Anda di halaman 1dari 46

Oleh Kelompok 1

1.
2.
3.
4.

5.

Anissa Kartini Putri


Dyca Herliana Kusuma Dewi
Ikke Dwi Kartika
Rijalul Fikri
Rokhim Sunandi

Epidermis

adalah bagian terluar dari kulit.


Bagian ini terdiri dari jaringan epitel
skuamosa bertingkat. Jaringan ini tidak
memiliki pembuluh darah dan sel-selnya
sangat rapat. Epidermis memiliki bagianbagian lapisan yaitu :
Stratum Korneum
Stratum Lusidum
Stratum Granulosum
Stratum Germinavitum

1. Stratum Korneum
Letak lapisan ini berada paling luar dan merupakan kulit
mati, kering, dan tersusun dari berlapis-lapis jaringan
epitelium pipih. Jaringan epidermis ini disusun oleh 25-30
lapisan
sel-sel
mati,
dan
akan
mengalami
pengelupasan secara perlahan-lahan, digantikan oleh jaringan
dibawahnya
karena
berisi
protein
keratin.
Fungsi
utamanya, antara lain melindungi sel-sel dan mencegah
masuknya bibit penyakit.
2. Stratum Lusidum
Stratum lusidum, yang berfungsi melakukan pengecatan
terhadap kulit dan rambut. Semakin banyak melanin yang
dihasilkan dari sel-sel ini, maka warna kulit akan menjadi
semakin gelap. Selain memberikan warna pada kulit, melanin
ini juga berfungsi untuk melindungi sel-sel kulit dari sinar
ultraviolet matahari yang dapat membahayakan kulit.
Walaupun sebenarnya dalam jumlah yang tepat sinar
ultraviolet ini bermanfaat untuk mengubah lemak tertentu di
kulit menjadi vitamin D, tetapi dalam jumlah yang
berlebihan sangat berbahaya bagi kulit.

3. Stratum Granulosum
Berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras
dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum
umumnya menghasilkan pigmen hitam(melanin). Lapisan ini
terdiri atas sel-sel hidup dan terletak pada bagian paling
bawah dari jaringan epidermis. Stratum granulosum tersusun
atas sel hidup yang dihasilkan oleh lapisan Malpighi.
4. Stratum Germinavitum
Stratum germinativum, sering dikatakan sebagai sel hidup
karena lapisan ini merupakan lapisan yang aktif membelah.
Sel-selnya membelah ke arah luar untuk membentuk sel-sel
kulit teluar. Sel-sel yang baru terbentuk akan mendorong selsel yang ada di atasnya selanjutnya sel ini juga akan didorong
dari bawah oleh sel yang lebih baru lagi. Pada saat yang
sama sel-sel lapisan paling luar mengelupas dan gugur

Di bawah lapisan epidermis kulit terdapat lapisan


pelindung dalam, yang disebut lapisan dermis. Dermis disebut
juga kulit jangat atau korium. Dermis kulit tersebut berisi
jaringan ikat berserat. Dermis juga merupakan pelabuhan
banyak ujung saraf yang menyediakan indera peraba dan
panas. dermis berisi folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar
sebaceous, kelenjar apokrin, pembuluh limfatik dan pembuluh
darah. Pembuluh darah di dermis menyediakan makanan dan
pembuangan sampah dari sel sendiri serta dari basale
Stratum dari epidermis. Dermis secara struktural dibagi
menjadi dua daerah: daerah yang dangkal berbatasan dengan
epidermis, yang disebut daerah papiler, dan area dalam tebal
dikenal sebagai wilayah reticular.

1. Lapisan Papiler
Lapisan
papiler adalah jaringan ikat
areolar renggang dengan fibroblas, sel
mast, dan makrofag. Di lapisan ini banyak
terdapat pembuluh darah yang memberi
nutrisi pada epidermis.
2. Lapisan Retikular
Lapisan retikular letaknya lebih dalam dari
lapisan papiler. Lapisan ini terdiri dari
jaringan ikat ireguler yang rapat, kolagen
dan serat elastik.

Hipodermis

terdiri atas sebagian besar


jaringan adiposa dan merupakan tempat
penyimpanan sebagaian besar lemak
tubuh.
Hipodermis
berfungsi
untuk
mengikatkan kulit dengan permukaan di
bawahnya,
menyediakan
penyekatan
suhu, dan menyerap guncangan dari
benturan pada kulit.

Kulit memiliki banyak fungsi yang berguna


dalam menjaga homeostasis tubuh. Yaitu
sebagai fungsi :
-Proteksi (perlindungan)
-absorpsi
-ekskresi
-persepsi
-pengatur suhu tubuh (termoregulasi)
-pembentukan vitamin D

Sel Keratin
Lipid

Melindungi Kulit dari Mikroba ,abrasi,


panas dan zat kimia

mencegah evaporasi air dari


permukaan kulit dan dehidrasi,
mencegah masuknya air dari
lingkungan

Pigmen melanin Melindungi Kulit dari sinar UV

Sebum
Sel-sel imun

Mencegah Kulit dari kekeringan

Sebagai protektif

Penyerapan air pada kulit yang dibantu


oleh material larut lipid seperti vit. A, D, E,
dan K. penyerapan ini dapat melalui celah
antar sel atau muara saluran kelenjar.

Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh:


Ketebalan kulit
Hidrasi
Kelembapan
Metabolisme
Jenis vahikulum

Merupakan
sebagai
tempat
pembuangan suatu cairan yang keluar dari
dalam tubuh yaitu keringat, dengan
perantara 2 kelenjar yaitu
1. Kelenjar sebasea
2. Kelenjar keringat
- kelenjar keringat apokrin
-kelenjar keringat merokrin

Sebagai
sebuah
penggambar
rangsangan (panas,dingin, kasar,halus)
hal ini karena kulit mengandung ujungujung saraf sensorik di dermis dan
subkutis

kontribusi kulit untuk pengatur suhu tubuh


melalui pengeluaran keringat dan
penyesuaian aliran darah pada kapiler.
Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan
banyak keringat dan memperlebar pembuluh
darah (vasodilatasi)
Pada saat dingin, tubuh akan lebih sedikit
mengeluarkan keringat dan mempersempit
pembuluh darah (vasokonstriksi)

kulit mensitesis vitamin D dengan


mengaktivasi
prekusor
7
dihidroksi
kolesterol dengan bantuan sinar UV. Enzin
di hati dan ginjal lalu memodifikasi
prekusor dan menghasilkan calcitriol yang
menjadikan bentuk vitamin D yang aktif.

Korpuskula Paccini
Korpuskula Ruffini

Korpuskula Meissner
Korpuskula Krause
Korpuskula Ujung Saraf Terbuka

Korpuskula Lempeng Merkel

Korpuskula Pacini
Korpuskula pacini (vater pacini) ditemukan di jaringan
subkutan pada telapak tangan, telapak kaki, jari, puting,
periosteum, mesenterium, tendon, ligamen dan genetalia
eksterna. Bentuknya bundar atau lonjong, dan besar (panjang 2
mm, dan diameter 0,5 1 mm). bentuk yang paling besar dapat
dilihat dengan mata telanjang, karena bentuknya mirip bawang.
Setiap korpuskulus disuplai oleh sebuah serat bermielin
yang besar dan juga telah kehilangan sarung sel schwannya pada
tepi korpuskulus. akson saraf banyak mengandung mitokondria.
akson ini dikelilingi oleh 60 lamela yang tersusun rapat (terdiri
dari sel gepeng). sel gepeng ini tersusun bilateral dengan dua
alur longitudinal pada sisinya.
Korpuskulus ini berfungsi untuk menerima rangsangan
tekanan yang dalam.

Korpuskula Ruffini
Korpuskulus ini ditemukan pada jaringan ikat termasuk
dermis dan kapsula sendi. Mempunyai sebuah kapsula jaringan
ikat tipis yang mengandung ujung akhir saraf yang
menggelembung. Korpuskulus ini merupakan mekanoreseptor,
karena mirip dengan organ tendo golgi.
Korpuskulus ini terdiri dari berkas kecil serat tendo
(fasikuli intrafusal) yang terbungkus dalam kapsula berlamela.
Akhir saraf tak bermielin yang bebas, bercabang disekitar berkas
tendonya. Korpuskulus ini terangsang oleh regangan atau
kontraksi otot yang bersangkutan juga untuk menerima
rangsangan panas.

Korpuskula Meissner
Korpuskulus peraba (Meissner) terletak pada papila
dermis, khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan genetalia.
Bentuknya silindris, sumbu panjangnya tagak lurus permukaan
kulit dan berukuran sekitar 80 mikron dan lebarnya sekitar 40
mikron. Sebuah kapsul jaringan ikat tipis menyatu dengan
perinerium saraf yang menyuplai setiap korpuskel. Pada bagian
tengah korpuskel terdapat setumpuk sel gepeng yang tersusun
transversal. Beberapa sel saraf menyuplai setiap korpuskel dan
serat saraf ini mempunyai banyak cabang mulai dari yang
mengandung mielin maupun yang tak mangandung mielin.
Korpuskulus ini peka terhadap sentuhan dan memungkinkan
diskriminasi/ pembedaan dua titik (mampu membedakan
rangsang dua titik yang letaknya berdekatan).

Korpuskula Krause

Korpuskulus gelembung (krause) ditemukan di daerah


mukokutis (bibir dan genetalia eksterna), pada dermis dan
berhubungan dengan rambut. korpuskel ini berbentuk
bundar (sferis) dengan diameter sekitar 50 mikron.
mempunyai sebuah kapsula tebal yang menyatu dengan
endoneurium. di dalam korpuskulus, serat bermielin
kehilangan mielin dan cabangnya tetapi tetap diselubungi
dengan sel schwann. seratnya mungkin bercabang atau
berjalan spiral dan berakhir sebagai akhir saraf yang
menggelembung sebagai gada. korpuskel ini jumlahnya
semakin berkurang dengan bertambahnya usia.korpuskel ini
berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap dingin.

Korpuskula Ujung Saraf Terbuka


Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung akhir
saraf bebas padabanyak jaringan tubuh dan merupakan
reseptor sensorik utama dalam kulit.serat akhir saraf bebas ini
merupakan serat saraf yang tak bermielin, atau seratsaraf
bermielin berdiameter kecil, yang semua telah kehilangan
pembungkusnya sebelum berakhir, dilanjutkan serat saraf
terbuka yang berjalan di antara sel epidermis. sebuah serat saraf
seringkali bercabang-cabang banyak dan mungkin berjalan ke
permukaan, sehingga hampir mencapai stratum korneum. serat
yang berbeda mungkin menerima perasaan raba, nyeri dan
suhu. sehubungan dengan folikel rambut, banyak cabang serat
saraf yang berjalan longitudinal dan melingkari folikel rambut
dalam dermis.

Beberapa saraf berhubungan dengan jaringan epitel


khusus. pada epidermisberhubungan dengan sel folikel
rambut dan mukosa oral, akhir sarafmembentuk badan
akhir seperti lempengan (diskus atau korpuskel
merkel).badan ini merupakan sel yang berwarna gelap
dengan
banyak
juluransitoplasma.
seperti
mekanoreseptor badan ini mendeteksi pergerakan
antarakeratinosit dan kemungkinan juga gerakan
epidermis sehubungan denganjaringan ikat di
bawahnya. telah dibuktikan bahwa beberapa diskus
merkelmerespon rangsangan getaran dan juga resepor
terhadap dingin.

Korpuskula Lempeng Merkel #1


Ujung saraf Merkel adalah mekanoreseptor yang ditemukan di kulit dan
mukosa yang memberi informasi rangsang sentuhan ke otak. Informasi yang
disampaikan adalah yang berkaitan dengan tekanan dan tekstur. Masing-masing
ujung saraf terdiri dari sel Merkel dalam aposisi yang dekat dengan ujung saraf
yang membesar. Mereka diklasifikasikan sebagai mekanoreseptor tipe I yang
beradaptasi
lambat.
Sel-sel Merkel (bersama dengan badan Meissner) terdapat di lapisan kulit
superfisial, dan ditemukan kluster di bawah lengkungan ujung-ujung jari yang
menyusun sidik jari. Pada kulit berambut, ujung saraf Merkel membentuk kluster
ke dalam struktur epitelial khusus yang disebut touch domes atau lempeng
rambut. (Beberapa tipe mekanoreseptor lain, seperti badan Paccini dan ujungujung Ruffini. terutama ditemukan di jaringan subkutan). Reseptor Merkel juga
terdapat pada kelenjar mammae. Dimanapun mereka berada, epitel disusun untuk
mengoptimalkan
transfer
tekanan
ke
ujungnya.

Korpuskula Lempeng Merkel #2


Oleh karena itu struktur yang kaku, dan fakta bahwa
mereka tidak berkapsul, menyebabkan mereka memiliki respon
yang kontinyu terhadap defleksi mekanis jaringan (dalam bentuk
potensial aksi). Mereka paling sensitif dari empat jenis
mekanoreseptor terhadap getaran pada frekuensi rendah, sekitar

5-15

Hz.
Karena respon kontinyu mereka terhadap tekanan, ujung

saraf Merkel diklasifikasikan sebagai saraf yang beradaptasi

lambat. Hal ini berlawnan dengan badan Pacini dan Meissner,


yang beradaptasi cepat dimana respon hanya terhadap awal dan
akhir defleksi mekanis, dan terhadap getaran frekuensi tinggi.

Derivat
kulit
atau
disebut
Skin
Appendages/adnexa kulit merupakan struktur
tambahan kulit. Derivat kulit berasal dari
epidermis, terdiri dari kelenjar sudorifera
(kelenjar keringat), kelompok sebasea, rambut
dan folikel rambut serta kuku

Bedasarkan

struktur dan lokasinya


dibedakan menjadi kelenjar keringat ekrin
dan apokrin
Bedasarkan cara pengeluaran hasil
sekresinya dibedakan menjadi kelenjar
kulit dibagi dalam kelenjar merokrin,
apokrin, holokrin.

Kelenjar Keringat Ekrin


Adalah kelenjar tubular simpel dan berpilin
serta tidak berhubungan dengan folikel
rambut. Kelenjar ini penyebarannya meluas
keseluruh tubuh, terutama pada telapak
tangan, telapak kaki, dan dahi. Sekresi dari
kelenjar ini (keringat) mengandung air dan
mampu menghasilkan 6L air per harinya.
Kelenjar ini juga membantu pendinginan
evaporatif tubuh untuk mempertahankan
suhu tubuh.

Kelenjar Keringat Apokrin


Adalah kelenjar keringat yang besar dan
bercabang dengan penyebaran yang
terbatas. Ditemukan pada aksila, areola
payudara, dan regla anogenital.

Macam-macam kelenjar apokrin ;

Kelenjar apokrin yang ditemukan di lipatan ketiak dan


area anogenital memiliki duktus yang membuka ke
bagian atas folikel rambut. Mulai berfungsi pada
masa pubertas untuk merespon stres atau
kegembiraan dan mengeluarkan semacam sekresi
tidak berbau yang kemudian akan berbau jika
bereaksi dengan bakteri.

Kelenjar Seruminosa pada saluran telinga


menghasilkan serumen atau getah telinga.

Kelenjar mammae adalah kelenjar apokrin yang


termodifikasi dan mengalami spesialisasi untuk
memproduksi susu.

Kelenjar holokrin
Kelenjar holokrin merupakan tipe kelenjar yang ketika selnya
menyekresi sekret sel tersebut akan ikut pecah. Karena sifatnya itu,
tentu saja kelenjar holokrin memiliki daya regenerasi yang sangat
tinggi agar sel-sel yang pecah tersebut bisa digantikan oleh sel-sel
baru. Contoh kelenjar holokrin adalah kelenjar sebaceus atau
kelenjar minyak.

Kelenjar apokrin
Kelenjar apokrin adalah kelenjar yang menimbun sekretnya di
bagian apikal dan ketika sekret dilepaskan, kelenjar apokrin ini akan
kehilangan hanya bagian apikal selnya. Contohnya pada kelenjar
susu dan kelenjar keringat tertentu.

Kelenjar merokrin
Kelenjar merokrin adalah kelenjar yang ketika menyekresikan
sekretnya tidak kehilangan sitoplasma sedikit pun. Kelenjar ini
sangat stabil. Contohnya pada kelenjar ludah.

Terdapat pada seluruh permukaan tubuh, kecuali


telapak tangan dan kaki. Kelenjar sebasea ini
hampir selalu berhubungan dengan folikel rambut
kecuali pada papila mama, labila minora, bibir,
sudut mulut dan kelenjar meiboom. Pada kulit
hidung lebih banyak kelenjar sebasea dari folikel
rambut. Bentuknya alveoler sederhana atau
bercabang, tipe holokrin. Sel-selnya terdiri dari
beberapa lapis sel diatas membran basalis dan
diluarnya diliputi jaringan ikat halus.
Sekresi dari kelenjar ini disebut sebum.

Beberapa sel mengandung keratohialin. Kearah


bagian leher kelenjar (saluran keluarnya), sel-sel
kelenjar hancur, membentuk sekret sebum. Sebum
terdiri dari lemak, butir-butir keratohialin, keratin dan
sisa-sisa sel. Fungsi sebum untuk meminyaki rambut
dan permukaan kulit. Untuk setiap lembar rambut
terdapat sebuah kelenjar sebasea yang sekretnya
akan melumasi rambut dan membuat rambut menjadi
lunak, serta lentur. Kelenjar sebasea banyak terdapat
di wajah, dada, dan punggung. Testosteron
meningkatkan ukuran kelenjar sebasea dan
pembentukan sebum. Kadar testosteron meningkat
pada pria dan wanita selama pubertas.

Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati,


mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai
tumbuhdari ujung jari. Pertumbuhan kuku 1
minggu 0,5 mm, kuku jari tangan tumbuh lebih
cepatdibandingkakn kuku jari kaki. Pertumbuhan
kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh. Nutrisi
yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku.
Sebaliknya, kalau kekurangangizi atau menderita
anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat
lamban dan rapuh. . Fungsiutama kuku adalah
melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat
saraf, sertamempertinggi daya sentuh.


1.

2.
3.

4.

Kuku jari tangan dan kuku jari kaki adalah lempeng pelindung
yang berasal dari perpanjangan epidermis ke dalam dermis.
kuku adalah lempeng keratin keras berlekuk yang terletak di
atas dasar kuku yang nutrisinya disuplai dari pembuluh
darah
Badan kuku tumbuh dari akar kuku yang tertanam di kulit.
Pertumbuhan kuku kira-kira 0,5mm perminggu.
Kutikel (eponiklum) adalah lipatan epidermis berlekuk yang
menutup akar kuku. Hiponiklum adalah stratum korneum
tebal dibawah ujung lepas kuku
Lunula (bulan sabit) adalah area keputihan berbentuk
melengkung dekat kutikel.

FINGERNAILS

TOES

Rambut

pada manusia tumbuh di seluruh


permukaan kulit, kecuali pada telapak kaki,
telapak tangan dan bibir. Bagian tubuh
yang memiliki rambut terpekat adalah
permukaan dan bagian belakang kepala,
alis, bulu mata dan bagian lainnya.

Rambut berasal dari folikel rambut yang terbentuk


sebelum lahir melalui pertumbuhan dari epidermis
ke dalam dermis
a. Folikel rambut tubular membengkak pada bagian
dasarnya, kemudian membentuk bulbus rambut.
Bulbus rambut ini kemudian dinavigasi darah,
dan saraf yang disebut papila dermal yang
memberikan nutrisi untuk pertumbuhan rambut
b. Sel-sel bulbus rambut yang terletak tepat di atas
papila disebut matriks germinal rambut, dengan
sel-sel stratum basalis pada epidermis. Setelah
mendapat nutrisi darah dari papila, sel-sel
matriks germinal kemudian membelah dan
terdorong ke arah permukaan kulit untuk menjadi
rambut yang terkeratinisasi penuh.

Rambut

terdiri dari akar, bagian yang


tertanam dalam folikel dan batang. Bagian
di atas permukaan kulit. Akar dan batang
rambut tersusun dari tiga lapisan epitelium.
Kutikel

Korteks

Sebuah medula