Anda di halaman 1dari 21

MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI

Pada hakekatnya manusia telah diberi anugrah oleh Tuhan


YME berupa akal dan nafsu, akal dan nafsu inilah yang mendorong
manusia untuk menciptakan sesuatu yang dapat mewujudkan
cita-cita atau penghargaannya. Dalam mewujudkan cita-cita
tersebut manusia telah menciptakan sains, teknologi dan seni
sebagai salah satu sarana sehingga sejak saat itu kehidupan
manusia mulai berubah. Selain itu sains, dan teknologi juga telah
mempengaruhi peradapan manusia dalam kehidupannya
terutama dalam bidang budaya.
Membangun kebudayaan dan peradaban yang tinggi tidak
lepas dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
IPTEK digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasi dan
memahami alam semesta beserta seluruh isinya menjadi alat
untuk mengeksploitasi, mengolah dan memanfaatkan untuk
pemenuhan kebutuhan kebutuhan hidup manusia.

1. Manusia dalam IPTEK dan IPTEK


bagi Manusia
a. Manusia Subjek dan Objek IPTEK
Manusia, mahkluk yang berpikir, berkreasi dan dan selalu mencari
kebenaran. Manusia diberi sifat serba ingin tahu, Man is curious
anamial.Dengan daya pikir rational diburunya segala sesuatu untuk
diketahui (know how), kemudian ditingkatkan bagaimana
masalahnya(know why), akhirnya apakah kegunaan sesuatu dalam
kehidupannya (know use). Dalam tahap tahap awal manusia pada
mulanya masih percaya pada mithos yang sekarang hanya dinilai
sebagai pengetahuan semu (pseudo science), karena akhirnya tidak
memuaskan, maka di kejarnya kebenaran sebagai pengetahun
betulan (pure science).
Setelah makin sulit memenuhi kebutuhannya sebagai
foodgathering, maka dengan akalnya manusia mampu mengadakan
foodproducing. Cara hidupnya tidak lagi nomaden, melainkan sudah
sedenter.

Peningkatan keadaan ekonomi mendorong manusia mengadakan


tempat pemusatan baru dengan terbentuknya kota-kota, sehingga terjadilah
revolusi kota (urban resolution). Cara hidup menetap dengan ekonomi
mantap memberi kesempatan berpikir lebih banyak.Objek utama yang
dipikirkan manusia ialah alam, manusia dapat belajar dari alam dan
akhirnya lahirlah pengetahuan alam (natural science). Keistimewaannya,
mampu mengangkat serta merangkum dunia ini dengan kesadarannya.
Dengan bekal pengetahuan manusia meraih keluasan lingkup dunianya.
Untuk itulah manusia menjadi objek sekaligus subjek ilmu pengetahuan dan
teknologi (IPTEK). Dengan kemampuan nalar serta mengembangkan
pengetahuan manusia dapat memanfaatkan potensi bawaannya untuk
mengatasi kebutuhan demi kelangsungan hidupnya.
Pengembangan pengetahuan bagi manusia, ada dua hal :
1. Manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi
dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut.
2. Manusia mempunyai kemampuan berpikir menurut alur kerangka berpikir
tertentu (penalaran).

Menurut para ilmuwan kebenaran terbagi,


dalam empat tingkat sebagai berikut :
Kebenaran Indrawi merupakan tingkat paling sederhana
dan pertama dialami manusia, indra adalah gerbang
kesadaran manusia;
Kebenaran ilmiah yang dicari untuk mengetahui kebenaran
dan menentukan objek tertentu dengan jalan pengalaman
yang diolah pula dengan rasio secara teratur dan dengan
metode tertentu;
Kebenaran Filosofis yang dicari dengan jalan pemikiran
yang mendalamm dan murni, sehingga melampaui batas
pengalaman empiris;
Kebenaran Religius , yang diterima melalui informasi wahyu
atas dasar keimanan dan keyakinan dan mempuyai kadar
kebenaran yang mutlak

b. Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola


kemasyarakatan alienasi ,hegemoni, dan hedonisme
Besarnya pengaruh perkembangan IPTEK bagi kehidupan bermasyarakat
menyebabkan tingkah laku, tindakan dan perbuatan manusia mengalami pengurangan
atau penambahan.
Dampak IPTEK dalam kehidupan
Kehadiran IPTEK membawa dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif
IPTEK (teknologi khususnya)
1. Menurut Glenn T. Seaborg dengan bantuan ilmu , kemampuan manusia untuk
meningktakan pengetahuan dan menerapkannya secara bijaksana bersama
dengan semangat untuk mengadakan perubahan yang kreatif dan konstruktif
menentukan masa depan
2. Mempermudah manusia memilih dan mengoperasikan IPTEK dalam
menjalankan tugas-tugas kesehariannya
3. Membantu manusia untuk mempermudah pemahaman terhadap persoalan
kehidupan secara baik dan mudah. Misalnya, orang dengan mudah memperoleh
informasi didunia bisnis dalam waktu singkat dan biaya yang murah
4. Membantu manusia untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup.
Dengan IPTEK dapat membawa perbaikan dan perubahan ke arah lebih baik
5. Meringankan pekerjaan beratdengan menggunakan teknologi canggih, misalnya
penggunaan robot untuk melayani kebutuhan manusia

Dampak negatif IPTEK :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

polusi bahan bakar fosil dan ketakutan akan habisnya sumber


energi
Ketakutan musnahnya hutan tropis karena kayunya dipakai
sebagai bahan baku pembuatan kertas
Dengan menyadari semakin padatnya jalanan didarat dan kian
ramainya jalur pembangunan di udara serta jalur pelayanan di laut
Menipisnya lapisan ozon
Terjadinya pemanasan global
Iptek dikembangkan untuk memenuhi kesenangan-kesenangan
materi. Menjamurnya produk-produk mainan (contoh: game
online)
Kemajuan teknologi yang serba praktis serta budaya asing yang
berpengaruh dominan terhadap satuan budaya asli bisa
membangkitkan kesan sebagai model untuk ditiru.
Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul
melalui berkembangnya gaya hidup yang dianggap superior
dibandingkan dengan gaya hidup lama.

2. Kedudukan IPTEK dalam Kehidupan


Bermasyarakat
Ilmu dan agama selalu bergandengan, saling
bermesraan. Ilmu yang benar menghidayati
agama (keimanan), dan iman yang benar dapat
melapangkan wawasan ilmu. Agama
menghendaki ilmu berada di bawah naungan
iman dan segala nilainya yang luhur.
Agama menyemangati dan memotivasi
pengikut untuk terus menuntut ilmu. Agama
memberikan harapan manusia berjuang
meningkatkan kualitas iman dan ilmu. Mengajari
cinta kasih, simpati, dan empati yang universal.

b. Kreativitas Pengembangan IPTEK


Kreativitas terhadap pengembangan IPTEK
membutuhkan adanya inovasi atau penemuan
penemuan baru berupa gagasan, tindakan serta
benda-benda baru yang menyebabkan terjadinya
perubahan sosial dalam masyarakat. Kreativitas
bidang keilmuan terpenuhi apabila persyaratan
terpenuhi, yaitu :
1. Kemampuan intelektual yang memadai
2. Inovasi dan komitmen untuk mencapai
keunggulan
3. Penguasaan terhadap bidang ilmu

Adapun faktor internal yang secara interaktif


membentuk perilaku kreatif yang kemudian
menghasilkan produk kreatif, yaitu :
1.
2.
3.
4.

Kemampuan intelektual
Komitmen
Penguasaan
Intuisi

Faktor eksternalnya, meliputi :


1. Lingkungan
2. Keluarga
3. Sekolah
4. Masyarakat

c. Peranan dan Pengaruh IPTEK Terhadap Masyarakat


Modern

Menurut Muhammad Tholhah Hasan (2003 : 142-143) mengemukakan bahawa


kemajuan IPTEK mendorong tumbuhnya ilmu pengetahuan bagi perkembangan
masyarakat modern terlihat dalam :
Renaissance (kebangkitan kembali) tumbuh sebagai orientasi baru abad ke 15- 16
merupakan titik balik yang pada dasarnya meletakkan sendi-sendi bangunan ilmu
pengetahuan modern.di sini terungkap adanya gerakan subjektivitasme yang
memberikan kepercayaan kepada manusia pada diri sendiri, kepada kemampuan
sendiri dan harapan untuk mampu mencapai keinginan yang dicita-citakan dengan
kekuatan sendiri.
Rasionalisme, suatu gerakan yang mempertajam renaissance dilakukan oleh
Descartes abad ke 17. Descartes maju selangkah dengan thesis bahwa manusia
pada hakekatnya kesadaran adalah subjek adalah aku. Di sinilah bangunan
ilmu pengetahuan modern yakni ilmu pengetahuan harus dimulai dengan rasio
dari kesadaran manusia.
Aufklarung (zaman pencerahan) abad ke 18. Rasio akhirnya memberikan
penerangan, mendatangkan kecerahan dalam natural manusia. Kenyataan bukan
sebagai yang dipercaya tetapi sebagai yang dilihat, yang diilhami sendiri.
Orientasi ini dengan mendorong kepada penghargaan terhadap pengalaman,
terhadap apa yang ditangkap melalui panca indra. Suatu empirisme yang
mendorong laju naluri ingin tahu manusia menjadi rangkaian latihan ilmiah
secara logis dan sistematis.

Menurut Selo Soermardjan (1983:53) ciri-ciri masyarakat


modern sebagai berikut :
Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan
kepentingan pribadi,
Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dalam
suasana yang saling pengaruh mempengaruhi, kecuali dalam
penjagaan rahasia penemuan baru.
Kepercayaan kuat pada manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi
sebagai sarana untuk senantiasa meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Masyarakat tergolong-golong menurut bermacam-macam profesi
serta keahlian masing-masing dapat dipelajari dan ditingkatkan
dalam lembaga-lembaga pendidikan,keterampilan dan kejuruan,
Tingkat pendidikan formal adalah tinggi dan merata,
Hukum yang berlaku pada pokonya hukum tertulis yang sangat
komleks,
Ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang
didasarkan atas penggunaan uang dan alat-alat pembaharuan
lainnya

Sisi lain kemajuan IPTEK adalah lahirnya


modernisasi dan sekularisasi. Modernisasi adalah
proses sosial yang merupakan perubahan
menyeluruh dari masyarakat tradisional menuju
masyarakat maju, baru atau modern.

Sekularisme adalah paham atau pandangan


filsafat yang berpendirian bahwa moralitas tidak
perlu didasarkan pada ajaran agama. Paham ini
hanya bertumpu pada tatanan profan (duniawi)
dan mengesampingkan nilai-nilai spiritualitas
memang sejak semula diarahkan untuk mengisi
kehidupan sistem etika atau ideologi.

d. Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi


Di era globalisasi dan informasi ini penguasaan terhadap informasi
tidak cukup harnya sekedar menguasai, diperlukan kecepatan dan
ketepatan. Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang telah
usang, padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
sangat cepat mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek, dengan
kata lain, informasi lama akan diabaikan dengan adanya informasi yang
lebih baru.
Dalam globalisasi ekonomi, perekonomian dunia tidak akan lagi
mengenal batas-batas negara dan bahkan peranan negara diramalkan akan
semakin berkurang. Arus globalisasi ekonomi dipercepat oleh kemajuan
teknologi yang makin pesat khususnya di bidang transportasi,
telekomunikasi dan informasi yang memungkan arus orang, barang, jasa,
dan informasi bergerak dengan lebih cepat, dalam jumlah yang semakin
besar, dengan kualitas yang semakin baik, dan dengan biaya yang semakin
murah. Persaingan antar bangsa dalam memproduksi barang dan jasa akan
semakin kuat dan ketat. Kemajuan teknologi itu pulalah yang akan makin
mempercepat proses globalisasi di berbagai bidang kehidupan manusia.
Dengan demikian, maka penguasaan iptek dari suatu bangsa yang akan
menentukan keberhasilan bangsa itu menghadapi globalisasi dalam bidang
ekonomi dan bidang kehidupan lainnya.

Menghadapi era globalisasi ini secara normatif ada empat sisi


kelemahan mempengaruhi kehidupan manusia :

Kurangnya ketahanan agama disebabkan oleh lemahnya


keimanan dan ketaqwaan, sehingga mudah ragu, dan
terombang ambing oleh munculnya ajaran agama baru
yang dibawa oleh umat pendatang.
Rendahnya pengetahuan umat akan ajaran agamanya,
sehingga tidak menyadari ketinggian ni;ai ajaran agamanya
dan tidak menyeleksi ajaran agama yang betul dan ajaran
agama yang sesat dan menyesatkan.
Rendahnya ketahanan budaya menyebabkan mudahnya
menerima budaya dari luar.
Kurangnya kepercayaan terhadap diri sendiri dan adanya
rasa rendah diri, serta selalu merasa baik terhadap apa
yang datangnya dari barat sehingga menyebabkan
hilangnya daya seleksi pada waktu menerima sesuatu yang
datang dari barat.

3. Karakteristik, Objek dan Unsur IPTEK

Menurut Jacques Ellul dalam M. Pusli Karim


(1994:5) menulis kharakteristik teknologi, antara lain :
Rasionalistas , artinya tindakan spontan oleh teknik
diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan
perhitungan rasional.
Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang
buatan tidak alamiah.
Otomatisme pilihan teknik, artinya dalam hal metode,
organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis
(dapat mengarahkan dirinya sendiri).
Serba seragam/sama, universalisme, dan totalitasi.

Menurut John K. Galbraith dalam M. Rusli Karim


(1985:13-18) bahwa teknologi itu berunsurkan, antara lain :

Peningkatan rentang waktu memisahkan yang permulaan


dari penyesalan etiap tugas.
Adanya peningkatan dalam kapital yang digunakan untuk
produksi yang terlepas dari biasa melalui peningkatan
output.
Dengan meningkatnya teknologi maka keterikan waktu dan
uang cenderung makin tidak fleksibel terhadap perfomance
tugas terntu .
Teknologi memerlukan tenaga kerja spesialis .
Keharusan adanya organisasi sebagai kelengkapan
spesialisasi.
Dari waktu dan kapital yang diperlukan makin tidak
fleksibel komitmen ini, maka kebutuhan akan organisasi
besar dan masalah perfomance pasar menurut persyaratan
teknologi tinggi menjadi keharusan dalam perencanaan

Menurut Palph Rose dalam bukunya The Fabric of


Society (Samido 1986)bahwa ciri-ciri pokok ilmu
adalah:
Rasionil artinya suatu sifat kegiatan berpikir yang
ditundukan kepada logika formil.
Bersifat empiris karena kesimpulan-kesimpulannya
yang diambil harus dapat ditundukkan kepada
pemeriksaan atau pada verifakasi pancaindera
manusia.
Bersifat umum artinya bahwa kebenaran-kebenaran
yang dihasilkan oleh ilmu dapat diverifikasikan oleh
peninjauan-peninjauan ilmiah.
Bersifat akumulatif karena ilmu yang kita kenal
sekarang merupakan kelanjutan dari ilmu yang
dikembangkan sebelumnya.

Objek ilmu pengetahuan


Objek materia : seluruh lapangan atau bahan yang di
jadikan objek penyelidikan suatu ilmu.
Objek forma : objek materia yang disoroti oleh suatu ilmu,
sehingga membedakan ilmu satu dengan ilmu lainnya, jika
berobjek materia sama.
Ditinjau dari objek yang dipelajari ilmu dapat dibedakan:
Ilmu Pengetahuan Alam --- IPA (natural sciens) adalah ilmu
yang mempelajari alam sebagai suatu hal yang tidak
mempunyai kehendak sendiri.
Ilmu Pengetahuan Sosial --- IPS (sosial sciens) adalah ilmu
yang mempelajari manusia sebagai mahluk sosial yang
mempunyai kehendakan sendiri.

Metode ilmu adalah suatu prosedur berpikir runtut yang dipergunakan


dalam penelitian, peninjauan untuk mendapat kesimpulan-kesimpulan
ilmiah. Dasar metode ilmu yaitu :
1.

Pernyataan Masalah
Tahap awal dalam penyelidikan ilmiah adalah harus mampu mengidentifikasi
masalah. Untuk mempermudah atau memperlancar penyusunan identifikasi dan
rumusan masalah diperlukan hal hal sebagai berikut :
Pengalaman yang cukup dalam praktek penelitian.
Harus mempunyai pengetahuan teoritis dalam ilmu-ilmu spesialisasinyadan
penguasaannya terhadap metode penelitian.
Ketajaman dan kelincahan berpikir serta imajinasi yang sehat.

2. Perumusan hipotesa
Hipotesa adalah suatu pernyataan yang menekankan bahwa fenomena yang sedang
diselidiki itu ada hubungannya dengan kondisi-kondisi tertentu yang dapat diamati.
3. Elaborasi Deduktif Hipotesa
Elaborasi adalah cara penelitian dengan seksama dan sungguh-sungguh. Tujuan dari
penelitian adalah untuk menghimpun data empiris yang dijadikandasar pembuktian.
4. Mengadakan test dan Verifikasi terhadap hipotesa, maksudnya bahwa survei atau
penyelidikan terhadap keadaan sosial ekonomi dan setelah dianalisa, dapat diambil
kesimpulan bahwa kehidupan ekonominya renda/ tinggi.

Ciri Teori Ilmiah


Teori ilmiah harus bebas nilai serta universal atau objektif.
Teori ilmiah seharusnya bebas nilai, tetapi pada praktik sulit
dicapai, termasuk dalam ilmu ekonomi.
Teori ilmiah dalam ilmu ekonomi adalah hasil dari suatu
ideologi dan halsafah tertentu yang dianut oleh masyarakat
yang mengembangkannya.
Secara sederhana teori ilmiah harus memenuhi dua syarat,
yaitu :
Harus konsisten dalam teori-teori sebelumnya yang
memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori
keilmuan secara keseluruhan.
Harus cocok dengan fakta-fakta empiris sebab teori yang
bagaimana pun konsistennya sekitarnya tidak didukung
oleh pengujian empiris tidak dapat diterima kebenarannya
secara ilmiah.

Sementara alur berpikir ilmiah berintikan


proses logico-hipotetico-verrifikasi, dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
Perumusan masalah,
Penyusunan kerangka berpikir dalam mengajukan
hipotesis
Perumusan hipotesis
Pengujian hipotesis
Penarikan kesimpuln merupakan penilaian
apakah sebuah hipotesis yang duiajukan diterima
atau ditolak.