Anda di halaman 1dari 13

Cream

KELOMPOK 4

Erni Hadiani
Faizul Abror
Niki Putri Wardani
Sari purnamawati
Savitri ayu ningsih
Syahriel Sidik
Ulfah Nurkhotimah

Definisi Cream :
Menurut Farmakope indonesia III cream adalah sediaan
setengah padat yang berupa emulsi mengandung air tidak
kurang dari 60% dan di maksudkan untuk pemakaian luar

Menurut Farmakope indonesia IV cream adalah sediaan


setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan
obat yang terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang
sesuai.

Penggolongan Krim
Ada 2 tipe krim yaitu :
krim tipe minyak dalam air (m/a)
Biasanya digunakan pada kulit, mudah dicuci, sebagai
pembawa dipakai pengemulsi campuran surfaktan
krim tipe air dalam minyak (a/m)
Konsistensi dapat bervariasi, sangat tergantung pada
komposisi fasa minyak & fasa cair

Kelebihan Dan Kekuranangan Krim

Kelebihan

mudah menyebar rata

praktis

lebih mudah dibersihkan atau dicuci dengan air terutama


tipe m/a ( minyak dalam air )

cara kerja langsung pada jaringan setempat

tidak lengket, terutama pada tipe m/a ( minyak dalam air )

kekurangan
mudah kering dan mudah rusak khususnya tipe a/m ( air
dalam minyak )
susah dalam pembuatannya, karena pembuatan cream
mesti dalam keadaan panas
mudah lengket, terutama tipe a/m ( air dalam minyak )

gampang pecah, disebabkan dalam pembuatan


formulanya tidak pas
pembuatannya harus secara aseptic

Formula umum cream

R/

zat aktif
pengawet
antioksidan
antiseptik
pengaroma
emulgator
basis krim

Formulasi khusus cream:

R/

Betamethason
Vaselin Album
Paraffin Liquid
Nipagin
Aquadest

Prosedur pembuatan Resep


1.Disiapkan alat dan bahan
2. Dilelehkan basis lemak cera alba dan paravin solid dalam
cawan penguap di atas tangas air

3. Ditambahkan serbuk betametason kedalam leburan yang telah


dipindahkan kedalam mortir hangat aduk add homogen
4. Ditambahkan nipagin dan aq dest dalam mortir aduk ad
homogen
5. Dimasukkan dalam pot dan beri etiket biru

evaluasi sediaan krim


Dibagi dalam tiga kelompok

1. Evaluasi Fisik
2. Evaluasi Kimia.
Kadar dan stabilitas zat aktif dan lain-lain.
3. Evaluasi Biolog :
a. Kontaminasi mikroba.
Salep mata harus steril untuk salep luka bakar, luka
terbuka dan penyakit kulit yang parah juga harus steril.
b. Potensi zat aktif.
Pengukuran potensi beberapa zat antibiotik yang
dipakai secara topikal.

Bahan-bahan Penyusun Krim


Fase minyak, yaitu bahan obat yang larut dalam minyak, bersifat
asam.
Contoh : asam stearat, adep slanae, paraffin liquidum, paraffin
solidum,cera, cetaceum, vaselin, dsb

Fase air, yaitu bahan obat yang larut dalam air, bersifat basa.
Contoh : Na tetraborat ,Trietanolamin, Gliserin, Polietilenglikol/ PEG,
Propilenglikol, Surfaktan ,tween,span

EVALUASI MUTU SEDIAAN KRIM


Organoleptis

Evaluasi pH

Evaluasi daya sebar

Evaluasi penentuan ukuran droplet


Uji aseptabilitas sediaan

Terima kasih