Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK D

RT 3 RW II Ds.GLADAG
Pengkajian (Tanggal 03 Juni 2014)
A. Data Umum
1. Nama KK

: Ny.S

2. Umur

: 42 th.

3. Alamat

: RT 3 RW II,Ds.Lateng

4. Pendidikan

:-

5. Pekerjaan

: Petani

6. Agama

: Islam

7. Komposisi Keluarga :
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Nama
Ny.S
Tn.R
I
In
Ind

Sex
L
P
L
L
L

Umur
42 th
39 th
19 th
13 th
10 th

Hub. Dg.
KK
KK
Istri
Anak
Anak
Anak

Pend

Agama

STM
SD
SMA
SMP
SD

Islam
Islam
Islam
Islam
Islam

Peker
jaan
PNS
-

Status
kes
Sehat
sehat
Sehat
Sehat
Sehat

Genogram
Stroke
Stroke

HT + Sesak Nafas

hiperkolesterol

Hip ertensi

Hipertensi +
Kencing manis

8. Tipe keluarga : Nuclear Family (Keluarga inti)


Yang terdiri dari Ayah, ibu dan tiga orang anak.
9. Suku bangsa : Jawa.
10. Warga negara : Indonesia
11. Agama : Islam.
1

12. Status social ekonomi keluarga :


Penghasilan keluarga + Rp. 300.000,- perbulan yang diperoleh dari kerja Pak
Didi Budiarto sebagai pegawai negeri di PD. Wahana Karya golongan I,
dibantu istrinya Ny. Sri Ayem dengan buruh membungkus krupuk dan
pendapatan sekitar Rp Rp. 200.000 setiap bulannya. Menurut pengakuan
keluarga penghasilan yang ada cukup untuk memenuhi keperluan sehari-hari.
13. Aktivitas rekreasi keluarga :
Kegiatan yang dilakukan keluarga untuk aktivitas rekreasi adalah dengan
menonton TV dirumah. Kadang-kadang kumpul-kumpul dengan sanak
saudara atau tetangga dekatnya. Pergi bersama-sama untuk mengunjungi
tempat rekreasi tertentu yang jauh tidak pernah dilakukan karena menurut
keluarga masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
B. Riwayat Perkembangan Keluarga
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah

Keluarga dengan tahap

perkembangan remaja.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:
Tidak ada tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. Sedangkan
tugas keluarga yang belum dapat dicapai adalah dalam merawat kesehatan
keluarga, ibu Sri Ayem mempunyai riwayat hipertensi, hiperkolesterol dan
asam urat yang memerlukan perhatian khusus baik diit maupun kondisi fisik
dan mentalnya.
3. Riwayat kesehatan keluarga saat ini
Kesehatan keluarga saat ini dalam keadaan sehat. Sedangkan Ny. Sri Ayem
sejak 3 bulan yang lalu mengalami hiperkolesterol dan peningkatan asam
urat.
4. Riwayat Penyakit keturunan
Dari genogram didapatkan bahwa nenek dan bapaknya meninggal karena
stroke sedangkan ibunya saat ini menderita tekanan darah tinggi dan sesak
nafas. Saudara kandung yang lain ada 3 orang yang menderita tekanan darah
tinggi sampai saat ini.
5. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya (yang lalu)
Ny. Sri Ayem mengalami bengkak-bengkak pada kaki bagian bawah kira-kira
sudah 1 tahun dan telah kontrol ke dokter. Sedangkan anak-anaknya tidak
pernah sakit yang mengkhawatirkan selain batuk pilek.

C. Keadaan Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Luas rumah yang ditempati + 72 m2 (6 m x 12 m), terdiri dari 1 ruang tamu, 2
kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 ruang dapur dan 1 kamar mandi. Bangunan
rumah berbentuk rumah jawa yang dimodifikasi. Lantai rumah terbuat dari
semen belum di tegel dengan dinding bambu, keadaan rumah cukup bersih
walaupun kurang rapi, penerangan dan ventilasi cukup. Sumber air minum
menggunakan PAM, WC belum ada dan baru dalam proses pembuatan.
Dapur
R. Kelg.

1.

R. tamu

Teras
Km tidur

Km tidur
tetangga

Lorong kampung

Gb. Denah Rumah Pak Didi. B


2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Tetangga sebelah kanan kiri dan belakang rumah adalah ibu dan saudara sendiri sehingga
mereka selalu berkumpul dalam waktu luang, membicarakan keperluan dan permasalahan
keluarga. Keluarga Pak Didi adalah keluarga asli warga Wiyung sehingga sudah dikenal
oleh lingkungannya dengan baik.
3. Mobilitas keluarga
Sejak menikah hingga mempunyai anak 3 orang, keluarga tetap berada pada tempat
tinggal yang sekarang. Keluarga tidak pernah berpindah-pindah rumah. Pak Didi pergi ke
kantor setiap hari kerja mulai pukul 06.30 wib sampai dengan pukul 16.00 wib. Ibu Sri
Ayem bila tidak ada kegiatan selalu ditempat ibunya disamping rumah sedangkan anak
yang pertama hanya dirumah saja dan dua anak lainnya pergi kesekolah pada siang hari
(sekolah sore)
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyrakat
Keluarga Pak Didi termasuk kurang aktif dalam kegiatan masyarakat. Seperti

perkumpulan PKK, kegiatan Tahlil di RW II. Kegiatan sehari-hari diisi dengan


membungkus kerupuk bersama anaknya sebelum berangkat sekolah sehingga waktu
keluarga habis dengan kegiatan rutin sedangkan bila ada waktu luang (bila tidak ada
krupuk) ibu Sri Ayem atau anaknya sering ditempat ibu dan saudaranya juga tetangga
dekat sekitar rumahnya.
5. Sistem pendukung keluarga
Bila ibu Sri Ayem mempunyai keluhan tentang kesehatannya, maka Pak Didi (suami)
selalu mendukung untuk mengantar dan memeriksakan keluhan istrinya ke dokter. Ibu
Sri Ayem tidak pernah pergi ke Puskesmas setiap terdapat keluhan yang dirasakan tidak
enak. Keluarga mempunyai sepeda motor yang dapat digunakan untuk keperluan
keluarga, misalnya ke kantor, dokter.
D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Komunikasi antar anggota keluarga selalu dilakukan untuk minta pertimbangan dan
menyelesaikan masalah yang dihadapi. Anak-anak tidak pernah rewel terutama masalah
keuangan mereka sangat hemat, kecuali untuk beli buku atau perlengkapan sekolah baru
mereka membicarakan pada orangtuanya.
2. Struktur peran keluarga
a. Pak Didi sebagai kepala keluarga berperan sebagai pencari nafkah dan
pengambil keputusan utama dalam keluarga.
b. Bu Sri Ayem sebagai ibu rumah tangga bertanggung jawab dalam
membimbing dan mendidik anak-anak serta mengatur rumah. Disamping
itu juga membantu menunjang kebutuhan keluarga untuk keperluan seharihari.
c. Indrawan, sebagai anak tertua sebagai contoh adik-adiknya yang harus
rajin belajar dan bekerja membantu ibunya.
d. Infar, sebagai anak ke dua yang sedang sekolah di SMP siang hari.
Sebelum berangkat sekolahpun harus membantu ibunya membungkus
krupuk terlebih dahulu.
e. Indi, sebagai anak ketiga yang masih sekolah di SD kelas 4 juga sekolah
siang hari. Disamping belajar ia juga membantu ibunya. Kadang-kadang
bermain ditetangga.
3. Nilai dan norma keluarga
Keluarga menganggap bahwa penyakitnya memang sudah wajar karena usia sudah diatas
35 tahun. Keluarga berkeyakinan bahwa penyakitnya dapat disembuhkan bila

diperiksakan dan diobati oleh dokter.


Tetapi untuk periksa rutin harus menunggu semua kebutuhan anak dan makan sehari-hari.
Untuk anak-anaknya ditekankan agar rajin belajar dan hemat.
E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afeksi
Setiap ada waktu senggang mereka berkumpul, kadang-kadang menonton TV bersama
atau berkomunikasi tukar pendapat. Anak yang pertama ingin masuk kuliah, maka
keluarga berusaha mendukung niat anaknya untuk melanjutkan sekolahnya. Ny Sri Ayem
menghargai pendapatan dari suaminya walaupun tidak cukup untuk kebutuhan tiap bulan,
maka bersama anak-anaknya membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan buruh
membungkus kerupuk di rumah.
2. Fungsi sosial
Keluarga selalu mengajarkan dan menanamkan perilaku sosial yang baik.
3. Fungsi perawatan kesehatan
khusus atau cara lainnya.
4. Fungsi reproduksi
Keluarga tidak merencanakan punya anak lagi, 3 orang sudah cukup. Untuk
mengatasinya keluarga (ibu Sri Ayem) menggunakan KB dengan metode kontap (Steril).
5. Fungsi ekonomi
Pendapatan utama keluarga ini adalah dari gaji Pak Didi yang ditambah dengan hasil
membungkus krupuk Bu Sri Ayem (istrinya). Menurut pengakuan keluarga penghasilan
tiap bulan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti bayar SPP sekolah,
listrik, PDAM. Gaji hanya cukup untuk memenuhi keperluan sekolah saja.
F. Stress dan Koping Keluarga
1. Stressor yang dimiliki
Ibu Sri Ayem pernah kakinya bengkak dan nyeri bila diinjakkan dan
begitu diperiksakan ke dokter ternyata hasil laboratorium kolesterol dan asam
urat tinggi. Ibu dan keluarga menjadi khawatir karena mereka mempunyai
keturunan hipertensi.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan itu keluarga selalu
berhati-hati menjaga kesehatan. Bila ada keluhan dari Ibu Sri Ayem pak Didi
berusaha untuk membawanya ke dokter, walaupun diakui keluarga bahwa

keuangan mereka tidak mencukupi. Ibu Sri Ayem berusaha untuk tidak makan
yang berlemak.
3. Strategi koping yang digunakan
Karena Bu Sri Ayem telah diketahui penyakitnya hiperkolesterol dan
asam urat maka senantiasa harus berhati-hati memilih makanan.
4. Strategi adaptasi disfungsional
Karena tidak sempat menyediakan makanan tambahan di rumah, Bu
Suci selalu memberi uang saku pada anaknya saat sekolah.
G. Pemeriksaan Fisik
Melakukan pemeriksaan fisik pada setiap anggota keluarga terutama yang
diidentifikasi sebagai klien atau sasaran pelayanan asuhan keperawatan keluarga.
1) Pemeriksaan fisik umum:
Keadaan umum Ibu Sri Ayem : Nampak keletihan, Penampilan terlihat kurang
rapi, kebersihan diri cukup, ibu Sri Ayem tidak pernah memakai sandal
dirumah maupun jalan-jalan disekitar rumah dan tetangga.
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah

: 120/80 mmHg.

Respirasi

: 24 x/mnt

Suhu

: 36,6 0C

TB

: 155 cm

BB

: 70 Kg.

2) Pemeriksaan fisik khusus:


Kepala dan leher
Pada pemeriksaan kepala , tidak terdapat adanya benjolan, bentuk kepala
normo chepalik.
Leher : Pada leher tidak nampak adanya peningkatan tekanan vena
jugularis dan arteri carotis.
Mata : Konjungtiva tidak terlihat anemis, kelopak mata tidak terdapat
udema.
Hidung : tidak ada kelainan yang ditemukan.
Mulut : bibir tidak kering dan tidak terlihat tanda tanda sianosis.
Dada : Pergerakan dada terlihat saat inspirasi, Suara jantung S1 dan S2
tunggal, tidak terdapat palpitasi, suara murmur tidak ada, ronchi (-),
6

wheezing (-), nafas cuping hidung (-).


Abdomen : Pada pemeriksaan abdomen tidak didapatkan adanya
pembesaran hepar, tidak kembung, pergerakan peristaltik usus baik.
Ektrimitas :Pada ekstrimitas atas dan bawah tidak terdapat udema, tidak
terjadi kelumpuhan, dari ke-4 ektrimitas mampu menggerakan persendian,
mampu mengangkat dan melipat persendian secara sempurna.
3) Pemeriksaan Laboratorium bulan Mei 2002
Kolesterol

: 271 mg/dl

Asam urat

5 mg/dl

H. Harapan Keluarga
Keluarga Pak Didi berharap anggota keluarga dalam keadaan sehat dan dapat
berperan masing-masing tanpa ada yang mengalami gangguan kesehatannya.
Sehingga semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
Analisa Data
Data
Data subyektif :

penyakit mengenal masalah kesehatan

Bu Sri Ayem

menderita

hiperkolesterol

dan

gangguan

yang

urat

vaskuler.

gejala,

peningkatan

Masalah (P)
Penyebab (E)
Ketidak
mampuan keluarga
Resiko
tinggi

asam

terjadi

berkaitan
penyebab

selama satu tahun terakhir. .

penatalaksanaan

Kadang-kadang merasakan

hiperkolesterol.

dengan
dan
(diit)

kepala pusing, tegang bila


kambuh

Bu Sri Ayem menceritakan


bahwa 1 tahun yang lalu
kakinya bengkak dan sakit
untuk diinjakkan.

Data Obyektif :

Pemeriksaan fisik umum:


Keadaan umum

Ibu Sri

Ayem : Nampak keletihan,


Penampilan terlihat kurang

rapi, kebersihan diri cukup.


Tanda-tanda vital :
Tekanan darah

: 120/80

mmHg.
Respirasi : 24 x/mnt

Suhu

: 36,6 0C

TB

: 155 cm

BB

: 70 Kg.

Hasil Lab bulan Mei 2002:


Kolesterol : 271 mg/dl
Uric acid : 5 mg/dl

Terdapat riwayat keluarga


yang menderita hipertensi
dan stroke.

Rumusan diagnosa keperawatan


1. Resiko tinggi terjadi gangguan vaskuler berhubungan dengan ketidak
mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan tentang gejala, penyebab,
pencegahan dan penatalaksanaan hiperkolesterol (diit).

Prioritas Diagnosa Keperawatan


1. Resiko tinggi terjadi gangguan vaskuler berhubungan dengan ketidak mampuan
keluarga mengenal tentang, gejala, penyebab, pencegahan dan penatalaksanaan
penyakit hiperkolesterol
A.

Kriteria

Skala

Bobot

Skoring

Pembenaran

No
1.

a. Sifat masalah:

2/3x1=2/3

a. Ketidak tahuan keluarga tentang

Ancaman kesehatan

masalah hiperkolesterol dan asam


urat adalah merupakan ancaman
terjadinya

penyakit

gangguan

vaskuler.
b. Kemungkinan

masalah

1/2x2= 1

b. Lama penyakit sudah + 1 tahun.

dapat diubah:

Berat

badan

over

weight

dan

Hanya sebagian

makanan yang dikonsumsi sering


yang berlemak. Terdapatnya riwayat
keluarga penderita hipertensi dan
stroke.

c. Potensial masalah untuk

3/3x1= 1

c.

Hiperkolesterol
untuk

menmung-

dicegah:

kinkan

dicegah

Tinggi

menghindari faktor resiko.

dengan

keluarga mau diajak kerjasama


(kooperatif)
d. Menonjolnya masalah:
Masalah

berat,

harus

segera ditangani

1.

d.Bila tidak segera ditanganni maka


2/2x1

akan terjadi komplikasi lebih lanjut,

=1

seperti

hipertensi,

stroke,

kelumpuhan dan gangguan aktivitas


sehari-hari.

Total
3 2/3
Berdasarkan rumusan prioritas di atas, maka dapat diketahui prioritas permasalahan pada
Keluarga Bapak Didi B adalah sebagai berikut:
Kurangnya pengetahuan keluarga tentang, gejala, penyebab, pencegahan dan
penatalaksanaan hiperkolesterol terutama tentang diitnya dan kemungkinan
komplikasi.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


No.Dx
Tujuan
1.
Tujuan Umum:

Kriteria
1. Verbal

Keluarga Tn. D terhindar dari

(Pengetahu

penyakit gangguan vaskuler dan

an)

mampu

mengenal

pegertian

hiperkolesterol
-

masalah

kesehatan keluarga.

Keluarga

Standar
dapat
menyebutkan

Keluarga

dapat

Tujuan Khusus:

menyebutkan

penyebab

Keluarga dapat menyebutkan tanda-tanda dan

telah dilakukan pada Bu Sri Ayem

gejala penyakit yang dapat disebabkan oleh

.
3. Kaji

tindakan

yang

pernah

keluarga mengetahui penatalaksanaan yang

dilakukan bila Bu Sri Ayem

pembinaan pada keluarga Tn. D

berhubungan dengan kondisinya misalnya diit

mengalami serangan.

selama

hiperkolesterol dan peningkatan asam urat.

minggu,

urat.
2. Kaji kemampuan keluarga yang

hipekolesterol dan asam urat.

Setelah dilakukan penyuluhan dan

keluarga

tentang hiperkolesterol dan asam

hiperkolesterol.
-

1. Kaji

Intervensi
pengetahuan

diharapkan

keluarga :

1. keluarga mendapatkan informasi


dan

mengetahui

tentang

Keluarga dapat mengidentifikasi gejala

4. Diskusikan
dini

Yang

Keluarga dapat memutuskan tindakan yang

hiperkolesterol.

harus dilakukan bila terjadi serangan dan dapat

asam urat.

melakukan perubahan pemeliharaan kesehatan.


mengetahui

tentang

penyebab terjadi hiperkolesterol


3. keluarga

mengetahui

tentang

keluarga

tentang tanda dan gejala peny.

terjadinya serangan.

hiperkolesterol dan peningkatan


2. keluarga

dengan

berhubungan

5. Diskusikan

dengan

dengan
keluarga

tentang diit hiperkolesterol


6. Diskusikan dengan keluarga cara
mengiidentifikasi serangan.
7. Diskusikan alternatif yang dapat

10

tanda

dan

gejala

gangguan

penyakit

vaskuler

berhubungan

dilakukan

yang

mencegah

serangan berulang.

dengan

8. Berikan

hiperkolesterol.
4. keluarga

untuk
kesempatan

menanyakan

keluarga

penjelasan

yang

mengetahui

telah diberikan setiap kali diskusi.

yang

9. berikan penjelasan ulang bila ada

berhubungan dengan kondisinya

penjelasan yang belum dimengerti

misalnya diit hiperkolesterol dan

oleh keluarga.

penatalaksanaan

peningkatan asam urat.

2. Psikomotor -

5. keluarga dapat mengidentifikasi


gejala dini
6. keluarga

dapat

melakukan

Keluarga mampu

menyiapkan diit sesuai

10. Evaluasi secara singkat terhadap

dengan keadaan kesehatan yang diperlukan ibu

topik yang didiskusikan dengan

Sri.

keluarga.

Keluarga dapat memfasilitasi ibu Sri Ayem

11. Berikan

pujian

terhadap

perubahan dalam pemeliharaan

untuk kontrol ke Puskesmas atau sarana

kemampuan yang diungkapkan

kesehatan keluarga dan mampu

kesehatan lain.

keluarga setiap kali diskusi.

mengambil keputusan terhadap


tindakan yang harus dilakukan.

Ibu

dapat

melakukan

perawatan

dan

menghindari segala pantanganya.

11

PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN TN. DIDI B


DIAGNOSA

TUJUAN KHUSUS

KEPERAWATAN
Resiko
terjadi 1. keluarga

mendapatkan

gangguan penyakit

dan

vaskuler

hiperkolesterol

(komplikasi

asam urat.

hiperkolesterol)
berhubungan

IMPLEMENTASI
informasi Tanggal 29 Juli 2002

mengetahui

tentang 1. Mengkaji

dan

peningkatan

pengetahuan

2. keluarga

mengetahui

tentang

3. keluarga mengetahui tentang tanda

tentang

gejala

TD: 120/80 mmHg

masalah kesehatan

hiperkolesterol.

T: 36,6 0 C

penyakit

tanda, 4. keluarga

dan

gangguan 4. Melakukan pemeriksaan fisik secara umum:

gejala,

Keluarga mempunyai respon

N: 80 x/m R: 24x/m

TB: 155 cm

yang baik terhadap informasi

BB: 70 kg

yang diberikan.

mengetahui

penatalaksanaan yang berhubungan Tanggal 5 Agustus 2002

Keluarga (terutama ibu Sri

dan

dengan kondisinya misalnya diit 5. Mendiskusikan dengan keluarga tentang tanda dan Ayem)

penatalaksanaan

hiperkolesterol

hiperkolesterol

asam urat.
gejala dini

dan

Ayem mengalami serangan.

vaskuler yang berhubungan dengan

5. keluarga

hiperkolesterol

3. Mengkaji tindakan yang pernah dilakukan bila Bu Sri penatalaksanaannya.

keluarga mengenal

penyebab

tentang Keluarga dapat mengetahui

pada Bu Sri Ayem .

dan

gejala,

keluarga

hiperkolesterol dan asam urat.

ketidakmampuan

tentang

Tanggal 9 Agustus 2002

2. Mengkaji kemampuan keluarga yang telah dilakukan asam urat; penyebab, tanda

penyebab terjadi hiperkolesterol

dengan

EVALUASI

dan

peningkatan

gejala

peny.

Yang

berhubungan

berusaha

dengan menurunkan berat badannya

hiperkolesterol.
dapat

akan

yang ideal.

mengidentifikasi 6. Mendiskusikan dengan keluarga tentang penyebab


terjadi kolesterol.

Keluarga berusaha menjaga

12

6. keluarga
perubahan

dapat
dalam

melakukan 7. Mendiskusikan
pemeliharaan

hiperkolesterol

dengan

keluarga

(mengurangi

garam-garaman,

menghindari

mengambil

mengurangi makanan BENJOL- bayem, emping, Terminasi dengan keluarga Tn.

terhadap

tindakan yang harus dilakukan

yang

diit diitnya sesuai kebutuhan.

kesehatan keluarga dan mampu


keputusan

makanan

tentang

berlemak

jenuh, Tanggal 14 Agustus 2002

nangka, jeroan, otak dan lemak)


8. Mendiskusikan

dengan

Didi B.
keluarga

cara Semua materi yang diberikan

mengiidentifikasi serangan.

diserap keluarga 80% dan

9. Mendiskusikan alternatif yang dapat dilakukan untuk keluarga


mencegah serangan berulang.
10. Memberikan

kesempatan

memelihara
keluarga

masih

berusaha
kesehatan

menanyakan keluarga.

penjelasan yang telah diberikan setiap kali diskusi.


11. Memberikan penjelasan ulang bila ada penjelasan
yang belum dimengerti oleh keluarga.
Tanggal 7 Agustus 2002
12. Mengevaluasi secara singkat terhadap

topik yang

didiskusikan dengan keluarga.


13. Memberikan pujian terhadap kemampuan yang
diungkapkan keluarga setiap kali diskusi.

13