Anda di halaman 1dari 11

ALAT PEMANGGIL IKAN ELEKTRONIK

Proposal Tugas Akhir


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Mencapai Derajat Sarjana (S1)
Program Studi Teknik Elektro

Disusun Oleh :
Nama

: Hendra Prayoga

Nim

: 4105211027

Program Studi

: Teknik Elektro

(gg presisi, mengsong semua)

UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
2012

HALAMAN PENGESAHAN

ALAT PEMANGGIL IKAN ELEKTRONIK

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Disusun Oleh :
Nama

: Hendra Prayoga

No. Induk Mahasiswa : 4105211027

Dosen Pembimbing :

..

Proposal Tugas Akhir ini telah diterima sebagai salah satu syarat
Mencapai Derajat Sarjana (S-1) Program Studi Teknik Elektro

Yogyakarta, 16 Desember 2012


Ketua Program Studi Teknik Elektro

Satyo Nuryadi, ST

ALAT PEMANGGIL IKAN ELEKTRONIK


1.

Latar belakang
Ikan sebagai salah satu hasil perikanan merupakan salah satu bahan makanan

yang tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bahan makanan ini merupakan
sumber protein yang relatif murah, tetapi beberapa jenis di antaranya mempunyai
nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor.
Dari penjelasan-penjelasan di atas penulis memilih pemanggil ikan elektronik,
dikarenakan mudah dioperasikan dimana saja dan kapan saja. Penulis
menyimpulkan bahwa cara untuk menangkap ikan dengan mudah, maka penulis
dengan kasus tersebut mempunyai ide untuk membuat suatu alat yang dapat
membantu dan berfungsi menangkap ikan secara modern.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka penulis memperoleh judul ALAT

PEMANGGIL IKAN ELEKTRONIK.(biasa jj ukurannya)

2.

Rumusan masalah

Pada laporan ini, rumusan masalah yang akan diangkat oleh penulis
adalah bagaimana cara membuat alat pemanggil ikan elektronik.(I)

3.

Batasan masalah
Dalam pembahasan masalah agar lebih terarah pada sasaran yang akan

dicapai, maka masalah yang dihadapi perlu adanya pembatasan.


Adapun batasan-batasan yang dipergunakan dalam masalah ini adalah :
1. Proses pembuatan PCB alat pemanggil ikan elektronik.
2. Pemasangan transistor(I) terbalik. Seharusnya kaki emitor(I), basis(I) dan
kolektor(I) dimasukkan pada lubangnya masing-masing.
3. Pemasangan kaki elco (elektrolit condensator) terbalik.
4. Memasang kutub batre(I) dengan sesuai.
5. Penyolderan tidak lengket.
6. Penyolderan timah pada Ls (loudspeaker) menyatu.
7. Memasukkan ALAT PEMANGGIL IKAN ELEKTRONIK kedalam
botol.

4.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah :
Penelitian bertujuan untuk membantu peternak ikan dalam menangkap ikan

secara elektronik yang dapat dikendalikan dengan mudah. Alat ini mengeluarkan
getaran yg keluar dari loudspeaker. (I)

5. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitiann ini diharapkan dapat membantu menangkap ikan
dengan mudah dan modern baik itu peternak, nelayan, maupun bagi yang hobby
memancing.

6. Sistematika penulisan
Adapun sistematika penyusunan laporan tugas akhir dengan judul ALAT
PEMANGGIL IKAN ELEKTRONIK adalah sebagai berikut:
Bab I

: Pendahuluan
Bab ini menguraikan tentang latar belakang pemilihan judul
tugas akhir, pokok permasalahan, batasan masalah, maksud
dan tujuan, serta sistematika laporan.

Bab II

: Dasar Teori
Bab ini menguraikan tentang teori penunjang dalam
perancangan dan pembuatan perangkat keras maupun
perangkat lunak.

Bab III

: Perancangan sistem dan alat


Pada bab ini berisi tentang gambaran umum alat, serta
memuat tentang perancangan dan pembuatan perangkat
keras dan perangkat lunak.

Bab IV

: Pengujian dan pembahasan


Bab ini menguraikan tentang pembahasan hasil pengujian
alat dan program.

Bab V

: Kesimpulan dan Saran

Bab ini menguraikan tentang kesimpulan dan saran dari


penulis setelah melakukan perancangan dan pembuatan alat
ini.

7. Tinjauan Pustaka
A. Gambaran perancangan sistem

Gambar diagram blok perancangan system


Cara kerja sistem alat ini tegangan dari baterai 3 Volt masuk kedalam
transistor berjenis PNP ke Emittor menuju Basis dengan tegangan yang lebih
rendah daripada Emittor yaitu bertegangan positif (+). Dan dilanjutkan ke
Potensiometer untuk mengontrol perangkat listrik seperti kontrol volume pada
audio loudspeaker. Setelah itu, disaring oleh resistor (R3) dan elco (C3) yang
dimana terhubung .Tegangan pada Emittor(I) Collector(I) distabilkan oleh elco
(C1) dan langsung terhubung kedalam Trafo(I) OT.
Tegangan baterai(I) yang bernilai negatif(I) (-), masuk kedalam Trafo OT
pada panel CT untuk penyesuai impedansi dari bagian input dan output. Trafo OT
dalam operasinya dipasang sebagai penghubung antara bagian penguat akhir
dengan loudspeaker.

B. Dasar teori
Baterai(I)
Baterai adalah peralatan yang mengkonversikan energi kimia menjadi
energi listrik. Baterai digunakan untuk menyimpan tenaga listrik arus searah ( DC
). Sejarah batterai dimulai pada tahun 1800, ketika pertama kali Allesandro Volta,
seorang profesor fisika dari Universitas Pavia, Italia membuat baterai pertamanya
yang terbuat dari lembaran-lembaran logam dan papan karton atau kertas yang
direndam dalam air garam. Dan sejak saat itu, para ilmuwan berlomba
menyempurnakan ide sederhana Volta hingga menjadi seperti baterai yang kita
jumpai saat ini.

Elco ( C 1 dan C 2 )
Elco adalah suatu rangkaian elektronika yaitu di pakai untuk mengetahui
nilai kapasitas sebuah elco didalam satuan uf (mikro farad). Fungsi elco biasanya
sering di sebut sebagai kapasitor polar. Dalam kapasitor polar mempunyai dua
kutub yang berlainan pada setiap kakinya, sehingga didalam pemasangan
komponen ini tidak bisa terbalik maupun salah didalam pemasangan.Elco atau
kondensator/kapasitor elektrolit yaitu komponen yang mempunyai dua kaki, yakni
kaki ( ) dan kaki ( + ).
Komponen elco juga dapat mengalami kerusakan, seandainya kerusakan
tidak di ketahui maupun elco meletus maka untuk mengetesnya dapat kita
gunakan avometer. Cara pemakaian avometer yaitu dengan menghubungkan kabel
avo ke kaki elco, jika elco normal, jarum pada avometer akan menunjuk ke atas
kemudian perlahan lahan akan turun sampai nilai 0. Bila komponen elco rusak,
maka jarum pada avometer tidak dapat turun dan tetap naik ke atas.
Transistor ( Tr 1 )
Transistor adalah semikonduktor yang memiliki peranan yang sangat
penting dalam dunia elektronik analog ataupun digital. Komponen ini mempunyi
banyak fungsi dalam dunia elektronik, diantaranya sebagai penguat, switching
(saklar), modulasi signal, stabilitas tegangan, dan sebagai fungsi lainnya.

Prinsip dasar dari kerja transistor adalah tidak akan ada arus antara
colektor dan emitor apabila pada basis tidak diberi tegangan muka atau bias. Bias
pada basis ini biasanya diikuti dengan sinyal-sinyal atau pulsa listrik yang
nantinya hendak dikuatkan, sehingga pada kolektor, sinyal yang di inputkan pada
kaki basis telah dikuatkan.
Potensio???
Potensiometer(I) adalah resistor(I) tiga terminal dengan sambungan geser
yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang
digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan
sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk
mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat.
Sebuah potensiometer biasanya dibuat dari sebuah unsur resistif semilingkar dengan sambungan geser (penyapu). Unsur resistif, dengan terminal pada
salah satu ataupun kedua ujungnya, berbentuk datar atau menyudut, dan biasanya
dibuat dari grafit, walaupun begitu bahan lain mungkin juga digunakan sebagai
gantinya. Penyapu disambungkan ke terminal lain.
Potensiometer "putaran ganda" juga ada, elemen resistifnya mungkin
berupa pilinan dan penyapu mungkin bergerak 10, 20, atau lebih banyak putaran
untuk menyelesaikan siklus. Walaupun begitu, potensiometer putaran ganda
murah biasanya dibuat dari unsur resistif(I) konvensional(I) yang sama dengan
resistor putaran tunggal, sedangkan penyapu digerakkan melalui gir cacing.
Disamping grafit, bahan yang digunakan untuk membuat unsur resistif adalah
kawat resistansi, plastik partikel karbon(I) dan campuran keramik-logam yang
disebut cermet.
Resistor ( R )
Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk
menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan listrik di antara
kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya, berdasarkan hukum
Ohm.

Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit


elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan.
Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat
resistansi(I) (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas(I) tinggi seperti nikelkromium(I)).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang
dapat diboroskan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan
induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit
cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain
sirkuit, resistor harus cukup besar secara fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat
memboroskan daya.
TRAFO OT
Pada dasarnya trafo output ini fungsinya adalah sebagai penyesuai
impedansi dari bagian input dan output. Trafo output dalam operasinya dipasang
sebagai penghubung antara bagian penguat akhir dengan loudspeaker dalam
rangkaian pesawat penerima radio atau rangkaian penguat.
Loudspeaker ( LS )
Loudspeaker, speaker atau sistem speaker merupakan sebuah transduser
elektroacoustical yang mengubah sinyal listrik ke bentuk getaran suara. Speaker
adalah mesin pengubah terakhir atau kebalikan dari mikropon. Speaker membawa
sinyal elektrik dan mengubahnya kembali menjadi vibrasi-vibrasi fisik untuk
menghasilkan gelombang-gelombang suara.

8. Metode Penelitian
Dalam penelitian tugas akhir ini penulis menggunakan beberapa metode
sebagai berikut:

1.

Studi Literatur

Mencari dan mengumpulkan referensi serta dasar teori yang diambil dari
berbagai buku penunjang untuk mendukung pembuatan modul dan software.

2.

Studi Lapangan
Melakukan pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung,
wawancara dengan pihak-pihak yang berkompeten, serta mencari informasi
mengenai harga bahan-bahan benda jari yang akan diperlukan dalam
pembuatan alat deteksi ketegangan atau stres dengan menggunakan sensor
resistansi kulit dan sensor detak jantung dan dengan tampilan menggunakan
bahasa pemrograman.

3.

Metode Perancangan
Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran singkat tentang obyek
penelitian yang diharapkan.

4.

Metode Bimbingan
Metode ini dilakukan dalam bentuk pengarahan, petunjuk, serta saran dari

dosen pembimbing atau semua pihak yang bisa membantu proses penelitian
selama tugas akhir ini.

9. Jadwal Penelitian
Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan penelitian ini secara lengkap dapat
dilihat di bawah ini.
Tanggal pelaksanaan
Kegiatan

Studi Kepustakaan
Penulisan Proposal
Pengumpulan Data
Pembuatan Alat
Pengujian Sistem

Minggu

Minggu

Minggu

Minggu

Minggu

II

III

IV

Penulisan Laporan Akhir

10. Penutup
Demikian proposal ini dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu
untuk memberikan surat bimbingan pelaksanaan Tugas Akhir dan seminar. Atas
perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terimakasih.

11. Daftar Pustaka


Dalam penyusunan Tugas Akhir ini digunakan beberapa buku referensi
sebagai bahan acuan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Hartono, C. 2004. Studi Bioakustik Berdasarkan Tipe Suara Lumba-lumbaHidung


Botol

(Tursiops

Samudera,PT.Pembangunan

truncatus)
Jaya

Ancol.

di

Gelanggang

Program

Studi

Ilmu

Kelautan. FakultasPerikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian


Bogor. Bogor. Skripsi(tidak dipublikasikan).

Irawati,

R.

2002.

Studi

tingkah

Laku

Pelolosan

Kerapu

Macan

(Epinephelusfuscoguttatus) Pada Bubu Yang Dilengkapi Dengan


Celah Pelolosan (Escaping Gaps). Program Studi Pemanfaatan
Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Institut pertanian Bogor. Bogor. Skripsi (tidak dipublikasikan).

Lentera, Tim. 2002. Pembesaran Ikan Mas di Kolam air Deras. Agro Media
Pustaka. Bogor. Jawa Barat.

Moyle. Peter B. 1988. Fishes : An Introduction To Ichthyology / Peter B. Moyle


and Joseph J. Cech -2rd ed. Englewood Cliffs : Prentice Hall. New
Jersey.

Nikolsky. G.V. 1963. The Ecology Of Fishes. Translet From Russian. L Birket.
Academic Press. Inc. London.

Pitcher, T.J. 1986. The Behavior Of Teleost Fishes 1st ed. London : Croom Helm
England.

Pitcher, T.J. 1993. Behavior Of Teleost Fishes. 2nd ed. Clays Ltd. St Ives Plc.
England.

Pratt, Mary M. 1975. Better Angling With Simple Science: The White Friars
Press. London.
Popper, A.N. dan C.Plat. 1993. Inner Ear and Lateral Line P. 116 117. In David
H. Evans. (ed). The Physiology Of Fishes. CRC Press. Boca Raton.

Rismanto. 2002. Studi Pendeteksian dan Karakteristik Suara Udang Windu


(Peneus monodon). Program Studi Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan
dan ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Skripsi (Tidak
Dipublikasikan).
.
Waristriatmaja. 2004. Studi Karakteristik Suara Stridulasi Pada Tingkah Laku
Makan Ikan Kerapu Macan (Ephinephalus fuscoguttatus) Dalam
Kondisi Terkontrol. Program Studi Ilmu Kelautan . Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Skripsi
(tidak dipublikasikan).

Winn, H.E. 1972. Acoustic Discrimination By The Road FishWith Comments On


Signal System. P 361 381. In Howard E. Winn. Dan Bori J. Olla.
(ed) Behavior Of Marine Animals Vol 2: Vertebrates. Plenum Press.
New York.

Wirawanto S. 2002. Studi Bioakustik Suara Stridulatory Terhadap Tingkah Laku


Makan (Feeding Behavior) Ikan kerapu Tikus (Cromileptes altivelis)
Program Studi Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Institut Pertanian Bogor. Bogor.Skripsi (tidak dipublikasikan).