Anda di halaman 1dari 10

PENATALAKSANAAN

ASUHAN IBU NIFAS

PENDAHULUAN
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah placenta
lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan
kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas
berlangsung selama kira-kira 6 minggu
Dalam memberikan asuhan pada masa nifas
seorang bidan yang profesional dapat memberikan
asuhan tersebut secara :

Tindakan Mandiri
Kolaborasi
Tindakan Pengawasan
Pendidikan/penyuluhan

TINDAKAN MANDIRI
Tindakan mandiri adalah : Suatu tindakan yang
dilakukan secara mandiri oleh bidan dalam
memberikan asuhan kebidanan (khususnya asuhan
kebidanan pada masa nifas).
Sebagai seorang bidan bekerja bukan saja
merupakan team work, seperti di RS, RB tetapi
bidan harus dapat mengerjakan secara mandiri
(perorangan). Oleh karena itu pelayanan asuhan
kebidanan yang dilakukan oleh bidan pada masa
nifas sepenuhnya merupakan tanggung jawab
bidan tersebut.

Penatalaksanaan asuhan ibu nifas


dibagi :
2
6
6
2
6

jam setelah persalinan


jam setelah persalinan
hari setelah persalinan
minggu setelah persalinan
minggu setelah persalinan

Selain itu bidan dlm memberikan asuhan kebidanan


pd ibu nifas hrs melibatkan keluarga untuk :
Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu nifas
Menentukan diagnosa dan kebutuhan pada ibu nifas
Menyusun rencana asuhan kebidanan berdasarkan prioritas
masalah
Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana
Mengevaluasi bersama klien asuhan kebidanan yang telah
diberikan
Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama
klien

Jadi sbg seorang bidan hrs dpt memberikan asuhan


kebidanan pd ibu nifas secara komperhensif & dpt
mendokumentasikannya dgn benar sesuai dgn
standar program & kebijakan tekhnis.

KOLABORASI
Adalah pelayanan yang dilakukan oleh bidan
sebagai anggota tim secara bersama-sama dgn
profesi lain dlm rangka pemberian pelayanan
kesehatan khususnya tentang ibu nifas dgn
melibatkan klien dan keluarganya

Tindakan kolaborasi dgn klien dan keluarga


misalnya ibu nifas dengan resiko tinggi dan

pertolongan pertama dalam keadaan kegawat


daruratan :
Mengkaji kebutuhan asuhan pd ibu nifas dgn resiko
tinggi dan keadaan kegawatan yg memerlukan
pertolongan pertama dgn tindakan kolaborasi
Menentukan diagnosa, prognosa, dan prioritas sesuai
dgn paktor resiko dan keadaan kegawat daruratan
Menyusun rencana asuhan kebidanan pd ibu nifas dgn
resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai prioritas.
Melaksanakan asuhan kebidanan dgn resiko tinggi dan
memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas.
Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan
pertama
Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien/keluarga
Membuat catatan dan laporan
7

TINDAKAN PENGAWASAN
Dalam hal ini bidan melakukan tindakan
pengawasan pd ibu nifas dlm asuhan yang
diberikannya, meliputi pengawasan
terhadap :
Suhu
Nadi
Kandung kemih
Tinggi fundus uteri
BAB
Gizi

-Tekanan darah
- Ukuran dan tonus uterus
- Perdarahan
- Laktasi
- Pengeluaran lokea
- Kejiwaan
8

PENDIDIKAN/PENYULUHAN
Bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan
kesehatan kpd ibu ttg penanggulangan masalah
kesehatan khususnya pd masa nifas meliputi :

Kebersihan diri
- Istirahat
Latihan senam nifas
- Gizi
Cara menyusui
- Perawatan payudara
Hubungan sexual
- Keluarga berencana
Imunisasi untuk bayi
- Cara minum obat
Kebersihan lingkungan
- Perawatan perineum
Cara merawat tali pusat
- Agar bayi tetap hangat
Cara mengganti popok
Kapan harus kontrol kembali
Jangan memisahkan bayi dengan ibunya
9

SEKIAN

10