Anda di halaman 1dari 14

FILTRASI

Filtrasi adalah pemisahan partikel zat padat dari fluida dengan jalan
melewatkan fluida itu melalui suatu medium penyaringan (filter cloth) yaitu bahan
berpori, dimana zat padat itu tertahan. Hasil saringan disebut filtrat dan zat yang
tertinggal disebut residu (cake). Pada filtrasi, kandungan zat padat berkisar hanya
runutan sampai persen yang sangat tinggi. Kadang-kadang umpan itu dimodifikasi
dengan

suatu cara perlakuan pendahuluan untuk meningkatkan laju filtrasi,

umpamanya dengan pemanasan, rekristalisasi atau dengan penambahan bahan


penolong filtrasi (filter aids), seperti selulosa, kapur giling atau tanah diatomae.
Bahan penolong filtrasi ini ditambahkan pada bubur umpan sebelum dilakukan
filtrasi, terutama terhadap bahan yang bersifat slimy atau berlanyau atau sangat halus,
sehingga menjadi impermeable (tak tembus fluida) karena membentuk cake yang
rapat.
Bahan mengalir melalui medium filter oleh karena adanya tekanan (beda
tekanan) melintasi medium itu. Fluidanya mungkin berupa cair atau gas. Syarat-syarat
terjadinya filtrasi adalah : tekanan input lebih besar dari output, adanya media filter,
adanya suspensi, serta adanya beda tempat dalam meletakkan fluida.

Klasifikasi Filter :
Disebabkan oleh luasnya variasi peralatan filtrasi yang ada, adalah tidak
mungkin untuk membuat klasifikasi sederhana yang memasukkan semua tipe-tipe
filter yang diketahui. Pada umumnya tipe-tipe filter yang penting adalah :
1. Filter pasir (sand filter)
a. Terbuka
b. Bertekanan
2. Filter bertekanan (filter press)
a. Chamber
b. Plate dan frame
3. Leaf filter
a. Moore

b. Kelly
c. Sweetland
4. Filter kontinu berputar
a. Drum
b. Leaf
c. Top Feed
A. Sand filter:
Faktor-faktor utama yang perlu dipertimbangkan bila mana menyeleksi
peralatan dan kondisi operasi:
a. sifat-sifat fluida khususnya viskositas densiti dan sifat korosif
b. konsentrasi peralatan dalam suspensi
c. jumlah material yang ditangani dan nilainya
d. sifat alami padatan, antapra lain bentuk dan ukuran partikel, distribusi ukuran,
dan karakteristik isian (packing)
e. nilai produk baik padatan, cairan atau keduanya
f. apakah cairan umpan dapat dipanaskan
g. apakah bentuk pengolahan awal akan menolong
h. apakah perlu untuk mencuci padatan yang disaring
i. apakah kontaminasi ringan yang disebabkan oleh kontak suspensi atau filtrat
dengan macam-macam komponen peralatan akan berbahaya pada produk.
Filtrasi merupakan operasi mekanis penting yang kebutuhan energinya relatif
lebih kecil dievavorasi atau pengeringan dimana panas laten cairan yang tinggi, yang
biasanya air telah tersedia.
Dalam operasi filtrasi, cake secara bertahap terbentuk pada media dan
hambatan aliran meningkat secara progresif. Selama periode aliran awal partikelpartikel terendap pada permukaan lapisan kain untuk membentuk media penyaring
yang sebenarnya.
Endapan awal mungkin terbentuk dari faktor-faktor yang paling penting pada
laju filtrasi :
a. Tekanan dari umpan kesisi media filter
b. Viskositas filtrat

c. Hambatan filter cake


d. Hambatan media filter dan lapisan awal dipacake.
Daya filtrasi (jumlah cairan atau gas yang menerobos persatuan waktu)
tergantung pada sejumlah faktor, antra lain :
a.

Luas permukaan
Jumlah filtrat persatuan waktu berbanding langsung dengan luas permukaan media
filter. Semakin luas media tersebut, semakin luas pula daya filtrasinya.

b.

Beda tekanan antara kedua sisi media filter


Beda tekanan (P) adalah gaya pendorong setiap proses filtrasi. Secara teoritis
daya filtrasi juga sebanding dengan tekanan. Beda tekanan dapat ditimbulkan
oleh: tekanan hidrostatik, tekanan lebih (filtrasi bertekanan), tekanan rendah
(filtrasi vakum), ataupun gaya sentrifugal.

c. Tahanan media filter


Media filter yang berpori memiliki banyak saluran. Tahanan media terhadap aliran
yang menembusnya semakin kecil jika diameter kapiler semakin besar, berarti
jumlah kapiler persatuan luas semakin sedikit. Tahanan media juga semakin kecil
jika kapiler semakin pendek. Ini berarti bahwa semakin tipis dan kasar media filter
itu, semakin besar daya filtrasinya.

d. Viskositas cairan
Semakin kecil viskositas cairan, semakin besar daya filtrasinya. Viskositas dapat
dikurangi

dengan

meningkatkan

suhu,

namun

sering

mengakibatkan

penggembungan (swelling) media filter, terjadinya proses korosi yang lebih cepat
atau pelarutan kembali kristal-kristal.
e. Medium Filter
Septum pada setiap medium filter (filter cloth) haruslah mempunyai sifat sebagai
berikut :

Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring

Tidak mudah tersumbat atau membuta

Harus tahan secara kimia dan kuat secara fisik dalam kondisi proses

Harus memungkinkan penumpukan ampas dan mudah dalam pengeluaran


ampas secara total dan bersih

Tidak boleh terlalu mahal


Dalam industri, medium filter contohnya adalah kain kanvas. Kanvas terdapat

dalam berbagai bobot dan mempunyai kegunaan tertentu. Untuk zat cair yang bersifat
korosif medium filter yang digunakan seperti kain wol, tenunan logam monel (baja
tahan karat), tenunan gelas atau kertas.
f. Jenis dan tipe peralatan
Alat untuk operasi penyaringan (filtrasi) yang paling tua dan sederhana adalah
gravity filter, yang dalam aplikasinya banyak digunakan jenis saringan pasir (sand
filter).
Sesuai dengan perkembangan industri yang membutuhkannya, maka tipe peralatan
filtrasi makin meluas.
B. Filter Klarifikasi
Filter klarifikasi juga dikenal sebagai filter hamparan tebal, karena partikelpartikel zat padat diperangkap dalam medium filter dan biasanya tidak ada lapisan zat
padat yang terlihat dari permukaan medium. Klarifikasi berbeda dengan penapisan
karena pori medium filter ini jauh lebih besar dari diameter partikel yang harus
dipisahkan. Partikel-partikel itu ditangkap oleh gaya-gaya permukaan dan dibuat tidak
bisa bergerak di dalam saluran air, seperti terlihat pada gambar 4.17, dan walaupun
mengakibatkan diameter efektif saluran itu menjadi lebih kecil, namun biasanya tidak
sampai menyebabkan saluran itu buntu. Filter klarifikasi digunakan untuk
memisahkan zat padat yang kuantitasnya kecil dan menghasilkan gas yang bersih atau
zat cair yang bening berpori seperti minuman.

Gambar 4.17. Mekanisme Filtrasi Klarifikasi


Beberapa jenis filter klarifikasi :
1. Pembersihan gas
Filter pembersihan gas meliputi filter bantalan untuk debu-debu atmosfer dan
hamparan butiran dan filter karung untuk debu proses. Udara dibersihkan
dengan melewatkanya melalui bantalan pulpa selulosa, kapas, lakan, serat
gelas atau kasa logam: bantalan bahan itu bisa kering atau dibalur dengan
minyak kental yang berfungsi sebagai penangkap debu. Untuk tugas-tugas
ringan bantalan itu sekali pakai, tetapi didalam operasi pembersihan gas skala
besar dan bantalan itu seringkali di cuci dan diminyaki kembali.
2. Ultra filter
Alat ini digunakan untuk memisahkan molekul-molekul besar dan partikel
submikron ultra halus, ini digunakan untuk meletakkan protein dan hasil
peternakan dan memisahkan emulsi dan zat padat hampir koloid dari air
limbah.
Rancangan ultra filter ada yang berupa selongsong dan tabung, ada berupa
sistem serat bolong atau filter spiral dan filter daun yang menggunakan dua
lembaran membran siku empat yang dipisahkan oleh lembaran berpori.
C. Filter Ampas
Filter ini digunakan untuk memisahkan zat padat yang kuantitasnya besar
dalam bentuk ampas atau kristal atau lumpur. Filter ini relatif lebih tipis dibandingkan

dengan yang digunakan dalam filter klarifikasi. Mekanisme filter ampas disajikan
pada gambar 4.18.

Gambar 4.18. Mekanisme filter ampas

Gambar 4.19. Filter Kertus

Gambar 4.20. Filter bertekanan untuk operasi otomatis

Gambar 4.21. Filter daun dengan tekanan tangki horizontal


Filter ampas biasanya bekerja dengan tekanan lebih tinggi dari atmosfer pada
bagian hulu (daerah feed) atau dengan vakum pada sisi hilir. Pada gambar 4.19, 4.20
dan 4.21 disajikan beberapa tipe filter yaitu filter kertus, filter tekanan untuk operasi
otomatis, filter daun dengan tekanan tangki horizontal.

Filter ampas terdiri dari dua jenis, yaitu :


1. Filter tekanan tak kontinu
Filter ini memberikan perbedaan tekanan yang cukup besar melintasi septum
sehingga menghasilkan filtrasi yang cukup cepat dengan zat cair viskos atau zat
padat halus. Filter ini termasuk jenis filter kempa (plate and frame filter press)
dan filter selongsong daun (leaf filter). Filter selongsong dan daun digunakan
untuk penyaringan pada tekanan yang lebih tinggi dari pada filter kempa, serta
untuk menghemat tenaga

manusia bilamana pencucian ampas harus lebih

efektif.
2. Filter tekanan kontinu
Filter yang termasuk jenis ini, yaitu: filter vakum kontinu, filter tromol putar dan
filter sabuk horizontal. Filter vakum tak kontinu digunakan untuk menyaring
berbagai bahan yang bersifat korosif, untuk menggali ampas cukup dari filter
sangat tinggi, pada umunya mendapat vakum dari suatu sumber stasioner ke
bagian yang bergerak di dalam unit melalui katup putar.
Pemilihan alat filtrasi
Suatu jenis alat filtrasi tidak dapat sekaligus memenuhi persyaratan untuk semua
proses. Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain:
1. Jenis campuran
Campuran gas padat memerlukan ruang filtrasi dan luas permukaan filter yang
lebih besar daripada campuran cair-padat. Ini disebabkan karena volume gas
lebih besar daripada cairan.
2. Jumlah bahan yang lolos tertahan
Semakin besar jumlah campuran yang harus di diltrasi semakin daya filtrasi
yang

diperlukan dan dengan demikian semakin luas permukaan filter yang

sebesar mungkin dengan ruang filter yang sekecil mungkin.


3. Tekanan filtrasi (beda tekanan)
Tekanan filtrasi mempengaruhi jenis kontruksi dan ukuran alat filtrasi.
4. Jenis operasi
Kontruksi alat pada dasarnya berbeda untuk operasi yang kontinu atau yang
tidak kontinu.

5. Pencucian
Pencucian dilakukan tergantung pada jenis cairan pencuci yang digunakan
yaitu apakah mengandung air, mudah terbakar atau beracun, maka alat filtrasi
harus dikonstruksi dengan cara yang berbeda-beda.
6. Sifat bahan yang difiltrasi
Untuk membuat alat filtrasi tergantung dari bahan yang akan difiltrasi, apakah
bersifat asam, basa, netral, mengandung air, mudah terbakar, tahan api, peka
terhadap oksidasi, steril, panas atau dingin.
7. Sifat filtrasi
Sifat filtrasi tergantung dari ukuran dan bentuk partikel bahan padat. Dari
berbagai tipe filter, plat and frame filter press mungkin yang termurah biaya
per unit luasnya, dan membutuhkan ruangan yang lebih sedikit. Tetapi untuk
skala besar ia tidaklah ekonomis, kecuali bila harga produknya tinggi (mahal).
Filter selongsong daun (leaf filter) mempunyai kelebihan dalam hal mudah
penangannya dan lebih efisien pada saat pencucian dan pengeluaran karena tak
perlu melepas selongsong daunnya. Sedangkan filter kontinu berputar
mempunyai keuntungan dalam hal operasi yang otomatis untuk pengumpanan,
penyaringan , pencucian dan pengeluaran cake, walaupun membutuhkan biaya
yang lebih besar.
Pencucian ampas filter
Untuk mencuci bahan terlarut yang terperangkap didalam ampas filter, kita
dapat menggunakan pelarut yang dapat bercampur dengan filtrat itu sebagai bahan
pencuci. Yang paling lazim adalah air. Laju aliran zat cair pancuci dan volume zat cair
yang diperlukan untuk penurunan kandungan zat terlarut didalam ampas itu sampai
ketingkat yang dikehendaki merupakan suatu hal yang penting dalam rancangan dan
operasi filter.
Filter tromol putar
Filter tromol putar merupakan tipe yang paling lazim diantara filter vakum
kontinyu, seperti tampak pada gambar 4.22. Filter ini terdiri dari sebuah tromol
horizontal

dengan permukaan yang mempunyai alur-alur yang berputar pada

kecepatan 0,1 sampai 2 put/menit di dalam palung berisi bubur yang diaduk.

Gambar 4.22. Filter tromol putar

Filter sabuk horizontal


Bila umpan mengandung partikel-partikel zat padat yang kasar dan mudah
mengendap, filter tromol putar kurang baik operasinya, atau bahkan tidak berfungsi
sama sekali. Partikel kasar tidak dapat tersuspensi dengan baik di dalam palung
bubur, sedang ampas yang terbentuk tidak melekat ppada permukaan tromol filter.
Dalam situasi demikian sebaiknya digunakan filter horizontal dengan pengumpanan
dari atas. Filter sabuk bergerak pada gambar 4.23 merupakan salah satu diantara
beberapa jenis filter horizontal. Filter sangat menyerupai konveyor sabuk, dengan
penopang berupa pematang melintang atau sabuk pengering yang mendukung kain
filter yang juga merupakan suatu sabuk tanpa ujung. Bukaan pada bagian tengah
sabuk pengering meluncur di atas kotak vakum longitudinal, dan filtrat akan tersedot
ke sini. Filter ini sangat cocok untuk pengolahan limbah.

Gambar 4.23. Filter sabuk horizontal

Filtrasi sentrifugal
Zat padat yang berbentuk ampas berpori dapat dipisahkan dari zat cair dengan
menggunakan filter sentrifugal. Bubur diumpankan diumpankan kedalam keranjang
berputar yang mempunyai dinding beralur dan berlubang-lubang, yang ditutupi
dengan medium filter seperti ampas atau tenunan logam. Tekanan yang terjadi
sebagai akibat gaya sentrifugal mendorong cairan itu melalui medium filter , sehingga
zat padatnya tertinggal karena tertahan. Jika umpan kekeranjang itu dihentikan ,
tetapi ampas zat dapat tetap diputar dalam sentrifugal untuk beberapa saat lagi, maka
sebagian dari zat cai yang tersisa akan keluar meninggalkan partikel-partikel itu, dan
zat padat itu akan jauh lebih kering dari yang dihasilkan pada filter kempa ataupun
filter vakum.
Jenis utama filter sentrifugal ini adalah mesin-tumpak gantung, mesin tumpak
otomatis, dan mesin sentrifugal konveyor kontinu.
Mesin sentrifugal tumpak gantunng

Merupakan mesin yang beroperasi tak-kontinu. Jenis mesin sentrifugal tumpak


banyak dipakai dalam proses industri ialah mesin sentrifugal gantung. Adalah kamvas
atau kain lain, atau tenunan logam cara kerjanya, keranjang yang terdapat pada bagian
bawah suatu proses ayun vertical yang diputar dari atas .dinding keranjang yang
berlubang-lubang itu dilapisi dengan medium filter. Bubur umpan

masuk kedalam

keranjang yang berputar itu melalui suatu pipa masuk atau corong. Cairannya
mengalir menembus medium filter masuk kedalam rumahan dan kelua
Melalui pipa pembuang, sedang ampas setebal 2-6 in. tersangkut di dalam
keranjang. Cairan pencuci kemudian dapat disiramkan melalui zat padat itu untuk
membersikannya dari bahan-bahan yang dapat larut. Zat padat itu dikeluarkan dengan
memotongnya dengan pisau pembongkar, yang mengumpas ampas itu dari medium
filter dan menjaatuhkannya melalui suatu bukaan pada dasar keranjang. Medium
fiplter ini dibasuh sampai bersih, motornya dinyalakan lagi, dan siklus tadi diulangi
lagi. Mesin sentrifugal gantung banyak dipakai dalam pengolahan gula. Pada gambar
4.24 disajikan keranjang centrifugal tumpak gantung.

Gambar 4.24. keranjang centrifugal tumpak gantung.


Mesin sentrifugal tumpak otomatis

Pada mesin otomatis digunakan medium filter tabir logam. Pada gambar 4.25
terplihat suatu mesin sentrifugal tumpak otomatis siklus-pendek. Pada mesin ini,
keranjangnya dipasang pada kecepatan tetap diseputar sumbu horizontal. Cara
kerjanya, bubur umpan, cairan pencuci, dan pembasuh tabir disiramkan berganti-ganti
kedalam keranjang itu pada interval yang tepat selama jangka waktu tertentu.
Keranjang itu lalu dibongkar pada waktu berputar dengan kecepatan penuh dengan
bantuan suatu pisau berat yang secaara berkala naik yang dengan kekuatan besar
memotong zat padat itu dan mendorongnya kepluar melalui corong pembuang.
Bagian-bagian operasi itu dikendalikan dengan bantuan pengatur waktu siklus dan
katup-katup yang dioperasikan dengan solenoida, yaitu permuatan, pencucian,
pemusingan, pembasuhan dan pembongkaran. Setiap bagian siklus itu dapat
diperpanjang atau diperpendek menurut kehendak.

Gambar 4.25. Mesin sentrifugal tumpak otomatis siklus-pendek

Mesin sentrifugal filter kontinu


Salah satu contoh separator sentrifugal kontinu untuk kristal kasar adalah
mesin dalam mesin sentrifugal konveyor bolak balik dalam gambar 4-26. Medium
filter berupa dinding keranjang itu sendiri yang diberi celah-celah. Cara kerjanya,
keranjang fungsinya yang mempunyai dinding beralur, diumpan melalui corong

pengumpan yang ikut berputar. Maksud dari penggunaan corong ini adalah untuk
memberikan percapatan pada bubur umpan pitu secara perlahan dan berangsur.
Umpan masuk dari pipa stasioner melalui ujung sempit corong yang terlatak pada
sumbu putaran keranjang. Umpan itu bergerak ke arah ujung corong yang besar,
mengalami percepatan dan masuk ke dinding keranjang. Cairan akan menenbus
dinding dan terbentuklah lapisan kristal. Lapisan kristal akan dialirkan menuju
rumahan besar dan zat padatnya akan dialirkan ke luar.

Gambar 4.26. Mesin sentrifugal konveyor bolak balik

Dengan cara membuat plot antara t/V dan V, maka didapat harga slope
dari grafik tersebut sebagai harga Kp, dan nilai intersept sebagai harga B. Dengan
demikian nilai dan Rm dapat dihitung.
Untuk lebih memahami contoh soal perhitungan filtrasi, pembaca dianjurkan
mempelajari contoh 30-2. Dan 30-3, Mc. Cabe (Operasi Teknik Kimia) Jilid 2 edisi
keempat, halaman 408 dan 411, example 12-1, Badger and Banchero (Introduction to
Chemical Engineering) halaman 586, example 9.1 sampai 9.4, Coulson and
Richardson (Chemical Engineering) volume dua edisi ke tiga, halaman 365-372.