Anda di halaman 1dari 22

Proses Pemfosilan atau Fosilisasi beserta penjelasan TRACE FOSSIL

A.
Pengertian Fosil

Fosil, dari bahasa Latin fossa yang berarti "menggali keluar dari dalam tanah. Fosil adalah semua
sisa, jejak, ataupun cetakan dari manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan yang telah terawetkan
dalam suatu endapan batuan dari masa geologis atau prasejarah yang telah berlalu.
Fosil mahluk hidup terbentuk ketika mahluk hidup pada zaman dahulu (lebih dari 11.000 tahun)
terjebak dalam lumpur atau pasir dan kemudian jasadnya tertutup oleh endapan lumpur. Endapan
lumpur tersebut akan mengeras menjadi batu di sekeliling mahluk hidup yang terkubur tersebut.
Dari fosil yang ditemukan, yang paling banyak jumlahnya adalah yang sangat lembut ukurannya
seperti serbuk sari, misalnnya foraminifera, ostracoda dan radiolarian. Sedangkan, hewan yang besar
biasanya hancur bercerai-cerai dan bagian tertentu yang ditemukan sebagai fosil.
Bentuk fosil ada dua macam yaitu fosil cetakan dan jejak fosil. Fosil cetakan terjadi jika kerangka
mahluk hidup yang terjebak di endapan lumpur meninggalkan bekas (misalnya tulang) pada endapan
tersebut yang membentuk cetakan. Jika cetakan tersebut berisi lagi dengan endapan lumpur maka
akan terbentuk jejak fosil persis seperti kerangka aslinya.
Berdasarkan ukurannya, jenis fosil dibagi menjadi :
a. Macrofossil (Fosil Besar) , dipelajari tanpa menggunakan alat bantu
b. Microfossil (Fosil Kecil), dipelajari dengan alat bantu mikroskop
c. Nannofossil (Fosil Sangat kecil), dipelajari menggunakan batuan mikroskop khusus (dengan
pembesaran hingga 1000x)
Kegunaan Fosil :
Untuk mengidentifikasi unit-unit strartigrafi permukaan bumi, atau untuk mengidentifikasi umur
relatif clan posisi relatif batuan yang mengandung fosil. Identifikasi ini dapat dilakukan dengan
mempelajari fosil indeks. Persyaratan bagi sutau fosil untuk dapat dikategorikan sebagai fosil indeks
adalah : (a). terdapat dalam jumlah yang melimpah dan mudah diidentifikasi; dan (b). memiliki
distribusi horizontal yang luas, tetapi dengan distribusi vertikal yang relatif pendek (kurang lebih 1
juta tahun).
Menjadi dasar dalam mempelajari paleoekologi dan paleoklimatologi. Struktur dan distribusi fosil
diasumsikan dapat mencerminkan kondisi lingkungan tempat tumbuhan tersebut tumbuh dan
bereproduksi.
Untuk mempelajari paleofloristik, atau kumpulan fosil tumbuhan dalam dimensi ruang dan waktu
tertentu. Hal ini dapat memberikan gambaran mengenai distribusi populasi tumbuhan dan migrasinya,
sebagai respon terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan masa lampau.
Menjadi dasar dalam mempelajari evolusi tumbuhan yaitu dengan cara mempelajari perubahan
suksesional tumbuhan dalam kurun waktu geologi.
Persyaratan terbentuknya fosil:
1. adanya badan air
2. adanya sumber sedimen anorganik dalam bentuk partikel atau senyawa terlarut
3. adanya bahan tumbuhan atau hewan (yang akan menjadi fosil)

B.
Proses Pemfosilan atau Fosilisasi
Fosilisasi merupakan proses penimbunan sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang terakumulasi dalam
sedimen atau endapan-endapan baik yang mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian
ataupun jejaknya saja. Terdapat beberapa syarat terjadinya pemfosilan yaitu antara lain:

Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras

Mengalami pengawetan

Terbebas dari bakteri pembusuk

Terjadi secara alamiah

Mengandung kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit

Umurnya lebih dari 10.000 tahun yang lalu.


Kendala pemfosilan yaitu saat organism mati (bangkai) dimakan oleh organism lain atau terjadi
pembusukan oleh bakteri pengurai.
Suatu contoh tempat yang mendukung terjadinya proses fosilisasi adalah delta sungai, dasar danau,
atau danau tapal kuda (oxbow lake) yang terjadi dari putusnya suatu meander.
Bahan -bahan yang berperan dalam fosilisasi, diantaranya :
1.
Pertrifaksi, berubah menjadi batu oleh adanya bahan-bahan : silika, kalsiumkarbonat, FeO,
MnO dan FeS. Bahan itu masuk dan mengisi lubang serta pori dari hewan atau tumbuhan yang telah
mati sehingga menjadi keras/membatu menjadi fosil.
2.
Proses Destilasi, tumbuhan atau bahan organik lainnya yang telah mati dengan cepat tertutup
oleh lapisan tanah.
3.
Proses Kompresi, tumbuhan tertimbun dalam lapisan tanah, maka air dan gas yang terkandung
dalam bahan organic dari tumbuhan itu tertekan keluar oleh beratnya lapisan tanah yang
menimbunnya. Akibatnya, karbon dari tumbuhan itu tertinggal dan lama kelamaan akan menjadi
batubara, lignit dan bahan bakar lainnya.
4.
Impresi, tanda fosil yang terdapat di dalam lapisan tanah sedangkan fosilnya sendiri hilang.
5.
Bekas gigi, kadang-kadang fosil tulang menunjukan bekas gigitan hewan carnivore atau hewan
pengerat.
6.
Koprolit, bekas kotoran hewan yang menjadi fosil.
7.
Gastrolit, batu yang halus permukaannya ditemukan di dalam badan hewan yang telah menjadi
fosil.
8.
Liang di dalam tanah, dapat terisi oleh batuan dan berubah sebagai fosil, merupakan cetakan.
9.
Pembentukan Kerak, hewan dan tumbuhan terbungkus oleh kalsiumkarbonat yang berasal dari
travertine ataupun talaktit.
10. Pemfosilan di dalam Tuff, pemfosilan ini jarang terjadi kecuali di daerah yang berudara kering
sehingga bakteri pembusuk tidak dapat terjadi.
11. Pemfosilan dengan cara pembekuan, hewan yang mati tertutup serta terlindung lapisan es dapat
membeku dengan segera. Oleh karena dinginnya es maka tidak ada bakteri pembusuk yang hidup
dalam bangkai tersebut.
C.
Fosil hidup
Istilah fosil hidup adalah istilah yang digunakan suatu spesies hidup yang menyerupai sebuah
spesies yang hanya diketahui dari fosil. Beberapa fosil hidup antara lain ikan coelacanth dan pohon
ginkgo. Fosil hidup juga dapat mengacu kepada sebuah spesies hidup yang tidak memiliki spesies
dekat lainnya atau sebuah kelompok kecil spesies dekat yang tidak memiliki spesies dekat lainnya.
Contoh dari kriteria terakhir ini adalah nautilus.
D.
Jenis Fosil
1.
Organisme itu sendiri (Fosil yang dihasilkan dari organisme itu sendiri)
Tipe pertama ini adalah binatangnya itu sendiri yang
terawetkan/tersimpan. Dapat beruba tulangnya, daun-nya,
cangkangnya, dan hampir semua yang tersimpan ini adalah bagian
dari tubuhnya yang keras. Dapat juga berupa binatangnya yang
secara lengkap (utuh) tersipan. misalnya Fosil Mammoth yang
terawetkan karena es, ataupun serangga yang terjebak dalam amber
(getah tumbuhan).

Petrified wood atau fosil kayu dan juga mammoths yang terbekukan, and juga mungkin anda pernah
lihat dalam filem berupa binatang serangga yang tersimpan dalam amber atau getah tumbuhan. Semua
ini biasa saja berupa asli binatang yang tersimpan.
2.
Sisa-sisa aktifitasnya (Trace Fossil)
Secara mudah pembentukan fosil ini dapat melalui beberapa jalan, antara
lain seperti yang terlihat dibawah ini. Fosil sisa aktifitasnya sering juga
disebut dengan Trace Fosil (Fosil jejak), karena yang terlihat hanyalah
sisa-sisa aktifitasnya. Jadi ada kemungkinan fosil itu bukan bagian dari
tubuh binatang atau tumbuhan itu sendiri.
Penyimpanan atau pengawetan fosil cangkang ini dapat berupa cetakan.
Namun cetakan tersebut dapat pula berupa cetakan bagian dalam
(internal mould) dicirikan bentuk permukaan yang halus, atau external
mould dengan ciri permukaan yang kasar. Keduanya bukan binatangnya
yang tersiman, tetapi hanyalah cetakan dari binatang atau organisme itu.
Trace fossil adalah suatu struktur berupa track, trall, burrow, tube,
borring, yang terawaetkan sebagai fosil organisme.
Kelebihan trace fossil dengan fosil kerangka :
1.
Trace fossil biasanya terawetkan pada lingkungan yang berlawanan dengan pengendapan fosil
kerangka misalnya perairan dangkal dengan energy tinggi, batu pasir laut dangkal dan batu lanau laut.
2.
Trace fossil tidak dipengaruhi oleh diagenesa bahkan diperjelas secara visual oleh proses
diagenesa.
E.

PROSES YANG MEMPENGARUHI TERBENTUKNYA FOSIL

1.
Histometabasis, Penggantian sebagian tubuh fosil tumbuhan dengan pengisian mineral lain
(cth : silika) dimana fosil tersebut diendapkan
2.
Permineralisasi , Histometabasis pada binatang
3.
Rekristalisasi, Berubahnya seluruh/sebagian tubuh fosil akibat P & T yang tinggi, sehingga
molekul-molekul dari tubuh fosil (non-kristalin) akan mengikat agregat tubuh fosil itu sendiri menjadi
kristalin
4.
Replacement/Mineralisasi/Petrifikasi, Penggantian seluruh bagian fosil dengan mineral lain
5.
Dehydrasi/Leaching/Pelarutan
6.
Mold/Depression, Fosil berongga dan terisi mineral lempung
7.
Trail & Track
Trail : cetakan/jejak-jejak kehidupan binatang purba yang menimbulkan kenampakan yang
lebih halus
Track : sama dengan trail, namun ukurannya lebih besar
Burrow : lubang-lubang tempat tinggal yang ditinggalkan binatang purba.
Borring : lubang pemboran
Tube : struktur fosil berupa pipa
http://geoenviron.blogspot.com/2012/03/proses-pemfosilan-atau-fosilisasi.html
Khoirunnas anfa'uhum linnas

PENGERTIAN FOSIL
Ratings: (0)|Views: 2,119 |Likes: 14
Dipublikasikan oleh Reza Pradana
More info:
Published by: Reza Pradana on Jul 03, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Availability:
Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
Flag for inappropriate content|Tambahkan ke koleksi
See less
2.
PROSES PEMBENTUKAN FOSIL
FOSILISASI :Semua proses yang melibatkan penimbunan hewan atau tumbuhandalam sedimen, yang
terakumulasi & mengalami pengawetan seluruhmaupun sebagian tubuhnya serta pada jejakjejaknya.Fossilisasi dapat terjadi melalui beberapa proses yaitu:1.
penggantian
(replacement), penggantian mineral pada bagian yangkeras dari organisme seperti cangkang.
Misalnya cangkang suatuorganisme yang semula terdiri dari kalsium karbonat (CaCO
3
)digantikan oleh silica.2.
petrifaction
, bagian lunak dari batang tumbuhan diganti olehpresipitasi mineral yang terlarut dalam air sedimen.3.
karbonisasi
, daun atau material tumbuhan yang jatuh ke dalamlumpur rawa, terhindar dari oksidasi. Dan pada
saat diagenesa,material itu diubah menjadi cetakan karbon dengan tidak mengubahbentuk asalnya.4.
pencetakan
, pada saat diagenesa, sisa binatang atau tumbuhanterlarut, sehingga terjadilah rongga, seperti cetakan
(
mold

) yangbentuk dan besarnya sesuai atau sama dengan benda salinya. Apabilarongga ini terisi oleh mineral maka
terbentuklah hasil cetakan (
cast
)binatang atau tumbuhan tersebut.Syarat Terbentuknya Fosil :1.
Mempunyai bagian yang keras2.
Segera terhindar dari proses-proses kimia (oksidasi & reduksi)3.
Tidak menjadi mangsa binatang lain4.
Terendapkan pada batuan yang berbutir halus >>> agar tidak larut5.
Terawetkan dalam batuan sedimen6.
Terawetkan dalam waktu geologi (minimal 500.000 tahun)
3. JENIS FOSIL
Fosil dibedakan menjadi 2 jenis antara lain:1. Organisme itu sendiriTipe pertama ini adalah
binatangnya itu sendiri yangterawetkan/tersimpan. Dapat beruba tulangnya, daun-nya,
cangkangnya,dan hampir semua yang tersimpan ini adalah bagian dari tubuhnya yang
keras.
Dapat juga berupa binatangnya yang secara lengkap (utuh) tersipan.misalnya Fosil Mammoth yang
terawetkan karena es, ataupun seranggayang terjebak dalam amber (getah tumbuhan).Petrified wood
atau fosil kayu dan juga mammoths yang terbekukan,and juga mungkin anda pernah lihat dalam filem
berupa binatang seranggayang tersimpan dalam amber atau getah tumbuhan. Semua ini biasa
sajaberupa asli binatang yang tersimpan2. Type kedua = sisa-sisa aktifitasnyaSecara mudah
pembentukan fosil ini dapat melalui beberapa jalan,antara lain seperti yang terlihat dibawah ini. Fosil
sisa aktifitasnya sering juga disebut dengan Trace Fosil (Fosil jejak), karena yang terlihathanyalah
sisa-sisa aktifitasnya. Jadi ada kemungkinan fosil itu bukanbagian dari tubuh binatang atau tumbuhan
itu sendiriPenyimpanan atau pengawetan fosil cangkang ini dapat berupacetakan. Namun cetakan
tersebut dapat pula berupa cetakan bagian dalam(internal mould) dicirikan bentuk permukaan yang
halus, atau externalmould dengan ciri permukaan yang kasar. Keduanya bukan binatangnyayang
tersiman, tetapi hanyalah cetakan dari binatang atau organisme itu .
4. FOSIL INDEK
Fosil indek adalah fosil yang digunakan sebagai penunjuk waktu geologi. Fosil inimeliputi 2 keadaan,
yaitu :
Fosil yang mempunyai kisaran yang panjang
: fosil terdapat pada beberapabatuan yang berasal dari beberapa jaman geologi yang berurutan.
Fosil dengan kisaran yang pendek
: fosil yang hanya terdapat pada batuan yangberasal dari satu jaman geologi tertentu saja, atau bahkan hanya berasal
darisebagian jaman tertentu
6. TIME SCALE
Terdapat 2 skala waktu yang dipakai untuk mengukur dan menentukanumur Bumi. Pertama, adalah
Skala Waktu Relatif, yaitu skala waktu yangditentukan berdasarkan atas urutan perlapisan batuanbatuan serta evolusikehidupan organisme dimasa yang lalu; Kedua adalah Skala Waktu
Absolut(Radiometrik), yaitu suatu skala waktu geologi yang ditentukan berdasarkanpelarikan
radioaktif dari unsur-unsur kimia yang terkandung dalam bebatuan.Skala relatif terbentuk atas dasar
peristiwa-peristiwa yang terjadi dalamperkembangan ilmu geologi itu sendiri, sedangkan skala
radiometri (absolut)berkembang belakangan dan berasal dari ilmu pengetahuan fisika yangditerapkan
untuk menjawab permasalahan permasalahan yang timbul dalambidang geologi.1. Skala Waktu Relatif

Sudah sejak lama sebelum para ahli geologi dapat menentukan umurbebatuan berdasarkan angka
seperti saat ini, mereka mengembangkanskala waktu geologi secara relatif. Skala waktu relatif
dikembangkanpertama kalinya di Eropa sejak abad ke 18 hingga abad ke 19. Berdasarkanskala waktu
relatif, sejarah bumi dikelompokkan menjadi Eon (Masa) yangterbagi menjadi Era (Kurun), Era
dibagi-bagi kedalam Period (Zaman),dan Zaman dibagi bagi menjadi Epoch (Kala).Nama-nama
seperti Paleozoikum atau Kenozoikum tidak hanyasekedar kata yang tidak memiliki arti, akan tetapi
bagi para ahli geologi,kata tersebut mempunyai arti tertentu dan dipakai sebagai kunci dalammembaca
skala waktu geologi. Sebagai contoh, kata Zoikum merujuk pada
kehidupan binatang dan kata Paleo
yang berarti purba, maka arti kataPaleozoikum adalah merujuk pada kehidupan binatang-binatang
purba,
Meso yang mempunyai arti tengah/pertengahan, dan Keno yang
berarti sekarang. Sehingga urutan relatif dari ketiga kurun tersebut adalahsebagai berikut:
Paleozoikum, kemudian Mesozoikum, dan kemudiandisusul dengan Kenozoikum.Sebagaimana
diketahui bahwa fosil adalah sisa-sisa organisme yangmasih dapat dikenali, seperti tulang, cangkang,
atau daun atau buktilainnya seperti jejak-jejak (track), lubang-lubang (burrow) atau kesandaripada
kehidupan masa lalu diatas bumi. Para ahli kebumian yangkhusus mempelajari tentang fosil dikenal
sebagai Paleontolog, yaituseseorang yang mempelajari bentuk-bentuk kehidupan purba. Fosil
dipakaisebagai dasar dari skala waktu geologi. Nama-nama dari semua Eon(Kurun) dan Era (Masa)
diakhiri dengan kata zoikum, hal ini karenakisaran waktu tersebut sering kali dikenal atas dasar
kehidupanbinatangnya. Batuan yang terbentuk selama Masa Proterozoikumkemungkinan
mengandung fosil dari organisme yang sederhana, sepertibacteria dan algae. Batuan yang terbentuk
selama Masa Fanerozoikumkemungkinan mengandung fosil fosil dari binatang yang komplek
dantanaman seperti dinosaurus dan mamalia.
2.
Skala Waktu Absolut (Radiometrik)Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa skala waktu
relatif didasarkan atas kehidupan masa lalu (fosil). Bagaimana kita dapatmenempatkan waktu absolut
(radiometrik) kedalam skala waktu relatif danbagaimana pula para ahli geologi dapat mengetahui

bahwa:1. Bumi itu telah berumur sekitar 4,6 milyar tahun2. Fosil yang tertua yang diketahui berasal
dari batuan yang diendapkankurang lebih 3,5 milyar tahun lalu.3. Fosil yang memiliki cangkang
dengan jumlah yang berlimpah diketahuibahwa pertama kali muncul pada batuan-batuan yang
berumur 570 jutatahun yang lalu.4. Umur gunung es yang terahkir terbentuk adalah 10.000 tahun
yang lalu

http://erwyne-dc.blogspot.com/2011/12/skala-waktu-geologi.html
Rabu, 14 Desember 2011
Skala Waktu Geologi
Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal sebagai masa pra-kambrium.
Masa Arkeozoikum (4,5 2,5 milyar tahun lalu)
Arkeozoikum
artinya
Masa
Kehidupan
purba
Masa Arkeozoikum (Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian
berkembang menjadi protokontinen. Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim
disebut kraton/perisai benua.Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini
juga merupakan awal terbentuknya Indrorfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di
dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang telah ditemukan
adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3.500.000.000 tahun
Masa Proterozoikum (2,5 milyar 290 juta tahun lalu)
Proterozoikum
artinya
masa
kehidupan
awal
Masa Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini kehidupan
mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes).
Menjelang akhir masa ini organisme lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti uburubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil
sejati pertama.
Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal sebagai masa pra-kambrium.
===================================
Jaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)
Kambrium berasal dari kata Cambria nama latin untuk daerah Wales, dimana batuan berumur
kambrium pertama kali dipelajari.
Banyak hewan invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada
di lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung.
Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga, Cacing, Sepon, Koral, Moluska,
Ekinodermata,
Brakiopoda
dan
Artropoda
(Trilobit)
Sebuah daratan yang disebut Gondwana (sebelumnya pannotia) merupakan cikal bakal Antartika,
Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan
Tanah Hijau masih berupa benua-benua kecil yang terpisah.
Jaman Ordovisium (500 440 juta tahun lalu)

Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang belakang paling
tua) dan beberapa hewan bertulang belakang yang muncul pertama kali seperti Tetrakoral, Graptolit,
Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lili Laut) dan Bryozona.
Koral dan Alaga berkembang membentuk karang, dimana trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa.
Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan Ekinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar.
Meluapnya Samudra dari Zaman Es merupakan bagian peristiwa dari zaman ini. Gondwana dan
benua-benua lainnya mulai menutup celah samudera yang berada di antaranya.
Jaman Silur (440 410 juta tahun lalu)
Zaman
silur
merupakan
waktu
peralihan
kehidupan
dari
air
ke
darat.
Tumbuhan darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan
Kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada
zaman
ini
dan
banyak
ikan
mempunyai
perisai
tulang
sebagai
pelindung.
Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia dan
Pantai Amerika Utara
Jaman Devon (410-360 juta tahun lalu)
Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan
berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan masih
terus berlanjut selama zaman ini. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak menuju daratan.
Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya.
Samudera menyempit sementara, benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara dan Tanah Hijau.
Jaman Karbon (360 290 juta tahun lalu)
Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga raksasa muncul
dan
ampibi
meningkat
dalam
jumlahnya.
Pohon pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa
pembentuk
batubara.
Pada zaman ini benua-benua di muka bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut
Pangea, mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara,
iklim tropis menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang tersimpan
sebagai batubara.
Jaman Perm (290 -250 juta tahun lalu)
Perm adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia.
Reptilia meningkat dan serangga modern muncul, begitu juga tumbuhan konifer dan Grikgo primitif.
Hewan Ampibi menjadi kurang begitu berperan. Zaman perm diakhiri dengan kepunahan micsa dalam
skala
besar,
Tribolit,
banyak
koral
dan
ikan
menjadi
punah.
Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa daratan, Lapisan es menutup
Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika, membendung air dan menurunkan muka air laut.
Iklim yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi.
Jaman Trias (250-210 juta tahun lalu)

Gastropoda dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara amonit menjadi umum. Dinosaurus dan
reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini. Reptilia menyerupai
mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai berkembang. Mamalia pertamapun mulai
muncul saat ini. Dan ada banyak jenis reptilia yang hidup di air, termasuk penyu dan kura-kura.
Tumbuhan
sikada
mirip
palem
berkembang
dan
Konifer
menyebar.
Benua Pangea bergerak ke utara dan gurun terbentuk. Lembaran es di bagian selatan mencair dan
celah-celah mulai terbentuk di Pangea.
Jaman Jura (210-140 juta tahun lalu)
Pada zaman ini, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat jumlahnya. Dinosaurus
menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak
dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati pertama (Archeopterya) berevolusi
dan banyak jenis buaya berkembang. Tumbuhan Konifer menjadi umum, sementara Bennefit dan
Sequola
melimpah
pada
waktu
ini.
Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika sedangkan Amerika Selatan
melepaskan diri dari Antartika dan Australia.
Jaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)
Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada zaman ini. Mamalia berari-ari muncul
pertama kalinya. Pada akhir zaman ini Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit
dan Belemnit punah. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi banyak bentuk
yang
berlainan.
Iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika menuju Asia.
Zaman Tersier (65 1,7 juta tahun lalu)
Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak
bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan
echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman
Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan
merambat
dan
rumput.
Pada zaman Tersier Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti
seiring dengan perubahan cuaca secara global
Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu sekarang)
Zaman
Kuarter
terdiri
dari
kala
Plistosen
dan
Kala
Holosen.
Kala Plistosen mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu.
Kemudian
diikuti
oleh
Kala
Holosen
yang
berlangsung
sampai
sekarang.
Pada Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman glasial). Pada jaman glasial sebagian
besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen,
Pegunungan
Cherpatia
dan
Pegunungan
Himalaya
Di antara 4 jaman es ini terdapat jaman Intra Glasial, dimana iklim bumi lebih hangat.
Manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut Pithecanthropus erectus) muncul pada Kala
Plistosen. Manusia Modern yang mempunyai peradaban baru muncul pada Kala Holosen.

Flora dan fauna yang hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup
sekarang

Sumber : Museum Geologi BandungMasa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal


sebagai masa pra-kambrium.
Masa Arkeozoikum (4,5 2,5 milyar tahun lalu)
Arkeozoikum
artinya
Masa
Kehidupan
purba
Masa Arkeozoikum (Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian
berkembang menjadi protokontinen. Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim
disebut kraton/perisai benua.Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini
juga merupakan awal terbentuknya Indrorfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di
dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang telah ditemukan
adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3.500.000.000 tahun
Masa Proterozoikum (2,5 milyar 290 juta tahun lalu)
Proterozoikum
artinya
masa
kehidupan
awal
Masa Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini kehidupan
mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes).
Menjelang akhir masa ini organisme lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti uburubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil
sejati pertama.
Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal sebagai masa pra-kambrium.
===================================
Jaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)
Kambrium berasal dari kata Cambria nama latin untuk daerah Wales, dimana batuan berumur
kambrium pertama kali dipelajari.
Banyak hewan invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada
di lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung.
Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga, Cacing, Sepon, Koral, Moluska,
Ekinodermata,
Brakiopoda
dan
Artropoda
(Trilobit)
Sebuah daratan yang disebut Gondwana (sebelumnya pannotia) merupakan cikal bakal Antartika,
Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan
Tanah Hijau masih berupa benua-benua kecil yang terpisah.
Jaman Ordovisium (500 440 juta tahun lalu)
Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang belakang paling
tua) dan beberapa hewan bertulang belakang yang muncul pertama kali seperti Tetrakoral, Graptolit,
Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lili Laut) dan Bryozona.

Koral dan Alaga berkembang membentuk karang, dimana trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa.
Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan Ekinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar.
Meluapnya Samudra dari Zaman Es merupakan bagian peristiwa dari zaman ini. Gondwana dan
benua-benua lainnya mulai menutup celah samudera yang berada di antaranya.
Jaman Silur (440 410 juta tahun lalu)
Zaman
silur
merupakan
waktu
peralihan
kehidupan
dari
air
ke
darat.
Tumbuhan darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan
Kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada
zaman
ini
dan
banyak
ikan
mempunyai
perisai
tulang
sebagai
pelindung.
Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia dan
Pantai Amerika Utara
Jaman Devon (410-360 juta tahun lalu)
Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan
berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan masih
terus berlanjut selama zaman ini. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak menuju daratan.
Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya.
Samudera menyempit sementara, benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara dan Tanah Hijau.
Jaman Karbon (360 290 juta tahun lalu)
Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga raksasa muncul
dan
ampibi
meningkat
dalam
jumlahnya.
Pohon pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa
pembentuk
batubara.
Pada zaman ini benua-benua di muka bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut
Pangea, mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara,
iklim tropis menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang tersimpan
sebagai batubara.
Jaman Perm (290 -250 juta tahun lalu)
Perm adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia.
Reptilia meningkat dan serangga modern muncul, begitu juga tumbuhan konifer dan Grikgo primitif.
Hewan Ampibi menjadi kurang begitu berperan. Zaman perm diakhiri dengan kepunahan micsa dalam
skala
besar,
Tribolit,
banyak
koral
dan
ikan
menjadi
punah.
Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa daratan, Lapisan es menutup
Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika, membendung air dan menurunkan muka air laut.
Iklim yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi.
Jaman Trias (250-210 juta tahun lalu)
Gastropoda dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara amonit menjadi umum. Dinosaurus dan
reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini. Reptilia menyerupai
mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai berkembang. Mamalia pertamapun mulai
muncul saat ini. Dan ada banyak jenis reptilia yang hidup di air, termasuk penyu dan kura-kura.

Tumbuhan
sikada
mirip
palem
berkembang
dan
Konifer
menyebar.
Benua Pangea bergerak ke utara dan gurun terbentuk. Lembaran es di bagian selatan mencair dan
celah-celah mulai terbentuk di Pangea.
Jaman Jura (210-140 juta tahun lalu)
Pada zaman ini, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat jumlahnya. Dinosaurus
menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak
dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati pertama (Archeopterya) berevolusi
dan banyak jenis buaya berkembang. Tumbuhan Konifer menjadi umum, sementara Bennefit dan
Sequola
melimpah
pada
waktu
ini.
Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika sedangkan Amerika Selatan
melepaskan diri dari Antartika dan Australia.
Jaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)
Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada zaman ini. Mamalia berari-ari muncul
pertama kalinya. Pada akhir zaman ini Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit
dan Belemnit punah. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi banyak bentuk
yang
berlainan.
Iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika menuju Asia.
Zaman Tersier (65 1,7 juta tahun lalu)
Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak
bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan
echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman
Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan
merambat
dan
rumput.
Pada zaman Tersier Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti
seiring dengan perubahan cuaca secara global
Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu sekarang)
Zaman
Kuarter
terdiri
dari
kala
Plistosen
dan
Kala
Holosen.
Kala Plistosen mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu.
Kemudian
diikuti
oleh
Kala
Holosen
yang
berlangsung
sampai
sekarang.
Pada Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman glasial). Pada jaman glasial sebagian
besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen,
Pegunungan
Cherpatia
dan
Pegunungan
Himalaya
Di antara 4 jaman es ini terdapat jaman Intra Glasial, dimana iklim bumi lebih hangat.
Manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut Pithecanthropus erectus) muncul pada Kala
Plistosen. Manusia Modern yang mempunyai peradaban baru muncul pada Kala Holosen.
Flora dan fauna yang hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup
sekarang

Peristiwa utama

Mulai,
juta
tahun l
alu

Holose
n

Akhir zaman es (glasial) dan


kebangkitan peradaban manusia.

0.0114
30
0.0001
3

Pleistos
en

Berkembangnya dan selanjutnya punahnya


banyak mamalia besar (mega fauna Pleistosen). Evolusi
manusia modern secara anatomis. Awal dari Zaman Es.

1.806
0.005 *

MAS KURU ZAMA


KALA
A
N
N

K
U
A
R
T
E
R

K
E
F
A
N
E
R
O
Z
O
I
K
U
M

N
O
Z
O

Iklim dingin dan kering di seluruh bumi. Australopitheca;


5.332
Pliosen
banyak mamalia dan moluska yang saat ini ada mulai
0.005 *
muncul. Homo habilis muncul.

N
E
O
G

Iklim moderat; Orogeny dibelahan utara. Mamalia dan


familia burung modern dikenali.
23.03
Miosen
Berbagai kuda dan mastodonberkembang. Rumput tumbuh 0.05 *
di mana-mana. Kera pertama muncul.

E
N

I
K

L
E
O
G
E
N

Oligose
n

Mamalia purba
(seperti:Creodont, Condylarth,Uintatheriidael) berkembang.
Munculnya beberapa keluarga mamalia
55.80.
Eosen
"modern". Paus primitif
2*
terdiversifikasi. Rumput pertama.Ice cap berkembang
diAntarktika.
Iklim tropis. Tumbuhan modern
muncul; Mamalia terdiversikasi menjadi beberapa garis
Paleose
65.50.
keturunan primitif menyusulkepunahan dinosaurus.
n
3*
Mamalia besar pertama (sampai seukuran beruang atau kuda
nil kecil).
Atas

Iklim hangat; Evolusi dan keaneka ragaman pada fauna


33.90.
pesat, terutama mamalia. Evolusi dan penyebaran utama
1*
berbagai jenis tumbuhan berbungamodern.

Tumbuhan berbungaberkembang, bersamaan dengan


munculnya jenis-jenis baruinsekta. Ikan bertulang sejati

99.60.
9*

A
P
U
R

M
E
S
O
Z
O

(Teleostei) modern mulai


bermunculan. Ammonita,Belemnoidea, Bivalvia rudist,Echi
noidea dan Porifera umum ditemukan. Banyak jenis
barudinosaurus (sepertiTyrannosauridae,Titanosauridae, Ha
145.5
Bawah drosauridae, dan Ceratopsidae) berkembang, juga Buaya
4.0
(Crocodilia) modern;mosasaurus dan Hiu modern muncul di
laut. Burung primitif perlahan menggantikanpterosaurus.
Mamaliamonotremata, marsupialia dan eutheria bermuncula
n. BenuaGondwana terpecah.
Gymnospermae (terutamatumbuhan
161.2
runjung, Bennettitalesdan sikas) dan tumbuhan paku4.0
pakuan umum ditemukan. Banyak jenis dinosaurus,
sepertisauropoda, carnosaurus, danstegosaurus. Mamalia 175.6
Tengah
kecil umum ditemukan. Burungpertama dan hewan melata 2.0 *
bersisik
(Squamata).Ichthyosaurus dan plesiosaurusberkembang. Biv
alvia, ammonitadan Belemnoidea juga banyak
dijumpai. Bulu babi sangat umum, juga lili laut, bintang 199.6
Bawah
laut,Porifera, Brachiopoda,Terebratulida,
0.6
danRhynchonellida.
TerpecahnyaPangaea menjadi Gondwana danLaurasia.
Atas

J
U
R
A

I
K
U
M
T
R
I
A
S

R
M

Pada zaman Trias,


228.0
binatangDinosaurus mendominasi:Archosaurus di
2.0
daratan,Ichthyosaurus dan Nothosaurusdi lautan,
dan Pterosaurus di udara. Cynodonta menjadi lebih kecil 245.0
Tengah
1.5
dan lebih menyerupai
mamalia; mamalia dan crocodiliapertama
muncul. Dicrodiummerupakan flora umum di daratan.
Banyak terdapat binatang
251.0
Bawah amfibi Temnospondylus.Ammonites sangat umum.Kerang
0.4 *
(coral) modern dan ikan bertulang sejati (Teleostei) muncul,
dan juga banyak dijumpai insekta.
Atas

Lopingi
Daratan bergabung menjadi superbenua Pangaea,
260.4
an pembentukan pegunungan Appalachia. Akhir glasiasi zaman 0.7 *
Permo-Carbon.
Guadal Populasi ReptiliaSynapsida (Pelycosaurus danTherapsida) 270.6
upian
melimpah, sementara parareptilia dan binatang
0.7 *
amfibi Temnospondyliamasih umum ditemukan. Pada zaman
Cisural Perm pertengahan, florazaman Karbon mulai digantikan 299.0
ian
oleh tumbuhan runjung(tumbuhan berbiji sejati pertama) 0.8 *
dan tumbuhan lumutsejati pertama. Kumbang danserangga
bersayap duamengalami evolusi. Keanekaragaman hayati
laut berkembang terutama di bagianterumbu dangkal yang
hangat;Brachiopoda (Productida danSpiriferida), Bivalva, F
oraminifera, dan amonit Orthoceridamelimpah. Kepunahan
massalantara zaman Perm dan Trias terjadi 251 juta tahun
yang lalu: 95 % dari kehidupan di bumi, termasuk

E
O
Z
O
I
K
U
M

seluruh trilobite,graptolite, dan Blastoidea punah.


C

Atas

Populasi serangga bersayap berkembang baik; beberapa


diantaranya
R
Tengah seperti Protodonatadan Palaeodictyoptera cukup banyak
dijumpai. Binatang amfibi sangat umum dan tersebar. Reptil
B
pertama dan tumbuhan hutan (pohon scale, ferns, club, kuda
berkuku raksasa dsb). Meningkatnya oksigen. Goniatites,
O
brachiopoda, bryozoa, bivalves, and corals plentiful di
N
Bawah
lautan. Cangkang foraminefera mengalami
perkembangannya.
Pennsyl
vanian
A

Atas

Pohon primitif raksasa, munculnya vertebrata daratan,


A
binatang amfibi dan sea-scorpions. Pembentukan batubara
di rawa-rawa.Rhizodonts merupakan predator air tawar
R
Tengah terbesar. Di lautan, ikan hiu sangat umum dijumpai dengan
B
jenis yang beraneka
ragam; echinoderms (khususnyacrinoide dan blastoide)
O
berlimpah. Corals, bryozoa,goniatites dan brachiopoda(Pro
ductida, Spiriferida, dsb) sangat umum.
N
Bawah
Tetapi trilobitesdan nautiloide menurun populasinya. Terjadi
Mississi
glasiasi diGondwana bagian timur.
ppian

306.5
1.0
311.7
1.1

318.1
1.3 *

326.4
1.6
345.3
2.1

359.2
2.5 *

Munculnya pertama kaliclubmosses, horsetails and ferns, 385.3


sebagaimana juga dengan tumbuhan seed-bearing plants
2.6 *
(progymnosperms), first trees(the tree-fern Archaeopteris),
dan serangga tanpa
397.5
Tengah
sayap.Strophomenid dan atrypidbrachiopoda, rugose dantab 2.7 *
ulate corals, serta crinoideberlimpah di
lautan. Goniatiteammonoide berlimpah,
sedangkan coleoide yang menyerupai cumi-cumi
berkembang baik. Trilobite and armoured agnaths menurun,
416.0
Bawah
sedangkan jawed fishes(placoderms, lobe-finned , ray 2.8 *
finned fish) dan awal dari hiu yang menguasasi kehidupan
laut. Awal dari binatang amfibi di lingkungan air. "Old Red
Continent" dari Euramerica.
Atas

D
E
V
O
N

S
I
L
U
R

Permulaan dari tumbuhanvascular, awal


418.7
dari millipedes danarthropleurids di daratan. Awal dari
2.7 *
munculnya ikan jawed fishes, seperti juga banyak ikan
Atas lainnya yang berpopulasi di laut armoured jawless fish, Sea422.9
(Ludlo
scorpions mencapai ukuran yang
2.5 *
w) besar. Tabulate, rugose corals,brachiopoda(Pentamerids,Rhy
nchonellids), dan crinoidedijumpai
Wenloc
428.2
melimpah. Trilobites danmoluska mengalami
k
2.3 *
Pridoli

Bawah
443.7
(Llando
1.5 *
very) keanekaragaman; graptolitestidak berkembang secara baik.
O
R
D
O
V
I
S
I
U

Atas
Terjadinya keanekaragamanInvertebrates dalam banyak
tipe-tipe
baru seperticephalopoda yang berbentuk panjang
Tengah
dan lurus. Permulaan kehidupan corals, puncak
daribrachiopoda (Orthida,Strophomenida,
etc.), bivalves,nautiloide, trilobite, ostracoda,bryozoa,
berbagai tipe dari echinoderms (crinoide, cystoide,starfish,
dll.), famili graptolites, dan taxon lainnya banyak
dijumpai. Conodonts (awal
Bawah kemunculan planktonicvertebrata). Awal dari tumbuhan
hijau (green plants) dan jamur (fungi) di daratan. Akhir
periode dari umur es.

460.9
1.6 *
471.8
1.6

488.3
1.7 *

M
C
A
M
B
R
I
U
M

Atas Pada zaman Kambrium terjadi keanekaragaman kehidupan


501.0
(Furon dari berbagai jenis organisme yang sangat besar dan dikenal
2.0 *
gian)
sebagai: Kambrium Explosion. Banyak dijumpai
fosil, munculnya binatang modern Phyla.Chordates pertama
muncul, dan diikuti dengan punahnya sejumlah binatang 513.0
Tengah
2.0
phyla. Terumbu yang terbentuk
dariArchaeocyatha berlimpah dan tak lama kemudian
punah.Trilobites, priapulid worms,sponges, tidak
terartikulasi brachiopoda, dan banyak binatang
542.0
lainnya. Anomalocaridsmerupakan predator raksasa,
Bawah
0.3 *
sedangkan banyak fauna Ediacaran
mati. Prokaryotes,protists (contoh: forams), fungidan algae
berlanjut hingga hari ini. Benua Gondwana muncul.

P
P R
R O
A T

NEO

Fosil binatang multi sel. Fauna Ediacaran atau Vendobionta tersebar


PROTE
630
di lautan. Jejak fosil yang menyerupai Trichophycus. Awal
K E
RO Ediacar
dari sponges dantrilobitomorphs. Bentuk Enigmatic termasuk oval- +5/-30
an
A R ZOIKU
*
shaped Dickinsonia, bentuk depan Charniodiscus, dan banyak softM
jellied creatures.
MO
B Z
R O
I I

U K
MU
M
Cryoge
nian

Kemungkinan dari periode "snowball Earth". Fosilmasih jarang


dijumpai. Daratan Rodinia mulai pecah (terbagi bagi).

850

Tonian

Superbenua Rodinia terbentuk. Jejak fosil multisel sederhana (Trace


fossils) eukaryotes. Penyebaran pertama dari dinoflagellate yang
menyerupai acritarchs.

1000

Jalur metamorfosa derajat tinggi yang terjadi akibat orogenesa


pembentukan superbenuaRodinia.

1200

Tergenangnya daratan terus berlanjut dan semakin meluas. Koloni


ganggang hijau (Green algae) di lautan.

1400

Meluasnya daratan yang tergenang.

1600

MESO Stenian
PROT
ERO Ectasia
ZOIK
UM

n
Calym
mian

Statheri
Awal dari kehidupan organisme bersel tunggal:protists dengan
1800
an
nuclei. Columbia sebagai superbenua yang primordial.
PALE
O
Orosiri
Meningkatnya kadar oksigen di atmosfer. Dampak
2050
PROT
an
dari Vredefort dan Sudbury Basinasteroid. Banyak terjadi orogenesa.
ERO
ZOIK Rhyaci
an
UM
Sideria
n

Terbentuknya Bushveld Formation. GlasiasiHuronian .

2300

Katatrofisme oksigen (Oxygen Catastrophe): menghasilkan


pembentukan perlapisan besi (banded iron formations).

2500

A
R
K
E

Neoarke Hampir semua kraton modern stabil; Diperkirakan terjadinya perlipatan mantel
2800
an
bumi.

A
N

Mesoar
Kemunculan
3200
kean pertama stromatolites (kemungkinan colonialcyanobacteria). macrofossils tertu
a.

Paleoa
rkean

Petama kali bacteri penghasil oksigen. Kepastian microfossilstertua.

3600

Eoarke
an

Awal dari munculnya organisme bersel tunggal, kemungkinanbacteria dan


kemungkinan juga archaea). Kemungkinanmicrofossils tertua.

3800

H
A
D
E

Pembentukan bumi (4570 jtl). Zircon, mineral tertua yang diketahui (4400 jtl).

c.4570

A
N

Skala Waktu Geologi


07MEI
PENDAHULUAN
Waktu geologi adalah skala waktu yang meliputi seluruh sejarah geologi bumi dari mulai terbantuknya
hingga saat ini. Sebelum perkembangan dari skala waktu geologi pada abad ke-19, para ahli sejarah
mengetahui bahwa bumi memiliki sejarah yang panjang, namun skala waktu yang digunakan
sekarang dikembangkan sejak 200 tahun terakhir dan terus-menerus diperbaiki. Skala waktu geologi
membantu para ilmuwan memahami sejarah bumi dalam bagian-bagian waktu yang teratur.
Sebelum adanya pentarikhan radiometri, yang mengukur kandungan unsur radioaktif dalam suatu
objek untuk menentukan umurnya, para ilmuwan memperkirakan umur bumi berkisar dari 4,000 tahun
hingga ratusan juta tahun. Saat ini, diketahui bahwa umur bumi adalah sekitar 4.6 milyar tahun.

Skala waktu geologi saat ini dibuat berdasarkan pada pentarikhan radiometri dan rekaman kehidupan
purba yang terawetkan di dalam lapisan batuan. Sebagian besar batas pada skala waktu geologi
sekarang berhubungan dengan periode kepunahan dan kemunculan spesies baru.
PEMBAGIAN WAKTU
Skala waktu geologi yang ditetapkan oleh International Union of Geological Sciences (IUGS) pada
tahun 2004 membagi sejarah bumi ke dalam beberapa interval waktu yang berbeda-beda panjangnya
dan terukur dalam satuan tahun kalender. Interval terpanjang adalah Kurun. Setiap Kurun terbagi
menjadi beberapa Masa. Setiap Masa terdiri dari beberapa Zaman, dan Zaman terbagi menjadi
beberapa Kala.
Ada tiga Kurun: Arkaikum, Proterozoikum dan Fanerozoikum. Kurun Arkaikum adalah kurun pertama,
dimulai sekitar 3.8 milyar hingga 2.5 milyar tahun yang lalu. Kurun sebelum Arkaikum, dikenal sebagai
Pra-Arkaikum, ditandai oleh pembentukan planet bumi. Kurun Proterozoikum dimulai sekitar 2.5
milyar tahun yang lalu hingga 542 juta tahun yang lalu. Kurun Arkaikum dan Proterozoikum juga
disebut Pra-Kambrium. Kemunculan besar-besaran dari hewan invertebrata menandai akhir dari
Proterozoikum dan dimulainya Kurun Fanerozoikum.
Kurun Fanerozoikum dimulai sekitar 542 juta tahun yang lalu dan berlanjut hingga sekarang. Terbagi
menjadi tiga Masa: Paleozoikum (542 251 juta tahun yang lalu), Mesozoikum (251 65 juta tahun
yang lalu) dan Kenozoikum (65 juta tahun yang lalu hingga sekarang).
Masa Paleozoikum terbagi menjadi enam Zaman. Dari yang tertua hingga termuda adalah Kambrium
(542 488 juta tahun yang lalu), Ordovisium (488 444 juta tahun yang lalu), Silurium (444 416
juta tahun yang lalu), Devonium (416 359 juta tahun yang lalu), Karbon (359 299 juta tahun yang
lalu), dan Permium (299 251 juta tahun yang lalu). Masa Paleozoikum diawali dengan kemunculan
banyak bentuk kehidupan yang berbeda-beda, yang terawetkan sebagai kumpulan fosil dalam sikuen
batuan di seluruh dunia. Masa ini berakhir dengan kepunahan massal lebih dari 90 persen organisme

pada akhir Zaman Permium. Penyebab kepunahan pada akhir Permium ini belum diketahui pasti
hingga saat ini.

Masa Mesozoikum terbagi menjadi Zaman Trias (251 200 juta tahun yang lalu), Zaman Jura (200
145 juta tahun yang lalu), dan Zaman Kapur (145 65 juta tahun yang lalu). Masa Mesozoikum
dimulai dengan kemunculan banyak jenis hewan baru, termasuk dinosaurus dan ammonite, atau
cumi-cumi purba. Masa Mesozoikum berakhir dengan kepunahan massal yang memusnahkan sekitar
80 persen organisme saat itu. Kepunahan ini kemungkinan disebabkan oleh tabrakan asteroid ke
bumi yang sekarang kawah bekas tabrakan ditemukan di sebelah utara Semenanjung Yucatan,
Meksiko.
Masa Kenozoikum terbagi menjadi dua Zaman, Paleogen (65 23 juta tahun yang lalu) dan Neogen
(mulai dari 23 juta tahun yang lalu hingga sekarang). Zaman Paleogen terdiri dari tiga Kala: Kala
Paleosen (65 56 juta tahun yang lalu), Kala Eosen (56 34 juta tahun yang lalu) dan Oligosen (34
23 juta tahun yang lalu). Zaman Neogen terbagi menjadi empat Kala: Kala Miosen (23 5.3 juta
tahun yang lalu), Pliosen (5.3 1.8 juta tahun yang lalu), Pleistosen (1.8 juta 11,500 tahun yang
lalu) dan Holosen (dimulai dari 11,500 tahun yang lalu hingga sekarang). Kala Holosen ditandai oleh
penyusutan yang cepat dari benua es di Eropa dan Amerika Utara, kenaikan yang cepat dari muka air
laut, perubahan iklim, dan ekspansi kehidupan manusia ke segala penjuru dunia.
METODE PENTARIKHAN
Ahli geologi dapat menentukan umur lapisan batuan dalam bentuk umur absolut atau umur relatif.
Dalam penentuan umur relatif lapisan batuan, ilmuwan menggunakan tiga prinsip sederhana. Prinsip
pertama adalahHukum Superposisi, yang menyatakan bahwa pada perlapisan batuan yang tidak
terganggu, lapisan batuan yang lebih muda akan berada di atas lapisan batuan yang lebih tua. Prinsip
kedua adalah Hukum Hubungan Potong-memotong, yang menyatakan bahwa setiap kenampakan
batuan atau struktur yang memotong dan mengganggu lapisan batuan selalu lebih muda daripada
lapisan batuan yang dipotong tersebut.
Prinsip ketiga, yaitu suksesi fosil, berhubungan dengan fosil yang terekam di dalam batuan sedimen.
Pemetaan mendalam di seluruh dunia menunjukkan bahwa batuan yang terbentuk pada interval
waktu tertentu mengandung kombinasi fosil yang tertentu pula. Batuan Paleozoikum mengandung
fosil trilobita dan graptolit, batuan Mesozoikum mengandung fosil sisa-sisa dinosaurus dan ammonite,
batuan Kenozoikum mengandung fosil sisa-sisa tumbuhan bunga dan banyak fosil mamalia. Dengan
menggunakan petunjuk kandungan fosil di dalam sikuen batuan, meskipun berbeda letak geografis,
ahli paleontologi dapat menyimpulkan bahwa sikuen batuan yang mengandung jenis fosil yang sama

kemungkinan juga memiliki umur yang sama. Ketiga metode ini digunakan untuk penentuan umur
relatif pada batuan, namun tidak menunjukkan umur absolut batuan tersebut.

Ahli geologi juga memiliki beberapa metode untuk


menentukan umur sebenarnya dari suatu lapisan batuan. Yang paling penting adalah metode
pentarikhan radiometri, yang menggunakan sifat peluruhan unsur radioaktif dalam batuan untuk
menentukan umurnya. Unsur radioaktif meluruh untuk membentuk isotop unsur (atom unsur yang
memiliki massa yang berbeda namun memiliki sifat-sifat kimiawi yang sama). Waktu-paruh unsur
adalah waktu yang diperlukan untuk meluruhkan separuh dari atom unsur tersebut. Unsur yang
berbeda memiliki waktu-paruh yang berbeda pula.
Dua macam peluruhan radioaktif yang paling banyak digunakan oleh ahli geologi adalah peluruhan
Karbon-14 menjadi Nitrogen-14 dan peluruhan Potasium-40 menjadi Argon-40. Karbon-14, atau
radiokarbon, digunakan pada penentuan umur material organik yang umurnya kurang dari 50,000
tahun yang lalu. Ahli geologi mengukur banyaknya kandungan Karbon-14 dan Nitrogen-14 pada kayu,
arang, kertas, fosil benih dan sisa serangga, cangkang, bahkan pada air yang mengandung karbon
terlarut. Rasio Karbon-14 dan Nitrogen-14 menyediakan estimasi yang bagus untuk penentuan umur
dari sampel tersebut.
Ahli geologi juga dapat menggunakan Potasium-Argon untuk menentukan umur batuan yang berkisar
dari 100,000 tahun yang lalu hingga setua umur bumi itu sendiri. Rasio dari Potasium-40 menjadi
Argon-40 menyediakan estimasi yang bagus untuk menentukan umur batuan selama batuan tersebut
tidak terpanaskan oleh temperatur di atas 125C (257F). Panas akan menyebabkan Argon menguap
dan membuat umur batuan akan tampak lebih tua daripada sebenarnya.
Beberapa teknik non-radiometri, seperti analisis varve, dendrokronologi dan paleomagnetisme, juga
dapat digunakan untuk penentuan umur absolut. Varve adalah lapisan sedimen yang terendapkan
setiap tahun pada danau glasial. Lapisan tebal dari sedimen berukuran kasar terendapkan selama
musim semi oleh aliran air permukaan, dan lapisan sedimen halus yang lebih tipis terendapkan
selama musim dingin, keduanya membentuk lapisan yang disebut varve. Para ahli kebumian akan
mengekstrak inti sedimen dari danau glasial ini dan menghitung berapa banyak varve pada sedimen
tersebut. setiap satu varve menunjukkan umur satu tahun.
Dendrokronologi adalah teknik yang menggunakan lingkaran tahunan pada batang pohon pada iklim
yang hangat untuk menentukan umur batang pohon tersebut. beberapa pohon dapat hidup hingga
ribuan tahun, sehingga teknik ini berguna untuk menentukan umur pohon yang berkisar antara 3,000
hingga 4,000 tahun yang lalu. Namum, teknik ini juga digunakan pada fosil pohon dari Kala Holosen.

Paleomagnetisme melibatkan pengukuran sudut molekul magnetik pada batuan. Ketika lava masih
panas, mineral magnetik di dalamnya berorientasi kepada medan magnetik bumi. Ketika lava
mendingin hingga pada titik tertentu, mineral magnetik ini akan tekunci ditempatnya dalam batuan.
Karena medan magnetik bumi selalu berubah orientasinya beberapa waktu sepanjang sejarah bumi,
orientasi magnetik dari batuan yang membeku selama waktu yang berbeda juga akan berbeda.
Ilmuwan mengetahui waktu pembalikan magnetik, sehingga orientasi magnetik dari sampel batuan
dapat menunjukkan estimasi umur batuan tersebut.

http://yudi81.wordpress.com/2011/05/07/skala_waktu_geologi/