Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PENDAHULUAN

1.

KASUS ( masalah kekerasan )


Perilaku kekerasan

2.

Proses terjadinya masalah


a.

Pengertian
marah merupakan perasaan jengkel yang timbul sehingga respon terhadap
kecemasan atau kebutuhan yang tidak teerpenuhi yang dirasakan sebagai ancaman
(Stuard ,1995) perasaan marah normal pada individu namun prilaku yang
dimanifestasikan oleh perasaan marah dapat berflutuasi sepanjang rentang respon
adaptif dan maladaptive.

Respon adaptif
Asertif

Respon maladaptif

frustrasi

pasif

agresif

kekerasan

Kegagalan yang menimbulkan frustrasi dapat menimbulkan respon pasif dan


melarikan diri atau melawan dan menentang. Respon melawan dan menentang
merupakan respon yang maladaptive yaitu agresif-kekerasan.
Agresif

: perilaku yang memperlihatkan permusuhan,keras dan menuntut


mendekati orang lain dengan ancaman,memberi kata-kata
ancaman tanpa niat melukai,umumnya klien masih dapat
mengontrol prilaku untuk dapat melukai orang lain.

Kekerasan

: sering juga disebut gaduh gelisah atau amuk. Prilaku kekerasan


ditandai dengan menyentuh orang lain secara menakkutkan
memberi ancaman disertai melukai pada tingkat ringan dan yang

paling berat adalah melukai atau merusak secara serius. Pasien


tidak mampu mengendalikan diri.
b.

Faktor-faktor yang mempengaruhi.


1.

Faktor predisposisi

Psikologis.

Prilaku.

Sosial budaya

Bioneurologis.

2.

Faktor presipitasi.
Dapat bersumber dari klien,lingkungan atau interaksi dengan orang
lain,kondisi klien seperti kelemahan fisik, keputusan, ketidakberdayaan,
krisis percaya diri,percaya diri menjadi penyebab prilaku kekerasan.

c.

Tanda dan gejala


Observasi

: muka merah, pandangan tajam, otot tegang, nada suara tinggi,


memaksakan kehendak, merampas makanan, memukul jika tidak
tenang.

Wawancara : diarahkan pada penyebab marah,perasaan marah dan tanda-tanda


marah yang dirasakan klien

Perkembangan perilaku kekerasan


Ancaman Atau kebutuhan
Stress
Ansietas
Marah

Merasa berkuasa

Mengungkapkan kemarahan

Merasa tidak adekuat

Menantang

Menyadarkan orang lain

Menantang

akan kebutuhannya
Tidak ada penyelesaian

Memenuhi kebutuhannya

Mengingkari kemarahannya

Marah teratasi

Tidak mengekspresikan

kemarahan
Marah berkepanjangan

Perkembangan kemarahan
Bermusuhan kronik

Kemarahan yang diarahkan

Kemarahan yang diarahkan

kepada diri sendiri

keluar

Depresi

Agresif

Penyakit fisik
( Sumber : Rawlins Et al, 1993 )

Perilaku kekerasan

3. Pohon Masalah
Resiko mencederai diri,orang lain dan lingkungan.

Efek

Perilaku kekerasan

Koping inefektif.

CP

Etiologi

Masalah keperawatan :
DS : pasien merasa kesal dan selalu ingin marah.
DO : pasien sering mondar-mandir, nada suara tinggi, pasien diam atau tampak
bingung,mata pasien tampak merah, menunjukan sikap tidak tenang da tidak
bersahabat.
4.

Diagnosa Keperawatan
Resiko mencederai diri,orang lain dan lingkungan

b.d perilaku kekerasan

Perilaku kekerasan b.d Koping yang tidak efektif

5.

Rencana Tindakan Keperawatan


Dx I
TUM : klien tidak mencederai diri,orang lain dan lingkungan
TUK :
1.

Pasien dapat membina hubungan saling


percaya ;

Salam therapeutic

Perkenalan

Sebutkan tujuan interaksi.

Ciptakan lingkungan yang tenang.

Buat kontrak yang jelas.

2.

Pasien dapat menyebutkan penyebab


prilaku kekerasan.
Beri kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaan
Bicarakan dengan pasien penyebab prilaku marah

3.

klien dapat mengidentifikasi tanda-tanda


prilaku kekerasan
Anjurkan pasien untuk mengungkapkan yang dialami dan dirasakan
saat marah.
Observasi tanda prilaku kekerasan pada klien pada klien.
Simpulkan tanda-tanda kekerasan yang dialami pada klien

4.

klien dapat mengidentifikasi akibat prilaku


kekerasan.
Bicarakan akibat dari cara yang dilakukan klien
Bersama klien menyimpulkan akibat cara yang digunakan
Tanyakan pada klien apakah ia ingin mempelajari cara baru yang sehat

5.

klien dapat mendemonstarsikan cara


mengontrol prilaku kekerasan
Bantu klien memmilih cara yang paling tepat.
Bantu klien mengidentifikasi manfaat cara yang dipilih.
Bantu klien menstimulasi cara tersebut.
Anjurkan klien untuk menggunakan cara yang telah dipelajari
Susun cara atau jadwal untuk melakukan cara yang telah yang
dipelajari

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Alih Bahasa : Yasmin Asih,
Edisi 6, EGC, Jakarta, 1998
Keliat, B. A., Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa, EGC, Jakarta, 1999
Rawlins, R.P. & Patricia Evans Heacock, Clinical Manual of Psychiatric Nursing, 2 nd
Edition, Mosby Year Book, St. Louis, 1993
Stuart, G.W. & Michele T. Laraia, Principles and Practice of Psychiatric Nursing, 6 th
Edition, Mosby Company, St. Louis, 1998
Towsend, Mary C., Buku Saku Diagnosa Keperawatan Psikiatri Untuk Pembuatan
Rencana Keperawatan,
Alih Bahasa : Novy Helena C.D., Edisi 3, EGC, Jakarta, 1998\
Stuart, G. W. & Sandra J. Sundeen, Principles and Practice of Psychiatric Nursing, 1 st
Edition, Mosby Company, St. Louis, 1995

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN
PERTEMUAN 1
A.

PROSES KEPERAWATAN
1.

Kondisi klien :
DS : Klien mengatakan ia mengamuk karena ingin membela diri,ia terpengaruh
dari film.
DO: saat ditanya pasien mengamuk dan menjawab dengan nada kasar. Klien
tampak menghindar dan kontak mata kurang.
Pohon Masalah:
POHON MASALAH
Resiko mencederai orang lain / lingkungan

Perilaku kekerasan

Efek

CP

(Amuk)

Koping inefektif

Penyebab

Masalah: depresi

2.

Diagnosa keperawatan : resiko mencederai orang lain dan lingkungan.

3.

Tujuan khusus :

Klien dapat membina hubungan saling percaya

Dapat mengidentifikasi penyebab marah

4.

Tindakan keperawatan
Komunikasi terapeutik

B.

Sapa klien dengan ramah

Perkenalkan diri dengan sopan pada klien

Jelaskan tujuan pertemuan

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN
1.

Orientasi
Salam terapeutik

Selamat pagi, nama saya panggil saja , nama mas siapa? Dan biasa
dipanggil siapa? Saya akan merawat mas.
Evaluasi

Bagaimana perasaan mas hari ini?


Kontrak

Topik: Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang masalah yang sedang


mas hadapi?
Waktu: Mas mau bicara berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit.
Tempat: Mas mau bicara dimana? Bagaimana kalau disini saja?
2.

Kerja

Apa yang membuat mas marah?

Apakah adda yang membuat mas kesal?

Apakah sebelumnya mas pernah marah-marah?

Apa penyebabnya mas marah-marah?

3.

Terminasi

Evaluasi subyektif
Bagaimana perasaan mas setelah bercakap-cakap

Evaluasi obyektif
Coba sebutkan penyebab mas marah! Bagus sekali

Rencana tindak lanjut

Waktu kita sampai disini dulu, nanti coba mas ingat lagi penyebab mas
marah yang belum dibicarakan.
Kontrak

Topik: Nanti akan kita bicarakan perasaan mas pada saat marah dan biasa
yang mas lakukan.
Tempat: mas mau kita bicara dimana?
Waktu: mas mau bicara berapa lama? Bagaiama kalau 15 menit.
PERTEMUAN II
A. Proses keperawatan
Kondisi klien
Klien dapat menyebutkan penyebab marah
Diagnosa Keperawatan
Resiko mencederai diri dan orang lain
tujuan khusus

mengidentifikasi perilaku-perilaku marah

mengidentifikasi akibat dari perilaku marah

B. strategi pelaksanaan tindakan keperawatan


1.

Orientasi

salam terapetik
selamat siang mas, masih ingat saya?

evaluasi / validasi
bagaimana perasaan mas hari ini?

kontrak

topic

: kita akan membicarakan perasaan

mas pada saat mas sedang marah

tempat

: mau dimana?

Waktu

: mau berapa lama, bagaimana kalau

15 menit?
2.

Kerja

mas saat dimarahi oleh orang lain apa yang mas rasakan

lalu apa yang mas lakukan

mas coba praktekan pada saya cara marah, anggap saya


adalah orang yang membuat mas jengkel

bagaimana perasaan mas setelah memperaktekan cara marah,


apakah akibat dari perilaku mas?

Apakah sekarang mas sudah mengerti akibat yang


ditimbulkan jika mas marah-marah

3.

Terminasi
a.

evaluasi subyektif
bagaimana perasaan mas setelah kita bercakap-cakap

b.

evaluasi obyektif
tadi kita sudah bicar5a tentang apa saja?
Benar, perasaan apa saja yang timbul saat marah? Ya betul lagi,

Lalu apa saja cara mrah yang lama? Benar sekali


Dan apa saja akibat martah? Ya betul

c.

rencana tindak lanjut


saya rasa hari ini kita sudah bicarakan tentang banyak hal. Jangan
lupa, coba diingat-ingat lagi perasaan mas waktu sewaktu marahmarah.

d.

Kontrak:
Waktu: besok kita ketemu lagi jam 10, bagaimana setuju?
Bagaimana akalau diruang makan
Topic: besok kita mempraktekkan cara marah yang sehat. Oke
sampai besok selamat siang

PERTEMUAN III

A.

Proses keperawatan
1.

Kondisi klien
klien dapat menyebutkan tanda dan gejala marah, cara marah yang biasa
dilakukan serta akibat yang terjadi

2.

Diagnosa keperawatan
resiko mencedarai diri, orang lain dan lingklungan berhubungan dengan
perilaku kekerasan

3.

Tujuan khusus
mendemonstrasikan cara mengontrol perilaku kekerasan

B.

Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan


keperawatan
1.

Orientasi
a.

salam terapeutik
selamat pagi mas

b.

evaluasi / validasi

bagaimana perasaan mas saat ini?

Apa ada yang menyebabakan


mas marah kemarin?

c.

Kontrak:
Topic

: mas masih ingat hari ini kita akan mempraktekkan

apa? Betul sekali.


Tempat: mau bercakap-cakap dimana? Baik kita ke teras.
Waktu : mau berapa lama? 15 menit.
2.

Kerja
mas cara marah yang sehat itu ada berapa cara? Hari ini kita pelajari
satu cara.
Nah, bisa pilih cara latihan napas dalam, pukul bantal atau kasur?
Baik kita latihan napas dalam.

Caranya seperti ini, kita bisa berdiri atau duduk tegak lalu tarik napas
dari hidung dan keluarkan lewat mulut
Coba mas praktekkan, tarik napas dari hidung dan kelurkan lewat
mulut
3.

Terminasi
a.

evaluasi subyektyif
bagaimana perasaan mas saat latihan?

b.

evaluasi obyektif

coba ulangi apa saja yang telah kita pelajari bersama?

Bagus, berapa kali tarik napas dalam?

Ya, benar sekali.

c.

rencana tindak lanjut


nah berapa kali sehari mau latihan? Bagaimana kalau tiga kali.
Maunya kapan? Bagaimana kalau pagi setelah bangun tidur lalu
siang sebelum makan dan malam sebelum tidur
Juga dilakukan pada saat mas merasa kesal.
Bagaimana kalau kita buat jadwal kegiatan?

d.

Kontrak

Topic: nah waktu kita sudah habis, nanti siang kita cara
lain.

Waktu: mau jam berapa, bagaimana kalau jam 10.00

Tempat: mau dimana? Disini lagi, baik sampai nanti.

PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA


RSJ MENUR SURABAYA
Ruang Rawat : G

Tanggal Dirawat :8 Desember 2005

I.

IDENTITAS KLIEN
Inisial

: Tn.A.A

Umur

: 18 Tahun

Informan

: pasien, keluarga pasien dan rekam medik

Tanggal Pengkajian

: 8 Desember 2005

RM NO.

: 02 54 16

II.

ALASAN MASUK
Pasien marah marah tanpa sebab.
Keadaan pasien saat dikaji : mondar mandir dari satu ruangan ke ruangan yang lain
tanpa tujuan, menyelesaikan masalah dengan kekerasan, saat ditanya pasien
menjawab dengan nada yang kasar, sering menghindar saat ditanya oleh perawat dan
mengancam teman sekamarnya tanpa sebab.

III.

FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pasien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya.
2. Pengobatan sebelumnya kurang berhasil karena pasien minum obat tidak teratur
dan pasien jarang kontrol
3. Pengalaman
Pasien pernah mengalami aniaaya fisik, kekerasan, dan tindakan kekerasan
dilingkungan tempat tinggalnya.
4. Dalam keluarga ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa seperti
pasien ( kakak pertama Tn. David )
Masalah keperawatan : Resiko kekambuhan
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Pasien mengatakan selalu mengingat kejadian ketika dia diancam oleh teman
temannya untuk mabuk mabukan.
Masalah keperawatan : Resiko mencederai diri dan orang lain dan lingkungan

IV.

FISIK
1. Tanda Vital

: TD : 110 / 80 mmHg ; N: 80x / mnt; S: 365 0c ; P: 20 x / mnt

2. Ukur

: TB: 175 cm

BB: 57 kg

3. Keluhan Fisik : Pasien mengeluh sakit pada daerah pergelangan tangan, bekas
fiksasi
Masalah keperawatan : Gangguan rasa nyaman : nyeri
V.

PSIKOSOSIAL
1.

Genogram
Pasien anak ke 2 dari 4 bersaudara terdiri dari 3 laki laki dan 1 perempuan.
Pasien tinggal serumah dengan orang tua dan ketiga saudaranya
Masalah keperawatan : Tidak ada

2.

Konsep diri
a.

Gambaran diri
Pasien mengatakan dia merasa puas dengan keadaannya dan menyukai semua
bagian tubuhnya karerna dapat berfungsi dengan baik

b.

Identitas
Pasien pernah bekerja di PT. Bina Usaha sehingga dia bisa membantu orang
tuanya mencari nafkah dan pasien juga dapat menyebutkan nama, umur, anak
ke 2 dari 4 bersaudara

c.

Peran
Dalam keluarga pasien berperan sebagai anak yang membantu ayahnya
mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari

d.

Idel diri
Pasien merasa tidak betah di RSJ Menur, dia menganggap RSJ Menur sebagai
sekolah dan pasien menginginkan agar setelah keluar dari RSJ pasien dapat
dihargai dan dihormati oleh keluarga dan tetangga sekitarnya.

e.

Harga diri
Pasien mengetakan merasa malu dan kesal karena sering diejek, pasien
menginginkan agar setelah keluar dari RSJ pasien dapat dihargai dan
dihormati oleh keluarga dan tetangga sekitarnya
Masalah keperawatan : Harga Diri Rendah

3.

Hubungan sosial
a.

Orang yang berarti:

dalam hidupnya adalah ayahnya,

karena ayahnya yang mancari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup


keluarga mereka tiap hari.
b.

Peran serta dalam masyarakat


Pasien mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan dalam masyarakat

c.

Hambatan dalam keluarga dalam berhubungan dengan


orang lain
Pasien sering keluyuran pada malam hari dan sering diancam oleh teman
temannya untuk mabuk mabukan sehingga pasien hilang kendali dan timbul
kemarahan untuk bicara yang ngawur tentang tetangganya hal ini membuat
hubungan dengan oarng sekitarnya tidak akrab.
Masalah keperawatan : Gangguan interaksi sosial

4.

Spiritual
a.

Nilai dari keyakinan :


Pasien beragama Islam dan ia percaya bahwa Tuhan itu ada. Dan menurut
keluarga penyakit yang dialami ini bukan merupakan kutukan / guna - guna

b.

Kegiatan ibadah

Pasien mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan ibadah karena malas.


Masalah keperawatan : Gangguan kegiatan ibadah
GENOGRAM:

Keterangan :
: Perempuan hidup

: Perempuan mati.

: Pasien.

: Laki - laki hidup.


: Juga mengalami

: Laki - laki mati.

: tinggal serumah.

gangguan jiwa.
VI.

STATUS MENTAL
1. Penampilan
Pasien tampak kotor, rambutnya acak acakan,kuku kurang terawatt hitam dan
panjang,,pakaiannya kotor, mandi, makan, cuci rambut selalu diarahkan oleh
perawat
Masalah Keperawatan: Kurang perawatan diri
2. Pembicaraan
Pembicaraan pasien tidak sesuai dengan pertanyaan yang ditanyakan oleh
perawat, nada bicaranya kasar, pasien menjawab pertanyaan dengan cepat dan
kadang tidak sesuai dengan pertanyaan dari perawat, kontak mata pasien tajam
Masalah Keperawatan : Kerusakan komunikasi verbal
3. Aktivitas motorik
Pasien tampak gelisah, sering mondar mandir tanpa tujuan , pasien suka
menggangu temannya , pasien sering memukul teman sekamarnya tanpa sebab
Masalah Keperawatan: Gangguan aktifitas motorik : agitasi
4. Alam perasaan
Pasien tampak gembira berlebihan dan pada waktu yang bersamaan pasien merasa
sedih karena pasien ingin pulang yang ditunjukan lewat roman wajahnya
Masalah Keperawatan : gangguan alam perasaan : gembira berlebihan dan sedih
( Mania dan depresi )
5. Afek
Emosi pasien labil : dimana emosinya berubah ubah
Masalah Keperawatan: Afek Labil
6. Interaksi selama wawancara
Pasien tidak kooperatif, menjawab pertanyaan dengan nada yang keras selama
berinteraksi dengan perawat kontak mata pasien tajam dan selalu mengganti topic
pembicaraan selama berinteraksi

Masalah Keperawatan: Gangguan interaksi sosial


7. Persepsi
Pasien tidak mengalami gangguan persepsi
Masalah Keperawatan: tidak ada masalah
8. Proses pikir
Proses pikir pasien Sirkumstansial : Saat wawancara pasien suka berbelit belit
tetapi jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaan
Masalah Keperawatan: Gangguan proses pikir : Sirkumtansial
9. Isi pikir
Isi piker pasien Obsesi : Pasien mengatakan selalu mengingat kejadian ketika dia
diancam oleh temannya untuk mabuk mabukan walaupun pasien sudah berusaha
untuk melupakannya.
Masalah Keperawatan: Gangguan isi pikir : Obsesi
10. Tingkat kesadaran
Pasien mengalami disorientasi tempat, saat ditanya mas Angga sekarang ada
dimana ? pasien menjawab disini tempat untuk sekolah . Pasien tidak
mengalami disorientasi waktu dan orang.
Masalah Keperawatan: Disorientasi tempat
11. Memori
Pasien masih mengingat kejadian sebelum masuk rumah sakit, namun kejadian
yang berulang lebih dari 1 bulan pasien tidak bisa mengingat lagi
Masalah Keperawatan: Gangguan daya ingat jangka panjang
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Tingkat konsentrasi pasien menurun dibuktikan saat ditanya pasien menjawab
pertanyaan yang tidak ditanyakan. kemampuan untuk berhitung masih baik karena
saat ditanyakan Mas Angga 5 x 5 = jawabnya 25
Masalah Keperawatan: Konsentrasi menurun
13. Kemampuan penilaian
Saat ditanya sapu dahulu atau ngepel dahulu dan sebaliknya. Jawab pasien
ngepel dahulu
Masalah Keperawatan: Penurunan kemampuan penilaian

14. Daya tilik


Pasien tidak mengakui kalau ia sedang menderita penyakit jiwa
Masalah Keperawatan: Gangguan daya tilik diri
VII.

KEBUTUHAN PULANG
1.

Kemampuan klien memenuhi / menyediakan kebutuhan :

Makan : pasien makan 3 kali sehari, porsi yang disediakan dihabiskan

Keamanan : pasien tidak mampu memenuhi kebutuhan keamanan untuk


diri sendiri

Perawatan kesehatan : pasien tidak mampu melakukan kebutuhan


perawatan kesehatan sendiri kecuali diarahkan oleh perawat

Pakaian : pasien mampu mengenakan pakaian sendiri namun tidak


memperhatikan kebersihannya namun perlu diarahkan oleh perawat

Transportasi : tidak mampu dipenuhi


Masalah keperawatan : Perubahan pemeliharaan kesehatan dan perilaku
mencari bantuan kesehatan

2.

Kegiatan hidup sehari - hari.


a. Perawatan diri.
Pasien mandi sendiri 1 kali sehari namun dituntun dan diarahkan oleh
perawat.
Masalah keperawatan : penurunan personal hygiene
b. Nutrisi.
Pasien makan 3 kali sehari bersama pasien yang lain dan menghabiskan
makanan yang disediakan oleh RS, tidak ada diet khusus, BB 58kg
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah.
c. Tidur.
Pasien tidak pernah tidur siang, pada malam hari tidurnya nyenyak tidak
ada gangguan
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah.

3.

Kemampuan klien
Pasien tidak mampu mengantisipasi kebutuhan sendiri, membuat keputusan
berdasarkan keinginan sendiri, tidak bisa mengatur penggunaan obat
Masalah keperawatan : Koping terapeutik yang tidak efektif

4.

Pasien memiliki sistem pendukung


Menurut pasien selama dirawat ibu dan adiknya yang datang menjenguknya
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah.

5.

Apakah

pasien

menikmati

saat

bekerja

kegiatan

yang

menghasilkan atau hobi.


Pasien mengatakan selama di ruangan dia tidak melakukan apa - apa. ,hanya
duduk duduk dan mondar mandir dari satu ruangan keruangan yang
lainnya tanpa tujuan
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
VIII.

MEKANISME KOPING.
Mal Adaptif
Pasien tidak mampu menyelesaikan masalahnya dan jarang berinteraksi
dengan baik terhadap temannya ataupun perawat (menghindar ) dan sering
mengancam teman tremannya (agresif) dan juga pasien sering memukul
teman sekamarnya (kekerasan).
Masalah keperawatan : koping individu yang inefektif

IX.

MASALAH

PSIKOSOSIAL

DAN

LINGKUNGAN.
a)

Masalah dengan dukungan kelompok.


Pasien selalu mendapat dukungan dari keluarganya

b)

Masalah berhubungan dengan lingkungan.


Pasien tidak dapat berinteraksi dengan pasien lain karena pasien sibuk dengan
aktovitas motorik ( mondar mandir )

c)

Masalah dengan pendidikan.

Pasien mengatakan pendidikan terakhirnya adalah tidak tamat SMP.


Masalah keperawatan : Tingkat pendidikan yang rendah
d)

Masalah dengan perumahan.


Pasien tinggal serumah dengan keluarganya di kos kosan yang hanya
mempunyai 1 kamar dan ditempati bersama sama.

e)

Masalah ekonomi.
Tidak terpenuhi secara baik karena semua kebutuhan diperoleh dari orang tua
yang hanya berpenghasilan rendah

f)

Masalah dengan pelayanan kesehatan.


Klien dan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada dengan
menggunakan JPS

g)

Masalah lainnya. Tidak ada


Masalah keperawatan : Resiko tinggi terjadi kekambuhan

X.

PENGETAHUAN KURANG TENTANG :


Pasien tidak mengetahui tentang penyakit yang sedang dideritanya
Masalah keperawatan : Kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa

XI.

DATA - DATA LAIN.


1. Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 15 nopember 2005 sbb:
Faal Hati :
Bilirubin Direct

: 0,30 mg/dl (0,1 0,25) mg/dl

Bilirubin Total

: 0,90 mg/dl (0,2 1,0) mg/dl

SGOT

: 40 u/L (L = <40 , P = < 37)

SGPT

: 44 u/L

Gula darah puasa

: 94 (60-100) mg/dl

2 jam p.p

: 110 mg/dl <125

Reduksi

: (-)

2. Hasil Pemeriksaan Urine Lengkap tanggal 15 Nopember 2005


Makroskopis

Warna

: Kuning

Kekeruhan : agak keruh


pH

: 6,5

Berat jenis : 1,015


Leukosit
Nitrit
Protein
Blood
Keton
Bilirubin
Glukosa
urobilinogen
Mikroskopis
Sedimen:
Leukosit: 3 - 4
Eritrosit: 1 - 2
Epitel : 3 - 4
Kristal : (-)
Bakteri : (+)
Jamur : (-)
Silinder : (-)

(-) Negatif

XII.

ASPEK MEDIK.
Diagnosa Medik

: Schizofrenia Herbefrenik Episode Berulang.

Terapi Medik

Fluzetine

: 2 x 20 mg

Carbamazepine

: 3 X 100 mg

Clobazone

: 1 X 20 mg

Stelaline/TFP

: 2 X 5 mg

Artan/THD

: 2 X 2 mg

XIII.

DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN.

Resiko tinggi mencederai diri, orang lain dan lingkungan

Gangguan rasa nyaman : nyeri

Gangguan kegiatan ibadah .

Kurang perawatan diri

Kerusakan komunikasi verbal

Gangguan aktivitas motorik : agitasi

Gangguan alam perasaan: Gembira berlebihan dan sedih ( mania dan


depresi )

Gangguan interaksi sosial

Gangguan proses pikir: Sirkumtansial

Gangguan isi pikir: Obsesi

Perubahan pemeliharaan kesehatan dan perilaku mencari bantuan


kesehatan

Resiko tinggi kekambuhan

Koping indiviudu tidak efektif

Kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa

POHON MASALAH
Resiko mencederai diri, orang lain / lingkungan

Perilaku kekerasan

Efek

CP

(Agresif, Amuk)

Harga Diri Rendah

Koping inefektif

Penyebab

Masalah: Kegagalan/Frustasi
XIV.

DAFTAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN.


1. Resiko mencederai orang lain dan lingkungan b.d perilaku kekerasan
2. Perilaku kekerasan b.d Koping tidak efektif

ANALISA DATA
Nama : Tn A.A

NIRM : 025416

Tgl Data
DS:

Ruangan : G

Etiologi

Masalah

Klien mengatakan merasa kesal

Perilaku

Resiko tinggi

karena orang tua dan tetangganya

kekerasan

mencederai

sering mengejek dengan

diri,orang dan

panggilan ,orang gila

lingkungan.

DO ;
Pasien sering marah-marah tanpa
sebab, memukul teman sekamarnya
ataupun perawat karena masalah
sepele, sering mondar mandir dari
satu ruangan ke ruangan lain tanpa
tujuan,

menyelesaikan

masalah

dengan kekerasan, saat ditanya


pasien menjawab dengan nada yang
kasar, pasien sering menghindar dan
mengancam teman-temannya tanpa
alasan.

TT

RENCANA KEPERAWATAN JIWA


Nama klien
NIRM
Bangsal/tempat

No
1

: Tn A .A
.
: 02-54-16
: Ruangan G

Tgl

Diagnosa Keperawatan

8-1205

Resiko tinggi mencederai


diri sendiri,orang lain dan
lingkungan b.d prilaku
kekerasan.

Nama Mahasiswa
Institusi

Tujuan
TUM :
klien tidak akan
mencederai diri
sendiri,orang lain dan
lingkungan.
TUK :
1.
Bina hubungan
saling percaya
perawat-klien

2.

klien dapat
mengekspresikan
perasaan dan
persepsinya
dengan rasa aman
terutam penyebab
prilaku kekerasan

Kriteria Evaluasi

: Jurusan Keperawatan Kupang,


: Poltekkes Kupang

Perencanaan
Tindakan Keperawatan

Setelah 2x
pertemuan klien dapat
menerima kehadiran
perawat

Ekspresi wajah
klien tenang saat
mengekspresikan
perasaan dan persepsi

Rasional

Bina hubungan saling


percaya
Salam
therapeutic,komunik
asi terbuka,jujur dan
empati.
Memanggil nama
pasien dengan nama
yang disukainya
serta
memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan
interaksi.
Buat kontrak

Hubungan saling
percaya sebagai dasar
interaksi therapeutic
antara perawat
dengan klien .

Salam therapeutik
Mengingatkan pasien
mengenai kontraknya
Mengevaluasi
kembali TUK I
Ciptakan suasana

Suasana lingkungan
yang bersahabat
menarik minat untuk
berinteraksi

lingkungan yang
tenang,hangat dan
bersahabat

Yakinkan klien
bahwa dia berada dalam
keadaan yang aman dan
tidak berbahaya.

Dorong klien untuk


mengungkapkan
perasaannya

Klien mau
berkomunikasi dengan
perawat.

3.

klien dapat
mengidentifikasi
tanda-tanda
prilkaku kekerasan

Klien dapat
mengidentifikasi
tanda-tanda prilaku
kekerasan

Bicarakan dengan
klien penyebab prilaku
marah
Anjurkan klien untuk
mengungkapkan
perasaan yang dialami
dan dirasakan saat marah

Kaji sensori yang


menimbulkan keinginan
untuk melakukan
kekerasan

Menghindari
kecurigaan dan
menumbuhkan
kepercayaan dan
keterbukaan.
Dengan
mengungkapkan
perasaannya berarti
klien dapat
mengungkapkan
masalahnya sehingga
klie mau termotivasi
untuk
Mengidentifikasi
kecurigaan yang
terjadi.
Dengan mengenali
prilaku ini pasien
dapat mengatasi
perasaan yang
dialami sebelum
terjadi kekerasan.
Mengetahui
perubahan isi pikir
yang menimbulkan
perubahan prilaku.


4.

Klien dapat
mengidentifikasi
akibat dari prilaku
kekerasan.

klien dapat
mengidentifikasi
akibat dari prilaku
kekerasan

Pertahankan
tingkat rangsang yang
rendah pada lingkungan
klien
Singkirkan
objek yang dapat
membahayakan

Jangan
menerima atau
mengkritik isi pikir klien
yang salah.

Ansietas meningkat
pada rangsangan
yang tinggi
Dalam keadaan
disorientasi klien
dapat menggunakan
objek tersebut untuk
tindakan kekerasan
Karena akan
mengurangi
kepercayaan dan
menimbulkan konflik
antar klien-perawat
yang dapat
menghambat
hubungan
therapeutic.
Memberikan rasa
aman secara
emosional kepasda
klien

5.

Klien dapat
mendemonstarikan
cara mengontrol
prilaku kekerasan

klien dapat
mendemonstarikan cara
mengontrol prilaku
kekerasan

Ajak klien melakukan


aktivitas kelompok dan
berikan klien
kesempatan mengambil
keputusan sendiri.
Ajarkan tehnik asertif dan
cara berespon serta
ketrampilan dalam
melakukan hubungan
dengan orang lain.

Pengetahuan tentang
tehnik asertif dapat
meningkatkan
hubungan klien
dengan orang lain.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Nama klien : Tn. D.B
Ruangan
:No RM
:Tgl

No. DX

Implementasi

09-0608

Tuk I

Salam terapeutik selamat siang ade,.( tersenyum )

Memperkenalkan diri

Berjabat tangan

Duduk berhadapan

Mengingatkan kontrak

Menunjukan sikap empati


nama saya , saya mahasiswa Akper Kupang, saya ingin
berbicara dengan ade.sebelumnya boleh tau nama ade siapa?
dan suka dipanggil siapa ? Bersama teman-teman saya
kami akan membantu ade , boleh tidak ?

10-0608

Tuk II

Salam terapeutik selamat siang ade D.


Mengingatkan kontrak, topic , waktu dan tempat
apakah ade masih ingat pertemuan kita kemarin, pertemuan
sekarang akan membicarakan apa?

Mengevaluasi kemampuan klien Tuk I , apakah ade


masih ingat nama saya dan teman-teman saya ?

Yakinkan pada klien bahwa ia berada dalam


keadaan aman dan tidak berbahaya. ade sekarang ade
berada di Rumah sakit.Disini ade akan dirawat dan disini
ade aman. Tidak ada orang yang akan mengganngu ade
lagi. Kami selalu bersedia membantu dan memperhatikan
ade.

Mendorong pasien untuk mengungkapkan


perasaannya. ade D. bagaimana keadaan ade hari ini ?
Bagaimana dengan janji kita ? Apa bisa kita mulai
sekarang ?

evaluasi
S: nama saya D.B , saya suka dpanggil D .
O: Mengulurkan tangannya, bicaranya keras, ekspresi wajahnya
kemerahan, nada suaranya tinggi.
A: hubungan saling percaya perlu ditingkatkan
P: pertemuan berikutnya topic mengenai perilaku kekerasan

S: Siang,. O.. ya.. aku masih ingat janji kita kemarin . Hari ini kita akan
membicarakan tentang perilaku kekerasan . nama kakak(berpikir)
kakak mahasiswa Akper Kupang. Baik-baik saja. Di
rumah saya.
O: Mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, bicaranya keras,
wajahnya nampak kemerahan, dengan bergebu-gebu ia menceritakan
tentang keadaanya.
A: TUK II teratasi
P: Lanjutkan TUK III

11-0608

TUK III

Salam terapeutik selamat sore ade Bagaiamana


perasaan ade sore ini?

Apa yang dirasakan ade saat ade marah ?

Apakah ade mendengarkan sesuatu ? Ataukah


melihat sesuatu yang membuat ade marah?

13-0608

TUK IV

Salam terapeutik Selamat sore ade D, apakah ade


masih ingat dengan saya hari ini saya dan teman saya datang
untuk berceritra dengan ade? Bagaimana perasaan ade hari
ini ?

Mempertahankan lingkungan yang aman dengan


selalu menjaga kericauan atau kekacauan dari para perawat
sendiri maupun pasien lainnya.

Tidak boleh mengkritik setiap pembicaraan pasien.

S:.sore juga. Baik-baik. Saya merasa jengkel dengan .. Saya tidak


mendengarkan sesuau dan saya juga tidak meliat apapun hanya saya
kesal dengan orang tua saya dan opa saya.mereka tidak
memperhatikan saya,kakak saya di belikan motor sedangkan saya
tidak,itu tuh motor Rosi..
O: Pasien menyapa perawat dengan suara nadanya yang tinggi, dan
iapun menceritakan tentang apa yang ditanyakan
A: TUK III teratasi
P: Lanjutkan TUK IV
S: Selamat sore kaka, Baik- baik. Saya
O: Pasien menyapa perawat, lalu menceritakan tentang akibat dari apa
yang ia lakukan.
A: TUK IV teratasi

HASIL KUNJUNGAN RUMAH KE KELUARGA KLIEN Tn. A. A


Tanggal 12 Desember 2005
Berdasarkan Surat tugas dari Ka. Bid. Keperawatan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya
tertanggal

, Nomor :

untuk mengunjungi keluarga klien atas

nama :
Initial Klien

: Tn.A. A

Umur

: 18 Tahun

Pendidikan

: SLTP

No. Reg.

: 02 54 - 16

Masalah

: Perilaku kekerasan

Alamat

: Kedung Pengkol I / 2D RT.O3 RW.04

Mahasiswa Pengelola

: POLTEKKES KUPANG JURUSAN KEPERAWATAN

Adapun tujuan dari kunjungan rumah adalah :


1. Mengkaji data tentang
-

Genogram

Hubungan sosial (orang yang berarti, peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat
serta hambatan klien dalam berhubungan dengan keluarga/masyarakat)

Pengetahuan keluarga dan masyarakat sekitar klien tentang penyakit jiwa

Koping mekanisme keluarga dalam menghadapi klien jiwa

Pola komunikasi dalam keluarga

Keadaan lingkungan rumah (yang menunjang dan tidak menunjang untuk klien)

2. Memvalidasi data
-

Alasan klien masuk rumah sakit

Faktor predisposisi (pengalaman tidak menyenangkan dengan ibu tiri, pengobatan


sebelumnya, aniaya, anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa)

Konsep diri (tersangkut paut dengan pendidikan klien serta cita-cita klien)

Apakah klien sudah berkeluarga (klien mengatakan sudah berkeluarga dan mempunyai 17
orang anak)

Status mental klien saat di rumah

Psikososial dan lingkungan

3. Mengidentifikasi support system yang ada pada keluarga klien.


4. Mengidentifikasi pengetahuan dan kemampuan keluarga dan masyarakat sekitar dalam perawatan
klien dirumah.
5. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dan masyarakat sekitar dalam merawat
klien dirumah.
6. Mengidentifikasi harapan keluarga jika klien pulang dirumah.
Dari hasil kunjungna rumah pada hari Senin, tanggal 12 Desember 2005 dari pkl. 10.30 12.00
maka hasil kunjungan rumah dapat kami laporkan sebagai berikut :
1.

Hasil pengkajian data

Genogram

Keterangan:

: Perempuan hidup

: Perempuan mati

: Laki-laki hidup

: Laki-laki mati

: Pasien

: Tinggal serumah

Hubungan sosial
Orang yang berarti bagi klien adalah keluarga. Klien tidak pernah berperan serta dalam
kegiatan kelompok masyarakat bila pulang karena keadaannya yang tidak memungkinkan,
keluarga merasa khawatir kalau klien menunjukan tingkah laku yang aneh dalam berinteraksi
dengan masyarakat

Pengetahuan keluarga dan masyarakat sekitar tentang penyakit jiwa

Keluarga dan masyarakat sekitarnya mengetahui bahwa klien menderita penyakit jiwa,
keluarga menerima keberadaan klien namun masyarakat sekitar tidak menerima keberadaan
klien dengan mengejek, mengolok yang menyebabkan klien ngamuk dan memukul orang
disekitarnya.

Koping mekanisme keluarga dalam menghadapi klien jiwa


Keluarga menerima keberadaan pasien dimana mereka sudah berusaha untuk membawa klien
kerumah sakit jiwa. Keluarga selalu memperhatikan klien dengan menjenguk klien saat klien
dirawat di RSJ. Menur. Selama dirumah klien selalu dimanjakan oleh keluarga tetapi keluarga
merawa risih karena perilaku klien tidak terkontrol misalnya buang puntung rokok sembarang,
menagambil puntung rokok yang sudah terpakai. Bila klien berperilaku negative maka
keluarga biasanya memarahi klien

Pola komunikasi dalam keluarga


Dirumah klein tidak suka banyak bicara klioen suka menyendiri, sifatnya pendiam.
Komunikasi dengan keluarga cukup baik karena klien suka membangkang nasehat ibunya,
klien takut terhadap ayahnya. Hubungan antar keluarga baik

Keadaan lingkungan rumah


Klien bersama keluarga tinggal dirumah kos kosan yang hanya 1 kamar saja. Lingkungan
rumah klien cukup bersih

2.

Validasi data
o

Alasan klien masuk rumah sakit


Keluarga mengatakan klien dirawat dirumah sakit dengan alasan sering bicara ngawur,
keluyuran, minum mabuk dan pulang kerumah marah marah dengan orang tuanya. Klien
sering dicemooh oleh tetangganya karena klien suka bicara yang ngawur ngawur dan suka
mengeluarkan kata kotor. Menurut keluarga klien mulai menunjukan gejala tersebut sejak
klien di PHK dari PT. Bina Usaha. Ayah klien memilki sebuah bengkel dengan usaha yang
maju, setelah usaha ini bangkrut klien mulai mencari nafkah sendiri untuk memenuhi
kebutuhan sehari harinya. Setelah di PHK dari PT. Bina Usaha klien mulai menyendiri dan
keluyuran akhirnya klien mulai mencari usaha sendiri dengan mengamen.

Faktor predisposisi

Pengalaman tidak menyenangkan yaitu klien merasa stress dan merasa terpukul karena di PHK
dari PT. Bina Usaha yang merupakan usahanya untuk mencari nafkah ditambah lagi dengan
usaha ayahnya yang mengalami kebangkrutan.
o

Konsep diri
Keluarga mengatakan klien sebelumnya anaknya rajin dalam mencari nafkah sendiri untuk
memenuhi kebutuhannya sendiri seperti makan,minum dan pakaian tetapi setelah di PHK klien
mulai nampak murung, suka menyendiri, bicaranya ngawur, dan suka keluyuran

Status klien
Klien adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara. Status klien saat ini masih single, klien tinggal
bersama dengan orangtua, kakak, dan ke2 adiknya dirumah kos kosan

Status mental klien saat dirumah


Bila klien berkunjung kerumah keluarga biasanya kegiatan klien hanya menonton televise atau
mengurung diri dikamarnya, klien jarang berinteraksi dan keluarga pun enggan berkomunikasi
karena merasa tidak nyambung

Psikososial dan lingkungan


Hubungan klien dengan keluarga cukup akrab walaupun jarang berinteraksi. Klien masih ingta
nama nama saudaranya tetapi hubungan dengan tetangganya tidak pernah akur karena klien
suka bicara yang ngawur dan suka mnegeluarkan kata kata kotor terhadap tetangganya yang
membuat tetangga menjadi tidak suka dengan klien.
Lingkungan rumahnya berada diperumahan RSS

3.

Identifikasi support system


Support system yang terpenting bagi klien adalah keluarganya.

4.

Pengetahuan dan kemampuan keluarga dan masyarakat


sekitar dalam perawatan klien dirumah
Keluarga mengatakan sulit untuk merawat klien dirumah karena klien suka keluyuran,
bicaranya ngawur, dan tidak pernah mendengar nasehat ibunya,kalau sudah dirumah klien
jarang untuk minum obat dan kontrol.

5.

Harapan keluarga jika klien pulang kerumah

Keluarga mengharapkan agar klien cepat pulang kerumah dan menetap dalam jangka waktu
panjang. Namun hal ini diikuti dengan klien mau mengikuti aturan di RSJ seperti minum obat
secara teratur, nutrisi yang adekuat, dengar nasehat dari dokter, perawat dan orang lain
disekitar lingkungan.