Anda di halaman 1dari 28

LISTRIK SEARAH

PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui suatu alat yang
mengadopsi listrik & elektronika sebagai basis teknologinya, contoh ;
Televisi
Radio
Komputer
Printer
Faximile
Lampu lalu-lintas
Lampu penerangan jalan
dan masih banyak contoh yang lainnya.
Dari semua uraian diatas kita dapat membuktikan bahwa pada zaman
sekarang ini kita tidak akan lepas dari perangkat yang menggunakan listrik
& elektronika sebagai dasar teknologinya.

LISTRIK
Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik.
Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut:
Listrik adalah kondisi karena adanya penarikan dan penolakan gaya di
antaranya.
Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik
timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran
negatif.
Ada 2 jenis muatan listrik:
Positif dan Negatif.
Melalui eksperimen, muatan-sejenis saling menolak dan muatan-lawan
jenis saling menarik satu sama lain.

ARUS LISTRIK
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan
waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik
lainnya. Arus listrik dibagi menjadi 2 jenis :
1. Listrik arus searah atau DC (Direct Current)
adalah aliran arus listrik yang konstan dari potensial tinggi ke potensial
rendah. Pada umumnya ini terjadi dalam sebuah konduktor seperti
kabel, Dengan listrik arus searah jika kita memegang hanya kabel positif
(tapi tidak memegang kabel negatif), listrik tidak akan mengalir ke tubuh
kita (kita tidak terkena strum). Demikian pula jika kita hanya memegang
saluran negatif.
2. Listrik Arus bolak-balik (listrik AC -- alternating current)
adalah arus listrik dimana besarnya dan arahnya arus berubah-ubah
secara bolak-balik

Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan


yang mengalir pada penghantar tiap detik.

Q
I
t

I = Kuat arus listrik ( Ampere )


Q = muatan ( Coulomb )
t = waktu ( secon )

Contoh
Sebuah akumulator pada kutub-kutubnya dihubungkan pada
terminal lampu jika kuat arus yang mengalir pada lampu 0,5 A
dan lampu dinyalakan selama 2 menit berapakah muatan
listrik yang telah melewati lampu ?
Diketahui
I = A
t = s
Jawab
Q
= x .
= .x .
= . C

Arus listrik bolak-balik ( A-C; alternating current),


- Diproduksi oleh generator A-C
- Sebagai alternator.
Arus searah (D-C; direct current)
- Diproduki oleh generator untuk mendapatkan
energi yang besar.
- Kapasitas besar untuk menjalankan motor elevator

- Kapasitas kecil diproduksi oleh sel baterai atau


rectifier untuk mencukupi kebutuhan telpon, alat
elektronik, lampu emergency dan kebutuhan khusus
lainnya.
Arus listrik bolak-balik ( A-C; alternating current),

Diproduksi oleh generator A-C

Sebagai alternator.

Arus searah (D-C; direct current)


-

Diproduki oleh generator untuk mendapatkan energi yang besar.

Kapasitas besar untuk menjalankan motor elevator

Kapasitas kecil diproduksi oleh sel baterai atau rectifier untuk mencukupi kebutuhan telpon, alat elektronik, lampu emergency dan
kebutuhan khusus lainnya.

1. A m p e r e
Ampere adalah satuan standar SI untuk arus listrik dalam amp
/ A. Suatu arus listrik 1 ampere dan melewati 2 konduktor
paralel yang terpisah sejauh 1 meter di dalam ruang hampa
udara, maka akan terdapat gaya sebesar 2 x10-7 N per meter
panjang konduktor.
Satu ampere adalah 6,28 1018 elektron (atau 1 coulomb) yang
mengalir melalui suatu penampang tertentu selama 1 detik.
Dalam rumus listrik, arus listrik ini disimbolkan sebagai huruf
I.

Prinsip Dasar Listrik


Analogi sistem
Listrik dengan sistem hidrolik air

TEGANGAN LISTRIK & HAMBATAN LISTRIK


Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan
potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan
dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah
medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah
konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensial listriknya,
suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah,
tinggi atau ekstra tinggi.

Volt (V) Alexander


Volta

Ada dua cara memandang beda potensial


Tegangan turun/ voltage drop Jika dipandang dari
potensial lebih tinggi ke potensial lebih rendah.
Tegangan naik/ voltage rise Jika dipandang dari potensial
lebih rendah ke potensial lebih tinggi.
Cara pandang nomor 1 lebih banyak digunakan.

Misal : Sesuai notasi polaritas pada gambar, V = 5 Volt


Beda potensial antara titik A dengan titik B sebesar 5 V
Titik A memiliki tegangan 5 Volt lebih tinggi dari titik B.
VA - VB = VAB = 5 Volt dan VBA = VB VA = -5 Volt

2. V o l t a s e
Pompa
Batere

Tekanan Air dalam pipa sehingga air mengalir


Terjadinya gerak listrik

Alat plambing
Lampu/dll.

Voltase

3. Resistansi/Hambatan
Dalam sirkuit pipa air, arus air akan dihambat oleh adanya friksi
dalam pipa, maka arus listrik dalam konduktor/ penghantar akan
dihambat oleh resistan /hambatan /tahanan. Simbol resistan pada
sirkuit arus searah (dc) adalah R, dan pada arus bolak-balik R (a-c) di
simbolkan sebagai Z. (impedansi), dengan unit satuannya adalah
ohm.()

4. H u k u m O h m
Hukum Ohm, menghubungkan antara I (arus, amp), V
(voltase,volt) dan R (resistan, ohm) dengan rumus :

V
I =
R
yang menyatakan bahwa arus listrik yang mengantar
melalui suatu konduktor / penghantar logam sebanding
dengan beda potensial di antara ujung-ujung penghantar
pada suhu konstan. Rasio beda potensial terhadap arus
sama dengan hambatan penghantar

Analisis Rangkaian Listrik Arus Searah


Rangkaian DC Dengan Satu Sumber Tegangan
Sumber tegangan adalah alat
menimbulkan beda potensial listrik.

yang

dapat

Sebuah sumber tegangan memiliki energi yang dapat


digunakan untuk mengalirkan arus listrik disebut
gaya gerak listrik (GGL, E).

Gaya gerak listrik (GGL)/Tegangan gerak


listrik (TGL)
GGL merupakan suatu alat penghasil arus listrik mempunyai
dua buah kutub positip dan negatip. Digambarkan dengan dua
garis sejajar tidak sama panjang, bagian panjang diberi tanda
positif sedangkan bagian yang pendek diberi tanda negatif.

Didalam GGL terdapat hambatan dalam, ri yang harganya


kecil. Satuan dari GGL adalah volt.

Susunan Seri GGL

Susunan Paralel GGL


E

r
E

E
r
E

Etotal = n E
rtotal = n r
E = ggl ( volt)
r = hambatan dalam ( )

n = jumlah baterai

Etotal = E
r
rtotal =
n

TEGANGAN JEPIT (V)


Tegangan jepit adalah beda potensial antara ujung ujung
sumber tegangan saat mengalirkan arus listrik atau dalam
rangkaian tertutup .
Pengukura Tegangan Jepit

Gaya gerak listrik (GGL)/Tegangan gerak


listrik (TGL)
Misalnya, sebuah rangkaian listrik sederhana yang terdiri atas
sebuah tahanan luar, R, sumber tegangan, E, dan tahanan
dalam r,

Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian adalah:


Dimana:

Hukum I Kirchhoff
Rangkaian seri

L1

L2

Pada rangkaian tidak bercabang ( seri ) kuat arus listrik dimanamana sama

Rangkaian Paralel
L2

L1

Pada rangkaian bercabang (Paralel) Jumlah


kuat arus listrik yang masuk pada titik cabang
sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari
titik cabang

Imasuk = Ikeluar

Contoh
1. Perhatikan rangkaian di bawah
dan tentukan nilai I1, I2, I3 ?

3. Perhatikan rangkaian di bawah


dan tentukan nilai I1 sampai I7 ?

10A
Q I2 S
40 A P
25A

I1

I3

I7

2. Tentukanlah kuat arus I1 sampai dengan I6 ?


50 mA

I1

30mA I
5

I2

I3

I4
I6
15 mA

12 A

I1 I3
I2

23mA

Jika I1 = I2
I3 : I4 = 1 : 2
dan I5 = 2 I6

I5
I4

I6

Susunan seri pada Hambatan


a

R1

R2

Vab

Vbc
Rs

Vab +

Vbc +

Vcd

I Rs = I R1 + I R2 +I R3
Rs =

R1

+ R2

Vcd

Vad

Vad =

R3

+R3

Susunan Paralel pada Hambatan


I1 R1
I a I2

R2

I3

R3

Rp
Vab

I=
Vab
=
RP
1

RP

I1 +
I2 + I3
Vab
Vab
Vab
+
+
R3
R1
R2
=

1
R1

1
+
R2

1
+
R3

Contoh
Tentukan hambatan pengganti pada rangkaian di bawah
1
2
3

4
5

Rs = R1+R2+R3+R4+R5+R6+R7

3
2
4

Rs =2+4+3+2+4+5+3
Rs =23
1

RP: 2

1
1
+
RP
R1
R2
1= 1 + 1
RP
6
3
1
1
2
=
+
3
RP
6
6
3
1
=
RP
6
3 RP = 2
=

Rs = R1+RP+R2
Rs = 4+2+3
Rs = 9

3
2

4
2

24
2

5
24

12

Perhatikan gambar di bawah

I1 R1
4

6
b

R3

I2

R2

V
I R
I

18 volt

3A

b
V = 18 volt

1
1
I1 : I 2 =
:
R1 R2

Tentukan
1
1
a.Kuat arus total
I1 : I 2 =
:
6
3 x6
b.Kuat arus I1 dan I2
c.Tegangan ab dan tegangan bc I : I = 1 : 2
1
2
1
1
1
Rs = R3 + Rp
=
+
1 x I
RP R1 R2
I1 =
Rs = 4 + 2
3
1
1
1
Rs = 6
1 x
RP = 6 + 3
I1 =
3
3
1
3
RP = 2
I1 = 1 A
=
RP 6

Vab = I R3
Vab = 3 x 4
Vab = 12 V
Vbc = I1 R1
Vbc = 1 x 6
Vbc = 6 V
atau

Vbc = I2 R2
Vbc = 2 x 3
Vbc = 6 V

I2 =
3

2
2

x I

x 3
I2 =
3
I2 = 2 A

LATIHAN
Tiga buah elemen yang
dirangkai seri masing
masing memiliki GGL 4 V
dan hambatan dalam 0,2 ,
dirangkai dengan hambatan
luar seperti gambar
Tentukan :
a. Hambatan luar
b. Kuat arus total ( I )

c. Kuat arus I1 dan I2


d. Tegangan Vab, Vbc
e. Tegangan jepit

I1 6
a 3
I

b
I2

c
4

V=4V
r = 0,2

5. D a y a d a n e n e r g i
Satuan daya listrik adalah watt (w); 1000 watt
disebut sebagai 1 kilowatt (kw). Daya yang
diperlukan oleh suatu alat listrik yang mempunyai
resistan (R) pada arus listrik (I), dinyatakan dalam
persamaan:
W = I 2 . R = I (I.R)
Tetapi, pada rumus Ohm; V = I . R ; maka :
W=V.I
W dalam watt; I dalam amp; V dalam volt