencemaran minum anak dan
sebagaian lain oleh faktor pencegahan imunologik dari
ASI.

c. Berdasarkan waktu
Di Negara-negara yang beriklim empat musim,
gastroenteritis yang disebabkan oleh bakteri
sering terjadi pada musim panas, sedangkan
yang disebabkan oleh virus terjadi pada
musim dingin. Di Indonesia, gastroenteritis
yang disebabkan oleh rotavirus dapat terjadi
sepanjang tahun dengan puncak kejadian
pada pertengahan musim kemarau (Juli
Agustus), sedangkan yang disebabkan oleh
bakteri puncaknya pada pertengahan hujan
(Januari Februari).

Patofisiologfi diare
1. osmolaritas intraluminal yang tinggi (diare
osmotik)
2. sekresi dan cairan eletrolit yang meninggi.
3. malabsorpsi asam empedu, malabsorpsi lemak.
Defek sistem pertukaran anion/transport
elektrolit aktif di enterosit
5. motilitas dan waktu transit abnormal.
6. gangguan permeabilitas usus.
7. inflamasi dinding usu (diare inflamatorik)
8. infeksi dinding usus (diare infeksi)

Patofisiologi mual muntah


Suatu gejala atau tanda yang sering menyertai
gangguan gastrointestinal maupun penyakit
lain.

Mual
Suatu perasaan yang sangat tidka enak
dibelakang tenggorokan atau epigastrium
yang mengakibatkan : meningkatkan saliva,
menurunkan tonus otot lambung,
menurunkan peristaltik, meningkatkan refluk
duodenum, takikardi

Recthing
Suatu usah involunter untuk mengeluarkan
makanan, sesuadah atau sebelum muntah.
Terjadi kenaikan pernafasan spasmodik yang
berlawanan glotis, inspirasi dinding dada, dan
diafragma.

Muntah
Suatu reflek yang menyebabkan dorongan
ekspulsif isi lambung duodenum keluar mulut.
Pusat muntah, terletak disekitar pusat saliva dan
pernafasan.
Menerima rangsang jalur saraf eferen, vagus dan
simpatis dengan aktivitas CTZ (chemoreseptor
triger zone).
Memberikan rangsang jalur saraf eferen, terjadi
gerakan ekspulsif otot abdomen, intestinal dan
penafasan.

Px fisik
Pada pemeriksaan fisik perlu diperiksa: berat badan, suhu
tubuh, frekuensi denyut jantung dan pernapasan serta
tekanan darah. Selanjutnya perlu dicari tanda-tanda utama
dehidrasi: kesadaran, rasa haus, dan turgor kulit abdomen
dan tanda-tanda tambahan lainnya: ubun-ubun besar
cekung atau tidak, mata: cekung atau tidak, ada atau
tidaknya air mata, bibir, mukosa mulut dan lidah kering atau
basah (Juffrie, 2010).
Pernapasan yang cepat dan dalam indikasi adanya asidosis
metabolik. Bising usus yang lemah atau tidak ada bila
terdapat hipokalemia. Pemeriksaan ekstremitas perlu
karena perfusi dan capillary refill dapat menentukan
derajat dehidrasi yang terjadi (Juffrie, 2010).

Px penunjang
1. pemeriksaan tinja
Makroskopis : warna, bau, konsistensi, ada lendir/darah
Mikroskopis : serat, leukosit, eritrosit, telur cacing, parasit, jamur, karbo,
bakteri.

Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah, dengan


menentukan pH atau periksa analisa gas darah (ASTRUPjika
memungkinkan)
Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal.
Pemeriksaan elektrolit terutama kadar natrium, kalium, kalsium dan fosfor
serum (terutama pada diare dengan kejang).
Pemeriksaan intubasi duodenum untuk mengetahui jenis jasad
renik/parasit secara kuantitatif dan kualitatif terutama pada pasien
penderita diare kronik.
Lactose loading (tolarance) test
Barium meal lactose.

Derajat dehidrasi
1.dehidrasi ringan (defisit
<5%bb)
KU sadar baik
Rasa haus +
Sirkulasi darah nadi
normal
Pernafasan biasa
Mata agak cekung
Turgor biasa
Kencing biasa

2.dehidrasi sedang (def.5-10%)


KU gelisah
Rasa haus ++
Sirkulasi darah nadi cepat (120-140)
Pernafasan agak cepat
Mata cekung
Turgor agak berkurang
Kencing sedikit
3.dehidrasi berat
KU apatis /koma
Rasa haus +++
Sirkulasi darah nadi cepat ( >140)
Pernafasan kusmaul
Mata cekung sekali
Turgor kurang sekali
Kencing

Penatalaksanaan
Untuk diare ringan peningkatan masukan cairan per
oral, mungkin diresepkanglukosa oral dan larutan
eletrolit.
Untuk diare sedang, obat-obat non spesifik,
difenoksilat (lomotif) dan loperamit (imodium)untuk
menurunkan motilitas dari sumber non infeksius.
Diresepkan anti mikrobial jika telah teridentifikasi
preparat infeksius atau diare memburuk
Terapi intravena untuk hidrasi cepat (diberi cairan)
cairan yang harus diberikan tergantung dari berat
badan atau berat ringannya dehidrasi perhitungkan
kehilangan cairan sesuai dengan umur & BB.

komplikasi

Komplikasi

Dehidrasi berat, ketidakseimbangan elektrolit


Shock hipovolemik yang terdekompensasi (hipotensi, asidosis
metabolic, perfusi sistemik buruk)
Malnutrisi energi protein (akibat muntah dan diare, jika lama atau
kronik)
Kejang demam terjadi pada dehidrasi hipertonik (dehidrasi yang
berlebih)
5. Hipoglikemia (gula)
6. Hipokalemia (meteorismus, hipotoni otot, lemah, bradikardi, disritmia jantung)
7. Bakteremia

Prognosis
Baik jika ditangani dengan benar.

Anak laki2 7 bl
BAB mencret

Anak laki-laki berumur 7


bulan.
BAB mencret sejak 5 hari yang
lalu.
Frekuensi BAB 5-6 kali /hari
BAB berbau asam, warna
kuning banyak dan berair.
Disertai muntah dan demam
naik turun
Tidak mau minum susu
formula, Asi dan makan.
Lemas & tidak BAB sejak tadi
malam.
Kemerahan di sekitar anus dan
pantat sejak 2 hari yang lalu
Riwayat pengobatan : obat
penurun panas.

Px fisik :
Hasil pemeriksaan fisik :
KU : lemas
BB 8 kg mjd 7,1 kg
TB 65 cm
TTV Nadi 120x/menit,
lemah reguler.
Pernafasan 38x/ menit
Suhu 38,6C
Px fisik :
Mata cekung ka(+) ki
(+).
Bibir kering
Abdomen supel
(inspeksi), tanpa
peristaltik meningkat,
hipertimpani di seluruh
kuadran abdomen.
Turgor kulit menurun.