Anda di halaman 1dari 4

BAB II

PENDAHULUAN

1.1 Pemicu Diskusi 2


Seorang laki-laki berusia 56 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan
kelemahan tubuh sisi kiri sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit. Keluhan ini
timbul mendadak pada pagi hari saat pasien bangun tidur dan akan berjalan ke
kamar mandi. Pasien menderita tekanan darah tinggi sejak tujuh tahun yang lalu,
namun tidak pernah berobat teratur. Pasien mempunyai kebiasaan merokok 3
bungkus/hari sejak usia 30 tahun.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran kompos mentis, tekanan
darah 200/120 mmHg, frekuensi nadi 110 kali/menit, frekuensi pernapasan 20
kali/menit, suhu 36,5C.
Pada pemeriksaan neurologis didapatkan saat pasien diminta tersenyum
sudut mulut tertarik ke kanan, namun pasien dapat memejamkan kedua mata
dengan kuat. Pada saat lidah dijulurkan, tampak lidah berdeviasi ke kiri.
Posisi tungkai kiri saat berbaring tampak eksorotasi dan tidak dapat
diangkat. Tungkai kiri hanya dapat digeser. Lengan kiri masih dapat diangkat
namun tidak dapat menahan kekuatan yang diberikan oleh dokter.
Bicara pasien terdengar kacau dan tidak dapat dimengerti. Namun pasien
mengerti diajak bicara dan dapat menurut perintah yang diberikan oleh dokter.
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar gula darah sewaktu 350mg/dL,
kolesterol LDL 190 mg/dL, kolesterol HDL 57 mg/dL.
1.2 Klarifikasi dan Definisi Masalah
1. Kompos mentis merupakan keadaan sadar sepenuhnya, baik terhadap diri
sendiri maupun lingkungan.
2. Eksorotasi merupakan gerakan keluar pada sekeliling sumbu panjang
tulang yang bersendi.
1.3 Kata Kunci
1. Laki-laki 56 tahun
2. Hemiparesis sinister 6 jam lalu
3. Riwayat hipertensi
4. Riwayat merokok

5. Diabetes melitus
1.4 Rumusan Masalah
Laki-laki 56 tahun datang dengan keluhan kelemahan tubuh sisi kiri sejak
6 jam yang lalu dan keluhan ini timbul mendadak pada pagi hari.
1.5 Analisis Masalah
Laki-laki 56 tahun
KU: kelumpuhan tubuh sisi kiri

Anamnesis:
Keluhan mulai
6 jam lalu
Pagi hari
Riwayat
merokok aktif
Riwayat
hipertensi 7
tahun lalu
Onset dan faktor
resiko

Pemereiksaan fisik:
Hemiparesis
sinister
Hipertensi
grade II
Pulse
100x/menit
RR 20x/menit
Suhu 36,5o C

Pemeriksaan
neurologis:
Paralisis N. VII
dan N. XII
Afasia broca

Laboratorium:
DM (GDS 350
mg/dL)
LDL 190
mg/dL
HDL 57 mg/dL

Faktor resiko

Manifestasi klinis

Transient Ischemic Attack


Tatalaksana
Awal/Umum
Pemeriksaan
penunjang
Tatalaksana
lanjutan
Prognosis

Unrecovery 24 jam

Stroke
Iskemik

1.6 Hipotesis
Laki-laki 56 tahun tersebut mengalami TIA (Transient Ischemic Attack).
1.7 Pertanyaan Diskusi
1

Jelaskan mengenai vaskularisasi otak!

Jelaskan mengenai Transient Ischemic Attack!

Stroke iskemik:
a) Definisi dan epidemiologi
b) Etiologi
c) Patafisiologi
d) Klasifikasi
e) Maniestasi klinis
f) Faktor resiko
g) Prognosis
h) Diagnosis

4. Stroke hemoragik:
a) Definisi dan epidemiologi
b) Etiologi
c) Patafisiologi
d) Klasifikasi
e) Maniestasi klinis
f) Faktor resiko
g) Prognosis
h) Diagnosis
5. Perbedaan stroke iskemik dan stroke hemoragik!
6. Jelaskan mengenai neurofisiologi N. VII! (apa saja yang menyebabkan
kelumpuhan dan bagaimana cara membedakan kelumpuhan N.VII sentral
dan perifer)
7. Jelaskan mengenai neurofisiologi N. XII! (apa saja yang menyebabkan
kelumpuhan dan bagaimana cara membedakan kelumpuhan N.XII sentral
dan perifer)
8.