Anda di halaman 1dari 47

CASE REPORT

PERIAPPENDICULAR ABSCESS

Disusun Oleh:
Nawar Najla Mastura (1102010204)
Pembimbing:
dr. Hadiyana Suryadi, SpB
Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Bedah
Rumah Sakit Umum dr. Slamet Garut
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
2014

I. IDENTITAS
Nama
Umur
Jenis kelamin
Status
Alamat
Pekerjaan
Pendidikan
Suku
Agama
No. CM
Ruangan
Tanggal masuk RS

: Ny. B
: 25 th
: Perempuan
: Menikah
: Cisampet
: Ibu Rumah Tangga
: SD
: Sunda
: Islam
: 668645
: Marjan Bawah
: 2 Juni 2014

II. ANAMNESIS
Dilakukan secara
: Autoanamnesis
Keluhan Utama
Nyeri perut kanan bawah
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke RSUD dr. Slamet Garut dengan
keluhan nyeri perut kanan bawah sejak 11 hari sebelum
masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan di perut kanan bawah
menjalar ke punggung. Nyeri dirasakan terus menerus dan
semakin sakit ketika bergerak. Pasien sudah pernah
mengkonsumsi obat pereda nyeri. Pasien juga mengeluh
perut kembung, BAB mencret, dan nafsu makan menurun
sejak hari pertama perutnya terasa sakit. Pasien juga
mengalami mual dan muntah.
Riwayat jarang makan sayur diakui pasien. Pasien
juga mengaku sering makan mie instan dan suka makan
makanan pedas. Riwayat gangguan BAK dan gangguan haid
disangkal. Riwayat maag disangkal. Keluhan tanpa disertai
demam. Riwayat BAB berlendir atau berdarah disangkal

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah mengalami gejala seperti ini
sebelumnya.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga yang mengalami penyakit
seperti ini di keluarga.

III. PEMERIKSAAN FISIK


Status Generalis
Keadaan Umum
Kesadaran
Status gizi
Tandi vital

: Tampak sakit sedang


: Compos mentis
: Cukup
: Tekanan Darah 100/60mmHg
Nadi 100 x/menit
Respirasi 20 x/menit
Suhu 37,1 oC

Kepala
Mata : Konjungtiva Anemis -/Sklera ikterik -/Refleks pupil +/+
Hidung
: Epistaksis -/Deviasi septum (-)
Krepitasi (-)
PCH (-)
Mulut : Sianosis peri oral (-), faring tidak hiperemis
Leher : Trakea ditengah, pembesaran KGB (-), JVP
tidak meningkat

Thoraks
Inspeksi
: Hemitorax simetris kanan dan kiri
dalam
keadaan
statis
dan
dinamis
Palpasi
: Fremitus vokal dan taktil
simetris kanan dan
kiri,
Nyeri
tekan (-)
Perkusi
: Sonor pada kedua hemitorax
Auskultasi : Pulmo : VBS kanan = kiri normal,
ronki -/-,
wheezing -/Cor
: Bunyi jantung I -II murni reguler,

Abdomen
Inspeksi
: Datar
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Perkusi
: Timpani pada keempat kuadran
abdomen
Palpasi
: Hepar tidak teraba membesar
Lien tidak teraba membesar
Nyeri tekan pada abdomen kanan
bawah (+)
pada titik McBurney
Nyeri lepas pada abdomen kanan
bawah (-)
Teraba massa pada abdomen kanan
bawah

Ekstremitas
Superior dex. dan sin. : Tonus otot
: baik
Gerakan
: aktif / aktif
Edema
: -/Massa
: -/Kekuatan
: 5/5
Inferior dex. dan sin. : Tonus otot
: baik
Gerakan
: aktif/ aktif
Edema
: -/Massa
: -/Kekuatan
: 5/5

Rectal Toucher
Spincter Ani : kuat
Ampula
: tidak kolaps
Tidak ada nyeri tekan pada jam 9-12
Status Lokalis
a/r abdomen:
Perut lentur
Nyeri tekan (+) pada titik McBurney
Nyeri lepas (-)
Bising usus (+)
Psoas sign (+), Obturator sign (+), Rovsing sign (-)
Teraba massa pada abdomen kanan bawah

Alvorado Score
Mual muntah (1)
Nyeri perut kanan bawah (2)
Leukositosis (2)
Anoreksia (1)
Jumlah skor: 6 (sangat mungkin appendisitis)

IV. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

BNO 2 posisi

-Preperitoneal fat kiri terpotong, kanan normal


-Psoas line normal dan kontur kedua ginjal jelas
-Bayangan udara dalam usus tampak di abdomen
tengah bawah
-Bayangan udara dalam kolon normal
-Tidak tampak konkremen opak sepanjang traktus
urinarius
-Pada posisi tegak free air sub diafragma (-), air
step ladder (-)
Kesan:
-Ileus local di abdomen tengah bawah
-Tidak tampak urolitiasis opak

Ro Thorax

USG Pelvis

V. FOLLOW UP

VI. DIAGNOSA KERJA DAN VII.


DIAGNOSA BANDING
DIAGNOSA KERJA
Periappendicular Abscess
DIAGNOSA BANDING
Tumor Apendiks
Tumor Caecum
Chrons Disease

IX. PENATALAKSANAAN
Konservatif

Ceftizoxime
Metronidazole
Ranitidine

2x1
2x1500
2x1

Intervensi

LE + Ileocecectomy + Reseksi Anastomosis


Ileocolica

X. PROGNOSIS
Quo ad vitam

Quo ad sanam
Quo ad functionam

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam

1. ANATOMI DAN FISIOLOGI


APENDIKS

2. APENDISITIS AKUT
Etiologi:

Penyebab paling umum: Obstruksi lumen oleh


fekalit
Penyebab kurang umum: Hipertrofi jaringan limfoid,
barium yang mengental dari x-ray, tumor, parasit
usus

Patogenesis
Fekalit Obstruksi lumen apendiks sekresi

normal terus menerus distensi merangsang


peregangan ujung saraf visceral dari serabut
aferen nyeri yang samar dan tumpul yang
menyebar di midabdomen atau epigastrium
bawah
Sekresi normal terus menerus & multiplikasi
bakteri distensi meningkat refleks mual muntah
nyeri visceral difus mjd lebih parah
Mukosa saluran pencernaan, termasuk apendiks,
rentan terhadap gangguan suplai darah invasi
bakteri & infark
distensi, invasi bakteri, proses infark perforasi

BAKTERIOLOGI

Symptoms
nyeri difus awalnya berpusat di bawah

epigastrium atau daerah pusar


Setelah periode bervariasi dari 1 sampai 12 jam,
tetapi biasanya dalam waktu 4 sampai 6 jam,
rasa sakit melokalisasi ke kuadran kanan bawah
Apendiks retrocecal dapat menyebabkan
terutama pinggul atau nyeri punggung
apendiks pelvis, terutama nyeri suprapubik
apendiks retroileal, nyeri testis
Anorexia
muntah

Signs
Peningkatan suhu jarang > 1 C (1.8 F)

denyut nadi normal atau sedikit meningkat


Rebound tenderness
Rovsing sign
Psoas sign
Obturator sign

Diagnosis
Laboratory findings
Leukositosis ringan, mulai dari 10.000 sampai
18.000 sel/mm3
Urinalisis mengnyingkirkan infeksi saluran
kemih
Imaging Studies
USG
CT Scan

RUPTUR APENDIKS
Anak-anak usia dibawah 5 tahun dan pasien usia

lebih dari 65 tahun memiliki tingkat perforasi


tertinggi (masing-masing 45 dan 51%)

Signs
demam dengan suhu lebih dari 39C (102F)

hitung sel darah putih lebih dari 18.000/mm3.


Dalam sebagian besar kasus, ruptur terlokalisasi

dan pasien menunjukkan rebound tenderness


yang terlokalisasi.
Peritonitis yang merata akan muncul jika proses
walling-off tidak efektif dalam membatasi ruptur.
Proses walling-off efektif periappendicular
abscess
Teraba massa pada pemeriksaan fisik
mengalami gejala dengan durasi yang lebih lama,
biasanya minimal 5-7 hari

TERAPI
Abses kecil konservatif dan antibiotik IV

Abses yg terlokalisasi drainase perkutan


Abses kompleks Drainase bedah

Reseksi Emergency
Reseksi

darurat mungkin diperlukan karena


obstruksi, perforasi, atau perdarahan.
Jika reseksi melibatkan kolon kanan atau kolon
transversum proksimal (kolektomi kanan atau
kolektomi
kanan
diperpanjang),
sebuah
anastomosis ileocolonic primer biasanya dapat
dilakukan dengan aman selama usus yang
tersisa sehat dan pasien stabil.

Reseksi ileokolika
Reseksi ileokolika: reseksi terbatas dari ileum
terminal, sekum, dan apendiks.