Anda di halaman 1dari 9

PENSKALAAN

A. PENGANTAR
Secara umum penskalaan merupakan suatu prosedur penempatan atribut atau
karakteristik objek pada titik-titik tertentu panjang suatu kontinum. Kontinum adalah
deretan angka yang berurutan sepanjang suatu garis lurus.
Penskalaan adalah merupakan prosedur untuk menempatkan karakteristik
objek pada titik-titik sepanjang sebuah kontinum. Penskalaan dalam psikologi adalah
upaya untuk mengembangkan instrumen pengukuran terhadap penilaian individu.
Tujuan Untuk akurasi estimasi penilaian individu yang bersifat subjektif.
Karakteristik skala psikologi antara lain :
-

Stimulus yang diberikan tidak secara langsung mengukur konstrak ukur. Item
skala psikologis tidak langsung mengacu pada konstrak ukur
Saya berangkat kerja dengan hati mantap (Skala semangat kerja)

Interpretasi didasarkan pada keseluruhan item. Satu item tidak dapat dijadikan
landasan menginterpretasikan

Tidak ada respon benar dan salah. Tidak seperti tes kognitif, tidak ada respon
yang dinilai benar dan salah dalam skala psikologi.

Tipe Skala
1. Nominal : skala nominal tingkatan pengukuran yang paling sederhana. Skala nominal
sama sekali tidak menunjukan kuantitas.Angka yang ditunjuk untuk suatu kategori
tidak merefleksikan bagaimana kedudukan kategori tersebut terhadap kategori
lainnya, tetapi hanyalah sekedar label, kode, atau golongan sehingga skala yang
diterapkan pada data hanya bisa dibagi ke dalam kelompok-kelompok tertentu dan
pengelompokan tersebut hanya dilakukan untuk tujuan identifikasi. Tidak ada operasi
matematik yang dapat diterapkan pada data yang berskala nominal ini. Contoh:
penggolongan mobil ke dalam kategori sedan, van, mini van, truk, dan bus. Atau
penggolongan jenis kelamin, suku dsb.
2. Ordinal : skala ini memungkinkan peneliti untuk mengurutkan respondennya dari
tingkatan yang paling rendah ke tingkatan paling tinggi menurut atribut tertentu.
skala yang diterapkan pada data-data yang dapat dibagi dalam berbagai kelompok dan
kita bisa membuat peringkat di antara kelompok tersebut. Contoh: sebuah product

yang diproduksi sebuah pabrik dapat dikategorikan ke dalam skala sangat bagus,
bagus, dan kurang bagus.
3. Interval : Seperti halnya ukuran ordinal, ukuran interval adalah mengurutkan orang
atau objek berdasarkan suatu atribut. Interval atau jarak yang sama pada skala interval
dipandang sebagai mewakili interval atau jarak yang sama pula pada objek yang
diukur. skala yang diterapkan pada data yang dapat dirangking dan dengan peringkat
tersebut kita bisa mengetahui perbedaan di antara peringkat-peringkat tersebut dan
kita bisa menghitung besarnya perbedaan itu. namun harus diperhatikan bahwa dalam
skala ini perbangingan rasio yang ada tidak diperhitungkan Contoh : Nilai mahasiswa
A mempunyai IP 4, B,3,5, C,3, D,2,5, E,2, maka interval antara mahasiswa A dan C (
4 3 = 1) adalah sama dengan interval antara mahasiswa C dan E ( 3 2 = 1)
4. Rasio : suatu bentuk interval yang jaraknya ( interval ) tidakdinyatakan sebagai
perbedaan nilai antar responden, tetapiantara seorang dengan nilai nol absolute,
karena ada titik nolmaka perbandingan ratio dapat ditentukan. Contoh kalau Harga
Produk X sebesar Rp. 3.000 dan Produk Ysebesar Rp 6.000 maka peneliti dapat
menyimpulkan bahwaProduk Y 2 kali lebih mahal di banding Produk X.

B. MODEL-MODEL SKALA
1. Penskalaan berdasarkan subjek
Pendekatan yang berorentasi pada subjek memusatkan perhatian pada masalah
penempatan subjek pada titik-titik tertentu di sepanjang kontinum. Pendekatan ini
mengabaikan bobot masing-masing stimulus atau pun respon. Umunya respon
yang positif diberi bobot skor yang sama, sekalipun dasar itu tidak jelas. Namun
karena prosedur ini sangat sederhana dan mempunyai nilai praktis yang tinggi,
maka banyak digunakan untuk penyusunan skala psikologi.
Contoh model penskalaan berdasarkan subjek:
1. Anda melihat kenalan anda secara tidak sadar memasukan bolpoint yang
dipinjamnya dari anda kedalam sakunya.
a. Saya ingatkan sambil tersenyum
b. Apa boleh buat, lagi pula harga bolpoint itu tidak seberapa
Pilihan jawaban a pada contoh diatas merupakan pernyataan yang berisi
indikasi adanya asertifitas dibandingkan dengan pilihan b yang dapat
dikatakan tidak mengindikasikan adanya arsetiffitas. Oleh karena itu pilihan
a diberi skor 1 dan pilihan b diberi skor 0.

2. Penskalaan berdasarkan stimulus (Thurstone)


Penskalaan ini bertujuan meletakkan stimulus pada kontinum atribut yang
bersangkutan. Pendekatan ini berawal dari minat para ahli psikofisik yang
berusaha menemukan hubungan antara respon terhadap suatu stimuli dan
stimulinya sendiri. Prosedur berdasarkan stimuli ini, sekalipun pada gilirannya
skor akan diberikan pada respon, namun angka skornya ditentukkan lewat
penskalaan stimulusnya.
Beberapa metode penskalaan yang berorientasi pada stimulus antara lain
method of paired comparisons, method of equal-appearing interval, menthod of
succesive intervals, dan lain-lain.
Berikut adalah langkah-langkah penskalaan yang berorientasi pada stimulus
dengan metode interval setara (method of aqual-appearing interval)
a. Tentukan lebih dulu banyaknya interval dalam jumlah ganjil pada suatu
kontinum yang hendak digunakan (misalnya 11 interval sebagai berikut)

Ringan

sedang

berat

Huruf-huruf pada kontinum mewakili letak yang semakin kekanan


berarti semakin berat atau semakin besar dan semakin kekiri semakin
ringan atau semakin kecil kuantitas bagi apa yang dideskripsikan oleh butir
itu. Jarak kualitatif antara masing-masing huruf yang membentuk deretan
kontinum ini tidak diketahui sehingga mestinya deretan huruf-huruf
tersebut berada pada tingkatan ordinal, namun dengan menempatkan jarak
kuantitatif yang sama dan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain,
maka diasumsikan bahwa subjek yang memberi penilaian terhadaf kualitas
objek akan mempersepsi kesamaan jarak tersebut secar kualitatif pula. Jika
asumsi ini berlaku maka kita dapat menganggap bahwa deretan hurufhuruf tersebut berada pada jarak-jarak interval yang setara.
b. Sekelompok subjek diminta untuk bergantian dan secara independen
memberikan penilaian mereka masing-masing mengenai stimulus yang
dideskripsikan oleh butir tersebut, dengan cara meberi tanda pada kotak

atau huruf yang paling mewakili letak butir atau stimulus pada kontinum
yang bersangkutan.
c. Setelah semua subjek memberikan peenilaian terhadap semua butir,
selanjutnya hasilnya ditabulasikan. Misalnya penilaian terhadap stimulus :
Merasa dibenci seseorang, yang merupakan salah satu butir dari skala
stress, seperti berikut :

10

11

10

20

24

30

50

40

26

.05

.10

.12

.15

.25

.20

.13

pk

.05

.15

.27

.42

.67

.87

1.00 1.00 1.00 1.00 1.00

Jumlah subjek : 200

Huruf f (frekuensi) menunjukkan banyaknya subjek yang menempatkan


stimulus ke dalam kotak interval tertentu. Misal kotak B mempunyai f
sebesar 20, artinya ada 20 orang yang menganggap bahwa apa yang
dideskripsikan oleh butir itu mengandung stress dalam tingkat yang
cenderung rendah.
Huruf p berarti proporsi, yang merupakan rasio antara frekuensi pada
setiap huruf atau kotak dengan cacah seluruh subjek (n). Jadi p = f/n.
Sebagai contoh kotak B yang mempunyai f= 20, maka p nya = 20/200 =
0,10.
Huruf pk berarti proporsi komulatif yang diperoleh dengan cara
menambahkan proporsi pada kotak tertentu dengan proporsi komulatif
sebelumnya. Jadi pk pada kotak C=0,12 + 0,15 = 0,27, sedang pk pada
kotak A = 0,05 + 0 = 0,05.
d. Hitung nilai skala bagi stimulus atau butir tersebut, yaitu nilai yang
mewakili rating atau judgment dari keseluruhan subjek terhadap stimulus
itu. Nilai skala itu diestimasi lewat harga mediannya, dengan rumus :

S = bb + (0,50-pkb)i
P

S = Skor skala
bb = batas bawah kotak yang mengandung median
pkb = proporsi komulatif di bawah kategori kotak yang mengandung
median
p = proporsi pada kategori yang mengandung median
i = luas interval yang dalam hal ini sama dengan 1
Dengan demikian maka skor skala dari stimulus merasa dibenci seseorang
adalah :
S = 4,5 + (0,50-0,42)1
0,25
= 4,82 dibulatkan menjadi 5
Jadi letak skor stimulus merasa dibenci seseorang pada suatu kontinum
stress yang berskala interval adalah 5. Oleh karena itu jawaban ya ini
diberi skor 5, sedang jawaban tidak diberi skor 0, bagi butir :
Merasa dibenci seseorang

Ya

Tidak

3. Penskalaan Berdasarkan respons (Likert)


Penskalaan berdasarkan respons adalah prosedur penempatan alternativealternatif jawaban pada suatu kontinum kuantitatif, sehingga titik-titik pilihan
jawaban itu menjadi sekor yang diberikan masing-masing jawaban. Bendekatan
penskalaan berdasarkan respons ini lebih kompleks jika disbanding dengan dua
pendekatan terdahulu. Digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena.
Prosedurnya penskalaan ini menempuh langkah sebagai berikut :
1. Tentukan format respon yang digunakan. Dalam skala psikologi yang
popular adalah format lima pilihan yang merupakan jawaban terhadap item
yang berbentuk pernyataan.

Contoh :

1. Merasa gelisah dikantor memikirkan keadaan anak dirumah TP JR


KD SR SL
2. Pendapat saya tidak dihargai orang lain

TP JR KD SR SL

3. Skripsi hanya menghambat kelulusan

TP JR KD SR SL

Contoh 1 merupakan suatu item dalam skala konflik peran ganda


yang mengindikasikan adanya konflik tersebut (item bersifat favourable).
Arti pilihan jawaban adalah TP =tidak pernah, JR = jarang, KD = kadangkadang, SR = sering, SL = selalu.
Contoh 2 merupakan suatu item dalam skala self-esteem (item
bersifat unfavourable). Arti pilihan jawabanadalah STS = Sangat tidak
sesuai, TS = tidak sesuai, TT = tidak tahu, SS = sangat sesuai.
Contoh 3 merupakan suatu item dalam skala sikap terhadap
kewajiban

menyusun

skripsi

yang

mengindikasikan

sikap

tidak

mendukung/ tidak setuju terhadap kewajiban menyusun skripsi (item


bersifat unfavourable). Arti pilihan jawaana adalah STS = sangat tidak
stuju, TS = tidak setuju, N = netral, SS = sangat setuju.
2. Setelah item-item selesai ditulis dirakit, selanjutnya diuji cobakan kepada
sekelompok subjek.
3. Tabulasi jawaban setiap item dari seluruh subjek.
Missal, hasil tabulasi jawaban terhadap item contoh 1 adalah sbb :
Hasil tabulasi jawaban 200 orang terhadap merasa gelisah dikantor
memikirkan keadaan anak-anak dirumah
TP

JR

KD

SR

SL

36

59

87

14

P = f/n

0,020

0,180

0,295

0,435

0,070

Pk

0,020

0,200

0,495

0,930

1,000

Catatan :
P = proporsi, adalah proporsi pada tiap kategori respons. P ini diperoleh
dengan membagi frekuensi pada tiap kategori respons dengan jumlah seluruh
responden jadi p = f/n
Pk = proporsi komulatif, adalah proporsi pada suatu kategori respons ditambah
dengan proporsi semua kategori disebelah kirinya. Contoh : pk untuk kategori
KD adalah 0,295 + 0, 180 (p pada kategori JR) + 0,020 (p pada kategori TP) =
0,495.

4. Menentukan harga setiap kategori pilihan jawaban pada masing-masing


butir, dengan cara :
Skoring terhadap pilihan-pilihan jawaban pada item merasa gelisah
dikantor memikirkan keadaan anak-anak dirumah
TP

JR

KD

SR

SL

36

59

87

14

P = f/n

0,020

0,180

0,295

0,435

0,070

Pk

0,020

0,200

0,495

0,930

1,000

Pk-t

0,010

0,110

0,348

0,713

0,965

-2,326

-1,227

-0,391

0,562

1,812

Z+2,326

1,099

1,935

2,888

4,138

dibullatkan

Catatan :
Pk-t = titik tengah proporsi komulatif, yang rumusan sebagai setengah
proporsi dalaam kategori yang bersangkutan ditambah proporsi dalam kategori
yang bersangkutan ditambah proporsi komulatif pada kategori disebelah
kirinya. Jadi pk-t = p+pk
Contoh : pk-t untuk kategori JR adalah = (0,180)+0,020=0,110. Jarak antara
kategori respons (periksa table kurve normal). Pada lajur Z+2,326 kita
meletakan titik terendah sekor pilihan jawaban pada angka nol. Hal ini untuk
menghindari sekor negative yang kurang lazim dalam skala psikologi.

Dalam contoh diatas, diperoleh angka yang berinterval sama. Tetapi


harus diketahui bahwa hal tersebut tidak selalu dapat terjadi. Perhatikan
conntoh berikut.
skripsi hanya menghambat kelulusan mahasiswa
Item ini bersifat unfavourable, maka susunan pilihan dibalik, sehingga pilihan
SS berada paling kiri dan pilihan STS berada paling kanan.
Skoring terhadap pilihan-pilihan jawaban pada item skripsi hanya
menghambat kelulusan mahasiswa
SS

TS

STS

16

29

62

73

20

P=f/n

0,080

0,145

0,310

0,365

0,100

Pk

0,080

0,225

0,535

0,900

1,000

Pk-t

0,040

0,153

0,380

0,718

0,950

-1,751

-1,024

-0,305

0,577

1,645

Z+1,751

0,727

1,446

2,328

3,396

Dibulatkan

Tampak bahwa hasil penskalaan menempatkan jawaban S dan N pada


titik yang sama atau harus diberi skor sama. Hal ini menunjukan bahwa isi
item itu tidak dapat membedakan antara individu yang Setuju dan Netral.
C. KOMPONEN SKALA
1. Petunjuk Pengisian: Informasi mengenai bagaimana subjek mengisi skala
2. Stimulus: Stimulus dapat berupa pernyataan atau karakteristik atribut ukur
yang disediakan untuk direspon subjek. Terdapat tiga macam pernyataan
dalam skala antara lain
a. Kognitif (pernyataan mengenai pendapat subjek)
b. Afektif (pernyataan mengenai perasaan subjek)
c. Konatif (pernyataan mengenai tendensi perilaku subjek)
3. Kategori Respon: Respon adalah form yang disediakan untuk subjek
dalam menanggapi stimulus yang disediakan. Terdapat beberapa macam
kategori respon yang biasa digunakan dalam skala antara lain:
a. Frekuensi (seringtidak pernah)
b. Evaluasi (baikburuk)

c. Persetujuan (setuju tidak setuju)


d. Kesesuaian (sesuaitidak sesuai)
C. KESIMPULAN
Penskalan merupakan suatu prosedur penempatan atribut atau karakteristik
objek pada titik-titik tertentu panjang suatu kontinum. Kontinum adalah deretan angka
yang berurutan sepanjang suatu garis lurus.
Sedangkan model-model penskalaan terdapat tiga macam yaitu penskalaan
subjek, penskalaan stimulus, dan pensklaan respon.

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Saifuddin. 2012. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka


Pelajar
Azwar, Saifuddin. 2011. Dasar- Dasar Psikometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Suryabrata, Sumadi. 2005. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta:
ANDI