Anda di halaman 1dari 15

BARCHART dan KURVA S SERTA

PENJADWALAN LINIER
MANAJEMEN
KONSTRUKSI 2
BY IIN ARIANTI

BAR CHART
Adalah sekumpulan daftar kegiatan yang
disusun dalam kolom arah vertikal, dan
kolom arah horizontal menunjukkan skala
waktu. Saat mulai dan akhir dari sebuah
kegiatan dapat terlihat dengan jelas
sedangkan durasi kegiatan digambarkan oleh
panjangnya diagram batang.

Barchart atau bagan balok


Barchart ditemukan oleh L. Gantt Chart dan Fredick W. Taylor
dalam bentuk bagan balok, panjang balok mempresentasikan sebagai
durasi setiap kegiatan.
Keuntungan dari bagan balok ini adalah imformatif, mudah dibaca
dan efektif untuk komunikasi serta dapat dibuat dengan mudah dan
sederhana.
Selain itu pada bagan balok ini juga dapat ditentukan milestone
sebagai bagian target yang harus diperhatikan guna kelancaran
produktifitas proyek secara keseluruhan
Pada proses updating, bagan balok dapat diperpendek atau
diperpanjang, yang menunjukkan bahwa durasi kegiatan akan
bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan dalam proses perbaikan
jadwal

Kelemahan atau kekurangan barchart


Penyajian informasi bagan balok terbatas, maksudnya
hubungan antar kegiatan tidak jelas .
Lintasan kritis kegiatan proyek tidak dapat diketahui, karena
urutan kegiatan kurang terinci maka bila terjadi
keterlambatan proyek, prioritas kegiatan yang akan dikoreksi
menjadi sulit untuk dilakukan.

Contoh pembuatan bar chart


Diketahui: Pekerjaan proyek konstruksi yang terdiri dari
10 item kegiatan dengan biaya sebesar 45 juta rupiah yang
akan dilaksanakan selama 10 minggu. Pekerjaan proyek
tersebut meliputi: pekerjaan persiapan dengan biaya
pelaksanaan sebesar 1 juta dan berdurasi 2 minggu,
pekerjaan galian tanah 0.5 juta dan berdurasi 2 minggu,
pekerjaan pondasi 1.5 juta dan berdurasi 3 minggu,
pekerjaan beton bertulang 10 juta dengan durasi 2 minggu,
pekerjaan plesteran 2 juta dengan durasi 3 minggu, ,
pekerjaan pintu jendela 6 juta dengan durasi 2 minggu,
pekerjaan atap 7 juta dengan durasi 2 minggu, pekerjaan
plafon 2 juta dengan durasi 2 minggu, pekerjaan lantai 5
juta dengan durasi 2 minggu, dan pekerjaan finishing 10
juta dengan durasi 2 minggu,

penyelesaian
Membuat tabel yang berisi nomor kegiatan, deskripsi
kegiatan, nilai biaya (Rp), durasi, bobot (%) kegiatan,
posisi bar chart.
2. Menghitung nilai bobot (%) setiap kegiatan
Contoh:
(1/45) * 100 = 2.22
3. Menghitung nilai bobot tiap minggu
Contoh: 2.22/2 minggu = 1.11
1.

lanjutan
4. Menghitung prestasi setiap minggu dengan cara
menjumlahkan setiap bobot kegiatan.
5. Membuat Kurva S
6. Menghitung prestasi kumulatif (100%)

Berdasarkan data-data diatas maka:


Kerjakanlah soal tersebut.

Kesimpulan
Seorang pembuat barchart harus tahu langkah-langkah atau
urutan pekerjaan sipil.
2. Dapat mengalokasikan dana
3. Dapat mengatur waktunya.
1.

Kurva S atau Hanumm Curve


Kurva S adalah sebuah grafik yang dikembangkan oleh Warren
T. Hanumm atas dasar pengamatan terhadap sejumlah besar
proyek sejak awal hingga akhir proyek.
Kurva S dapat menunjukkan kemajuan proyek berdasarkan
kegiatan, waktu dan bobot pekerjaan yang direpresentasikan
sebagai persentasi kumulatif dari seluruh kegiatan proyek.
Visualisasi kurva S dapat memberikan informasi mengenai
kemajuan proyek dengan membandingkannya terhadap jadwal
rencana. Dari sinilah diketahui apakah ada keterlambatan atau
percepatan jadwal proyek.

indikasi tersebut dapat menjadi informasi awal guna


melakukan tindakan koreksi dalam proses pengendalian
jadwal.
Kelemahan dari kurva S , informasi yang disampaikan tidak
detail dan hanya terbatas untuk menilai kemajuan proyek
namun untuk memperbaiki atau memperbaharui sumberdaya
ataupun waktu pada masing-masing kegiatan proyek
memerlukan metoda yang lain.

Pada pembuatan kurva S, jumlah persentasi komulatif bobot


masing-masing kegiatan pada suatu periode diantara durasi proyek
diplotkan terhadap sumbu vertikal sehingga bila hasilnya
dihubungkan dengan garis akan membentuk kurva S.
Filosofi Bentuk S terjadi karena volume kegiatan pada bagian wal
biasanya masih sedikit, kemudian pada pertengahan meningkat
dalam jumlah cukup besar lalu pada akhir proyek volume kegiatan
kembali mengecil atau sedikit.
Pada penentuan bobot pekerjaan, pendekatan yang dilakukan dapat
berupa perhitungan persentase berdasarkan biaya per item
pekerjaan dibagi total anggaran ataukan berdasarkan volume
rencana dari komponen kegiatan terhadap volume total kegiatan.

METODE PENJADWALAN LINIER


(DIAGRAM VEKTOR)
Metode ini biasanya sangat efektif dipakai untuk proyek
dengan jumlah kegiatan relatif sedikit dan banyak digunakan
untuk penjadwalan dengan kegiatan yang berulang seperti
pada proyek konstruksi jalan raya, runway bandar udara,
terowongan (tunnel) atau proyek industri manufaktur.
Metode ini sangat memuaskan untuk diterapkan pada proyekproyek tersebut karena menggunakan sumberdaya manusia
yang relatif lebih sedikit dan variasi keterampilan pada suatu
pekerjaan tidak sebanyak pada proyek konstruksi yang lain

Metode ini juga cukup efektif untuk digunakan pada proyek


bangunan gedung bertingkat dengan keragaman masingmasing tingkat bangunan relatif sama.
contoh metode penjadwalan linier: durasi dipresentasikan
pada sumbu vertikal (x) dan satuannya dalam hari. Adapun
sumbuY mempresentasikan lokasi (STA). Garis linier
berdasarkan hari pelaksanaan proyek

Tugas
Sebutkan dan jelaskan macam-macam alat pengendali proyek

konstruksi
Sebutkan dan jelaskan simbol-simbol serta langkah-langkah
dalam pembuatan alat-alat pengendali proyek yang anda
ketahui.
Buatlah time schedule (bar chart) dan kurva S dari data sbb,
bila diketahui nilai pekerjaan persiapan Rp. 10.000.000,00;
pekerjaan tanah Rp. 14.000.000,00; pekerjaan pondasi Rp.
28.000.000,00. Jadi total nilai pekerjaan adalah Rp.
52.000.000,00.