Anda di halaman 1dari 33

PENENTUAN STATUS GIZI

SECARA BIOKIMIA
Sajiman, S.KM, M. Gizi

Pathogenesis dari Penyakit Kurang Gizi

Faktor
lingkungan

Ketidak cukupan
zat gizi

Faktor
manusia

Muncul tanda2
yg klasik

Cadangan
jaringan

Kemerosot
an jaringan

Malnutrisi yg
ditandai dg
penurunan BB dan
pertumbuhan
terhambat

Perubahan
biokimia

Malnutrisi yg
diketahui melalui
pemeriksaan lab

Perubahan
fungsi

Tampak
tanda2 khas

Perubahan
anatomi

Metode deteksi masalah gizi


TAHAPAN KEKURANGAN GIZI

METODE
PENGUKURAN

Asupan makanan yang tidak optimal

Dietary

Perubahan level cadangan zat gizi pada jaringan


tubuh

Biokimia

Perubahan level cairan tubuh

Biokimia

Perubahan fungsional pada jaringan tubuh

Antropometri/Biokimia

Perubahan aktivitas zat gizi yang bergantung


terhadap enzim atau mRNA pada beberapa jenis
protein

Biokimia /teknik
molekular

Perubahan fungsional

Perilaku/fisiologi

Gejala klinik

Klinik

Munculnya tanda-tanda perubahan anatomi

Klinik

PSG Biokimia
PENGERTIAN
Pemeriksaan spesimen yg diuji scr laboratoris
pd berbagai jaringan tubuh (Darah, Urine,
Hati, Otot, dll)
PENGGUNAAN
Dpt menentukan status gizi spesifik
Dpt membuktikan pemeriksaan tk subklinis
Sebagai pemeriksaan pelengkap (atau untuk
mengkonfirmasi diagnosis klinis)

KEUNGGULAN
dpt mendeteksi def zat gizi lbh dini
hasil pemeriksaan objektif
dpt menunjang hsl pemeriksaan lain

KELEMAHAN
pemeriksaan Biokimia hanya bisa dilakukan
stlh tbl gangg Metab
memerlukan peralatan dan tenaga yg ahli
biaya mahal
kurang praktis dilapangan

Pemeriksaan Darah
Sampel Darah ; Kapiler dan atau Vena
DARAH KAPILER
Pd ujung jari , Daun Telinga, Tumit (Bayi)
Sejumlah 0,2 ml 1 ml
Dpt langsung dipipet

DARAH VENA
Pd Vena Cubiti (lengan)
Plasma (+ Antikoagulan)
Serum (tanpa Antikoagulan)

Pemeriksaan Urine
Langsung atau dg Kateter
Pd penyimpanan dpt + pengawet
(Toluol, Timol)
Dpt Midstream/tidak
Media yg baik utk tumbuh kuman

Pemeriksaan Feces
Dpt mengetahui gangguan
metabolisme zat gizi (KH, Lemak)
Dpt mengetahui adanya infeksi

Biokimia Anemia Gizi Besi


Indikator
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Hb,
Hematokrit,
Serum Besi,
Serum Ferritin,
Transferin Saturation,
Free Eritrocyt Protoporfirin (FEP)

Specimen : Darah (serum/plasma)

Pada tahap pertama kekurangan zat besi, cadangan


besi berkurang
Kadar serum feritin memberikan perkiraan cadangan
besi., karena konsentrasi serum feritin paralel total
cadangan besi tubuh
Penurunan transportasi besi ciri defisiensi besi tahap
kedua
Yang ditandai dengan peningkatan iron-binding
capacityprotein transferin dan penurunan besi serum
Perubahan ini tercermin dari transferin saturasi

Tahap ketiga defisiensi besi terjadi ketika


transportasi besi berkurang ke sehingga
membatasi produksi Hb.
Hal ini ditandai dg peningkatan erythrocyte
protoporphyrin, dan penuruan mean
corpuscular volume (MCV), penurunan
hemoglobin dan hematokrit.

Haemoglobin
Dapat tentukan prevalensi Anemia
Metode : Sahli dan Cyanmethemoglobin
Harga normal
Laki Laki
Wanita
Wanita Hamil

: 14 18 gr %
: 12 16 gr %

11 gr % (trimester 1 & 3
10.5 gr% (trimester 2)

Tidak sensitif- karena anemia terjadi ketika sudah terjadi


defisiensi besi berat

Non-spesifik: juga jatuh pada infeksi


kronis, protein-energi kekurangan gizi
(KEP), kekurangan vitamin B12 atau
folat kekurangan.
Tingkat bvariasi dgusia, jenis kelamin,
ras, diurnal variasi, dan merokok.

HEMATOKRIT (HCT)
Estimasi scr tdk langsung Hb (HCT 3 X Hb)
Hematokrit = persentase sel darah merah thd total volume darah
Nilai yang rendah mengindikasikan pembentukan hemoglobin tidak
lengkap, yang dimanifestasikan oleh mikrositik (abnormal kecil
bersel), hipokromik (normal kurang dalam warna) merah sel-sel
darah.
HARGA NORMAL
Hepler
Laki laki
: 40 54 %
Wanita
: 37 47 %
Well
laki laki
: 42 50 %
Wanita
: 40 48 %

Serum Feritin
Pada tahap pertama kekurangan zat besi,
cadangan besi berkurang.
Kadar serum feritin memberikan perkiraan
cadangan besi., karena konsentrasi serum
feritin paralel total cadangan besi tubuh
SF < 12 g /L (Defisiensi Fe)
Metode : IRMA, RIA, ELLISA

Paling sensitif : indeks hanya dapat


mencerminkan, kelebihan kekurangan,
dan normal besi status.
Spesifik: rendah hanya kekurangan zat
besi.
Tingkat bervariasi dengan usia, jenis
kelamin: meningkat pd infeksi.

TRANSFERIN SATURATION (TS)


Penurunan transportasi besi ciri
defisiensi besi ntahap kedua
Yang ditandai dengan peningkatan
iron-binding capacityprotein transferin
dan penurunan besi serum.
Perubahan ini tercermin dari transferin
saturasi

Pemeriksaan saturasi transferin merupakan hasil


perhitungan kadar serum iron (SI) dibagi Total Iron
Binding Capacity (TIBC) dikalikan 100%.
Dalam keadaan normal saturasi transferin 2045%.
Pada anemia defisiensi besi didapatkan kadar SI
menurun dan TIBC meningkat, sehingga saturasi
transferin meningkat.
Penurunan saturasi transferin sampai di bawah 5%
memastikan diagnosis anemia defisiensi besi.8

FREE ERYTHROCYTE
PROTOPHORPHYRIN (FEP)
Bagian yang mengandung besi dari hemoglobin
adalah molekul heme.
Heme adalah kombinasi dari besi dan protoporfirin
Protoporfirin terakumulasi dalam darah ketika pasokan besi
tidak memadai untuk pembentukan
heme.
Menilai kecukupan Fe utk pembtk Sel Darah Merah di SumSuM Tulang
Normal : 35 50 g/dl RBC
FEP > 100 g/dl ( Defisiensi Fe)
Metode : Flurometic
kadar protoporfirin meningkatkan secara progresif dalam kedua tahap
kekurangan zat besi.
infeksi dan toksisitas menyebabkan peningkatan
Tingkat bervariasi dengan umur dan jenis kelamin.

DEFISIENSI Fe
Tahap 1 : Cadangan Fe hepar <<

Tahap 2: Fe << utk sintesis Sel Darah Merah


di SuSuM Tulang
Tahap 3: Kadar Hb <<

KEP
ANALISIS BIOKIMIA YG DIGUNAKAN
Nilai Protein & Hasil Metabolit Protein ( Darah,
Urine)
INDIKATOR
- Hidroksi Prolin Indeks (Urine)
- Rasio As Amino Bebas (Plasma)
- Plasma Protein, Albumin, Pre Albumin
- Plasma Transferin

HARGA NORMAL
- Albumin
- Globulin
- Fibrinogen
PRE ALBUMIN
- Gizi Baik
:
- Gizi Sedang :
- Gizi Kurang :
- Marasmus
:
- Mars Kwas :
- Kwashiorkor :

: 3,5 5 gr/dl
: 1,5 3 gr/dl
: 0,2 0,8 gr/dl
23,8 0,9 mg/dl
16,5 0,8 mg/dl
12,4 1,0 mg/dl
7,6 0,6 mg/dl
3,3 0,2 mg/dl
3,2 0,4 mg/dl

SERUM ALBUMIN
< 1 Th

1 sd 5 Th
6 sd 16 Th
> 16 Th

: Cukup > 2,5 gr/dl

: Cukup > 3 gr/dl


: Cukup > 3,5 gr/dl
: Cukup > 3,5 gr/dl
: Kurang < 2,8 gr/dl
: Margin 2,8 3,4 gr/dl
Wanita Hamil : Cukup > 3,5 gr/dl
:Kurang < 3,5 gr/dl
: Margin 3 3,4 gr/dl

SERUM PROTEIN
< 1 Th

1 sd 5 Th

6 sd 16 Th
> 16 Th

: Cukup > 5 gr/dl

:
:
:
:
:
:
:
:

Margin < 5 gr/dl


Cukup 5,5 gr/dl
Margin < 5,5 gr/dl
Cukup 6 gr/dl
Margin < 6 gr/dl
Cukup 6 gr/dl
Kurang 5,5 gr/dl
Margin 6,5 5,9 gr/dl

INDIKATOR KEP
Abumin/Globulin, Kolest & Hb turun

KVA
PROSES
Cadangan Vit A Hepar << Deplesi Vit A dlm
tbh Kadar Vit A plasma turun Disfungsi
Retina perubahan epitel
INDIKATOR
Vit A Plasma Normal
: 30 g/dl
: KVA < 5 g/dl
Vit A Hepar Normal
: 15 g/dl
:KVA <15 g/dl
RBP Normal
: 20 g/dl
: KVA < 20 g/dl

GAKI
INDIKATOR

Ekskresi Iodium dlm Urine

N > 50 g/gr Creatinin


Endemis Sedang
: 25 - 50 g/gr Creatinin
Endemis Berat
: < 25 g/gr Creatinin

TSH

N : 0,5 4,7 g/ml