Anda di halaman 1dari 2

1.

Evaluasi Proses
a. Pengetahuan orang tua mengenai masalah gizi pada balita sebelum

dilakukan intervensi sebanyak 4 orang tua menjawab berat badan tidak


naik sebagai masalah gizi pada balita, setelah dilakukan intervensi jumlah
orang tua yang menjawab berat badan tidak naik sebagai masalah gizi pada
balita bertambah menjadi 7 orang. Orang tua yang menjawab tidak tahu
berkurang dari dari 1 menjadi 0. (ed-pros)
b. Pengetahuan orang tua mengenai tanda-tanda kurang gizi sebelum dan
sesudah dilakukan intervensi keperawatan. Sebelum dilakukan intervensi,
5 orang tua menjawab kurus sebagai salah satu tanda terjadinya masalah
gizi balita, setelah dilakukan intervensi jumlah tersebut meningkat menjadi
7 orang. (ed-proses)
c. Pengetahuan orang tua mengenai akibat dari masalah gizi pada balita.

Sebelum intervensi 7 orang tua menjawab mudah sakit sebagai salah satu
akibat dari masalah gizi pada balita, setelah dilakukan intervensi jumlah
orang tua yang menjawab mudah sakit meningkat menjadi 8. (ed-proses)
2. Evaluasi Dampak
a. Perilaku ibu ketika anak sulit makan. Sebelum intervensi sebanyak 3 ibu
memodifikasi makanan setelah intervensi 9 ibu memodifikasikan makanan
saat anak mengalami sulit makan. Sebelum intervensi 7 ibu memberikan
makanan yang disenangi setelah dilakukan intervensi 4 ibu memberikan
makanan yang disenangi anak ketika anak mengalami kesulitan makan.
(perilaku-dampak)
b. Jenis makanan yang diberikan orangtua. Sebelum intervensi 1 ibu
memberikan 2 potong daging setelah dilakukan intervensi 2 ibu
memberikan 2 potong daging. Sebelum intervensi tidak ada ibu yang
memberikan buah kepada anaknya, setelah dilakukan intervensi 2 ibu
memberikan 2 potong buah kepada anaknya. (perilaku-dampak)
c. Kehadiran dalam kegiatan posyandu balita. Sebelum intervensi terdapat 10
orang balita yang sering dibawa ke posyandu, dan 2 balita tidak dibawa ke
porsyandu. Setelah dilakukan intervensi, jumlah balita yang dibawa ke
posyandu meningkat menjadi 11 balita, dan ada 1 balita yang tidak dibawa
ke posyandu. (kebij-dampak)
3. Evaluasi Hasil

a. Data menunjukan sebelum dilakukan intervensi keperawatan 8 orang

balita mengalami penurunan berat badan, sedangkan setelah dilakukan


intervensi hanya 3 orang balita yang tidak mengalami kenaikan berat
badan. (edpi-hasil)
b. Ada 9 balita mengalami sakit batuk pilek sebelum dilakukan intervensi,
sedangkan setelah dilakukan intervensi jumlah balita menjadi 7. Data lain
menunjukan 6 orang balita mengalami sakit panas sebelum dilakukan
intervensi,
setelah
dilakukan
intervensi
balita yang mengalami sakit panas sebanyak 1 orang. Sedangkan untuk
kejadian diare sebelum intervensi ada 3 orang balita, setelah dilakukan
intervensi terdapat 2 balita yang mengalami sakit diare. Satu orang balita
tidak mengalami sakit setelah dilakukan intervensi. (epid-hasil)
c. Status gizi balita (Z-Score BB/U ) sebelum dan sesudah intervensi.

Sebelum dilakukan intervensi ju lah balita dengan status gizi normal 8


orang, gizi kurang 4 orang. Setelah intervensi jumlah balita dg status gizi
normal 10 orang, gizi kurang 1 orang, gizi buruk 1 orang. (epid-hasil)