Anda di halaman 1dari 13

TEKNOLOGI PETROKIMIA

PROSES PEMBUATAN TRYCHLOETHYLENE

OLEH :
KELOMPOK 1 (SATU)

1. RISTIAN JANUARI

03111403015

2. PIPIT ADITIA LISTIYANI

03111403020

3. NYIMAS ULFATRY UTAMI

03111403021

4. VEGA FRESAMITIA INGRIED

03111403025

5. SURYANDI PERDANA

03111403042

6. AMALIA RIZKY PUTRIANI

03111403050

DOSEN PEMBIMBING :
Ir. A. RASYIDI FACHRY, M.ENG

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2014

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Trychloroethylene (TCE) sudah tidak asing lagi di dalam sektor industri,
khususnya industri pembuatan cat. Karena Trychloroethlene (TCE) sudah sangat
banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Trichloroethylene (TCE) banyak
digunakan untuk pelapis pada logam sebelum proses electroplating, pelarut untuk
ekstraksi pada zat-zat organik, pembersih dan pelarut, analgesik dan anastesi
dalam bidang farmasi. Selain itu, di sektor industri sebenarnya Trychloroethylene
(TCE) sangat banyak manfaatnya, seperti digunakan sebagai bahan pelarut dan
penghilang minyak dan merupakan kandungan yang umum dipakai dalam produk
kebutuhan

rumah

tangga

seperti

cat,

perekat

dan

penghilang

noda.

Trichloroethylene adalah pelarut efektif untuk berbagai zat organik, juga


digunakan sebagai dry cleaning solvent, walaupun peran tetrachloroethylene
sekarang digantikan oleh tetrachloroethylene (dikenal sebagai perchloroethylene).
Mengingat akan besarnya manfaat Trychloroethylene (TCE) dalam
kehidupan seharihari, tidak heran jika kebutuhan Trychloroethylene setiap tahun
mengalami kenaikan. Walaupun industri Trychloroethylene (TCE) di Indonesia
cukup banyak yaitu sekitar 15 perusahaan memproduksi Trychloroethylene
(TCE). Salah satu contoh industri atau perusahaan yang bergerak dalam
pembuatan

Trychloroethylene

(TCE)

adalah

PT.

ANUGRAH

PUTRA

KENCANA. Industri tersebut memproduksi Trychloroethylene (TCE) tidak dalam


jumlah sedikit melainkan dalam kapasitas ribuan ton. Namun indonesia masih
mengimpor Trychloroethylene (TCE) guna mencukupi kebutuhan tersebut.
Sehingga

hal

tersebut

mengindikasikan

Trychloroethylene (TCE) di indonesia

bahwa

selama

ini

industri

belum bisa memenuhi kebutuhan

Trychloroethylene (TCE) bagi para konsumen Trychloroethylene (TCE). Oleh


karena

itu,

dilakukan

proses

peramalan

guna

mengetahui

kebutuhan

Trychloroethylene (TCE) di tahun yang akan datang menggunakan data kebutuhan


Trychloroethylene (TCE) tiap tahun. Hal ini bertujuan untuk mengurangi impor

Trychloroethylene (TCE) yang dilakukan dengan cara meningkatkan produksi


Trychloroethylene (TCE) berdasarkan peramalan kebutuhan Trychloroethylene
setiap tahunnya di Indonesia.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, dapat dirumuskan permasalahan
dalam makalah ini adalah:
1) Apakah Trychloroethylene (TCE) itu?
2) Bagaimana proses pembuatan Trychloroethylene (TCE)?
3) Bagaimana diagram alir proses pembuatan Trychloroethylene (TCE)?
4) Apa sifat fisika dan kimia Trychloroethylene (TCE)?
5) Apa saja kegunaan Trychloroethylene (TCE) dalam kehidupan sehari-hari?
1.3. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah :
1) Untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Petrokimia.
2) Untuk mengetahui uraian proses pembuatan Trychloroethylene (TCE).
3) Untuk mengetahui diagram alir proses pembuatan Trychloroethylene (TCE).
4) Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia Trychloroethylene (TCE).
5) Untuk mengetahui kegunaan Trychloroethylene dalam kehidupan sehari-hari
1.4. Manfaat
Manfaat pembuatan makalah ini adalah :
1) Secara teroritis penyusunan makalah ini dapat menambah pengetahuan kita
tentang senyawa karbon, terutama tentang Trychloroethylene (TCE).
2) Secara praktik, penyusunan makalah ini diharapkan dapat menambah
pengetahuan kebahasaan bagi peneliti dan pembaca.
3) Bagi penulis, penulisan makalah ini dapat memberikan masukan serta
menjadi acuan dalam pembuatan makalah selanjutnya.
4) Bagi pembaca, makalah ini memberikan penjelasan mengenai uraian proses
pembuatan Trychloroethylene (TCE)

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Trichloroethylene (TCE)


Senyawa kimia trichloroethylene (TCE) adalah hidrokarbon terklorinasi
yang umumnya digunakan sebagai pelarut dalam industri. Merupakan liquid yang
non-flammable dengan bau manis. Nama IUPAC nya adalah trichloroethane.
Singkatan dalam industri termasuk TCE,

trichlor, Trike, Tricky, dan

Tri. Trichloroethylene (TCE) adalah pelarut efektif untuk berbagai zat organik,
juga digunakan sebagai dry cleaning solvent, walaupun kemudian peran dari
senyawa trichloroethylene (TCE). digantikan oleh tetrachloroethylene yang
dikenal juga dengan nama perchloroethylene.
Trichloroethylene (TCE) merupakan bahan kimia utama yang diproduksi
dari asetilen. Bahan kimia lainnya didapat dari asetilen yaitu acrylonitrile, vinyl
chloride, dan monomer asetat. Trichloroethylene (C2HCl3) yang juga memiliki
sifat tidak berwarna dan tidak mudah terbakar. Trichloroethylene (TCE) banyak
digunakan untuk pelapis pada logam sebelum proses electroplating, pelarut untuk
ekstraksi pada zat-zat organik, pembersih dan pelarut, analgesik dan anastesi
dalam bidang farmasi, serta sebagai bahan baku dalam proses pembuatan cat.
Trichloroethylene (TCE) hampir sama dengan senyawa perkloroetilen,
trichloroethylene biasa dibuat dengan menggunakan 3 proses, tapi yang paling
utama trichloroethylene yang dibuat dengan etilen diklorit. Trichloroethylene
diproduksi dengan alat single stage. Proses oxyclorinasi dari dichloride dan
chlorine ethylene klorinasi dari hidrokarbon seperti propane dan asetilen. Klorin
juga merupakan produk dari trichloroethylene. Bahan yang paling utama untuk
membuat trichloroethylene adalah dikloroetilen. Trichloroethylene selain dapat
digunakan untuk cuci kering (dry clean). Trichloroethylene juga dapat digunakan
untuk membuat beberapa peralatan atau alat di sebuah industri.
Trichloroethylene (TCE) merupakan polutan pada udara dan air,
Trichloroethylene (TCE) dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya kanker
pada manusia oleh National Academy of Sciences. Trichloroethylene

(TCE)

adalah senyawa yang mudah menguap, maksudnya menguap dengan mudah dan
sangat cepat ke udara. Menghirup sedikit Trichloroethylene (TCE) bisa membuat
mata pedih dan tenggorokan gatal, menyebabkan sakit kepala, pusing dan sulit
berkonsentrasi. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan pada sistem
syaraf, ginjal dan hati yanglama kelamaan akan menyebabkan kematian.
2.2. Sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku Pembuatan Trichloroethylene (TCE)
2.2.1. Bahan Baku
1) Klorin (Cl2)
a. Berat Molekul

: 71 gr/grmol

b. Titik leleh

: -101,60C

c. Titik cair

: 5,7 atm pada suhu 150C

d. Titik didih

: -34,60C

e. Warna

: Kuning kehijauan

f. Bau

: Sangat menyesakkan dan sangat beracun. beracun


pada

0,35-2

ppm

merupakan

konsentrasi

maksimum.
g. Kegunaan

: Untuk pembuatan kertas (pulp) dan pelarut.

2) Acetylene (C2H3)

a) Berat Molekul

: 26,04 gr/grmol

b) Densitas

: 1.09670 kg/m3 (gas)

c) Titik didih

: -84 oC

d) Titik leleh

: -80,8 oC

e) Stabilitas Kimia

: Tidak Stabil. Stabil pada saat dikirimkan. Jangan


digunakan pada tekanan di atas 15 psig.

f) Tekanan Uap

: 635 psig

2.2.2. Produk
Trychloroethylene (C2HCl3)

Sifat Fisika
a) Berat molekul

: 131,39 gram/mol

b) Appearance

: Cairan tak berwarna

c) Densitas

: 1.46 g/cm (liquid) at 20 C

d) Melting point

: 200 K (73 C)

e) Boiling point

: 360 K (87.2 C)

f) Kelarutan dalam air : 1.280 g/L (25C)


g) Kelarutan

: Ether, ethanol, chloroform

h) Indeks refraktif

: 1.4777 at 19.8 C

i) Hazard

: Berbahaya jika ditelan atau dihirup

Sifat Kimia
Trychloroethylene (TCE) dibuat dari asetilen melalui 2 tahap.
a) Mereaksikan klorin dengan katalis feri klorida pada 90oC untuk
menghasilkan 1,1,2,2-tetrachloroethane.
HCCH + 2 Cl2 Cl2CHCHCl2
1,1,2,2-tetrachloroethane

kemudian

dihidroklorinasi

menghasilkan

trichloroethylene.
2 Cl2CHCHCl2 + Ca(OH)2 2 ClCH=CCl2 + CaCl2 + 2 H2O
b) Dapat dibuat dari etilen.
Etilen diklorinasi melalui katalis feri klorida untuk menghasilkan 1,2dichloroethane.
CH2=CH2 + Cl2 ClCH2CH2Cl
Dipanaskan

sampai

400oC

dengan

penambahan

klorin,

dichloroethane diubah menjadi trichloroethylene


ClCH2CH2Cl + 2 Cl2 ClCH=CCl2 + 3 HCl.

1,2-

2.3. Uraian Proses Pembuatan Trichloroethylene (TCE)


Bahan baku dari pembuatan trichloroethylene yaitu klorin dan asetilen
dimasukkan sebagai umpan ke dalam

reactor tetrachloroethane, di reactor

tetrachloroethane terjadi reaksi antara C2H2 dan Cl2 dengan bantuan katalis FeCl3
untuk memepercepat rekasi. Proses ini berlangsung pada suhu 80-1000C yang
dilengkapi dengan pendinginan secara eksternal, selanjutnya produk dari
tetrachloroethane reactor yaitu tetrachloroethane (C2H2Cl4) dipompakan ke
catalyst recovery sehingga terjadi pemisahan antara katalis dan tetrachloroethane.
Sisa-sisa katalis dikeluarkan pada bagian bawah (bottom) dari catalyst recovery,
sedangkan tetrachloroethane murni disimpan ke dalam storage dan sebagian
tetrachloroethane yang masih mengandung katalis dikembalikan ke reactor.
Dalam hal ini, reaktan yang tidak bereaksi akan dilarutkan dengan H2O yang
bertujuan untuk mengubah fase Cl2 dan C2H2 dari fase gas menjadi fase cairan
yaitu dengan dilakukan pembuangan pada bagian keluaran (bottom).
Produk yang akan bereaksi yaitu C2H2Cl4 murni kemudian dipompakan
lagi ke trichloroethylene reactor untuk mengubah tetrachloroethane menjadi
trichloroethylene yang sebelumnya telah dilakukan proses pendinginan terlebih
dahulu. Pada trichloroethylene reactor, tetrachloroethane akan diubah menjadi
trichloroethylene dengan bantuan katalis BaCl2 dan HCl sebagai rekasi samping,
proses ini berlangsung pada suhu 250-3000C. Selanjutnya produk-produk yang
berupa tetrakloroetan, trikloroetilen, dan HCl didinginkan kembali pada
condenser dan terjadi pemisahan, adapun brine pada proses ini yang berfungsi
untuk membantu proses pendinginan, sedangkan zat-zat di dalamnya berupa
garam-garam seperti NaCl. HCl yang mempunyai jumlah lebih besar akan keluar
pada bagian atas (top). Kemudian tetrachloroethane, trichloroethylene, dan HCl
akan masuk ke HCl stripper untuk dipisahkan kembali dengan bantuan steam,
sisa-sisa HCl yang masih terbawa ini dipisahkan dan akan dikeluarkan pada
bagian

atas

(top).

Selanjutnya

produk-produk

tetrachloroethane, trichloroethylene dan HCl

yang

masih

berupa

itu dimurnikan dengan proses

destilasi yang dilengkapi dengan pendingin dan diawali dengan pemanasan


terlebih dahulu sehingga fraksi ringan (light ends) seperti HCl akan dikeluarkan

kembali pada bagian atas (top). Kemudian dimurnikan dengan tahap destilasi
yang dilengkapi dengan pendingin dan pemanasan dahulu. Pada proses ini terjadi
pemisahan antara produk trichloroethylene dan tetrachloroethane.
Trichloroethylene yang mempunyai titik didih lebih rendah yaitu berkisar
83,20C keluar lebih dulu pada bagian atas (top) sedangkan tetrachloroethane yang
mempunyai titik didih lebih tinggi yaitu 146,30C dikeluarkan pada bagian bawah
(bottom) dan akan direcycle kembali ke trichloroethylene reactor. Adapun fungsi
inhibitor pada tahap akhir destilasi ini adalah sebagai penghambat agar hasil akhir
atau produk yang dihasilkan benar-benar murni dan tidak terkontaminasi dengan
zat-zat yang lain, dimana sifat fisik dan kimia beracun pada 0,35-2 ppm
merupakan konsentrasi maksimum
*note : (Masukan uraian proses pembuatan dari bahan pak fahri dan bandingkan)
2.4. Diagram Alir Proses Pembuatan Trichloroethylene (TCE)
(Diagram Alir 1 dan Diagram Alir 2 Terlampir)
2.5. Manfaat dan Kegunaan Trichloroethylene (TCE)
Kegunaan produk dari Trichloroethylene (C2HCl3) antara lain adalah:
1) Sebagai pelarut lemak dalam pengolahan logam tekstil. Karbon tetraklorida
(CCL4) adalah cairan yang berwarna, berbau sedikit tidak enak dan memiliki
titik didih 770C. Senyawa ini tidak larut dalam air sehingga menjadi pelarut
yang baik untuk minyak dan lemak.
2) Sering dipakai dalam cuci kering (dry clean) pakaian, karena kerapatannya
yang

tinggi dan sifatnya yang tidak mudah terbakar, tetraklorometan

digunakan sebagai pemadaman api.


3) Klorinasi dari oxychlorinasi digunakan untuk mensuplai pelarut/reagent yang
dibutuhkan.
4) Trichloroethylene yang lain juga dapat digunakan di tingkat industri kimia
yaitu untuk pembersihan logam.
5) Sebagai bahan pembuatan cat, bahan dalam pelapisan logam
6) Sebagai pengering dalam sistem pembersih
2.6. Bahaya Formalin Bagi Kesehatan

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah yang telah dibuat adalah :

3.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Gasindo, Dwi.2011.Informasi Sifat Fisik dan Sifat Kimia Acetylen.[Online] http://


www.pabrikgasacetylene.com/informasi-fisik-gas-acetylene/. (Diakses pada 10 Oktober 2014).
Kalsum, Umi.2010.Industri Trychloroethylene.[Online] https://www.scribd.com/
doc/164562301/Makalah-Trichloroethylene.html. (Diakses pada 30 Oktober 2014).
Razavie, Tegar.2012.Proses Pembuatan Trychloethylene.[Online] http://www.blogster.com/tegarrezavie/voc-siklus-dan-cara-mengelolanya.html. (Diakses
pada 30 Oktober 2014).
Tara, Ichon.2014.Industri Pembuatan Trychloroethylene.[Online] http://ichontara.
blogspot.com/2014/01/industri-trikloroetilen.html. (Diakses pada 10 Oktober 2014).
*note : (1 lagi tolong masukan daftar pustaka dari buku pak fahry yaa)

LAMPIRAN

Gambar 1. Diagram Alir Pembuatan Trychloroethylene (TCE) dengan Proses


Dehidrokloronisasi Fase Uap

*note : gambar dari bahan pak fahri


Gambar 2. Diagram Alir Pembuatan Trychloroethylene