Anda di halaman 1dari 76

Dasar Teknik Produksi

Operasi Work Over dan Well Service


Swabbing Job
Perforation Job
Zoba Isolation
Remedial Cementing
Problem Kepasiran
Pencegahan dan Penanggulangan Kepasiran
Wireline Unit
Service Tool dan Coiled Tubing
Stimulasi ( Acidizing dan Hydraulic Fracturing)

Jenis kerja yang dilakukan well


service diantaranya memperbaiki
kerusakan peralatan produksi,
mengganti unit Artificial Lift.

Perforating
KUPL
Cementing
Zone Testing
Revise Completion
Stimulation
Light work over (Well Service)
Recondition Pump
Adjust Flow regulator
Pump Change
Size Up
Size Down

Well Surveillance

Teknik Produksi berhubungan dengan bagaimana


cara memproduksikan fluida dari reservoir ke
permukaan.

Facility Engineering &


Prod Operation
To GS

Penentuan jenis Artificial Lift Method atau Metode


pengangkatan Buatan.
Peningkatan produksi dari sumur
Workover/Wellservice, Stimulasi, etc.

Production
Engineering

Mencakup :
Penentuan dan analisa kemampuan produksi sumur.

Reservoir
Engineering
5

Productivity Index (PI) :


indeks yang digunakan utk menyatakan kemampuan suatu sumur untuk
berproduksi, pada kondisi tertentu

PI = Q / (Pr Pwf) Q = PI (Pr Pwf)

PI = Productivity index, bbls/day/psi

Well mempunyai PI = 1 bbl/day/psi artinya :


Well ini mampu memproduksikan fluid 1 bbl/day jika terdapat perbedaan
sebesar 1 psi antara pressure di reservoir dengan pressure di dalam lubang
sumur

Kermitz E. Brown (1967) telah mencoba


memberikan batasan terhadap besarnya
produktivitas sumur, yaitu :

PI rendah jika kurang dari 0.5


PI sedang jika antara 0.5 sampai 1.5
PI tinggi jika lebih dari 1.5

IPR = Inflow Performance Relationship


Kurva IPR adalah kurva yang menyatakan hubungan antara tekanan alir
di bawah sumur (Pwf) dan laju alir (Q)

Hubungan ini menggambarkan kemampuan suatu sumur untuk


mengangkat / mengalirkan fluida dari formasi ke permukaan

Ada banyak cara untuk menentukan IPR Curve, salah satunya adalah
dengan menggunakan persamaan PI :

Q = PI (Pr Pwf)
Sehingga : Pwf = Pr (Q/PI)

IPR satu Fasa


Untuk kondisi transient

Untuk Kondisi Semi Steady State

Untuk Kondisi Steady State

Kondisi stedy state (kondisi mantap) terjadi jika tekanan disetiap titik di
reservoir tidak berubah terhadap waktu

- Tekanan Reservoir dibawah Bubble Point Pressure


(Pr < Pb) 2 fasa (gas + oil)
- Tidak terjadi kerusakan formasi (S = 0)

Persamaan Standing
Persamaan Sukarno aliran 2 fasa

p pwf 141.2

10.06 A 3
qB
0
.
5
ln
s

2
kh
C A rw 4

Pwf
2000
1800
1600
1400
1200
1000
800
600
400
200
0

Persamaan Wiggins aliran 3 fasa


Persamaan IPR Fasa Minyak

Persamaan IPR Fasa Air

Sumur
Production 1

Qo
Qo m ax

Pwf test
(psia)
2496.45

Pwf
1 0.2
Pr

Q test
(bbl/day)
100

Pwf
0.8

Pr

P-res (psia)
3094.94

100
2496.45
2496.45
1 0.2
0.8
Qomaks 314.3045339 bbl / d
Qomax
3094.94
3094.94

Natural Flow
Artificial Lift
Secondary Recovery
Tertiary Recovery

Gas lift adalah suatu usaha pengangkatan


fluida sumur dengan cara menginjeksikan
gas bertekanan tinggi (minimal 250 psi)
sebagai media pengangkat ke dalam kolom
fluida melalui valve-valve yang dipasang
pada tubing dengan kedalaman dan spasi
tertentu.
Syarat-syarat suatu sumur yang harus
dipenuhi agar dapat diterapkan metoda gas
lift antara lain :

Tersedianya gas yang memadai untuk injeksi, baik


dari reservoir itu sendiri maupun dari tempat lain.

Tidak Produksi
Gas Injeksi

Permukaan
Fluida
Produksi

PI rendah
Pr rendah

25

Gas Lift Design

Continuous gas lift, yaitu gas diinjeksikan


secara terus menerus ke dalam annulus
melalui valve yang dipasang pada tubing,
maka gas akan masuk ke dalam tubing.

Intermittent gas lift, yaitu gas diinjeksikan


secara terputus-putus pada selang waktu
tertentu, sehingga dengan demikian injeksi
gas merupakan suatu siklus dan diatur sesuai
dengan laju fluida yang mengalir dari formasi
ke lubang sumur.

Tidak Produksi
Gas Injeksi

Permukaan
Fluida
Produksi

PI rendah
Pr rendah

27

Injeksi gas dihentikan


Fluida reservoir akan mengalir
dari reservoir ke tubing
Permukaan fluida mencapai
panjang kolom tertentu, yang
ekivalen dengan tekanan
statik sumur
Gas diinjeksikan dan akan
mendorong kolom fluida ke
permukaan
Injeksi Gas berfungsi sebagai
pendorong kolom fluida dalam
tubing
Gas Lift Design

Gas Injeksi

Fluida Produksi
Permukaan
Fluida
Produksi

PI rendah
Pr rendah

28

seluruh kolom fluida dalam tubing


akan terdorong ke permukaan
dan mengalir ke separator
setelah fluida sampai di permukaan, injeksi gas dihentikan
dan fluida reservoir kembali
mengalir ke dalam tubing sampai
mencapai kedalaman tertentu
siklus diulang kembali

Gas Lift Design

PI

BHP

Sistem Injeksi

Tinggi

Tinggi

Continuous

Tinggi

Rendah

Intermittent

Rendah

Tinggi

Intermittent

Rendah

Rendah

Intermittent

PI tinggi : 0.5 BBL/hari/psi


PI rendah : 0.5 BBL/hari/psi
BHP tinggi
: artinya dapat mengangkat kolom cairan minimum 70% dari
kedalaman sumur.
BHP rendah
: kolom cairan yang terangkat kurang dari 70% dari kedalaman
sumur.

Prinsip kerja Electric submersible pump adalah berdasarkan pada prinsip


kerja pompa sentrifugal dengan sumbu putarnya tegak lurus. Pompa
sentrifugal adalah motor hidrolik dengan jalan memutar cairan yang
melalui impeller pompa, cairan masuk ke dalam impeller pompa menuju
poros pompa, dikumpulkan oleh diffuser kemudian akan dilempar ke luar..

Pompa Sucker Rod


Prinsip kerja dari pompa sucker rod dapat dijelaskan sebagai berikut :
Gerak rotasi dari prime mover diubah menjadi gerak naik turun oleh pumping unit
terutama oleh sistem pitman crank assembly.
Kemudian gerak angguk (naik turun) ini oleh horse head dijadikan
gerak lurus naik turun untuk menggerakkan plunger.
Instalasi pumping unit di permukaan dihubungkan dengan pompa yang ada
dalam sumur oleh sucker rod sehingga gerak lurus
naik turun dari horse head dipindahkan ke plunger pompa dan plunger
bergerak naik turun dalam barrel pompa.
Pada saat up-stroke, plunger bergerak ke atas, di bawah plunger terjadi penurunan
tekanan.
Karena tekanan dasar sumur lebih besar dari tekanan dalam pompa maka akibatnya
standing valve terbuka dan minyak masuk ke dalam pompa.
Pada saat down-stroke, standing valve tertutup karena tekanan dari minyak dalam barrel
pompa, sedangkan pada bagian atasnya,
yaitu traveling valve terbuka
oleh tekanan minyak akibat dari turunnya plunger, selanjutnya minyak akan masuk ke
dalam tubing.
Proses ini dilakukan secara berulang-ulang sehingga
minyak akan sampai ke permukaan dan terus ke separator melalui flow line.

Bottom Hole completion

Tubing completion

Tipe Komplesi berdasarkan:


- Konfigurasi antara formasi produktif dengan formasi bagian atas dan
bawahnya
- Tekanan Formasi
- Metode Produksi

Peralatan pada formation completion dibedakan menjadi tiga :

open hole completion


perforated casing completion
sand exclution type completion

casing dipasang sampai puncak formasi produktif yang tidak


tertutup secara mekanis, sehingga aliran fluida reservoar dapat
langsung masuk ke dalam lubang sumur tanpa halangan

Casing produksi dipasang menembus formasi produktif, disemen kemudian


diperforasi pada interval yang diinginkan

Metode ini dipakai untuk mencegah


terproduksinya pasir dari formasi produktif
yang kurang kompak. Metode yang
digunakan untuk menanggulangi masalah
kepasiran ialah liner completion dan
gravel-pack completion.

a.

Perforated-liner Completion

b.

Screen Liner Completion

Komplesi ini digunakan bila beberapa zona produktif yang ingin


diproduksi secara bersamaan melalui tubing yang berbeda. Komplesi
ini memerlukan beberapa packer.

Sonolog

SFL & WFL digunakan untuk menghitung Reservoir Pressure (Pr) &
Flowing bottom hole Pressure (Pwf)

SFL ~ Pr (Reservoir Pressure)


WFL ~ Pwf (Flowing Bottom hole Press)
Sering kali PI dinyatakan dengan rumus :
PI = Q / (WFL SFL)
dengan unit BPD/ft, bukan BPD/psi

Sonolog :
Pr = Hydrostatic Press at static condition
= (h-SFL) * gradient fluid

Pwf = Hydrostatic Press at Flowing Condition


= (h-WFL) * gradient fluid
Dimana :

Gradient Fluid = 0.433 x SGfluid (psi/ft)


SGfluid = (1WC)*SGoil + WC*SGwater

Dik :
5964 BFPD/439 BOPD/93% WC.
SFL = 868 ft dan WFL = 2051 ft.
Perforation Depth = 4500 ft
SGoil = 0.86 & SGwater = 1.02
Berapakah kemampuan laju alir maksimum (Qmax) ?

1.
2.

3.

4.

5.

6.

Kumpulkan data : Q, WC, Perfo Depth (h), SFL, WFL, SGoil, & SGwater
Hitung SGfluid : SGfluid = (1WC)*SGoil + WC*SGwater
= (10.93)*0.86 + 0.93*1.02 = 1.01
Hitung Gradient Fluida (psi/ft) :
Gradient Fluid
= 0.433 x Sgfluid
= 0.433 x 1.01
= 0.437 psi/ft
Hitung Pr dan Pwf :
Pr
= (h-SFL) * gradient fluid
= (4500 868) * 0.437
= 1588 psi
Pwf
= (h-WFL) * gradient fluid
= (4500 2051) * 0.437
= 1070 psi
Hitung Productivity Index (PI) :
PI
= Q / (Pr Pwf)
= 5964 / (1588 1070)
= 11.5 BPD/psi
Hitung Q max yang dapat diproduksikan oleh KB#085 well (Pwf = 0 psi):
Qmax
= PI x (Pr 0)
= 11.5 x (1588 0) = 18,283 BFPD

- Cut Type packers


dimana seal berbentuk cup yang bisa menahan tekanan dari 1 arah atau 2 arah bersamaan.

Tension packer (slip/jay slot combination)

Packer yang diset dengan tension, tubing ditarik dan akan


menyebabkan rubber packing mengembang / pack off terhadap
casing

Solid head compression packer

Packer yang diset dengan kompressi, tubing ditekan


dengan besaran tertentu yang akan menyebabkan
rubber packing mengembang / pack off terhadap
casing.

Mekanik
Hydraulik
Permanent

memberikan beban rangkaian tubing pada packer. Beban yang diterima packer
menyebabkan slip menggigit dinding casing dan beban selanjutnya
mengembangkan karet packer hingga menyekat annulus diatas packer dan dibawah
packer. Slip yang menggigit dinding casing melindungi packer agar tidak bergerak
kebawah sewaktu memperoleh beban dari rangkaian

Packer Hidrolik
Hydraulic set packer disekatkan dengan cara memberikan tekanan hidraulik
untuk menekan penyekat Begitu disekat, packer terkunci oleh tekanan yang
terperangkap disekitarnya atau pengunci mekanis. Packer tersebut dapat dilepas
dengan mengangkat tubing disertai dengan memutarnya searah jarum jam.

Packer permanen
Alat ini dapat disekatkan dengan berbagai cara yaitu: dengan bantuan electric
wireline, drill pipe ataupun tubing. Slip-slip yang saling berlawanan terletak diatas
dan dibawah dari karet (packing) untuk menahan packer pada kedudukannya yang
benar. Setelah posisi terpasang packer ini tak akan bergeser dari kedudukannya.

Permanent Packer yaitu packer merupakan bagian di antara casing dan tubing,
tubing mudah di angkat
Retrievable Packer adalah packer bagian dari tubing string, dengan slip tubing
akan melekat ke casing selama packer belum terlepas

Packer mandrel adalah badan utama packers


Seal Element adalah Bagian yang menyekat
Slips komponen mekanis packer dengan bentuk gigi gerigi yang menyentuh ID casing
dan mencegah gerakan packer
J slot adalah permukaan bergerigi dengan bentuk J yang mengontrol gerakan slips
Cone adalah silinder tersusun pada bahan packer di mana slip akan masuk untuk
menekan gerigi pada dinding casing