Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tanaman Sirsak merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan
berbuah sepanjang tahun jika kondisi air tanah terpenuhi selama
pertumbuhannya. Tanaman ini berasal dari daerah tropis di benua Amerika,
yaitu hutan Amazon (Amerika Selatan), Karibia, dan Amerika Tengah. Di
tempat asalnya, sirsak merupakan buah penting dan bergengsi.
Dilihat dari aspek manfaat dan arti penting tanaman sirsak pada
kehidupan manusia ternyata tanaman ini mempunyai manfaat untuk
kesehatan manusia dijadikan sebagai obat, selain itu tanaman sirsak juga
mempunyai kandungan gizi yang lumayan tinggi guna menunjang
kebutuhan nilai AKG bagi manusia.

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
a. Agar mengetahui Sejarah dan asal usul tanaman sirsak
b. Untuk mengetahui manfaat dan arti penting tanaman sirsak
c. Untuk mengetahui sistematika dan botani tanaman sirsak, seta
d. Untuk mengetahui teknik budidaya mulai dari pengolahan sampai
dengan pasca panen.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Sejarah dan Asal Tanaman Sirsak
Tanaman sirsak memiliki nama spesies Annona muricata linn.,
merupakan salah satu tanaman dari kelas Dicotyledonae, keluarga
Annonaceae, dan genus Annona. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa
Belanda (Zuurzak) yang berarti kantong asam. Tanaman buah tropis ini
didatangkan ke Nusantara oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada
abad ke-19, Zuurzak bukan asli tanaman asli Eropa.
Sirsak merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah
sepanjang tahun jika kondisi air tanah terpenuhi selama pertumbuhannya.
Tanaman ini berasal dari daerah tropis di benua Amerika, yaitu hutan
Amazon (Amerika Selatan), Karibia, dan Amerika Tengah. Di tempat
asalnya, sirsak merupakan buah penting dan bergengsi.
Sirsak juga memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap Negara
contohnya di Negara Inggris dikenal dengan sebutan soursop, graviola di
Portugal, paw paw di Brazil, guanabana di Spanyol, ang mo lau leen di
Cina, durian belanda di Malaysia, dan aathakka pazham di India. Pohon
sirsak juga telah menyebar ke berbagai Negara yang asalnya tidak memiliki
jenis sirsak. Tanaman graviola ini dibawa oleh orang Spanyol ke Filipina
dan terbukti dapat tumbuh di sebagian besar Negara tropis.
2.2. Manfaat dan Arti Penting Ekonomi Sirsak
Sirsak dapat dimakan dalam keadaan segar sebagai pencuci mulut
jika matang betul, atau dicampur dengan es krim atau susu dijadikan
minuman yang lezat, seperti dilakukan di Jawa, Kuba, dan sebagian dari
Amerika. Akan tetapi, buah ini lebih sering dimakan dalam bentuk puree
setelah daging buahnya diperas dan disaring. Juga dapat dijadikan selai
buah, sari buah (setelah dicampur gula), nektar atau sirop. Juga digunakan
dalam pembuatan eskrim. Di Indonesia dodol sirsak dibuat dengan cara
daging buahnya dipanaskan dalam air dan diberi gula sampai campuran itu
mengental. Di Filipina, buah sirsak muda beserta bijinya yang masih lunak
digunakan sebagai sayuran. Buah tua yang masih keras dapat dibuat kue
yang lezat rasa dan aromanya.
Kandungan Zat Gizi dan serat pangan buah SIRSAK / 100 gram
BDD dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel Kandungan Zat Gizi dan serat pangan buah SIRSAK / 100 gram BDD
Kandungan
Jumlah
Kandungan
Jumlah
Energi

65,00 kal

Besi

0,60 mg

Protein

1,00 gr

Vitamin A

1,00 RE

Lemak

0,30 gr

Vitamin B1

0,07 mg

Karbohidrat

16,30 gr

Vitamin B2

0,04 mg

Kalsium

14,00 mg

Vitamin C

20,00 mg

Fosfor

27,00 mg

Niacin

0,70 mg

Serat

2,00 gr
Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu
empedu, antisembelit, asam urat dan meningkatkan nafsu makan. Dengan
mengkonsumsi buah sirsak dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan
memperlambat proses penuaan (sebagai obat agar awet muda). Selain itu,
kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan,
terutama untuk pengobatan sembelit. Sari buah sirsak di dalam sistem
pencernaan akan meningkatkan rangsangan nafsu makan. Kegunaan lain
dari sari buah ini adalah untuk pengobatan pinggang pegal dan nyeri,
penyakit kandung air seni dan wasir (ambeien).
Daun sirsak juga sering digunakan sebagai bahan obat tradisional,
antara lain untuk pengobatan sakit pinggang. Caranya : 20 lembar daun
sirsak direbus dalam 5 gelas air. Didihkan hingga airnya tinggal 3 gelas.
Setelah cukup dingin, diminum 1 kali sehari sebanyak gelas. Sedangkan
daun yang masih muda dapat dipakai untuk mengobati bisul. Caranya :
siapkan daun sirsak muda secukupnya, kemudian tumbuk halus dan tambah
air sedikit sambil diaduk merata. Tempelkan bahan tersebut pada bisul.
Manfaat sirsak bagi kesehatan tidak hanya terletak pada daging
buahnya. Namun manfaat sirsak tersebar ke bagian daun, biji, kulit batang,
akar, dan bunga. Setiap bagian pohon sirsak memiliki khasiat yang
berbeda-beda dan berpotensi sebagian zat sitotoksik (zat racun).
a. Buah. buah sirsak memiliki zat gizi yang penting bagi tubuh dan juga
mengandung senyawa sitotoksik yang cukup kuat, yaitu acetogennis.
Senyawa acetogenins adalah senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai
sitotoksik di dalam tubuh manusia.
b. Daun. Daun sirsak dapat menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya
hati (lever), kejang, batuk dan radang.
c. Biji. Biji buah sirsak berupa biji tunggal yang salingberhimpitan dan
dibatasi oleh daging buah. Di dalam biji sirsak terdapat senyawa
bioaktif yang dapat digunakan sebagai pestida nabati

d. Akar. Akar sirsak sering digunakan sebagai obat penenang


(menormalkan system saraf), antikejang, dan penurunan tekanann
darah.
e. Kulit batang. Didalam kulit batang sirsak ternyata mengandung
senyawa berkhasiat, acetogenesis, bagi kesehatan.
f. Bunga. Bunga sirsak dapat dapat mengobati penyakit saluran
pernafasan (bronchitis) dan mengombinasikan bunga dan daun sirsak
untuk menyembuhkan sakit di dada.
2.3. Sistematika dan Botani Tanaman Sirsak
a. Sistematika Tanaman Sirsak
Sirsak (Anona muricata. Linn) berasal dari Amerika Selatan.
Tanaman sirsak dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Class
: Dicotyledonae
Ordo
: Polycarpiceae
Famili
: Annonaceae
Genus
: Annona
Species
: Anona muricata. Linn
b. Botani Tanaman Sirsak
Sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 m,
bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Daun berbentuk lonjongbundar telur sungsang, berukuran (8-16) cm x (3-7) cm, ujungnya
lancip pendek tangkai daun panjangnya 3-7 mm. Bunga-bunganya
teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang pendek, berwarna
kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5 cm; daun
kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya
sekitar 4 mm; daun mahkota 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun
mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran (3-5) cm x
(2-4) cm; 3 lembar daun mahkota dalam berukuran (2-4) cm x (1,5-3,5)
cm, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas
barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5
mm, tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat
sekali, kemudian gundul. Buahnya yang matang, yang merupakan buah
semu, berbentuk bulat telur melebar atau mendekati jorong, berukuran
(10-20) cm x (15-35) cm, berwarna hijau tua dan tertutup oleh duri-duri
lunak yang panjangnya sampai 6 mm, daging buahnya yang berwarna
putih itu berdaging dan penuh dengan sari buah. Bijinya banyak,

berbentuk bulat telur sungsang, berukuran 2 cm x 1 cm, berwarna


coklat kehitaman, berkilap.
Saat ini di Indonesia dikenal dua kultivar sirsak yang berbeda
rasanya, yaitu sirsak yang rasanya manis asam dan banyak bijinya, jenis
ini tersebar luas dalam jumlah besar. Kedua adalah sirsak yang rasanya
manis, lengket di lidah dan bijinya sedikit, jenis ini dikenal dengan
sebutan sirsak ratu karena ditemukan di Pelabuhan ratu dan baru
dikembangkan dalam jumlah kecil di daerah Sukabumi dan sekitarnya.
Buah sirsak termasuk buah semu, daging buah lunak atau lembek,
berwarna putih, berserat, berbiji hitam pipih. Kulitnya berduri, tangkai
buah menguning, aromanya harum, dan rasanya manis agak asam.
Buah sirsak yang normal dan sudah cukup tua / matang
mempunyai berat 500 gr, warna kulit agak terang, hijau agak
kekuningan dan mengkilap. Bentuk buah bagian ujung agak membulat
dengan diameter 5 cm, diameter bagian tengah 7 cm, serta panjang
buah 17 cm. Kerapatan duri maksimal 2- 3 buah per 4 cm (diukur
pada bagian buah yang durinya paling jarang), kekerasan daging buah
empuk merata, rasa manis atau manis asam segar dan beraroma khas.
Kandungan Buah sirsak tersusun atas 67% daging buah yang
dapat dimakan, 20% kulit, 8,5% biji, dan 4%.poros tengah buah, dari
berat keseluruhan buah. Kandungan gulanya sekitar 68% dari seluruh
bagian padat daging buah. Sirsak merupakan sumber vitamin B yang
lumayan jumlahnya (0,07 mg/100 g daging buah) dan vitamin C (20
mg/ 100 g daging buah), dan sedikit sampai sedang kandungan kalsium
dan fosfornya. Sifat yang paling disenangi orang dari sirsak ini ialah
harumnya dan aromanya yang sangat menggiurkan. Daging buahnya
mirip dengan cherimoya, warna putihnya yang murni itu sangat stabil,
walaupun sedang diolah.
2.4. Syarat Tumbuh
Sirsak merupakan tanaman buah yang dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik di dataran rendah sampai daerah berketinggian 500
meter dari permukaan laut (mdpl). Tanman sirsak akan tumbuh dengan baik
di daerah beriklim basah samapai daerah kering bersuhu 22-28oC,
kelembaban udara (RH) 60-80%, dan curah hujan berkisar antara 1.5002.500 mm per tahun Derajat keasaman tanah yang ideal untuk tanaman
sirsak berkisar pH 5,5-6,5.
Ada yang perlu diperhatikan, kelembaban udara yang sangat rendah
dapat merusak pembentukan buah. Pertumbuhan buah dan bunga sirsak
dapat dihambat oleh udara dingin. Apabila terlalu banyak hujan yang turun
saat pohon sirsak berbuah, makan akan mengurangi kualitas dan kuantitas
buah buah yang dihasilkan. Pohon akan tumbuh baik di daerah tropis, sperti

di daerah Indonesia. Saat kelembaban udara cenderung rendah, pohon sirsak


akan menggugurkan daunnya sehingga dianjurkan untuk memberikan
naungan (paranet atau jarring hitam) untuk mengurangi transpirasi selain
karena perkaran pohon sirsak yang dangkal.
2.5. Teknik Budidaya Tanaman Sirsak
Tanaman sirsak dapat beradaptasi luas dengan berbagai jenis tanah
pertanian. Meskipun demikian, bertanam sirsak paling baik dilakukan di
tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan
organik, serta memiliki aerasi dan drainase yang baik.
a. Pembibitan
Tanaman sirsak dapat diperbanyak melalui biji, okulasi dan
pencangkokan. Pembiakan sirsak dengan dengan biji memerlukan waktu
3-5 tahun untuk dapat berubah, sedangkan pembiakan dengan cara
mencangkok dan okulasi membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu
sekitar 2-3 tahun. Benih yang digunakan sebaiknya berasal darai indukan
yang memiliki kualitas baik, seperti rasa yang manis dan bentuk buah
yang segar.
Pada umumnya, pembiakan sirsak dilakukan dari biji yang
dijadikan benih. Benih hasil penyemaian dapat digunakan karena
populasi yang tumbuh cenderung seragam, memiliki sifat yang sama
dengan induk, dan memiliki fase buahan sekitar 2-4 tahun. Benih sirsak
dapat ditanam langsung diladang atau disemaikan terlebih dahulu di area
persemaian. Setelah 20-30 hari, sekitar 85-90% benih dapat
berkecambah. Benih semaian tersebut dapat dipindahkan ke lapangan
setelah 6-8 bulan. Jumlah bibit yang diperlukan untuk setiap hektar lahan
sekitar 333-420 bibit tanaman sirsak.
b. Penyapihan
Bibit tanaman sirsak yang telah mulai ditumbuhi daun dapat
dipisahkan ke dalam polybag atau langsung ditanam ke lahan yang lebih
luas.
c. Pengelolaan Media Tanam
Persiapan lahan yang akan digunakan untuk menanam sirsak
sebaiknya dibuat lubang resapan biopori. Untuk satu pohon sirsak
disarankan membuat lima lubang biopori yang melingkari pohon sirsak
dengan jarak satu meter. Teknik biopori dapat memperbaiki struktur
tanah karena akan menggemburkan dan meningkatkan daya resap air,
mengubah sampah organik menjadi kompos dan memanfaatkan peran
aktivitas fauna tanah dan pori akar tanaman yang sudah mati.
Membuat lubang tanam di lahan yang telah disediakan dengan
ukuran 30 x 30 x 30 cm. Jarak antara lubang tanaman dapat dipilih
alternative 6 x 4 m, 5 x 5 m, atau 6 x 5 m. setiap lubang tanaman diisi

d.

e.

f.

g.

h.

dengan pupuk kandang yang sudah matang atau pupuk kompos


sebanyak 5-10 kg. biarkan lubang tanam tersebut selama satu minggu
sebelum dilakukan penanaman.
Teknik Penanaman
Cara menanam sirsak sama dengan cara menanam tanaman
buah-buahan lainnya. Sebelum ditanam, setiap lubang tanam diisi
dengan pupuk kandang, lalu ditaburi dengan pupuk campuran antara
Urea, SP36, dan KCL dengan perbandingan 2 : 1 : 1, yakni sebanyak 50
100 gram. Waktu tanam sirsak yang paling baik adalah pada saat awal
musim penghujan.
Pengairan
Tanaman sirsak membutuhkan pengairan yang teratur
supaya dapat berbunga dengan baik. Tanaman sirsak yang masih kecil
atau muda memerlukan pengairan intensif sampai berumur satu tahun.
Penyiraman dapat dilakukan sebanyak dua kali sehari. Perhatikan faktor
drainase karena akar sirsak yang dangkal tidak tahan terhadap genangan
air.
Penyerbukan
Penyerbukan alami pada tanaman sirsak biasanya berlangsung
kurang sempurna. Penyebabnya adalah sifat bunga yang proterogyne,
yaitu matangnya putik (stigma) lebih dahulu daripada tepung sari,
menyebabkan pertumbuhan buah tidak sempurna (bengkok) atau
kerempeng. Agar tanaman sirsak berbuah lebat dan normal perlu
dilakukan penyerbukan buatan. Caranya, ketuk bunga sirsak yang baru
saja mekar, kemudian kumpulkan tepung sari kedalam mangkuk steril.
Lakukan cara ini pada siang hari.
Keesokan harinya (08.00-10.00), tepung sari dioleskan sebanyak
1-2 kali pada mahkota bunga yang akan mekar (daun mahkota batang)
agar lebih efektif. Penyemprotan jangan dilakukan pada buah yang telah
besar karena dapat menyebabkan terjadinya residu. Proses penyerbukan
buah sirsak yang dibantu oleh manusia dengan mengoleskan serbuk sari
ke kepala putik dapat meningkatkan mutu buah.
Penyiangan
Penyiangan tanaman sirsak sebaiknya dilakukan secara kontinu
setahun sekali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan.
Penyiangan dan penggemburan tanah dapat dilakukan di sekeliling
tajuk (kanopi) tanaman sirsak.
Pemupukan
Pemupukan sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan
menggunakan pupuk kandang dan pupuk kompos (20 kg/ pohon) dan
atau ditambah NPK dalam dosis kecil (100 gram/pohon) yang

dilakukan beberapa kali dalam setahun. Perlakuan ini akan mendorong


pertumbuhan dan atau pembuahan sirsak.
i. Pengendalian Hama
Tanaman sirsak memang lebih mudah hidup dalam kondisi
tanah yang kurang subur. Namun, bukan berarti tanaman buah yang
satu ini bebas dari serangan hama dan penyakit. Berikut beberapa hama
dan penyakit yang biasa menyerang tanaman sirsak.
1. Hama: Kutu perisai, Lalat buah, Ulat penggerek buah, Ulat
penggerek batang, Ulat daun bercula satu, Ulat atlas, Rayap, dan
Kutu sisik putih.
2. Penyakit: Mati cabang ranting, Antraknosa, Bercak daun, Karat
daun, Busuk akar, Busuk batang.
j. Penanganan Panen
Pepohonan sirsak mengalami masa pertumbuhan untuk
membentuk dedaunan tajuk pohon selama kurang lebih dua tahun.
Buah sirsak dapat dipanen setelah umur pohon lebih dari tiga tahun.
Dari satu pohon sirsak yang subur dapat diperoleh sekitar 230 buah
sirsak dengan bobot setiap buah sekitar 2001.200 gram. Namun
produksi sirsak akan menurun setelah umur pohon mencapai 810
tahun sehingga butuh peremajaan.
Usaha peremajaan tidak selalu mengganti tanaman dengan bibit
yang baru, tetapi melakukan pemangkasan cabang-cabang yang rusak
dan yang terserang hama agar tumbuh tunas yang baru. Proses
pemangkasan merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kualitas.
2.6. Penanganan Pasca Panen
Sirsak merupakan salah satu jenis buah yang mudah rusak dan tidak
tahan terhadap proses penyimpanan dalam jangka waktu lama. Karena itu,
penentuan derajat kematangan berdasarkan umur penampakan fisik sirsak
harus dilakukan dengan seksama.
a. Penanganan waktu panen. Buah sirsak tidak dapat dipanen sekaligus
karena memiliki tingkat kematangan berbeda-beda. Buah yang telah
dipanen harus diletakkan di tempat strategis untuk memudahkan proses
pengangkutan. Buah sirsak harus dipetik secara selektif, pemotongan
tangkai harus menggunakan pisau yang tajam atau gunting setek.
b. Pengangkutan. Pengangkutan jalan darat bagi buah sirsak yang belum
matang memang tidak begitu bermasalah. Buah sirsak dapat dimasukkan
ke dalam keranjang atau karung dan diangkut menggunakan mobil.
Perlakuan pengangkutan terhadap buah yang masak akan berbeda. Buah
sirsak harus diangkut dengan peti atau kotak karton kuat.

Pasca Panen
Sirsak dapat dimakan dalam keadaan segar sebagai pencuci mulut
jika matang betul, atau dicampur dengan es krim atau susu dijadikan
minuman yang lezat, seperti dilakukan di Jawa, Kuba, dan sebagian dari
Amerika. Akan tetapi, buah ini lebih sering dimakan dalam bentuk puree
setelah daging buahnya diperas dan disaring. Juga dapat dijadikan selai
buah, sari buah (setelah dicampur gula), nektar atau sirop. Juga digunakan
dalam pembuatan eskrim. Di Indonesia dodol sirsak dibuat dengan cara
daging buahnya dipanaskan dalam air dan diberi gula sampai campuran itu
mengental. Di Filipina, buah sirsak muda beserta bijinya yang masih lunak
digunakan sebagai sayuran. Buah tua yang masih keras dapat dibuat kue
yang lezat rasa dan aromanya.

BAB III
SIMPULAN
Sirsak merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah
sepanjang tahun jika kondisi air tanah terpenuhi selama pertumbuhannya. jenis
sirsak yang banyak ditemukan di Indonesia sebagai berikut: Sirsak Ratu, Sirsak
Biasa, Sirsak Bali, Sirsak Mandalika. Di dalam budidaya sirsak yang harus
diperhatikan adalah syarat tumbuh, teknik bertanam, pembibitan, penyapihan,
pengelolaan, media tanam, teknik penanaman, pengairan, penyerbukan,
penyiangan, pemupukan, pengendalian hama, penanganan panen, penanganan
pasca panen. Manfaat sirsak bagi kesehatan tidak hanya terletak pada daging
buahnya, namun manfaat sirsak tersebar ke bagian daun, biji, kulit batang, akar,
dan bunga.

DAFTAR PUSTAKA

Ashari, Sumeru Ir. 2006. Holtikultura Aspek Budidaya. Universitas indonesia.


Jakarta.
Radi, juhedi Ir. 2002. Sirsak Budidaya dan Pemanfaatannya. Kanisius. Jakarta
Rukmana, Rahmat,. 2001. Usaha Tani Sirsak. Gramedia. Jakarta
Zuhud, Evrizal A.M,. 2011. Bukti Kedahsyatan Sirsak Menumpas Kanker. Yunita
Indah. Cet-1. Jakarta. Agromedia Pustaka.