Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PROYEK

INFORMASI PEMBUATAN TEMPE

Oleh Kelompok 2 :
Arina Nurul

06

Bima Putra

07

Chairun Nisa

08

Defriza Putri

09

Deviana A.A. R

10

KELAS 7E

PROSES PEMBUATAN TEMPE


1.

Alat dan Bahan


A. ALAT
Baskom
Saringan
Dandang
Kipas Angin /Kipas
Sotel kayu
Tampah
Kompor
Peralatan lain yang diperlukan
B. BAHAN
Kacang kedelai
Ragi tempe (inokulum RAPRIMA) atau biakan murni Rhizopus sp.
Kantong plastik, atau daun pisang, atau daun jati.

2.

Proses Pembuatan

3.

Besarnya Awal Modal


Kedelai Skala Rumah Tangga di Kabupaten Semarang dapat diketahui bahwa total rata-rata biaya yang
dikeluarkan dalam pembuatan tempe kedelai di Kabupaten Semarang selama ini adalah sebesar Rp
6.059.664,00, penerimaan rata-rata sebesar Rp 6.762.000,00, keuntungan rata-rata sebesar Rp

4.

702.356,00.
Proses Pemasaran Tempe
Tempe merupakan nama yang tidak asing lagi bagi masyarakat kita, dari tingkat pedesaan
hingga tingkat kota. Kini konsumen tempe tidak hanya rakyat biasa, melainkan mencangkup pula
masyarakat kelas menengah ke atas. Hampir setiap hari dari berbagai pengelola produksi tempe terus
memproduksi usahanya tersebut, maka tak heran lagi bila kita menemui tempe dari berbagai bentuk dan
ukurannya. Disamping nilai gizinya tinggi juga harganya pun murah, serta mudah memperolehnya.
Dengan melihat kandungan nilai gizi tersebut, yang dulunya tempe hanya dijadikan konsumsi kelas
rakyat, namun sekarang sudah dinikmati segala lapisan-bahkan di restoran elit dan hotel berbintang pun
tak luput menyajikan tempe dalam ragam penyajian yang lebih canggih. Target yang kami tuju dari
produksi tempe ini adalah Swalayan, Pasar, hingga pedagang asongan. Kami yakin untuk tahun-tahun
berikutnya produksi kami akan meningkat, hal ini disebabkan karna mayoritas masyarakat kita
merespon positif tentang tempe, jika produksi kami meningkat, kami akan mentargetkan atau
memasarkan ke dunia Internasional.
Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat dunia pernah merasakan kelezatan dari tempe
tersebut, maka tak heran jika masyarakat dunia terutama Amerika Serikat, Jepang, Korea ingin meneliti
pembuatan tempe tersebut. Selain usaha tempe kami terkenal, nama bangsa kita akan dikenal di dunia
Internasional. Peluang pasar tempe yang prospektif ini, kiranya dapat mendorong dan memacu parajin
tempe untuk dapat lebih memanfaatkan peluang tersebut. Tidak menutup kemungkinan kesempatan
berusaha tempe ini mengundang orang-orang lain yang selama ini belum memahami dunia pertempean,
usaha tempe kedelai ini menjajikan keuntungan.

5.

Besarnya Keuntungan dan Kerugian


Penerapan Bioteknologi pada Berbagai Bidang Kehidupan telah dapat dirasakan manfaatnya
bagi manusia . Makanan dan Minuman yang dibuat melalui proses fermentasi ternyata memudahkan
proses pencernaan oleh tubuh dan meningkatkan nilai gizi. Sebagai contoh, tempe dan tapai telah
mengalami perubahan strukur sehingga lebih lunak dan mudah di cerna oleh tubuh kalian . Zat
Tepung dari singkong atau beras telah diubah menjadi Zat gula dan alkohol dalam tapai. Bagi Tubuh
kalian, zat gula merupakan bahan makanan yang siap diserap oleh darah , kemudian diedarkan oleh
tubuh. Pembuatan minuman berfementasi , misalnya yoghurt , sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Karena didalamnya hidup banyak sekali bakteri Yang menguntungkan apabila berada di usus besar
manusia.
Selain membawa manfaat ternyata penerapan bioteknologi dapat mendatangkan akibat buruk
terhadap lingkungan maupun manusia. Pembuatan tahu dan tempe dalam skala besar dapat

menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan . limbah dari pabrik tape dan tahu antara lain
berupa timbunan ampas dan kulit kedelai yang dapat menimbulkan bau busuk.
6.

Hambatan-Hambatan oleh Produsen Tempe


Kurangnya pasokan kedelai dalam negeri sehingga menjadikan harga bahan baku kedelai menjadi
mahal