Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Praktek Kerja Lapang (PKL) merupakan sebuah sarana bagi para mahasiswa dalam
mengembangkan diri dan memberikan pengalaman dalam bekerja di suatu lingkungan
pekerjaan. Melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu maupun
informasi di bidang teknologi industri pertanian yang didapat ketika berada dibangku
kuliah. Sebagai mahasiswa di bidang teknik pertanian, mahasiswa memilih Dinas
Pertanian dan Kelautan, Cilegon-Banten sebagai wadah untuk melaksanakan PKL (Praktek
Kerja Lapang) ini dengan menjadikan mesin pengaduk dan pembuat dodol sebagai subjek
yang diamati.
Dinas Pertanian dan Kelautan (Disperla) merupakan salah satu unsur pelaksana
otonomi daerah yang dipimpin oleh seorang kepala dinas. Adapun kedudukan Dinas
Pertanian dan Kelautan ini berada di bawah Walikota dan melalui Sekertaris Daerah lah
tanggung jawab pelaksanaan kerja dilaksanakan (Disperla, 2013). Melalui Disperla ini lah
kelompok-kelompok masyarakat dapat berkembang dan mandiri, salah satunya adalah
dengan didatangkannya mesin pengolah dodol otomatis dan mesin penunjang lainnya
untuk mempermudah dalam pembuatan dodol.
Dodol yang merupakan salah satu jenis makanan tradisional ini berbahan dasar tepung
ketan, tepung beras, santan dan gula merah aren. Saat ini banyak bermunculan dodol yang
dimodifikasi pembuatannya dengan menambahkan sari buah-buahan. Saat ini dodol
dikenal dengan nama daerah asal seperti dodol garut, dodol kudus (jenang kudus), gelamai,
dodol durian (lempong), dan dodol buah-buahan seperti dodol apel, dodol strawberry,
dodol papaya, dan sebagainya (Satuhu dan Sunarmani, 2004).
Masyarakat pada umumnya masih menggunakan cara tradisional dalam mengolah
dodol. Dalam proses pengadukannya, masyarakat menggunakan sendok kayu panjang dan
mengaduknya secara kontinu agar mendapatkan hasil dodol yang memiliki tekstur halus
dan kenyal serta bahan-bahan yang teraduk merata. Sehingga banyak dari produsen dodol
yang memanfaatkan tenaga kerja pria ketika mengaduk bahan karena dibutuhkan waktu
kurang lebih 4 jam dalam penyelesaiannya.
Kemajuan teknologi saat ini telah menciptakan mesin yang dapat digunakan untuk
mengaduk dan memasak dodol secara otomatis. Tidak hanya dodol, mesin ini juga dapat
digunakan untuk membuat selai buah-buahan. Penggunaan mesin ini tentunya dapat

mengurangi waktu pengolahan sehingga dalam sekali produksi, para produsen dapat
menghasilkan produk secara maksimal dengan waktu pembuatan seminimal mungkin. Adapun
keuntungan dari penggunaan mesin ini adalah hasil adukan bahan-bahan lebih merata dan
selama proses pengolahannya tidak mengalami pemanasan secara langsung sehingga tidak
akan gosong karena mesin ini menggunakan tabung double jacket (Agrowindo, 2011).
Dengan berkembangnya kelompok-kelompok masyarakat terutama di bidang pertanian
dan pasca panen, kemandirian masyarakat tentunya menjadi suatu hal tidak mustahil.
Masyarakat yang mandiri sebagai partisipan menunjukkan bahwa terbukanya ruang dan
kapasitas mengembangkan potensi dan kreasi, mengontrol lingkungan dan sumberdayanya
sendiri, menyelesaikan masalah secara mandiri, dan ikut menentukan proses politik di negara.
Masyarakat pun ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan dan pemerintahan (Eko
Sutoro, 2002).
Dinas Pertanian ini sebagai unsur pelaksana otonomi daerah juga dapat dijadikan wadah
untuk mengembangkan kelompok usaha-usaha warga dengan pelaksanaan bimbingan teknis
bagi masyarakat melalui berbagai macam pelatihan serta pengadaan dana untuk memenuhi
kebutuhan alat dan mesin pengolahan hasil pertanian. Masyarakat tentunya sangat berharap
dengan adanya keaktifan yang ditunjukkan dinas setempat agar terjalinnya komunikasi antar
warga dan pemerintah dapat berjalan dengan baik.
1.2. Maksud Praktek Kerja Lapang
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dimaksudkan untuk memberikan
pengalaman bagi mahasiswa dalam mengembangkan diri dan mengamati ruang lingkup suatu
lingkungan pekerjaan. Melalui Dinas Pertanian dan Kelautan ini, mahasiswa juga dapat
mengenal dan mempelajari penggunaan mesin-mesin otomatis dalam pengolahan hasil
pertanian seperti mesin pembuat dodol.
1.3. Tujuan Praktek Kerja Lapang
1.3.1. Tujuan Umum
1. Melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Dinas Pertanian dan Kelautan
2.

kota Cilegon, Banten.


Memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam bekerja di suatu lingkungan

3.

pekerjaan.
Menerapkan ilmu dan informasi di bidang teknologi industri pertanian yang
didapat ketika berada dibangku kuliah.

4.

Mengetahui sistematis kerja mesin-mesin pertanian terutama mesin

5.

pengaduk dan pengolah dodol.


Mengetahui sistematis kerja dinas pertanian dan peranannya dalam

6.

lingkungan masyarakat terutama di bidang pertanian.


Mempelajari kemampuan individu dalam menempatkan diri disebuah
lingkungan kerja serta mendidentifikasikan sebuah permasalahan dan
penyelesaiannya.

1.3.2. Tujuan Khusus


1. Melaksanakan PKL dengan mengetahui sistem pengoperasian mesin
2.

pengaduk dan pembuatan dodol.


Melaksanakan PKL dengan memahami kemampuan produksi mesin dalam

3.

sekali beroperasi.
Melaksanakan PKL dengan mengetahui tahapan pembuatan dodol dengan
menggunakan mesin otomatis.

1.4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan Praktek Kerja Lapang


1.4.1. Waktu
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) adalah 25 hari kerja, dimulai di
tanggal 14 Januari 2013 s/d 15 Februari 2013.
1.4.2. Tempat
Praktek Kerja Lapang dilakukan di Dinas Pertanian dan Kelautan, jalan
Kubang Labang No. 56, Cilegon. Mahasiswa juga melakukan kunjungan ke
kelompok pengembangan pengolahan hasil pertanian di wilayah kota Cilegon,
Banten.
1.5. Deskripsi Kegiatan Praktek Kerja Lapang
Beberapa kegiatan dilakukan selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) seperti
melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi kelompok pengembang hasil pertanian untuk
mengetahui proses pembuatan dodol dengan mesin otomatis, namun kegiatan utama adalah di
gedung Dinas Pertanian dan Kelautan kota Cilegon. Berikut adalah paparan kegiatan yang
dilakukan selama PKL, yakni:
1. Mengenal lebih jauh mengenai profil dinas pertanian dan kelautan serta pihak-pihak
yang bekerja di instansi tersebut.

2. Mencari berbagai informasi di Disperla terkait dengan kelompok pengembang hasil


pertanian yang berada pada unit pengolahan hasil pertanian dalam pegembangan
Agroindustri Holtikultura.
3. Melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL) dengan mengamati mesin-mesin di
kelompok pengembang hasil pertanian yang digunakan untuk memproduksi dodol.
4. Melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL) melalui pengamatan dan mempelajari
proses pengolahan hasil pertanian berupa dodol yang menggunakan mesin pengolah
otomatis di kelompok pengembang hasil pertanian kota Cilegon.
5. Melakukan kunjungan dan wawancara kelompok tani di wilayah Cilegon yang
memproduksi dodol.
1.6. Metode Penulisan
Penulisan laporan akhir Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan dengan berbagai
metode karena data-data dan keterangan pendukung dari laporan ini didapatkan dari berbagai
sumber, tidak hanya sumber langsung tetapi juga ada sumber yang berasal dari pengetahuan
umum yang didapat dari studi literatur.
Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Kerja Lapang
(PKL) ini adalah:
1.6.1. Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah:
a. Wawancara
Penulis melakukan wawancara dengan berbagai sumber seperti kepala dinas
pertanian dan penanggung jawab kelompok pengembang hasil pertanian yang
memiliki informasi lebih terperinci.
b. Pengamatan
c.
Pengamatan dilakukan dengan mengunjungi lokasi kelompok pengembang hasil
pertanian secara langsung.
d. Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL)
Pelaksanaan PKL ini dilakukan di Dinas Pertanian dan Kelautan, jalan Kubang
Labang No. 56, Cilegon-Banten.
e. Dokumentasi
Proses dokumentasi dilakukan dengan mengabadikan kegiatan-kegiatan yang ada
melalui foto.
4

f. Studi Literatur
Pengambilan data yang berasal dari berbagai sumber literatur sebagai bahan
pelengkap terkait dengan ruang lingkup PKL.
1.6.2. Pengolahan Data
Adapun pengolahan data dengan melalui dua tahapan, yakni:
a. Klasifikasi Data dengan mengelompokkan data berdasarkan permasahalan yang
akan dibahas.
b. Analisis Data dengan menginterpretasikan data berdasarkan hubungan satu data
dan lainnya.
1.6.3. Penulisan Laporan
Merangkum dan menyusun keseluruhan data secara sistematis dan terperinci ke dalam
sebuah laporan akhir yang menjelaskan aktifitas selama pelaksanaan PKL.