Anda di halaman 1dari 7

TUGAS VERBATIM

KONSELING RELIGIUS
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Konseling Religius
Dosen Pengampu: Husni Abdillah, S.Pd, M.Pd

Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Fitri Azmiati
Inur M. Fahmi
Kharisma Wulan D.
Bety Ahwarumi
Arif Hidayat
Orbaningsih
Sofiari Listiani

(11-500-0100)
(11-500-0130)
(11-500-0138)
(11-500-0141)
(11-500-0042)
(12-509-0000)
(12-500-0100)

PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
2014

VERBATIM KONSELING RELIGIUS


KONSELOR : Bety Ahwarumi
IDENTITAS KONSELI:
Nama : Kharisma Wulan Dhini
Kelas : XI IPA3
Usia

: 17 tahun

Agama : Islam
Status : Anak kedua dari 2 bersaudara

NARASI:
Maia adalah seorang siswa kelas XI IPA3 di sebuah SMA Negeri di
Surabaya. Dia merupakan siswa yang aktif, ceria, dan punya banyak teman. Selain
aktif di OSIS dia juga mengikuti ekskul basket. Meskipun ia bukan siswa yang
sangat pandai, namun ia selalu menonjol di antara teman-temannya. ia pandai
bersosialisasi. Ia juga dekat dengan semua guru mata pelajaran.
Maia berasal dari keluarga yang berada. Di rumah ia merupakan anak
bungsu yang selalu dituruti apapun kemauannya. Itu membuatnya menjadi sedikit
manja. Dia mempunyai seorang kekasih yang ia sayang dan selalu ia banggakan.
Namun suatu kecelakaan menimpa Mufid, pacar Maia.sejak saat itu, Maia
menjadi seorang pendiam, murung, dan selalu menyendiri. Dia merasa sangat
kehilangan. Dia merasa bahwa hidupnya sudah tak berarti lagi. Dia ingin bercerita
kepada teman-temannya, tapi ia masih ragu. Akhirnya ia memutuskan untuk
menemui guru BK di sekolahnya. Malam harinya Maia menghubungi Ibu Bety. Ia
membuat janji bertemu esok hari.

Peran
Konseli

Dialog
Assalamualaikum, (membuka pintu ruang BK)

(Ki)
Konselor Waalaikumsalam Wr.Wb.
(Ko)
Ki

ayo Maia masuk. Silahkan duduk. (mengajak duduk di sofa)


Iya Bu, Makasih. (duduk di sofa, terlihat tidak nyaman) apa

Ko

saya mengganggu Ibu?


Nggak mengganggu kok Maia,

Keterangan

Attending

Attending

Kan kemarin kita sudah buat janji. (tersenyum ramah)


Ki

Gimana perkembangan OSIS?? Mau ngadain acara apa nie?? Pertanyaan terbuka
Saya juga kurang tau, Bu. Saya jarang ikut gathering, Bu.
Tapi kayaknya sie mau bikin Farewell Party buat kelulusan

Ko

kakak kelas nanti (menjawab dengan malas)


Hmm, jadi begitu.

Pertanyaan terbuka

Oiya Maia, mengenai SMS kamu semalam, apa yang bisa


Ki

Ibu bantu?
Hmmm.. Begini Bu, saya ingin cerita sama Ibu. Ya pengen

Ko

konseling gitu deh Bu. Bisa gak Bu?


Boleh Maia. Kalo gitu kita masuk ruang konseling aja ya?

Pernyataan

Biar gak ketahuan orang lain. Kan konseling bersifat rahasia, professional
Ki
Ko
Ki

jadi Ibu wajib menjaga apa saja yang kita bicarakan nanti.
Iya Bu, (menuju ruang konseling bersama Bu Bety)
Maia, kamu mau duduk dimana?
Hmm, disini aja deh, Bu. Kayaknya lebih empuk. (sambil

Ko

duduk di atas sofa)


Oke.

Pertanyaan tertutup

Ki
Ko

Apa Maia sudah merasa nyaman?


Sudah Bu,
Apakah sebelumnya kamu pernah mengikuti proses

Pertanyaan tertutup

Ki
Ko

konseling?
Pernah, Bu. Tapi sudah lama Bu, saat kelas IX SMP dulu.
Kalo gitu Ibu jelaskan sedikit ya,

Pernyataan

Konseling adalah suatu proses bantuan yang dilakukan oleh

professional

konselor professional kepada konseli untuk membantu

Pertanyaan tertutup

mengentaskan masalah konseli dengan strategi tertentu yang


disepakati oleh konselor dan konseli. Dalam hal ini, konseli
berusaha untuk memecahkan masalahnya sendiri, konselor
Ki
Ko

hanya memberikan fasilitasi.


Iya Bu, saya mengerti.
Oiya Maia, satu hal lagi. Waktu yang kita punya untuk

Kontrak waktu

konseling saat ini sekitar 30-45 menit. Jika nanti belum


selesai, bisa kita lanjutkan besok. Gimana Maia? Kamu
Ki
Ko
Ki

setuju?
Siap Bu,
Maia, apa yang kamu rasakan sekarang?
saya merasa malas sekali bu akhir-akhir ini. Saya malas

Pertanyaan terbuka

masuk sekolah, Saya malas mengikuti kegiatan OSIS ma


ekskul bu. Pelajaran di kelas saja saya tak pernah
Ko

mendengarkan.
Hmm.. lalu apa yang membuat Maia malas dengan kegiatan

Ki
Ko
Ki

Maia? (mencondongkan tubuh ke arah konseli)


saya merasa tertekan Bu.
Apa yang membuat Maia tertekan.
Iya Bu, Saya merasa sangat bersalah Bu, Saya sudah

Ko

menjadi pembunuh, Bu. (menangis )


Boleh Ibu tau apa yang membuat Maia merasa begitu

Ki

bersalah? (sambil memegang tangan Maia)


Saya punya pacar bu, namanya Mufid. Saya sangat sayang

Pertanyaan terbuka

Pertanyaan terbuka

sama dia. Saya juga bangga dengan dia. Dia calon dokter
Bu. Keluarga kami juga sudah saling mengenal Bu. Saya
rasa dia adalah kebahagiaan terindah untuk saya. Tapi.
Ko
Ki

(menutupi wajahnya dengan tangan)


Apa yang terjadi Maia?
Mufid telah pergi Bu, seminggu lalu dia meninggal. Saya

Ko
Ki

yang membunuhnya Bu,


Coba Maia ceritakan kronologi peristiwa nya,
Saat itu hari ulang tahun saya Bu. Pada dini hari, Mufid
sudah memberi surprise yang membahagiakan. sore harinya
saya menghubungi Mufid Bu, saya meminta dia untuk

Pertanyaan terbuka

datang ke rumah saya lagi. Tapi dia sedang ada urusan di


rumah dosennya di Malang Bu, namun saya merayu nya agar
menemui saya. Akhirnya dia meng-iyakannya. Saya
Ko
Ki

menunggu dengan harapan penuh pada kedatangannya.


Lalu,
Sekitar 2 jam, saya mendapat kabar bahwa Mufid

Ko

kecelakaan Bu, (menangis histeris)


Miris sekali ya kejadiannya, saya bisa mengerti apa yang Refleksi perasaan

Minimal response

maia rasakan saat ini.


Maia, semua yang terjadi sudah menjadi takdir Alloh,

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan


izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditetapkan
Ki

waktunya (Q.S Ali Imran: 145)


Tapi saya pembunuh Bu, saya penyebab Mufid meninggal

Ko

Bu, gara-gara saya dia kecelakaan Bu,


Maia merasa bahwa semua adalah kesalahan Maia karena

Ki

minta Mufid datang menemui Maia?


Iya Bu, saya berpikir bahwa saya juga harus mati untuk

Ko

menebus kesalahan ini.


Maia, keinginan kamu untuk bunuh diri itu sama dengan

Paraphrase

Pernyataan religious

kamu berputus asa, ada Firman Allah yang berbunyi,

sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanya


orang-orang yang kafir (QS. Yusuf: 87)
Ko

Lalu bagaimana dengan orang tua Maia dan orang tua

Ki

Mufid?
Orang tua saya selalu mensupport saya Bu. Begitu juga
dengan orang tua Mufid, mereka tidak pernah menyalahkan
saya. Mereka mengikhlaskan apa yang sudah terjadi dengan

Pertanyaan terbuka

Ko

Mufid. Saya bersyukur bahwa mereka tidak membenci saya.


Jadi kedua keluarga selalu menguatkan Maia ya, mereka

Paraphrase

juga tidak membenci Maia.


Maia, coba kita pikirkan bersama. Keluarga Maia selalu
memberi support pada Maia, tapi Maia ingin menebus

Mengarahkan

kesalahan dengan ikut mati, menurut Maia apakah itu jalan

konseli

Ki

yang paling tepat?


Entahlah Bu, untuk apa saya hidup kalo pacar saya tidak ada.

Ko

Hampa banget bu hidup ini,


Maia, Ibu tau kamu sangat kehilangan Mufid. Tapi terlalu

Pernyataan religious

sedih pun juga bukan hal baik.

Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan


(pula)bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya),
jika kamu orang yang beriman (QS. Ali Imran: 139)
Ko

Baiklah Maia, coba tenangkan pikiran terlebih dahulu.

Disputing

Apakah dengan ikut mati, semua masalah bisa terselesaikan?

(strategi RET, teknik

Bukannya kalau Maia ikut mati dengan bunuh diri, berarti

ABC)

menambah permasalahan karena orang tua Maia harus


Ki

kehilangan anak kesayangannya?


Iya sih, Bu. Sepertinya saya malah menambah beban
masalah orang tua saya jika saya bunuh diri. Tapi saya gak

Ko

tau mesti gimana lagi, Bu.


Berarti sekarang Maia merasa bahwa ikut mati bukanlah

Ki

solusi dari permasalahan ini, kan?


Iya, Bu saya mengerti, tapi saya masih belum

Ko

memaafkankan diri saya atas kematian Mufid.


Maia, kalau orang tua Mufid bisa menerima kenyataan
tentang kematian Mufid dengan lapang dada, mengapa Maia

Paraphrase

tidak bisa sekuat mereka?


Ibu yakin kalian sama-sama menyayangi Mufid. (memegang
Ki

tangan konseli)
(terdiam)
Iya Bu, saya mengerti. Saya selama ini berpikiran pendek,
sampai-sampai saya tidak memikirkan nasib orang tua saya

Ko

jika saya bunuh diri,


Itu bagus, Maia. Ibu senang sekali kamu tidak hanya

Reward

memikirkan diri sendiri, tapi juga memikirkan orang tua


kamu.
Ki
Ko

Bagaimana perasaan kamu saat ini?


Alhamdulillah Bu, saya sudah tidak terbebani lagi.
Alhamdulillah kalau begitu.
Oiya Maia, berhubung waktu yang telah kita sepakati sudah
habis, pertemuan kita hari ini sampai di sini saja ya. Besok
kita lanjutkan proses konseling.

Ki

Ko
Ki
Ko

Oiya Bu, saya hampir lupa kalau waktunya habis


(tersenyum)
Sama-sama Maia. Ibu juga bisa membantu kamu.
Permisi Bu, Assalamualaikum
Waalaikumsalam Wr. Wb (tersenyum ramah)

Pertanyaan terbuka