Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK 26

Seorang bayi 7 bulan datang ke rsbah dengan keluhan bab mencret


sejak 5 hari yang lallu frekuensi bab 5- kali dalamm sehari. Sekali
bab banyak hanya air saja. Serta berbau asam dan berwarna
kuning. Busa (-) darah (-) lendir (-)
Keluhan ini terkadang disertai muunta beberapa kali dan demam
naik turun, demamm turun jika diberi obat penurun panas.
Ibunya menyatakan tidak mauu inum susu formula dan mmakan lagi.
Asi pun tidak mau, padahal sebelunya minum susu asi sangat kuat.
Ia terlihat lemas tidak pipis lagi sejak tadi malam. Baru 2 minggu ini
ia minum susu formula dan makan makanan tambahan bubur sari.
Sudah dua hari ini disekitar anus dan pantatnya kemerahan

BAB mencret

Gastroenteritis
Diare
Demam

tifoid

Kolera
Syndrom

absorbsi

Anak laki2 7 bulan menderita BAB mencret dikarenakan


Gastroenteritis disertai dehidrasi berat et causa in

KU : lemas
BB : 8 kg jadi 7,1kg
TB : 65 cm
TV : nadi : 126x/menit, RR :38x/menit, suhu : 38,6C
Pem.fisik : mata cekung, bibir kering,turgor kulit menurun
- abdomen : palpasi = supel, perkusi = hipertympani seluruh kuadran abdomen, auskultasi
= peristaltik meningkat
Pem.penunjang : leukosit = 9000 g/dl ,Hb = 12 g/dl, trombosit =180.000, hematokrit = 40%
- Tinja : makros = warna kuning, konsistensi cair, air lendir darah (-). Mikros = sisa
pencernaan lemak: 2Lpb, telur cacing(-), jamur(-), karbo (-), serat(-), leuko (-), bakteri (), eritrosit 0-1, parasit (-)

ASI

SUSU FORMULA

Kadar laktosa 2x lebih tinggi dan lebih


mudah dlm peroser absorbsi

Kadar laktosa lebih rendah dan sulit dlm


proser absorbsi

Protein whey pada ASI cukup tinggi

Protein caesin pada susu formula tinggi

DHA dan ARA lebih baik

DHA DAN ARA ada namun tidak sebaik


ASI

Katnitin sangat tinggi

Karnitin rendah

Vitamin K cukup rendah

Vitamin K sangat tinggi

Vitamin D, E, A

Mineral dlm ASI kualitas yang lebih baik


dan mudah diserap

Mineral kualitas kurang, dan sulit


diserap

Zat besi rendah namun mudah diserap


20-50 %

Zat besi rendah namun hanya dapat


diserap 4-7 %

Suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi saluran


pencernaan, atau bisa juga diartikan sebagai BAB yang tidak
normal atau tekstur tinja yang tidak normal (encer) dengan
frekuensi lebih dari biasanya.

1.

Faktor infeksi

a.

Malabsorbsi karbohidrat

a.

Infeksi enternal :

b.

Malabsorbsi lemak

c.

Malabsorbsi protein

Infeksi bakteri

Infeksi virus

3.

Faktor makanan

Infeksi parasit

4.

Faktor psikologis

b.

Infeksi parenteral

2.

Faktor malabsorbsi

Anak menjadi cengeng

Anus dan daerah sekitarnya lecet

Suhu tubuh biasanya meningkat

Tinja makin lama makin asam

Nafsu makan berkurang atau tidak ada

Muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare

Diare

Dehidrasi

Tinja cair disertai lendir dan darah

BB turun,,turgor kulit berkurang, mata dan ubun-ubun besar

Warna tinja makin lama berubah menjadi kehijau-hijauan karna menjadi cekung
tercampur dengan empedu

Selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering

Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus ( Rotravirus, Adenovirus enteris, Virus Norwalk ), Bakteri atau toksin (
Compylobacter, Salmonella, Escherihia Coli, Yersinia, dan lainnya ), parasit ( Biardia Lambia, Cryptosporidium ).
Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak
sel-sel, atau melekat pada dinding usus pada Gastroenteritis akut.
Penularan Gastroenteritis biasa melalui fekal - oral dari satu penderita ke yang lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen
dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan
osmotic dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus berlebihan
sehingga timbul diare ). Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus, sehingga sekresi air dan elektrolit
meningkat kemudian terjadi diare. Gangguan multilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Akibat dari
diare itu sendiri adalah kehilangan air dan elektrolit ( Dehidrasi ) yang mengakibatkan gangguan asam basa (Asidosis Metabolik dan
HipokalemiaN ), gangguan gizi ( intake kurang, output berlebih), hipoglikemia, dan gangguan sirkulasi darah.
Normalnya makanan atau feses bergerak sepanjang usus karena gerakan-gerakan peristaltik dan segmentasi usus. Namun akibat
terjadi infeksi oleh bakteri, maka pada saluran pencernaan akan timbul mur-mur usus yang berlebihan dan kadang menimbulkan rasa
penuh pada perut sehingga penderita selalu ingin BAB dan berak penderita encer.
Dehidrasi merupakan komplikasi yang sering terjadi jika cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melebihi cairan yang masuk, cairan yang
keluar disertai elektrolit.
Mula-mula mikroorganisme Salmonella, Escherichia Coli, Vibrio Disentri dan Entero Virus masuk ke dalam usus, disana berkembang
biak toxin, kemudian terjadi peningkatan peristaltik usus, usus kehilangan cairan dan elektrolit kemudian terjadi dehidrasi.

Dehidrasi ( ringan,sedang,berat,hipotonik,isotonik atau hipertonik)


Renjatan hipovolemik
Hipokalemia ( dg gejala mateorismus,,hipotonik
otot,lemah,bradikardia,perubahan pada elektrokardiogram)
Hipoglikemia
Intoleransi laktosa sekunder,sebagai akibat defisiensi enzim
laktase karena kerusakan vili mukosa usus halus
Kejang, terutama pada dehidrasi hipertonik
Malnutrisi energi protein,karena selain diare dan muntah,
penderita juga mengalami kelaparan

Nasehat kepada ibu atau pengasuh untuk kembali jika :


Anak demam
Tinja berdarah
Muntah berulang
Makan/minum sedikit
Sangat haus
Diare makin sering
Belum membaik dalam 3 hari

Pemberian ASI penuh selama 4-6 bulan, karena dapat


mengurangi resiko diare yang fatal dan infeksi yang
serius

Bimbing anak untuk mencuci tangan denngan baik dan


benar

Menyiapkan makanan ditempat yang bersih

Penggunaan air bersih untuk diminum

Memasak/mendidihkan makanan dengan benar

Memasak air hingga mendidih untuk diminum

Menutup makanan yang disimpan

Mencuci tangan yang bersih sebelum menyiapkan


makanan dan sebelum memberi makanan

Gunakan alat makan yang bersih

Mencuci tangan yang bersih setelah BAB

Penggunaan jamban yang baik dan benar

Imunisasi campak, dapat menurunkan morbilitas dan


mortalitas yang berhubungan dengan diare, dan dapat
mencegah sampai 25% kematian balita

Usia, kebanyakan terjadi pada usia 2 tahun pertama kehidupan. Insidensi


paling tinggi antara usia 6-11 bulan pada masa diberikan makanan
pendamping
Musim, pada musim panas sering terjadi diare
Tidak memberikan ASI secara penuh untuk 4-6 bulan pertama kelahiran bayi
Kekurangan gizi
Immunodefisiensi/immunosupresi
Hidup yang tidak sehat
Menderita campak dalam 4 minggu terakhir dan faktor genetik

KU:Tampak lemaha,Kesadaran Composmentis sampai koma


Tanda Vital: Suhu tinggi,Nadi cepat dan lemah,pernafasan agak cepat
Mata: konjungtiva pucat,penglihatan ketajaman menurun,area skitar mata
cekung
Telinga: penurunan ketajaman pendengaran
Abdomen:
-Infeksi:tanda-tanda radang/lesi
-palpasi:area tertentu mengalami nyeri tekan atau kram abdomen dan mungkin
menyebar
-perkusi:lambung timpani,hati-limpa-ginjal(pekak)
-Auskultasi: Terdapat bising usus
Genital,anus dan rektum: terdapat lesi atau kemerahan dianus
Ekstermitas:kelemahan tonus otot
Thorak dan paru-paru: penurunan respirasi,irama lemah,upaya bernafas dalam.

Px lab:
Makroskopi

dan mikroskopi
Ph dan kadar gula dlm tinja dengan kertas lakmus.
Bila perlu lakukan px biakan dan uji resistensi

Px darah:
Ph

darah dan cadangan alkali dan


elektrolit(natrium,kalsium,kalium)dalam serum untuk menentukan
keseimbangan asam basa
Px Hb,leukosit,trombosit,hematokrit

Doudenal Intubation: untuk mengetahui parasit secara


kulitatif dan kuantitatif,terutama dilakukan pada penderita
diare kronik.

a.

Pemberian cairan
Cara pemberian cairan pada terapi dehidrasi :
Belum ada dehidrasi

Peroral selanjutnya anak mau minum / satu gelas tiap defekasi

b. Dehidrasi sedang
1 jam pertama : 50-100ml/kgBB peroral/ intra gastric (sonde), selanjutnya 125ml/kgBB/ hari ada
albumin
c. Dehidrasi berat
Satu jam pertama : 4-10 tetes/kgBB/ menit (set infus berukuran 1 ml= 15 tetes) atau 4
tetes/kgBB/menit (set infus = 20 tetes), 16 jam berikutnya :125ml/kgBB oralit atau intragastrik bila anak
tidak mau minum teruskan DG aa intravena 2 tetes/kgBB/ menit (set infus 1ml = 15 tetes) atau 3
tetes/kgBB/menit (set infus 1 ml=20 tetes)

Dari kasus di dapat bahwa si anak mengalami dehidrasi berat (berdasarkan derajat dehidrasi), sehingga penatalaksanaannya adalah
:

Untuk anak umur 1 bulan 2 tahun dengan BB 3- 10kg, jenis cairan : DG aa, jumlah cairan : 250ml/kgBB/24 jam

Kecepatan : 4 jam pertama 60ml/kgBB/jam atau 15ml/kgBB/ jam atau 4

tetes/kgBB/menit(1 ml= 15 tetes) atau 15 tetes/kgBB/

menit (1 ml= 20 tetes)

Obat- obatan
Prinsip pengobatan diare adalah menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa/
karbohidrat lain (gula, air tajin, tepung beras, dsb)
Obat diare :
a.

Obat anti sekresi : asetosal dosis 25mg/tahun dengan dosis minimum 30mg koproimazin dosis 0,25- 1 mg/kgBB/ hari

b.

Obat spasmolitik dll umumnya spasmolitik seperti paverin, ekstra beladona,opium, loperamid tidak digunakan untuk mengatasi diare akut lagi. Obat pengeras
tinja seperti kaolin, pectin, chercoral, tabonal, tidak ada manfaatnya untuk mengatasi diare, sehingga tidak dberikan lagi.

c.

Antibiotik umumnya tak diberikan jiga tidak ada penyebab yang jelas, bila penyebabnya kolera diberikan tetrasiklin 25-50mg/kgBB/hari

d.

Bisa diberikan zinc : tablet (usia < 6bulan), zinc 1 tablet (usia >6 bulan)

Jika

penanganan rehidrasi dilakukan dengan cepat dan tepat


maka prognosisnya baik, namun jika tidak segera maka
dapat menyebabkan kematian.

Anak 7 bulan

BAB mencret
Anamnesa

Px. fisik
Gastroenteritis
Penatalaksanaan

Px. Penunjang