Anda di halaman 1dari 3

REVIEW JURNAL PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

Peringkas - Nim

RIZKI ISNAENI - 1234

Tanggal
Topik

Tahap Perkembangan Erik Erikson

Penulis

Rob G. Sacco

Tahun

29 Maret 2013

Judul

Re-Envisaging the Eight Developmental Stages of Erik


Erikson: The Fibonacci Life-Chart Method (FLCM)

Jurnal

Journal of Edicational and Developmenal Psychology

Vol. dan Halaman

Vol. 3, No. 1, pg. 140-146

Landasan Teori

Penelitian

ini

bertujuan

untuk

menggambarkan

penggunaan angka Fibonacci dipenggunaan delapan


tahapan perkembangan Erickson dan merumuskan
implikasi klinis praktis. Metode baru yang digunakan
disebut sebagai The Fibonacci Life-Chart Method
(FLCM).

Penelitian

ini

memberikan

dukungan

terhadap pandangan epigenetic Erickson yang telah


ditentukan sebelumnya, urutan perkembangan manusia
dibentuk berdasarkan terjadinya angka Fibonacci
dalam pembelahan sel biologi dan mengorganisir
sistem

diri.

Metode

ini

dapat

membantu

mengidentifikasi populasi yang berisiko mengalami


gangguan psikologis.
Metode dan Subjek

Pada penelitian ini digunakan metode Fibonacci, yaitu


The Fibonacci Life-Chart Method (FLCM) yang
merupakan metode untuk mengidentifikasi pola-pola
perkembangan. Adapun langkah-langkah dari model
ini, yaitu: (a) memilih tanggal lahir yang sesuai dengan

hasil penerapan deret Fibonacci, (b) menghitung


Fibonacci utama yang berbasis pada proyeksi waktu,
dimana urutan angka Fibonacci yang mewakili
ditambahkan ke tanggal lahir, dan (c) menghitung
tanggal Fibonacci sekuder berbasis retrospektif dan
prospektif, dimana angka tersebut berasal dari tanggal
Fibonacci dikalikan dengan konstanta Fibonacci.
Hasil

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,


FLCM
ditandai

menghasilkan
dengan

pola

delapan

perkembangan
tahap

yang

perkembangan

Erickson. Temuan ini merupakan klasifikasi baru dari


delapan tahapan perkembangan Erickson, yaitu awal
masa bayi (1-2), balita (2-4), anak usia dini (4-7), masa
kanak-kanak tengah (7-11), remaja (11-18), dewasa
muda (18-29), dewasa tengah (28-48), dan dewasa
akhir (48-78+). Hasil penelitian ini memberikan
dukungan bagi asumsi terhadap teori delapan tahap
perkamangan. FLCM mengemukakan beberapa fungsi
yang berhuna, yaitu (a) secara substansial dapat
meningkatkan pemahaman mengenai delapan tahapan
perkembangan yang telah dikemukakan oleh Erickson,
dan (b) dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan
penggunaan intervensi.
Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan adanya metode baru yang


disebut dengan The Fibonacci Life-Chart Method
(FLCM) yang menghasilkan suatu pola perkembangan
yang ditandai dengan delapan tahapan perkembangan
yang telah ada sebelumnya dari Erickson. Bukti
empiris dan konseptual yang tersedia adalah bahwa
teori menenai delapan tahapan perkembangan tersebut
konsisten terhadap pola perkembangan individu.

Penulis mengharapkan penelitian ini akan memberikan


kontribusi pemahaman yang lebih baik terhadap
delapan tahapan perkembangan Erickson dan sistem
dinamis dalam melihat tahapan perkembangan. Teori
sistem

dinamis

menganggap

bahwa

gangguan,

ketidakpastian, dan kurangnya control sebagai suatu


hal yang normal pada fase trasisi. Memahami dan
menentukan

terjadinya

fase

transisi

dalam

perkembangan individu dapat memberikan informasi,


pengetahuan, dan pemahaman tidak hanya mengenai
etiologi gangguan psikologis yang berhubungan degan
stres psikososial, tetapi juga dapat digunakan untuk
menentukan intervensi awal dan kemungkinan akan
memunculkan sebuah pencegahan.