Anda di halaman 1dari 10

TUGAS STATISTIK

MEMILIH PERSAMAAN REGRESI TERBAIK


METODE APRE ( ALL POSIBLE REGRESSION)

OLEH
ENDAH KARTIKA SUSANTI
NIM CFA : 214.006
PROGRAM STUDI PENGELOLAAN SUMBER DAYA

PROGRAM PASCA SARJANA


UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
PALANGKA RAYA
2014
1. Jelaskan secara prinsip bagaimana langkah-langkah mengatasi kebakaran
gambut.
Penjelasan :

Langkah mengatasi kebakaran gambut adalah dengan melakukan upaya


pencegahan, pemadaman api, dan penegakan hukum
1) Pencegahan
a. Melalui pendekatan sosial ekonomi kemasyarakatan. Mendorong
partisipasi/peran serta masyarakat lokal dalam pencegahan kebakaran
hutan dan lahan. Hal ini dapat dilakukan melalui
a) Pemberian kesempatan pengolahan lahan.

Dengan

adanya

kesempatan masyarakat lokal mengolah lahan, maka masyarakat


akan ikut menjaga hutan dan lahan dari kebakaran
b) Pemberian insentif. Dengan adanya insentif maka masyarakat akan
memperoleh manfaat dari partisipasi aktif mereka dalam mencegah
dan menanggulangi terjadinya kebakaran. Insentif diberikan dalam
bentuk pengembangan produk-produk alternatif (misal: produk
kerajinan rotan, pembuatan briket arang dan kompos) serta
pengembangan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan
(misal: budidaya ikan dalam kolam beje dengan menggunakan
parit/kanal yang ditabat dan sekaligus berfungsi sebagai sekat
bakar).
c) Peningkatan kesadaran (public awareness) untuk mendorong dan
merangsang masyarakat agar dapat berperan aktif dan peduli.
b. Membuat sistem informasi tentang kemungkinan peluang terjadinya
suatu kebakaran yang terdistribusikan dengan baik ke para stakeholder
terkait hingga ditingkat lapangan. Secara konvensional sistem informasi
ini dilakukan dengan pemantauan langsung di lapangan (lokasi rawan
kebakaran), penggunaan peta dan kompas serta penggunaan kentongan

di desa-desa sebagai alat untuk menginformasikan kepada warga


masyarakat tentangkemungkinan terjadinya kebakaran
c. Pengelolaan hutan dan lahan (persiapan lahan,

penanaman,

pemeliharaan dan pemanenan) yang tepat akan dapat mengendalikan


terjadinya

peristiwa

pertanian/perkebunan

kebakaran,
masyarakat

baik
atau

terhadap

Perusahaan

usaha

Kehutanan

(HPHTI/HPH)/Perkebunan.
2) Pemadaman
Tindakan pemadaman secepat mungkin harus dilakukan jika terjadi
kebakaran hutan dan lahan, adapun strategi pemadaman yang dapat
dilakukan dalam melakukan kegiatan operasi pemadaman agar kegiatan
pemadaman berjalan dengan efektif (lancar, cepat, aman dan tuntas), yaitu
penggalangan sumber daya manusia, identifikasi dan pemetaan sumber air,
dukungan dana, sarana dan prasarana pendukung, identifikasi daerah bebas
asap, organisasi regu pemadam kebakaran hutan dan lahan gambut, serta
prosedur standar pelaksanaan kebakaran.

3) Penegakan Hukum (tindakan yuridikasi)


Investigasi paska kejadian kebakaran harus segera dilakukan untuk
mengetahui siapa penyebab kejadian kebakaran, bagaimana prosesnya dan
berapa besar kerugian yang diakibatkan dan selanjutnya melakukan upaya
yuridikasi untuk menuntut si pelaku ke muka pengadilan.
Selain itu diupayakan tindakan nyata data pengendalian kebakaran sebagai wujud
implemantasi upaya pencegahan, pemadaman dan penegakan hukum. Berikut
adalah contoh tindakan pengendalian dalam upaya mengatasi kebakaran gambut.

1) Peningkatan Kesadaran Masyarakat (Public Awareness)


a) Pembuatan Rambu-rambu dan Papan Peringatan
b) Pembuatan Spanduk
c) Pembuatan Brosur, Folder, Leaflet dan Majalah
d) Pembuatan Poster, Kalender Kebakaran, Stiker, Buku Cerita, Video, dll
e) Komunikasi/Dialog Langsung dengan masyarakat
2) Mengikutsertakan Masyarakat Dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan
Lahan
a) Pembentukan Tim Pengendali Kebakaran Tingkat Masyarakat (Fire
Brigade)
b) Pemanfaatan Bahan Bakar pada Areal Penyiapan Lahan
c) Pembuatan Kompos dan Pembuatan Briket Arang
d) Sosialisasi Teknik Pembakaran Terkendali/Controlled Burning
e) Pemanfaatan Beje dan Parit sebagai Sekat Bakar
f) Sosialisasi Teknik Tanpa Bakar/Zero Burning di Lahan Gambut
3) Memahami Teknis pemadaman kebakaran lahan gambut yang mempunya
spesifikasi tersendiri sesuai dengan tipe kebakaran dan mempersiapkan
peralatan yang akan digunakan sehingga tindakan pemadaman bisa efektif
dan tidak berbahaya bagi pelaku pemadaman merupakan langkah-langkah
tentang bagaimana melakukan kegiatan pemadaman

2. Jelaskan secara prinsip bagaimana terjadinya siklus O2 (oksigen)


Penjelasan :
Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang
mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan
kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur
lainnya (utamanya menjadi oksida. Oksigen lebih larut dalam air daripada
nitrogen. Oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah ketiga di alam
semesta, setelah hidrogen dan helium di kerak Bumi. Gas oksigen diatomik
mengisi 20,9% volume atmosfer bumi.
Siklus/Daur Oksigen adalah salah satu proses pertukaran dan perubahan terus
menerus antara Oksigen (O) dan Karbon monoksida (CO) atau Karbon
dioksida (CO) melalui proses fotosintesis.
Tumbuhan dan binatang menghirup oksigen dari udara,yang lalu dimanfaatkan
dalam proses kehidupannya. Binatang menghirup oksigen (O2) dan
menghembuskan karbondioksida (CO2). Di siang hari, pepohonan mengubah

CO2 menjadi oksigen (O2) selama proses fotosintesis berlangsung, tumbuhan


melepaskan oksigen ke atmosfir melalui daun mereka.
Sumber oksigen lain adalah lautan dimana juga terdapat makhluk
hidup yang dapat menghasilkan oksigen pula. Salah satunya
adalah plankton. Dengan kemampuan berespirasi, plankton
meghasilkan gelembung gelembung oksigen . Para ilmuwan dari
Amerika Serikat menemukan plankton secara tidak langsung
dapat membuat awan yang dapat menahan sebagian sinar
matahari yang merugikan. Sehingga plankton bisa membantu
memperlambat

proses

pemanasan

bumi.

Selain

plankton,

ganggang laut berperan dalam proses sfoto sintesiklus oksigen


antara lautan dan atmosfer ini. Ganggang laut melakukan proses
fotosintesis, hasil dari fotosintesis ini berupa oksigen.
Oksigen yang berasal dari lautan ini akan naik ke atmosfir dan
terbawa oleh angin dan dapat dinikmati oleh makhluk hidup lain
yang berada di dartan dan juga di udara. Lalu makhluk hidup
yang menghisap oksigen ini pun akan

mengeluarkan

gas

karbondioksida yang kemudian akan terbawa kembali ke lautan


dan akan dip roses kembali oleh makhluk hidup yang berada
dilaut untuk dijadikan oksigen kembali.

Jadi terjadinya siklus oksigen dapat diurutkan dalam proses sebagai berikut :
a. Proses fotosintesis tumbuhan dan alga menghasilkan O 2 ke
atmosfer.
b. O2 dihirup oleh hewan dan digunakan sebagai pembakar sari
makanan sehingga dapat dihasilkan tenaga untuk beraktivitas.
Proses ini dinamakan respirasi. Hasil respirasi adalah senyawa
yang mengandung oksigen yaitu CO2 dan H2O.
c. Aktivitas industri-pun dapat bekerja ketika tersedia oksigen.
Oksigen digunakan dalam pembakaran. Beberapa mineral juga
mengalami reaksi oksidasi. Hasil pembakaran dan oksidasi
tersebut menghasilkan senyawa yang mengandung oksigen.
d. Senyawa hasil respirasi makhluk hidup maupun pembakaran
industri adalah senyawa yang berguna bagi tanaman. Senyawa
tersebut adalah CO2 dan H2O yang digunakan tumbuhan untuk
berfotosintesis.

Tumbuhan

menghasilkan

Oksigen

dalam

bentuk molekul O2 yang siap dihirup dan digunakan dalam


proses pembakaran.

3. Jelaskan secara prinsip tentang siklus karbon dan mengapa karbon mempunyai
ikatan/tangan 4 buah
Penjelasan :
Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara
biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi
Ketika tanaman hijau mati, karbohidrat biasanya diuraikan oleh jamur atau
bakteri, sebagai pengurai. Jamur dan bakteri menjalani respirasi, yang
memungkinkan mereka untuk melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai
karbon dioksida.
Bahan bakar fosil terbentuk pada tanaman hijau atau protista mirip-tumbuhan
(organisme bersel tunggal) yang menjalani fotosintesis dan kemudian mati.
Mereka tenggelam ke dasar laut. Beberapa protista dimakan oleh dekomposer.
Seiring waktu, mereka yang tidak dimakan menjadi apa yang kita kenal sebagai
bahan bakar fosil. Ketika lapisan kaya bahan karbohidrat menumpuk di dasar
laut, mereka tertutup oleh sedimen yang jatuh ke bawah. Seiring waktu,
tekanan lapisan membantu mengubah karbohidrat menjadi minyak dan gas
alam.
Batu bara juga merupakan bahan bakar fosil yang terjadi sebagai akibat dari
langkah-langkah siklus karbon, terbentuk saat tanaman mati dalam rawa bukan

di laut. Lingkungan air rawa sangat asam, hangat, dan miskin oksigen,
menciptakan kondisi di mana dekomposer tidak dapat bertahan hidup. Dalam
ekosistem ini, lapisan bahan tanaman undecomposed dibangun, dan tekanan
memaksa hidrokarbon kehilangan atom hidrogen mereka. Hasil akhir dari
tekanan ini dari waktu ke waktu adalah batubara antrasit.
Siklus karbon pada dasarnya adalah proses dua langkah yang melibatkan
fotosintesis dan respirasi. Tanaman hijau mengalami baik fotosintesis dan
respirasi. Jamur dan hewan hidup hanya bernafas. Karbon berputar dari
tanaman hijau ke atmosfer dan kembali ke tumbuhan.
Proses Siklus karbon dapat di urutkan sebagai berikut :
a.

Fotosintesis
Selama fotosintesis, tumbuhan hijau menggunakan energi radiasi untuk
mengubah air dan karbon dioksida menjadi karbohidrat, yang merupakan
molekul energi tinggi.

b. Respirasi
Selama langkah respirasi, tanaman mengubah karbohidrat kembali ke air
dan karbon dioksida, melepaskan energi yang digunakan untuk
membangun karbohidrat. Ini adalah energi yang tanaman menggunakan
untuk hidup pada malam hari.
Hewan juga menjalani proses respirasi. Ketika manusia dan hewan
memakan tanaman, karbohidrat diubah kembali menjadi air dan karbon
dioksida, yang keduanya dihembuskan. Energi yang dilepaskan selama
respirasi digunakan untuk membuat Adenin trifosfat (ATP), yang
diperlukan untuk sel manusia dan hewan untuk berfungsi.

Karbon mempunyai ikatan/tangan 4 buah karena karena atom karbon memiliki 4


elektron valensi, sehingga karbon menjadi suatu atom yang sangat istimewa,
apabila diibaratkan tangan, atom karbon mampu menarik 4 atom lain (bisa sejenis
atapun tidak). Contoh : CH4 (atom C 1 mengikat 4 atom H)
Atom karbon memiliki empat elektron pada kulit terluarnya, sehingga untuk
mencapai susunan elektron yang stabil seperti susunan elektron gas mulia
memerlukan empat elektron lagi. Dengan demikian, setiap atom karbon dapat
membentuk empat ikatan kovalen dengan atom lain
Kekhasan atom karbon adalah kemampuan atom karbon ini untuk berikatan
dengan atom karbon lainnya. Kekhasannya sebagai berikut:
1)

Karbon memilki 4 elektron valensi


Karbon memiliki 4 elektron valensi seperti nomor golongannya, sehingga
karbon mampu membentuk 4 ikatan kovalen tunggal. Unsur dari golongan
lain tidak ada yang dapat membentuk ikatan kovalen sebanyak itu.

2)

Jari-jari Atom karbon relatif kecil


Atom karbon hanya memiliki 2 kulit atom sehingga jari-jarinya relatif kecil.
Hal ini menyebabkan Ikatan kovalen yang dibentuk karbon relatif kuat dan
karbon dapat membentuk ikatan rangkap dan ikatan rangkap tiga.