Anda di halaman 1dari 22

MATERI AJAR

SISTEM PERIODIK UNSUR

ERMA WAHYUNINGSIH, S.Pd


SMA NEGERI 1 AMONGGEDO

SISTEM PERIODIK UNSUR


A.

SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK

Sejarah Perkembangan
sistem periodik

Semula pengelompokan unsur didasarkan


pada sifat yang dimiliki oleh suatu unsur

Pengelompokan yang paling sederhana adalah berdasarkan


sifat logam dan non logam.
Kemudian sistem Triad Dobereiner, oktaf Newlands, sistem
periodik mendeleev dan sistem periodik modern.
Tujuan pengelompokkan ini adalah untuk mempermudah
dalam menggambarkaan senyawa dari unsur yang bergabung
dengan unsur yang lain.

Pengelompokkan unsur berdasarkan sifat logam dan non logam

Sifat-sifat unsur logam:


Secara fisik: umumnya bersifat padat, mengkilap, dapat
diregangkan, dapat ditempa, mempunyai kemampuan
menghantarkan panas dan listrik yang baik.
Contoh; emas, aluminium, tembaga, besi, perak dan
platina

Secara kimia: umumnya unsur logam bersifat


elektropositif dan oksida logamnya bersifat basa.
Contoh; nitrogen oksigen, dan belerang.

Kelemahan : adanya unsur-unsur yang


bersifat antara logam dan nonlogam,
yang disebut semi logam.
Contohnya; silikon, arsen, dan antimon.

Pengelompokkan unsur berdasarkan Triad Dobereiner


Tahun 1817 J.W. Dobereiner menggolongkan unsur berdasarkan kesamaan sifat
yang terdiri dari 3 unsur (triad). Dalam satu triad massa atom unsur yang terletak di tengah
merupakan harga rata-rata massa unsur pertama dan unsur yang ke tiga, penemuan Debereneir
ini disebut hukum triad.

Contoh; Li, Na, K dengaan Ar Li= 6, 941 K=39, 102


Maka masaa unusur Na merupakan rata-rata massa atom unsur Li dan K.

Sehingga Ar Na= 6,941 39,102 = 23, 021


2

Sistem ini kurang efisien karena ternyata ada


beberapa unsur lain yang tidak termasuk dalam satu
Triade, tetapi mempunyai sifat-sifat mirip dengan
triade tersebut.

Pengelompokkan unsur Oktaf Newlands


Pada tahun 1866 John A.R. Newlands mengemukakan bahwa
unsur-unsur yang disusun berdasarkan kenaikan masa atomnya, mempunyai
sifat unsur yang akan terulang pada tiap unsur ke delapan. Artinya unsur
1mirip dengan unsur ke 8, unsur ke 2mirip dengan unsur ke 9, dan unsur ke
3 mirip dengan unsur ke 10 dan seterusnya. Gas mulia tidak termasuk dalam
pengelompokan unsur karena pada saat itu belum ditemukan. Karena sifat
keperiodikan yang berulang, sehingga dinamakan Hukum Oktaf.

Kelebihan sistem oktaf :


Sistem ini mempelopori
penempatan unsur-unsur
yang mirip sifatnya pada
satu kolom vertikal

Kelemahan Sistem Oktaf


- Sistem ini hanya berlaku untuk unsurunsur ringan (Ar rendah).
- Pengelompokan sistem ini terlalu
dipaksakan, sehingga banyak unsur
yang mirip sifatnya

Pengelompokkan unsur Hukum Mendeleev

Pada tahun 1869 Dimitry Mendeleev dari


Rusia mengelompokkan unsur unsur berdasarkan
kenaikan massa atom dan sifat kimianya. Dalam waktu
yang sama Lothar Meyer menyusun seperti Mendeleev
tatapi berdaarkan sifat sifiknya. Pada akhirnya
keduanya menghasilkan pengelompokkan yang sama.
Selain itu mendeleev menyisakan ruang kosong untuk
unsur yang belum dikenal. Tabel periodikmendeleev
merupakan dasar dari sistem periodik unsur sekarang.

Kelemahan Sistem Mendeleev


Penempatan beberapa unsur tidak sesuai dengan kenaikan massa
atom relatifnnya. selain itu masih banyak yang belum dikenal.
Kelebihann Sistem Mendeleev
Berani mengosongkan bebrapa tempat dengan keyakinan bahwa
masih ada unsur yang belum dikenal.

Sistem periodik modern dari Henry G. Moseley


Tabel periodik mendeleev disebut tabel periodik bentuk pendek. Tabel tersebut
kemudian disempurnakan oleh Moseley, dengan cara menyusun unsur-unsur
menurut kenaikan nomor atom, dan berdasarkan konfigurasi elektron, yang disebut
tabel periodik panjang atau modern (lihat tabel di belakang). Sistem periodik
modern tersusun dari baris-baris horizontal yang disebut periode dan kolom-kolom
vertikal yang disebut golongan, dan terdapat 7 periode dan 8 golongan.
B. GOLONGAN DAN PERIODE
Golongan disusun berdasarkan jumlah elektron valensi (elektron yang terletak
pada kulit terluar). Unsur dalam satu golongan mempunyai sifat yang sama dan
ditempatkan dalam arah vertikal (kolom). Pada sistem ini terdapat 16 golongan
yang terbagi menjadi 8 golongan utama (A) dan 8 golongan transisi (B).
Nomor golongan = Jumlah elektron Valensi
Golongan unsur pada tabel sistem periodik modern mempunyai nama khusus.
Nama ini hanya diberikan pada unsur golongan utama. Misalnya golongan IA
disebut alkali.

Lebih jelasnya perhatikan tabel berikut:


Golongan

Nama golongan

Alkali

II

Alkali tanah

III

Boron

IV

Karbon

Nitrogen

VI

Oksigen

VII

Halogen

VIII

Gas mulia

Elektron valensi

Periode

Periode unsur pada sistem periodik modern disusun dalam arah horizontal
yang menujukkan kelompok unsur yang mempunyai jumlah kulit yang sama.
Kemudian unsur tersebut ditempatkan pada periode (baris) yang sama.
Nomor periode = Jumlah kulit
Unsur yang mempunyai 1 kulit (K saja) terletak pada periode pertama, unsur
yang mempunyai 2 kulit (K dan L) terletak pada periode kedua, dan
seterusnya.
Sistem periodik ini terbagi menjadi 7 periode sebagai berikut.

Periode 1 = periode sangat pendek


berisi 2 unsur H dan He
Periode 2 = periode pendek berisi 8 unsur
Periode 3 = periode pendek berisi 8 unsur
Periode 4 = periode pendek berisi 18 unsur
Periode 5 = periode pendek berisi 18 unsur
Periode 6= periode panjang berisi 32 unsur
Periode 7 = periode yang belum lengkap unsurnya

Diantara periode yang ada, periode 6 termasuk periode yang sangat panjang,
berisi 32 unsur, yang salah satunya golongan IIIB Berisi 14 unsur dengan sifat
mirip yang dinamakan golongan lantanida (14 unsur lantanida dituliskan
terpisah di bawah). Begitu juga periode 7 meskipun belum lengkap tetapi ada
satu golongan seperti pada periode 6, yaitu golongan IIIB yang berisi 14 unsur
dengan sifat mirip dinamakan golongan aktinida. Golongan lantanida dan
aktinida disebut golongan transisi.

C. STRUKTUR ATOM
1.
Partikel Penyusun Atom
Menurut penyelidikan para ahli, sejak awal abad ke-20 telah disepakati bahwa setiap atom
mengandung 3 macam partikel yaitu; proton, neutron, dan elektron

Elektron

Elektron ini ditemukan pertama kali oleh Thomson pada tahun 1897 dengan menggunakan tabung
sinar katoda. Tabung katoda dibuat dari tabung gelas yang mempunyai 2 lempengan logam. Lempengan
pertama dihubungkan ke pusat positif dan lainnya ke pusat negatif.
Lempeng yang dihubungkan ke pusat positif disebut anoda dan lempeng lainnya disebut katoda.
Tabung tersebut diisi dengan gas. Hasil percobaannya disimpulkan bahwa sinar katoda merupakan partikel
bermuatan negatif yang dinamakan elektron. Diberi simbol
0
1

Proton

Pada tahun 1886 Eugene Goldstein melakukan


percobaan menggunakan tabung yang menyerupai
tabung sinar katoda, yang dinamakan tabung Crook. Dari
hasil percobaannya didapatkan sinar yang keluar dari
saluran belakang katoda.
Sinar tersebut dinamakan sinar positif yang disebut
proton. Massanya 1836 x massa elektron, dan diberi
simbol . 1

Neutron

Pada tahun 1932, James Chadwick melakukan percobaan


dengan menembaki atom Be menggunakan sinar dan hasil
penembakan tersebut menandakan adanya partikel tidak
bermuatan. Partikel tidak bermuatan tersebut memiliki daya
tembus yang besar dan dinamakan neutron.

Partikel

Lambang

Proton

Penemu

Massa (sma)

Massa (kg)

Muatan

Goldstein (1897)

1,00728

1,67265X10-27

+1

Neutron

James Chadwick
(1932)

1,00866

1,67495X10-27

Elektron

J. J Thomson (1897)

0,00055

9,10953X10-31

-1

Nomor Atom dan Nomor Massa


Nomor Atom, menunjukkan jumlah proton dalam inti atom suatu
unsur. Nomor atom diberi simbol Z. Untuk atom netral, nomor atom juga
menunjukkan jumlah elektron dalam atom unsur.
Contoh: 19 K, artinya atom kalium memiliki nomor atom 19. Sehingga
dalam inti atom K terdapat 19 proton, dan pada kulit atom terdapat 19
elektron. Sehingga atom tersebut bersifat netral. Untuk atom netral:
Jumlah proton (p) = jumlah elektron (e)
Nomor Massa, Nomor Massa unsur menunjukkan jumlah proton dan
neutron dalam inti atom. Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti
atom yang disebut nukleon. Jumlah nukleon dalam atom unsur dinyatakan
sebagai nomor massa, yang diberi lambang A.
nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron
Penulisan atom tunggal seringkali dilengkapi dengan nomor atom
disebelah kiri bawah dan nomor massa disebelah kiri atau dari lambang
atom tersbut, yang disebut nuklida.

NOTASI ATOM/ION
Secara umum penulisan nuklida adalah sebagai berikut:

A
Z

Dengan
X = Lambang atom unsur
Z = nomor atom
= jumlah proton (p) dalam inti
= jumlah elektron pada kulit atom untuk atom netral
A = nomor massa
= jumlah proton (p) + jumlah neutron (n)

AX

AX+y

AX-y

p=Z
e=Z
n= (A-Z)
Notasi atom
netral

p=Z
e=Z- (+y)
n= (A-Z)
Notasi ion positif

p=Z
e=Z-(-y)
n= (A-Z)
Notasi ion
negatif

contoh:
hitunglah jumlah proton, elektron, dan neutron dari masing-masing atom di
bawah ini!
a.12 6C
jawab:
a. .12 6C

jumlah proton = 6
jumlah elektron=6 (atom netral)
jumlah neutron=12-6=6

contoh soal:
ion klorida, yang berasal dari atom klorin, mengandung 17 proton, 18 neutron, dan 18
elektron. Bagaimanakah rumus (lambang) ion klorida tersebut?
Jawab :
Atom Cl mengandung 17 proton = 17 elektron
Oleh karena atom Cl mengandung 18 elektron berarti atom Cl mengikat 1 elektron.
Jadi lambang ion Cl adalah Cl-1

3. Isotop, Isoton dan Isobar


Pengertian Isotop
Isotop adalah unsur yang mempunyai nomor atom sama , tetapi nomor massa
berbeda. Contoh

16
8

18
8

, dan

17
8

Pengertian Isobar,
Isobar adalah atom-atom unsur yang mempunyai nomor massa tetapi nomor atom
berbeda. Contoh: 2411Na dan 2412Mg
Pengertian isoton
Isoton adalah atom-atom unsur yang memiliki jumlah neutron sama tetapi nomor atom
berbeda. Contoh: 146C dan 168O

4 .Konfigurasi Elektron
Pengisian atau sebaran elektron-elektron pada kulit-kulit atom disebut
konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron ditentukan oleh jumlah elektron. Elektron
bergerak mengelilingi inti pada lintasan yang disebut kulit. Kulit pertama dinamakan
kulit K, kulit kedua dinamakan kulit L, dan seterusnya sampai terakhir yaitu Q.
Pengaturan pengisian jumlah elektron per kulit didasarkan pada pengisian
elektron maksimum yang dirumuskan oleh Pauli:
2

2n

keterangan: n = menunjukkan nomor kulit


berdasarkan rumusan tadi dapat diberikan contoh pada tabel di bawah ini:
Nomor kulit

Jumlah elektron maksimum

1
2
3
4

2 (1)2 = 2
2 (2)2 = 8
2 (3)2 = 18
2 (4)2 = 32

kulit
K
L
M
N

Contoh:
Tentukan konfigurasi elektron dari atom nitrogen (7N).

Jawab:
Konfigurasi elektron atom nitrogen (7N)
Jumlah elektron = 7
Konfigurasi elektron =
K
L
2e
5e

5. Elektron Valensi
Elektron valensi menunjukkan jumlah elektron pada kulit terluar suatu atom netral.
Cara menentukan elektron valensi dapat dilakukan dengan menuliskan konfigurasi elektron.
Kemudian jumlah elektron pada kulit paling luar merupakan elektron valensi.
Elektron valensi dapat menentukan sifat kimia suatu atom. Atom-atom yang
mempunyai elektron valensi sama akan memiliki sifat kimia yang mirip. Selain itu elektron
valensi dapat juga digunakan untuk menentukan letak golongan suatu atom pada tabel
periodik unsur.

Contoh:

Diketahui empat buah unsur: 9F, 12Mg, 15P, dan 17Cl. Manakah dua unsur yang
mempunyai sifat kimia yang sama?
Jawab:

Konfigurasi elektron

Elektron valensi

9F

2, 7

12Mg,

2, 8, 2

15P

2, 8, 5

17Cl

2, 8, 7

Unsur

Fluorin (F) dan Klorin (Cl) memiliki sifat kimia yang sama,
sebab sama-sama mempunyai 7 elektron valensi.

D. SIFAT KEPERIODIKAN UNSUR


Sifat periodik unsur ini adalah berubah secara beraturan sesuai dengan
kenaikan nomor atom unsur. Sifat-sifat periodik unsur berkaitan dengan susunan
elektron unsur. Misalnya jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas letron,
keelektronegatifan, titik leleh dan titik didih.
1). Jari-jari atom,
adalah jarak dari inti atom sampai kulit elektrion terluar. Secara rinci dapat
disimpulkan bahwa;
dalam satu golongan makin besar nomor atom, jari-jari atom semakin besar

dalam satu periode makin besar nomor atom, jari-jari atom semakin kecil

dalam satu golongan makin besar nomor atom, jari-jari atom


semakin besar
dalam satu periode makin besar nomor atom, jari-jari atom
semakin kecil

2). Energi Ionisasi


adalah energi minimal yang diperluksn untuk melepaskan 1 elektron dari suatu
atom netral dalam wujud gas. Atau energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron
kedua disebut energi ionisasi tingkat 2 dan seterusnya, dan dinyatakan dalam kj/mol.

Dalam satu golongan makin ke bawah makin kecil

Dalam satu periode dari kiri ke kanan makin besar

3). Afinitas elektron,

adalah energi yang menyertai proses penambahan 1 elektron pada satu


atom netral dalam wukud gas sehingga terbentuk ion negatif. Jika ion negatif
berbentuk stabil, energi dibebaskan dinyatakan dengan tanda negatif. Jika ion
negatif yang terbentuk tidak stabil, maka energi yasng diperlukan atau diserap
dinyatakan dengan tanda positif.
Dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin
berkurang
Dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin
bertambah (semakin negatif).

4). Kelektronegatifan
Adalah suatu bilangan yangmenyatakan kecenderungan suatu unsur menarik
elektron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia. Seperti diketahui energi ionisasi maupun
afinitas elektron berkaitan dengan besarnya daya tarik elektron. Semakin besar daya tarik
elektron akan semakinbesar pula energi ionisasinya. Juga semakin besar afinitas elektron,
daya tarik elektron semakinbesar.

Dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil


Dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar.