Anda di halaman 1dari 6

TUGAS FARMAKOLOGI

OBAT-OBAT KARDIOVASKULER
Kelompok 6 :

R. Rr. Idkhadita M
(8936)
Tika Gustriani
(8941)
Meliana Aji Lestari
(8942)
Tiaradhita Deswandari (8944)
Ifa Najiyati
(8947)
Elfa Selviana
(8951)

Definisi & Pengertian Obat yang Bekerja Pada Sistem Kardiovaskuler


Obat kardiovaskuler merupakan kelompok obat yang mempengaruhi dan memperbaiki
sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) secara langsung ataupun tidak langsung.
Jantung dan pembuluh darah merupakan organ tubuh yang mengatur peredaran darah sehingga
kebutuhan makanan dan sisa metabolisme jaringan dapat terangkut dengan baik. Jantung sebagai
organ pemompa darah sedangkan pembuluh darah sebagai penyalur darah ke jaringan. Sistem
kardiovaskuler dikendalikan oleh sistem saraf otonom melalui nodus SA, nodus AV, berkas His,
dan serabut Purkinye. Pembuluh darah juga dipengaruhi sistem saraf otonom melalui saraf
simpatis dan parasimpatis. Setiap gangguan dalam sistem tersebut akan mengakibatkan kelainan
pada sistem kardiovaskuler.
Sistem sirkulasi terdiri atas jantung dan pembuluh darah sehingga disebut juga sistem
kardiovaskuler. Banyak obat yang mempengaruhi fungsi fisiologis dan biokimia kardiovaskuler
spserti stimulansia SSP, depresansia SSP, dan obat otonom. Yang dimaksudkan dengan obat
kardiovaskular ialah obat yang mempunyai efek utama pada jantung dan pembuluh darah.
Obat-obat kardiovaskuler
1. Obat gagal jantung (glikosida jantung dengan digitalis sebagai prototype)
a. Penghambat Ace: kaptropil, enalapril, lisinopril, ramipril, trandolapril,
b. Antagonis Angiotensin II : AT1-bloker
c. Diuretik : diuretik kuat (furosemid, bumetanid, torasemid), diuretik tiazid (HCT,
klortalidon, indapamid), diuretik hemat K (amilorid, triamteren)
2. Antiaritmia yang digunakan pada gagal jantung hanyalah -bloker dan amiodaron.

3. Antihipertensi : Kaptopril, Enalapril, Benazepril, Fosinopril, Moexipril, Quianapril,


Lisinopril.
4. Vasodilator dari penghambat ACE dan antagonis A II yang digunakan untuk pengobatan
gagal jantung adalah hidralazin-isosorbid dinitrat, Na nitroprusid I.V, nitrogliserin I.V
dan nesiritid I.V
5. Hipolipidemik (obat yang menurunkan lipoprotein plasma : asam fibrat ( gemfibrozil
fenofibrat dan bezafibrat), Resin (colesevelam, kolestiramin), penghambat HMG CoA
reduktase (statin), Asam nikotinat, probukol.
Mekanisme kerja obat kardiovaskuler
1. Obat anti hipertensi
a. Diuretik
Diuretik menurunkan tekanan darah dengan menghancurkan garam yang tersimpan di
alam tubuh. Pengaruhnya ada dua tahap yaitu :
- Pengurangan dari volume darah total dan curah jantung; yang menyebabkan
-

meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer


Ketika curah jantung kembali ke ambang normal, resistensi pembuluh darah

perifer juga berkurang.


b. Penyekat reseptor beta adrenergic
Berbagai mekanisme penurunan tekanan darah akibat pemberian -blocker dapat
dikaitkan dengan hambatan reseptor 1, antara lain :
- Penurunan frekuensi denyut jantung dan kontraktilitas miokard sehingga
-

menurunkan curah jantung


Hambatan sekresi renin di sel jukstaglomeruler ginjal dengan akibat penurunan

Angiotensin II
Efek sentral yang mempengaruhi aktivitas saraf simpatis, perubahan pada
sensitivitas baroresptor, perubahan neuron adrenergik perifer dan peningkatan
biosentesis prostasiklin.

Contoh antihipertensi dari golongan ini adalah Propanolol, Metoprolol, Atenolol,


Betaxolol, Bisoprolol, Pindolol, Acebutolol, Penbutolol, Labetalol.
c. Penghambat angiotensin Converting Enzyme

Secara langsung menghambat pembentukan Angiotensin II dan pada saat yang


bersamaan meningkatkan jumlah bradikinin. Hasilnya berupa vasokonstriksi yang

berkurang, berkurangnya natrium dan retensi air, dan meningkatkan vasodilatasi


(melalui bradikinin).
d. Penghambat reseptor angiotensin
Inhibitor kompetitif dari resptor Angiotensin II (tipe 1). Pengaruhnya lebih spesifik
pada Angiotensin II dan mengurangi atau sama sekali tidak ada produksi ataupun
metabolisme bradikinin. Contoh antihipertensi dari golongan ini adalah Losartan,
Valsartan, Candesartan, Irbesartan, Telmisartan, Eprosartan, Zolosartan.
e. Antagonis kalsium
Antagonis kalsium menghambat influks kalsium pada sel otot polos pembuluh darah
dan miokard. Di pembuluh darah, antagonis kalsium terutama menimbulkan relaksasi
arteriol, sedangkan vena kurang dipengaruhi. Penurunan resistensi perifer ini sering
diikuti efek takikardia dan vasokonstriksi, terutama bila menggunakan golongan obat
dihidropirin (Nifedipine). Sedangkan Diltiazem dan Veparamil tidak menimbulkan
takikardia karena efek kronotropik negatif langsung pada jantung.

Contoh

antihipertensi dari golongan ini adalah Amlodipine, Diltiazem, Verapamil, Nifedipine.


2. Obat Antiaritmia
Obat-obat antiaritmia terdiri atas golongan molekul heterogen yang mempengaruhi fungsi
elektrofisiologi jantung dengan jalan memblok kanal-kanal ion (Natrium, Kalsium,
Kalium) atau dengan mengurangi efek simpatik.
3. Obat Antiangina
a. Nitrat organic (nitrovasodilator) bekerja langsung merelaksasi otot polos pembuluh
vena, tanpa bergantung pada sistem persarafan miokardium. Dilatasi vena
menyebabkan alir balik vena berkurang sehingga mengurangi beban hulu jantung.
Selain itu, senyawa nitrat juga merupakan vasodilator koroner yang potensial.
kalsium bekerja dengan cara menghambat influks ion kalsium

b. Antagonis

transmembran, yaitu mengurangi masuknya ion kalsium melalui kanal kalsium


lambat ke dalam sel otot polo, otot jantung dan saraf. Berkurangnya kadar kalsium
bebas di dalam sel-sel tersebut menyebabkan berkurangnya kontraksi otot polos
pembuluh darah (vasodilatasi), kontraksi otot jantung (inotropik negatif), serta
pembentukan dan konduksi impuls dalam jantung (kronotropik dan dromotropik
negatif).
c. Beta-bloker menghambat adrenoseptor-beta di jantung, pembuluh darah perifer,

bronkus, pankreas, dan hati.


4. Obat Gagal Jantung
Obat-obat gagala jantung dapat dibedakan atas tiga golongan, yaitu :

a. Inotropik, yang meningkatkan kekuatan kontraksi miokard yaitu glikosida jantung.


Mekanisme kerjanya yaitu menghambat enzim Natrium-Kalium ATPase pada reseptor
di membrane sel. Kemudian di miokardium, khususnya pertukaran ion-ion Na-K
diubah menjadi pertukaran ion-ion Na-Ca, sehingga meningkatkan influx Ca.
glikosida bekerja memperpanjang periode refrakter dan menurunkan kecepatan
impuls supraventrikel yang ditransmisikan ke ventrikel.
b. Diuretik, yang menurunkan volume cairan ekstraseluler sehingga mengurangi beban
jantung.
c. Vasodilator, mengurangi beban jantung dengan cara mengurangi preload dan

afterload yang berlebihan. Dilatasi pembuluh darah vena menyebabkan berkurangnya


preload jantung dengan meningkatkan kapasitas vena, vasodilator arterial
menurunkan resistensi arteriol sistemik dan menurunkan afterload.
5. Obat Anti Koagulan
Apabila terjadi penyempitan di pembuluh darah, darah perlu dibuat tidak mudah
bergumpal agar tetap dapat mengalir dengan baik. Aspirin memiliki efek antiagregasi
atau efek menghambat penggumpalan darah. Efek ini terjadi karena aspirin menghambat
aktifitas Aspirin memiliki efek antiagregasi atau efek menghambat penggumpalan darah.
Efek ini terjadi karena aspirin menghambat aktifitas cylo-oxygenase pada trombosit yang
selanjutnya menghambat produksi tromboksan, zat yang memiliki efek merangsang
agregasi trombosit dan vasokonstriksi.
Farmakokinetik
Digoksin dan digitoksin berbeda dalam laju absorpsi, pengikatan pada protein, dan waktu
paruhnya. Kedua obat ini mempunyai waktu paruh yang panjang, dan akumulasi obat dapat
terjadi. Karena ditoksin mempunyai waktu paruh yang lebih panjang, maka toksisitas dapat
berlangusng lebih lama setelah obat dihentikan daripada pada pemakaian digoksin. Tiga puluh
persen dari digoksin dimetabolisme oleh hati dan 65% diekskresikan oleh ginjal hampir tanpa
perubahan, sedangkan digitoksin dimetabolisme oleh hati dan diekskresikan oleh ginjal.
Gangguan fungsi ginjal dapat mempengaruhi ekskresi digoksin dan digitoksin, dan gungguan
fungsi hati dapat mempengaruhi metabolisme digitoksin. Gangguan fungsi tiroid dapat
mempengaruhi metabolisme glikosida jantung. Bagi klien dengan hipotiroidisme, dosis digoksin
atau digitoksin harus diturunkan; pada hipertiroidisme, dosis mungkin perlu dinaikkan.

Nama dari ke dua obat ini, digoksin dan digitoksin, sangat mirip, dan perawat harus sangat hatihati dalam memberikan obat yang tepat. Klien harus secara konsisten memakai merek obat
digoksin yang sama untuk menghindari efek samping atau reaksi yang merugikan yang tidak
perlu.
Farmakodinamik
Obat gagal jantung (glikosida jantung)
1.
2.
3.
4.

Meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung (kerja inotropik positif)


Memperlambat frekuensi denyut jantung (kerja kronotropik negative)
Menekan hantaran rangsang (kerja aromotropik negative)
Menurunkan nilai ambang rangsang. Hal ini akan mempermudah timbulnya rangsangan
hererotropik, yang kemudia menyebabkan ekstrasistol.

Antihipertensi
1. Membuang natrium keluar tubuh
2. Melemahkan refleks simpatis sehingga menurunkan tekanan darah
3. Merelaksasi otot polos vascular
Jantung koroner
1. Mengurangi kebutuhan oksigen miokard dengan cara mengurangi tahanan vascular
perifer
2. Mengurangi curah jantung atau keduanya
Obat Aritmia
1. Meniadakan penyaluran rangsang yang abnormal dengan cara menormalisasikan
frekuensi dan ritme jantung.

Clinical Implication in dentistry


1. Menghilangkan stress pada penderita jantung saat akan dilakukan prosedur perawatan
dental, karena stress dapat meningkatkan kerja pada jantung.
2. Jika terjadi stress, emosi atau nyeri terapi antianxietas atau analgesik dapat digunakan.

Daftar pustaka :

Kee, Joyce L, dan Hayes, Evelyn R. 1993. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan.
Jakarta: EGC
Muchtar A dan suyatna, F.D, setiawan, arini dan nafrialdi. 2009. Farmakologi dan terapi edisi
5, obat-obat kardiovaskular. Jakarta : balai penerbit FKUI
Schmitz, G., Lepper,H., Heidrich, M., 2001, Farmakologi dan Toksikologi 3rd, EGC, Jakarta
Staf Pengajar Departemen Farmakologi, 2004, Kumpulan kuliah farmakologi 2nd , Fakultas
Kedokteran Universitas Sriwijaya, EGC, Jakarta
Staf Pengajar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya . 2008 .
Kumpulan Kuliah Farmakologi, Ed.2nd . Jakarta : EGC
Tjay, Tan Hoa, dan Rahardja, Kirana. 2007. Obat-Obat Penting Kasiat, Penggunaan, dan EfekEfek Sampingnya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Anda mungkin juga menyukai