Anda di halaman 1dari 6

0031: Syi'ah Imamiyah Duabelas

SYI'AH IMAMIYAH (DUA BELAS)

TA'RIF
Syi'ah Imamiyah Duabelas adalah sebuah kelompok ummat Islam yang
berpegang teguh kepada keyakinan, bahwa Ali lah yang berhak mewarisi
khalifah, dan bukan Abu Bakar, Umar, dan Usman R.A. Diyakininya ada 12
Imam. Imam yang terakhir - kata mereka - menghilang, masuk dalam goa di
Samara. Sekte Imamiyah inilah yang bertentangan dengan Ahlussunnah Wal
Jamaah dalam pemikiran dan ide-idenya yang spesifik. Mereka sangat
berambisi untuk menyebarkan madzhabnya ke segenap penjuru dunia Islam.

SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA


• Dua belas Imam yang dijadikan Imam oleh dan untuk mereka, berantai
secara berurutan sebagai berikut:
1. Ali bin Abi Thalib r.a, digelari dengan Al Murtdha, khalifah keempat khulafa
`urrasyidin, menantu Rasulullah SAW, terbunuh oleh Abdurrahman bin
Muljim di masjid Kufah pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 H.
2. Hasan bin Ali r.a., digelari Al Mujtaba.
3. Husein bin Ali r.a., digelari "al Syahid" (yang mati syahid).
4. Ali Zainal Abidin bin Husein (80-122 H.), digelari Assajjad'.
5. Mohammad Baqir bin Ali Zainal Abidin (wafat th. 114 H.) digelari "Baqir".
6. Ja'far Shodiq bin Mohammad Baqir (wafat th. 148 H.) digelari "As-shodiq"
(sejati).
7. Musa Kadzim bin Ja'far Shadiq (wafat th. 183 H.), digelari "Kadzim". (yang
mampu menahan diri).
8. Ali Ridha bin Musa Kadzim (wafat th. 203 H.) digelari "Ridha".
9. Muhammad Jawwad bin Ali Ridha (195-226 H.) digelari "Taqi". (yang
banyak taqwa).
10. Ali Hadi bin Muhammad Jawwad (212-254 H.) digelari "Naqiy" (suci
bersih).
11. Hasan Askari bin Ali Hadi (232-260 H.) digelari Zaki (yang suci).
12. Muhammad Mandi bin Muhammad Al Askari yang digelari "Imam
Muntadhar" (Imam yang dinantikan).

Diyakininya, bahwa Imam yang ke duabelas telah masuk ke dalam goa di


rumah ayahnya di kota Surro Man Ro'a, dan tidak kembali. Ketika Imam ini
menghilang, mereka berselisih tentang usianya. Ada yang mengatakan 4
tahun, dan ada yang berpendapat 8 tahun. Tetapi mayoritas peneliti,
cenderung berpendapat, bahwa Imam itu sama sekali tak ada. Itu adalah
sesuatu yang dibuat-buat oleh orang-orang Syi'ah, kemudian digelari dengan
"Imam yang Tiada atau Imam Yang Di duga-duga".

• Secara historis, di antara tokoh-tokohnya yang menonjol ialah Abdullah bin


Saba'. Seorang Yahudi dari Yaman, yang berpura-pura memeluk Islam.
Ditransfernya apa-apa yang ditemukannya dalam ideide Yahudi kepada
Syi'ah. Seperti "raj'ah" (munculnya kembali imam), tidak mati, menjadi raja
di bumi, berkemampuan untuk melakukan sesuatu yang tak ada seorangpun
mampu melakukannya, mengetahui apa yang tak diketahui orang,
ditetapkan sifat berpermulaan dan sifat lalai hagi Allah. Adalah Abdullah bin
Saba' yang pernah berkata ketika ia masih menganut agama Yahudi, bahwa
Yusha bin Nun telah mendapat wasiat daripada Musa a.s., sebagaimana di
dalam Islam, bahwa Ali r.a. juga telah mendapat wasiat dari Muhammad
SAW. Abdullah bin Saba' telah berpindah pindah dari Madinah ke Mesir,
Kufah, Fusthath, dan Basrah; kemudian berkata kepada Ali r.a. : "Engkau,
Engkau !". Maksudnya: Engkaulah Allah. Sesuatu yang mendorong Ali r.a.
memutuskan diri untuk membunuhnya, tetapi Abdullah bin Abbas r.a.
menasehatinya, agar keputusan itu tidak dilaksanakan. Kemudian, tokoh itu
dibuang ke Madain.

• Mansyur Ahmad bin Abi Thalib Al Thabrassyi, wafat th. 588 H., pengarang
buku "Al Ihtijaj" (Sehuah Protes), dicetak di Irak tahun 1302H.

• Kulaini, pengarang kitab "al Kafi", dicetak di Iran pada tahun 1278 H. Buku
tersebut, di kalangan mereka, setazaf dengan kitab Shahih Bukhari di
kalangan Ahli Sunnah. Diyakininya, bahwa di dalam kitab itu terdapat 16199
buah hadits. Dan hadits shahih yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. kira-
kira 6000 buah hadits. Di dalam kitab itu banyak terdapat hal-hal yang
khurafat dan palsu.

• Haj Mirza Husein bin Muhammad Taqi An Nuri At Thabrasyi, wafat tahun
1320 H. dimakamkan di pemakaman syuhada pilihan di Nejev, pengarang
buku "Fashl Khitab Fi Istbati Tahrifi Kitab Rab El Arhab". Di dalam buku ini,
diyakinnya, bahwa Al Qur'an yang ada sekarang ini banyak ditambah-
tambahi dan dikurangi. Antara lain - kata mereka - di dalam surat "Insyirah",
dikurangi kalimat:
(Dan kami dijadikan Ali menantu mu). Naudzu billah. Buku tersebut telah
dicetak di Iran pada tahun 1289 H.

• Ayatullah Al Mamaqani, pengarang buku "Tangih Al lylagal Fi Ahwali Ar


Rijal". Tokoh ini menurut mereka, adalah dedengkotnya "Jarh Wat Ta'dil"*).
Di dalam buku tersebut, terdapat sesuatu yang menggelari Abu Bakar dan
Umar r.a. dengan gelar "Tukang Sihir/Dukun dan Thaghut". silakan periksa
buku itu juz 1 hal. 207 cetakan tahun 1352 H. percetakan Murtadowiyah di
Nejev.

• Abu Ja'far Al Tusyi, pengarang buku "Tandzib Al Ahkam"; dan Muhammad


bin Murtadha yang dipanggil dengan Mala Muhsin Al Kasyi, pengarang buku
'Al Wafi"; dan Muhammad bin Hasan Hur 'Amily, pengarang buku "Wasail
Syi'ah Ila Ahadist As Syari'ah; dan Muhammad Baqir bin Syeikh Muhammad
Taqiy, yang dikenal dengan "Al Majlisi", pengarang buku "Biharul Anwar Fi
Ahadist An Nabi Wal A'immah Al Athhaz"; dan Fathullah Al Kasyani,
pengarang buku "Manhaj As Shadiqin"; dan Ibnu Abi Hadid, pengarang buku
"Syarah Nahjul Balaghah".

• Ayatullah Khumaini, salah satu tokoh Syi'ah kontemporer,


pemimpinrevolusi Syi'andi Iran, yang mengendalikan rol pemerintahan. Ia
mengarang buku "Kasyful Asror"dan "Pemerintahan Islam". Walaupun ia
menyatakan tentang ide wilayatul faqih, dan menjunjung tinggi slogan-
slogan Islam secara umum pada awal revolusi, namun ternyata ia masih
menanamkan akar-akar syi'ah fanatik yang sempit, yang mengendalikan
negara dan membawa kepada sebuah peperangan yang kejam kontra
tetangganya sendiri, Irak.

PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA


• Imamah : Harus dengan tekstual. Imam terdahulu harus menentukan
imam penggantinya secara tekstual dan langsung ditunjuk orangnya, bukan
dengan bahasa isyarat. imamah sesuatu yang sangat penting, yang tidak
boleh terpisahkan antara Rasulullah SAW dengan ummat. Dan tidak boleh
dibiarkan masing-masing orang menyampaikan pendapatnya tentang
imamah sendiri-sendiri. Justru harus ditentukan seseorang yang menjadi
tempat bertanya dan rujukan.

Mereka berdalil, bahwa dalam imamah, Rasulullah SAW. telah menentukan


Ali bin Abi Thalib r.a. menjadi imam setelah beliau secara tekstual yang
nyata pada hari "Ghadir Kham".

Diyakininya, bahwa Ali r.a. juga telah menentukan kedua putranya Hasan
dan Husein secara tekstual, dan begitu seterusnya, bahwa setiap imam
menentukan imam berikutnya dengan wasiat daripadanya. Mereka itu
disebut "Aushia" (penerima wasiat).

• 'Ishmah : Setiapimam terpelihara (Ma'shum) dazi segala kesalahan,


kelalaian, dan dosa, baik dosa besar ataupun dosa kecil.

• `Ilmu: Setiap imam dititipi ilmu dari Rasulullah SAW. untuk


menyempurnakan syari'at Islam. Imam memilki ilmu ladunni. Tak ada
perbedaan antara imam dengan Rasulullah SAW. Yang membedakan, bahwa
Rasulullah mendapat wahyu. Rasulullah SAW. telah menitipkan kepada
mereka rahasia-rahasia syari'at Islam, agar mereka mampu memberikan
penjelasan kepada manusia sesuai dengan kebutuhan zamannya.

• Sesuatu Yang Luar Biasa : Peristiwa yang luaz biasa boleh terjadi pada diri
imam. Itu disebut `mu'jizat. Jika tidak ada satu teks tertulis dari imam
sebelumnya, maka dalam kondisi seperti itu penentuan imam harus
berlangsung berdasarkan sesuatu yang luar biasa itu.

• "Al Ghaibah" (Menghilang) : Diyakininya, bahwa zaman tidak pernah


kosong dari sebuah argumentasi yang membuktikan Allah, baik secara logika
maupun secara hukum. sebagai konsekwensi logisnya, bahwa Imam yang ke
12 telah menghilang di sebuah goa (dalam rumahnya). Diyakininya pula,
bahwa imam tersebut memilki "ghaibah shugra" *)dan "ghaibah kubra". Ini
adalah salah satu mitos mereka.

• Roj'ah (muncul kembali): Diyakininya, bahwa Imam Hasan Al Askari akan


datang kembali pada akhir zaman, ketika Allah mengutusnya untuk tampil.
Oleh sebab itu, setiap malam setelah shalat maghrib, mereka berdiri di
depan pintu goa itu, dan mereka telah menyediakan sebuah kendaraan,
kemudian mereka pergi, dan mengulanginya Iagi perbuatannya itu pada
malam berikutnya. Mereka berkata, bahwa ketika kembali, imam itu akan
memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana bumi sedang dibanjiri oleh
kekejaman dan kedzoliman. Dan ia akan melacak lawan-lawan Syi'ah
sepenjang sejarah. Syi'ah Imamiah ini benar-benar berkata, bahwa Imam itu
pasti akan datang kembali, bahkan sebagian sekte-sekte Syi'ah yang lainnya
menyatakan, bahwa sebagian mereka yang matipun akan datang kembali.

• Taqiyah: Dianggapnya sebagai salah satu pokok ajaran agama. Barang


siapa yang meninggalkan taqiyah, sama hukumnya dengan meninggalkan
shalat. Taqiyah adalah suatu kewajiban yang tidak boleh dihapuskan, sampai
yang berwenang tampil. Barangsiapa yang meninggalkannya sebelum ia
tampil, maka ia telah keluar dari agama Allah dan dari agama Imamiah.
Mereka mengambil dalil kepada firman Allah :

"Kecuali karena(siasat) memelihara diridari sesuatu yang ditakuti dari


mereka " (Q.S. 3 : 28).

Dihubung-hubungkannya dengan Abu Ja' far, Imam yang kelima, dengan


ucapannya : "Taqiah adalah agamaku dan agama nenek moyangku. Tak ada
imannya seseorang yang tidak memiliki taqiah". Diperluasnya pemahaman
taqiah itu sampai kepada batas dusta dan haram.

• Mut'ah : Dipandangnya, bahwa memut'ah wanita adalah adat yang terbaik


dan pengorbanan yang paling afdhal,berdasarkan kepada ayat :
"Maka isteri-isteri yang telah kamu ni'mati (campuri) diantara
mereka,berikanlah kepada mereka maharnya(dengan sempurna),sebagai
suatu kewajiban. " (Q.S. 4 : 24).

Padahal Islam telah mengharamkan sistem perkawinan tersebut. Suatu


perkawinan yang persyaratannya dibatasi dengan waktu tertentu, yang
menurut Ahlussunnah, syaratnya harus menghadirkan niat untuk
mengekalkannya (kawin seterusnya). Kawin muth' ah mempunyai banyak
dampak negatif di tengah-tengah masyarakat.

• Diyakininya, ada mushhaf versi mereka, yang namanya "Mushhaf


Fathimah". Dalam bukunya, "Al Kafi", halaman 57, cetakan tahun 1278 H.,
Kulaini meriwayatkan dari Abi Basyir, ya'ni "Ja'far Shodiq" : "Bahwasanya
kami mempunyai Mushhaf Fathimah r.a., seraya berkata, Kataku : Apa itu
Mushhaf Fathimah? Ia berkata : Sebuah Mushhaf yang isinya seperti Qur'an
kalian 3 kali, Demi Allah, tidak ada satu hurufpun isinya dari Qur'an kalian".

• "Lepas Tangan" : Mereka lepas tangan daripada ketiga orang khalifah


Rasulullah SAW. Abu Bakar, Umar, dan Utsman r.a., dan memberi mereka
sifat-sifat yang tercela. Sebab, - menurut keyakinan mereka -, ketiga orang
khalifah itu telah merampas khalifah dari orang yang paling berhak untuk
menerimanya. Mereka juga mela'nat Abu Bakar dan Umar r.a., dalam
mengawali segala amal perbuatan yang baik, sebagai ganti daripada
membaca "Basmalah". Mereka juga tidak segansegan untuk melaknat
sebagian besar para sahabat Rasulullah SAW. Dan tidak ketinggalan pula
untuk melaknat dan menghina Ummul mu'minin 'Aisyah r.a.

• "Berlebihan": Sebagian mereka sangat berlebihan dalam menokohkan Ali


bin Abi Thalib r.a. Bahkan ada yang mengangkatnya sampai pada derajat
"Tuhan" seperti sekte Sabaisme. Sebagian mereka ada yang berpendapat,
bahwa Jibril telah keliru dalam menyampaikan risalah, lalu diturunkannya
kepada Muhammad sebagai ganti daripada Ali r.a. Sebab Ali r.a. itu hampir
serupa dengan Rasulullah SAW. seperti serupanya seekor burung beo dengan
beo yang lain. Oleh sebab itu, yang berkeyakinan seperti itu disebut
Ghurabiah (Beoisme).

• Hari Besar Ghadir Khom : Yaitu hari raya mereka yang jatuh pada tanggal
18 Dzulhijjah. Hari ini lebih mulia daripada Iedil Adha dan Iedil Fithri. Hari itu
disebut Hari Raya Agung (Akbar). Berpuasa pada hari itu hukumnya sunnah
mu'akkad. Pada hari itu, menurut pengakuan mereka, bahwa Rasulullah
SAW. telah memberi wasiat tentang khalifah kepada Ali r.a. untuk
menggantikan beliau.

• Diagungkannya hari Nairuz, yaitu hari tahun barunya bangsa Persia.


Sebagian mereka ada yang berpendapat, bahwa mandi pada hari itu adalah
sunnah.

• Mereka juga mempunyai hari agung yang diselenggarakan pada tanggal 9


Rab. Awwal, yaitu hari raya "Bapak" mereka "Baba Syuja' Uddin", sebuah
gelar daripada "Abu Lu'lu'ah Al Majusi" yang telah membunuh Umar bin
Khattab r.a.

• Diselenggarakannya pesta-pesta hiburan, kematian, kesedihan, berfoto-


foto, dan menepuk dada, dan perbuatan-perbuatan terlarang lainnya yang
dipentaskan oleh mereka pada 10 hari pertama bulan Muharram, dcngan
keyakinan, bahwa itu semua dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah,
menghapuskan dosa dan kesalahan mereka; dan barangsiapa yang
menyaksikan mereka pada pameran suci di Karbela, Nejev, dan Qum, pasti
akan melihat sesuatu yang aneh-aneh.

AKAR PEMIKIRAN DAN KEYAKINANNYA


- Sebagian mereka ada yang memulangkan asal usul Syi'ah kepada peristiwa
perang "Jamal". Sebagian lagi ada yang mengembalikannya kepada sejarah
terbunuhnya Utsman, dan ada lagi yang berpendapat, bahwa Syi'ah dimulai
sejak peristiwa perang Shiffien.

- Asal usul timbulnya Syi'ah adalah sebagi akibat daripada pengaruh


keyakinan-keyakinan orang Persia yang menganut agama raja dan warisan
nenek moyang. Orang-orang Persia telah mempunyai andil besar dalam
proses pertumbuhan Syi'ah untuk membalas dendam terhadap Islam yang
telah menghancur-luluhkan kekuatan mereka dengan mengatasnamakan
Islam sendiri.

- Ide Syi' ah bercampur aduk dengan ide-ide yang datang dari


keyakinankeyakinan di Asia, seperti Budhisme, Manaisme, Brahmaisme, dan
mereka-mereka yang berkeyakinan kepada reinkarnasi dan pantheisme

- Syi'ah mengadopsi ide-idenya dari Yahudisme yang telah membawa tapak-


tapak berhalaisme Asyurisme dan Babilisme.

- Pendapat mereka tentang Ali r.a., para imam, dan Ahlul Bait (keluarga
Rasulullah SAW.) mendapatkan titik temu dengan pendapat- pendapat orang
Kristen tentang Isa a.s. (Yesus Kristus). Orang-orang Syi'ah hampir mirip
dengan orang-orang Kristen dalam memperingati harihari besar,
memperbanyak gambar dan patung, dan membuat-buat sesuatu yang luar
biasa dan mengembalikannya kepada imam.

TEMPAT TERSIAR DAN KAWASAN PENGARUHNYA


Sekte Syi'ah Imamiah Duabelas, dewasa ini tersebar di Iran, dan berpusat di
negara ini. sebagian mereka banyak pula terdapat di Irak. Keberadaan
mereka terbentang luas sampai ke Pakistan. Di samping itu, mereka juga
mempunyai sekte di Libanon. Adapun di Siria, jumlahnya sedikit, tetapi
mempunyai hubungan yang kuat dengan Nushairiyah yang juga termasuk
Syi'ah yang extrim