Anda di halaman 1dari 13

TARGET

ORGAN EFEK
TOKSIK
DEA THENDRIANI
SALLY HERVIANTI
NOVA DYANTI
YULI EVI YANTI
JULI SAFRIANI

ORGAN DAN TOKSISITAS


SELEKTIF
Efek toksik suatu zat dapat terjadi
karena
kemampuannya
berikatan
dengan sistem biologi tertentu dan dapat
menyebabkan perubahan biokimiawi
atau struktural baik langsung atau tidak
langsung yg dapat mengganggu fungsi
dari bagian tersebut.

Untuk dapat menumbulkan efek toksik,


suatu xenobiotik harus bersifat :
Meniru zat endogen
Mengikat zat endogen
Terakumulasi
Menghalangi masuknya zat-zat yg
dibutuhkan oleh sel

Penyebab Terjadinya
Selektivitas Organ
1.
2.
3.

Organ
mengakumulasi
xenobiotik
melalui
berbagai jalur transporter
Merusak zat endogen yg sangat dibutuhkan oleh
sistem biologi
Adanya kemampuan mengikat organ atau
bagian organ sehingga kehilangan fungsinya

4. Organ terpapar xenobiotik lebih banyak


dari organ yg lain
5. Organ mempunyai enzim-enzim yg
sangat penting dan rentan terhadap
adanya zat asing
6. Merupakan
tempat
metabolisme
xenobiotik
7. Merupakan tempat ekskresi xenobiotik

SISTEM SARAF
Timbulnya
efek
toksik
yg
mengganggu
fungsi
SSP
hambatan :
Sintesis protein
Propagasi impuls saraf
Aktivitas neurotransmiter
Pemeliharaan lapisan myelin

dapat
melalui

DARAH
1.

Sel darah merah (Eritrosit)


ada bnyak zat yg dapat mengganggu fungsi eritrosit.
Cth: CO, Hb, nitrit, nitrat, amin aromatis. Arsen, metilen
blue, naftalen dan primaquin dapat mengikat membran
eritrosit dan dapat mendenaturasi hemoglabin.

2.

Protombin (Platelet)
beberapa zat dapat mengganggu proses pembekuan
darah seperti : obat antikanker yg mendepresi sumsum
tulang belakang sehingga mempengaruhi praduksi
platelet.
warfarin mencegah pembentukan fibrin dan asam
salisilat mengurangi agregasi trombosit

3. sel darah putih (Leukosit)


zat seperti benzene dan kloramfenikol dapat
menyebabkan proliferasi leukosit yg berlebihan
sehingga mengganggu fungsinya.

Evaluasi adanya toksisitas oleh suatu zat


terhadap darah dapat dilakukan melalui
pemeriksaan:
Hematokrit (Eritrosit : Volume darah)
Kadar Hb
Jumlah sel darah merah tiap volume
Jumlah sel darah putih tiap volume
Jumlah protombin
Kadar zat tertentu (glukosa, urea, atau Pb)
dalam plasma

LIVER (HATI)
Semua zat yg ada dalam darah akan
melewati hepar dan beberapa zat dapat
menyebabkan kerusakan seperti :
CCL4, dimetil niktosamin, thioacetamid
dapat merusak membran sel dan retikulo
endoplasmik.
Aflatoksin, berillium, galaktosamin, dan
hidrazin dapat merusak nukleus

JANTUNG

Logam seperti barium, magnesium, timbal dapat


mengganggu metabolisme
Pelarut organik non polar yg terakumulasi di sel-sel
jantung dpt menyebabkan perubahan konduksi dan
aksi potensial
Gas CO dan metana dpt mengganggu ketersediaan
oksigen sehingga menggganggu metabolisme dn kerja
jantung
Digoksin
dapat meningkatkan kekuatan kontraksi
miokardium sehingga terjadi takikardi
Quinidin mendepresi aktivitas metabolisme sel jantung
dan memperlambat konduksi, menyebabkan henti
jantung dan fibrilasi ventrikel

GINJAL

Banyak logam dan zat kimia yg dapat


mengganggu fungsi ginjal, seperti:
Cd : mengganggu reabsorpsi protein dr
tubulus proksimal -> proteinuria
Mg : mengganggu tubulus proksimal ->
poliuria, proteinuria anuria, edema, kematian
Pb : mengganggu tubulus proksimal ->
glukosuria, aminoasiduria, hiperproteinuria
Hidrogen : mengganggu fungsi tubulus ->
nekrosis

Zat-zat lain yg dapat menyebabkan


obstruksi ginjal seperti :
Metotreksak dan sulfonamid ->
neprotoksik
Asam oksalat dr metabolit etilen berubah
menjadi Ca-oksalat tdk larut dlm tubulus > neprotoksik