Anda di halaman 1dari 2

Contoh Soal Praktikum Farmakologi

Efek Samping dan Interaksi Obat


1. Kortikosteroid mempunyai efek samping berupa tukak peptik. Mekanisme
terjadinya efek samping ini adalah karena kortikosteroid menghambat
enzim ...
a. Fosfolipase
b. COX-1
c. COX-2
d. Lipooksigenase
2. Bila suatu obat-obatan memiliki efek samping berupa peningkatan tekanan
darah, maka obat tersebut dikatakan memiliki efek samping yang ...
a. Ringan (mild)
b. Sedang (moderate)
c. Parah (severe)
d. Serius (serius)
3. Estrogen tidak boleh diminum bersama dengan Rifampicin. Ini dikarenakan
karena Rifampicin akan merangsang...
a. Enzim CYP3A4
b. Enzim CYP2C19
c. P-glikoprotein
d. MRP
4. Contoh obat yang memberikan efek sampingnya terjadi tidak bergantung
dengan dosis (dose independent) adalah ...
a. Penicillin
b. Antidiabetes
c. Tiazid
d. Sibutramine
5. Penggunaan
Fentermin
dengan
MAO
inhibitor
merupakan
kontraindikasi karena akan menimbulkan efek berupa ...
a. Peningkatan NE
b. Penurunan NE
c. Peningkatan 5-HT
d. Penurunan 5-HT

suatu

6. Penggunaan antasid dengan obat-obatan seperti INH akan mengurangi


absorbsi INH, karena...
a. Perubahan pH saluran cerna
b. Perubahan waktu pengosongan lambung
c. Kompetisi untuk transporter pada membran saluran cerna
d. Perubahan flora normal usus
7. Penggunaan asam mefenamat akan meningkatkan toksisitas warfarin,
karena ...
a. Interaksi langsung
b. Penurunan kerja enzim CYP3A4
c. Pergeseran ikatan protein plasma
d. Menghambat absorbsi

8. Penggunaan obat-obatan pada usia lanjut perlu diperhatikan karena alasan


seperti di bawah ini, kecuali...
a. Penurunan fungsi ginjal
b. Penggunaan banyak obat sehingga meningkatkan kemungkinan interaksi
c. Perubahan faktor-faktor farmakodinamik
d. Peningkatan luas permukaan tubuh
9. Faktor determinan yang perlu diperhatikan untuk meminimalisir efek
samping obat adalah sebagai berikut, kecuali ...
a. Usia
b. Pendidikan terakhir
c. Kelainan genetik
d. Penyakit yang diderita
10.Efek toksik obat terjadi apabila ...
a. Terjadi reaksi yang diinginkan pada dosis terapeutik, profilaksis, dan
diagnostik
b. Terjadi reaksi yang tidak diinginkan pada dosis yang melebihi dosis
terapeutik, profilaksis, dan diagnostik
c. Terjadi reaksi yang tidak diinginkan pada dosis di bawah dosis terapeutik,
profilaksis, dan diagnostik
d. Terjadi reaksi yang tidak diinginkan pada dosis terapeutik, profilaksis, dan
diagnostik

Gw bener2 blank model soalnya kayak apa.


Klo ga sesuai harapan lu maap2 ya.
Sebetulnya ini soal ga terlalu bagus, soalnya ada soal2 yg terlalu susah. Tp gw
harap itu justru jadi pemicu buat belajar mekanisme apa aja yg bisa bikin
interaksi obat2an di dalam tubuh.
Tq ^^
O iya, yg gw kuning2in jawabannya ya..

Anda mungkin juga menyukai