Anda di halaman 1dari 14

Dakwah: The Way to Allah

Dakwah: The Way to Allah

Apa itu Dakwah?


Tahukah Anda apa itu dakwah?
Apa sebenarnya arti dari dakwah?
Apa yang terlintas di benak Anda ketika Anda mendengar kata dakwah?
Bisa jadi ada sebagian dari kita yang menyangka bahwa dakwah itu singkatan dari
cedhak sawah?1
Saya yang rumahnya cedhak sawah nggak berpikir seperti itu... hehehe...
Terus apa dong dakwah itu?
Dulu kalau saya mendengar kata dakwah, yang terlintas di benak saya adalah ceramah,
pengajian, kultum, dan khutbah. Dan ternyata apa yang saya pahami tersebut kurang
tepat, hanya saja masih ada hubungannya dengan dakwah.
Nah, kalau Anda tahu Bahasa Arab, pasti Anda tahu juga apa itu dakwah. Karena dakwah
itu berasal dari Bahasa Arab dalam bentuk masdar

yang berarti

ajakan, seruan, panggilan dan undangan (Kamus Al-Munawwir: 406). Bahkan di dalam
Dalam Al-Quran dikatakan,

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam, dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya


kepada jalan yang lurus (QS. Yunus: 25)
Gimana? Sekarang Anda sudah tahu kan apa itu dakwah? Terus apa hubungannya
dakwah dengan ceramah, pengajian, kultum, dan khutbah? Kan dari pengertian tersebut

Dekat sawah
1|

Dakwah: The Way to Allah

nggak menunjukkan adanya kata ceramah atau yang lainnya? Hubungannya yaaa... baikbaik saja.
Dasar, ditanya hubungannya apa, malah jawabnya baik-baik saja, gimana sih? Hehehe,
Sabar teman, gitu saja marah. Diajak becanda kok nggak bisa, awas lho cepat tua. Kalau
Anda belum nikah, jaga diri Anda biar muka tetap awet muda. Kalau muka cepat tua,
ntar nggak laku-laku lho. Makanya sabar ya Jangan marah-marah!
Ya sudah, jadi begini, dakwah itu memang ada hubungannya dengan ceramah atau yang
lainnya. Dari mana kita bisa tahu kalau dakwah itu ada hubungannya dengan ceramah?
Ya, kita lihat dulu pengertian dakwah menurut istilah, kalau tadi kan sudah saya
sampaikan pengertian dakwah dari segi Bahasa. Sedangkan menurut istilah adalah,
mengajak atau menyeru manusia untuk beriman kepada Allah SWT dan mentaati
perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya sesuai dengan penjelasan
Rasulullah SAW. Maka dalam hal ini dakwah mencakup rukun Islam, rukun Iman dan
rukun Ihsan.
Bisa juga dakwah diartikan suatu usaha menyebarkan agama Allah berupa akidah,
syariah, akhlak, dan mencurahkan segala kekuatan dan kemampuan dalam usaha tersebut
serta mewujudkan atau melaksanakan tujuan dakwah kepada Allah dengan ilmu, amal,
teladan dan mengajak kepada yang maruf dan meninggalkan yang munkar serta
mengadakan perbaikan.
Nah dari pengertian dakwah diatas, maka sudah jelas bahwa aktifitas dakwah ini ada
hubungannya dengan ceramah. Karena dalam ceramah, seorang penceramah itu berbicara
untuk menyeru atau mengajak orang lain kepada suatu kebaikan. Kenapa saya
mengatakan kalau dakwah itu hubungannya dengan ceramah? Ya, karena dakwah itu
tidak mutlak harus ceramah di atas mimbar atau semacamnya, namun dakwah itu juga
bisa dilakukan dengan cara-cara yang lain, misalnya dengan tulisan dan lain sebagainya.
Gimana? Sekarang Anda sudah paham kan?
Pada kesimpulannya, dakwah merupakan suatu perkara yang sangat mulia dan sangat
penting. Karena dengan berdakwah berarti kita telah membantu atau mengantarkan orang
lain menuju jalan yang lurus, jalan yang yang terang benderang jalan yang mengantarkan
ke surga Allah SWT.
2|

Dakwah: The Way to Allah

Kepingan Dakwah.
Nah, kita kan sudah tahu apa itu dakwah serta betapa penting dan mulianya berdakwah.
Kalau begitu mulai sekarang kita harus berdakwah dong? Apakah Anda sudah siap untuk
berdakwah? Kalau begitu mari kita berdakwah!!!
Eits tunggu dulu, selain kita harus memahami definisi dan mengetahui betapa pentingnya
berdakwah, kita juga harus mengetahui apa saja unsur-unsur dari dakwah itu sendiri.
Nah, diantara unsur-unsur atau komponen-komponen dakwah yang harus ada pada setiap
kegiatan dakwah antara lain:
Pertama: Dai, yaitu pelaku dakwah atau orang yang berdakwah.
Salah satu unsur pokok dakwah ialah seorang dai. Yang mana dai ini merupakan motor
penggerak atau pelaksana dakwah, baik secara lisan, tulisan maupun perbuatan. Jadi yang
dimaksud sebagai seorang dai itu tidak hanya orang yang berceramah di atas mimbar
saja, namun seorang penulis pun ketika tulisannya berisi tentang ajakan atau seruan untuk
kembali ke jalan Allah maupun tentang amar maruf dan nahi munkar, maka penulis
tersebut bisa juga disebut sebagai seorang dai.
Begitu juga dengan perbuatan, yang mana perbuatan tersebut mencerminkan nilai-nilai
Islam, maka pelaku tersebut bisa juga disebut sebagai seorang dai. Bahkan tidak jarang
seseorang itu diikuti atau ditiru perbuatannya karena perilaku dan perbuatannya yang
mencerminkan nilai-nilai kebaikan. Karena itulah seorang dai harus menjaga setiap
perilakunya agar orang lain tidak salah dalam meneladaninya. Karena seorang dai
termasuk orang pilihan yang terpilih untuk meneruskan perjuangan Nabi dan para
sahabatnya.
Oleh karenanya, Jika Anda mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW,
hendaknya Anda menjadi seorang dai dan wajib membekali diri Anda dengan ilmu-ilmu
agama yang benar dan lurus. Disamping itu Anda juga perlu mempelajari keterampilan
khusus dalam berdakwah. Dengan begitu Anda menjadi orang pilihan sehingga dapat

3|

Dakwah: The Way to Allah

berdakwah sesuai dengan hujjah yang nyata dan kokoh serta tidak berlaku sesat dan
menyesatkan.
Gimana? Apakah Anda tertarik untuk menjadi seorang dai? Kalau Anda jadi dai, Anda
akan menjadi orang pilihan dan terkenal. Nggak percaya? Tuh buktinya para dai yang
sering nongol di televisi, terkenal kan? Jamaaaaah, ooo jamaaaah. Hehehe, Jadi dai
terkenal boleh, tapi ingat, jangan asal terkenal saja. Bekali diri Anda dengan ilmu.
Jika Anda ingin menjadi orang pilihan, maka jadilah dai sejati yang berdakwah
sesuai dengan hujjah yang nyata dan kokoh
Kedua: Madu, yaitu penerima, objek dakwah atau orang yang didakwahi.
Nah, selain dai, unsur pokok lain yang juga tidak kalah pentingnya ialah madu.
Bagaimana tidak? Seorang dai tidak akan bermanfaat tanpa adanya madu. Kok bisa
begitu? Ya, kalau tidak ada madu, terus siapa yang akan diajak atau diseru kepada suatu
kebaikan, betul kan? Masak mau ngoceh sendiri? Mau bersaing dengan burung beo?
Hehehe,
Nah, madu atau objek dakwah di sini bisa saja sebagai individu maupun kelompok, baik
seorang Muslim maupun non-Muslim. Ketika madu tersebut non-Muslim, maka dakwah
dimaksudkan untuk mengajak mereka mengikuti agama Islam. Sedangkan apabila madu
tersebut beragama Islam atau seorang Muslim, maka dakwah dimaksudkan untuk
mengadakan perbaikan atau meningkatkan kualitas Islam, Iman dan Ihsan.
Yang lebih penting lagi, dalam berdakwah kita dituntut untuk bisa memahami tipe madu,
dengan begitu kita bisa menempatkan diri dan mengatur strategi dalam berdakwah.
Sehingga diharapkan objek dakwah mau menerima dakwah kita. Kalau kita tidak tau tipe
maupun tingkatan madu, maka dakwah akan gagal. Masa Anda akan mengajak orang
non-Muslim untuk membayar zakat? Kepada anak kecil Anda ajak untuk berjihad? Kan
nggak lucu.
Nah, secara umum Allah telah menjelaskan tipe dari pada objek dakwah. Diantaranya
adalah mukmin, kafir dan munafik. Kemudian orang mukmin sendiri dikelompokkan
menjadi, dholim linafsih, muqtashid dan sabikun bil khoirot. Sedangkan kafir

4|

Dakwah: The Way to Allah

dikelompokkan menjadi kafir dhimmi dan kafir harbi. Dengan kata lain, madu atau
objek dakwah itu mencakup seluruh manusia.
Oleh karenanya sangat penting bagi seorang dai mengetahui dan memahami tipe madu
dan karakter-karakternya.
Ketiga: Maddah, yaitu materi dakwah.
Maddah yaitu materi dakwah yang akan disampaikan oleh dai kepada madu. Materi
dakwah di dalam agama Islam tentunya berupa ajaran agama Islam itu sendiri. Baik itu
masalah akidah, fikih, muamalah maupun akhlak.
Karena pentingnya materi yang harus disampaikan para dai, maka sudah menjadi
keharusan bagi setiap dai untuk mendalami materi-materi tersebut sesuai dengan
pemahaman ahlus sunnah wal jamaah. Sehingga apa yang didakwahkan bukanlah
sesuatu yang sesat dan menyesatkan. Kasarnya, agar tidak asal berkoar-koar. Karena
pada saat ini banyak sekali dijumpai orang yang berdakwah tanpa landasan yang kuat.
Nah, mulai sekarang, persiapkanlah materi-materi dakwah dengan mendalami syariat
Islam. Dengan materi-materi tersebut Anda bisa berdakwah dengan landasan yang kuat.
Kalau Anda berdakwah, sedangkan materi dakwah tidak Anda kuasai, bahkan tidak
punya sama sekali, maka yang terjadi adalah Anda akan mengarang bebas layaknya anak
kecil yang ingin mengekspresikan imajinasinya, bebas, sesuka hatinya benar atau salah
ya terserah dia yang berimajinasi. MasBuLo, Masalah Buat Loo?
Keempat: Wasilah, yaitu media dakwah.
Wasilah yaitu media dakwah yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah
kepada madu bisa berupa, lisan, tulisan, audio visual dan akhlak. Media lisan biasa
digunakan untuk berdakwah dalam bentuk pidato, ceramah, khutbah dan lain sebagainya.
Tulisan, Bisa berupa buku, majalah, surat kabar dan lain-lain. Kemudian audio visual,
media ini dapat merangsang indera pendengaran dan penglihatan atau kedua-duanya.
Seperti televisi, slide, internet dan lain sebagainya. Dan akhlak, berupa perbuatanperbuatan nyata yang mencerminkan nilai-nilai ajaran agama Islam.

5|

Dakwah: The Way to Allah

Jadi media dakwah itu tidak hanya berupa lisan. Sehingga dakwah pun tidak hanya
terbatas pada ceramah saja. Namun bisa juga melalui tulisan, video dan juga berupa
akhlak atau perbuatan seseorang yang mencerminkan nilai-nilai agama.
Apalagi saat ini teknologi sudah semakin canggih. Mustahil Anda tidak mengenal
internet. Kalau Anda tidak kenal dengan internet, maka saya katakan Anda ini termasuk
orang ndheso. Hehehe jangan marah yaaa Melalui internet Anda bisa menulis di
sebuah blog misalnya. Atau Anda merekam video ceramah Anda kemudian di-upload ke
Youtube. Melalui jejaring sosial Anda bisa berkomunikasi untuk berdakwah dengan
orang-orang di seluruh dunia. Jangan melah menjadikan teknologi sebagai sarana untuk
berbuat kemaksiatan.
Kelima: Thoriqoh, yaitu metode dakwah
Thoriqoh atau metode dakwah merupakan cara atau jalan yang dipakai para juru dakwah
dalam menyampaikan materi dakwah yaitu berupa ajaran agama Islam. Dalam
berdakwah, metode dakwah ini sangat penting. Karena suatu kebenaran tidak akan
diterima oleh madu jika disampaikan dengan cara yang tidak baik dan tidak benar.
Bahkan seseorang akan bersikap antipati terhadap Islam, terlebih lagi kepada dai itu
sendiri.
Oleh karena itulah setiap dai harus mengetahui dan menguasai metode dalam
berdakwah. Nah, secara garis besar ada tiga pokok metode dakwah, sebagaimana
dikatakan Allah dalam Al-Quran;

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. An-Nahl: 125)

6|

Dakwah: The Way to Allah

Petama, bi al-hikmah, yaitu berdakwah dengan cara memerhatikan situasi dan kondisi
madu. Sehingga apa yang kita sampaikan sesuai dengan kemampuan madu. Baik dari
segi tingkat pemahaman maupun kualitas keimanan madu. Namun demikian bukan
berarti kita ngekor kepada madu. Ngekor? Memangnya ular, ada ekornya? Ya, sedikit
demi sedikit kita sodorkan perubahan-perubahan menuju kepada sesuatu yang lebih baik
lagi. Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan
yang bathil tetap menjadi prioritas utama.
Kedua, mauidhotil hasanah, yaitu berdakwah dengan memberikan nasihat-nasihat atau
menyampaikan ajaran-ajaran Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang, sehingga apa
yang kita sampaikan dapat menyentuh hati mereka.
Ketiga, mujadalah billati hiya ahsan, yaitu berdakwah dengan cara bertukar pikiran
kepada madu. Dan jika terjadi perdebatan, maka kita berikan bantahan dengan sebaikbaik bantahan dengan tidak menyakiti hati madu.
Nah, jika Anda benar-benar ingin berdakwah, maka Anda harus menerapkan cara-cara
tersebut. Jika Anda berhasil menerapkannya, maka Anda akan menjadi dai yang
diidolakan dan penuh dengan karisma. Para madu akan menaruh hati pada Anda. Jika
Anda belum menikah, maka Anda akan dijodohkan dengan anak-anak mereka. Hehehe
Keenam: Atsar, yaitu pengaruh atau efek dakwah.
Efek dakwah. Kalau Anda mendengar kata efek, pasti Anda akan berpikir bahwa efek itu
adalah sesuatu yang buruk. Padahal efek di sini sifatnya masih umum, bisa positif dan
bisa negatif. Ya, efek dakwah ini otomatis akan muncul setelah dai menyampaikan
materi dakwah, baik itu efek positif maupun efek negatif. Nah, seorang dai harus jeli
dalam memerhatikan efek tersebut setelah ia selesai menyampaikan materi. Mengapa
demikian? Ya, karena dengan menganalisis efek dakwah, maka seorang dai dapat
memperbaiki dan menyempurnakan strateginya dalam berdakwah jika efek yang
ditimbulkan negatif. Begitu juga sebaliknya, seorang dai bisa mempertahankan atau
meningkatkan strateginya dalam berdakwah jika efek yang ditimbulkan positif.
Nah, setelah Anda mengetahui dan memahami unsur-unsur dakwah, maka saatnya bagi
Anda untuk beraksi turun ke lokasi dakwah dan bedakwah di jalan Allah SWT. Jika tekad

7|

Dakwah: The Way to Allah

Anda sudah bulat untuk berdakwah, maka jangan lupa meluruskan niat, berdakwahlah
karena Allah SWT.







Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan
menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad: 7)

Kenapa kita harus berdakwah?


Pernahkah Anda bertanya pada diri Anda atau orang lain perihal dakwah? Ya, minimal
bertanya, Kenapa kita harus berdakwah? Kan sudah banyak ustadz, kiyai, tuan guru,
syaikh, atau apa sajalah sebutannya?. Sudahkah Anda menemukan jawabannya? Kalau
Anda belum pernah bertanya, maka mulai saat ini tanyakanlah minimal pada diri Anda!
Jika Anda belum menemukan jawabannya, saya akan berbagi dengan Anda kenapa kita
harus berdakwah.
Yang pertama, jika Anda mengaku sebagai seorang Muslim yang paham tentang Islam
dan sebagai pengikut Nabi, maka Anda harus mengajak orang-orang di sekitar Anda yang
belum paham untuk memahaminya terutama pemahaman tentang akidah. Berbagi ilmu
poo? Jangan pelit-pelit poo? Dari tadi kok poo, poo. Apa sih artinya poo? Poo itu
Bahasa Surabaya, artinya kenapa. Hehehe Meskipun hanya sepatah atau dua patah
kata, yang penting Anda benar-benar paham terhadap apa yang Anda sampaikan, maka
bagilah ilmu Anda untuk berdakwah. Karena inilah jalan Rasulullah SAW dan para
pengikutnya. Selain itu, mengajak kepada kebaikan dan mencegah suatu kemungkaran
merupakan sikap hidup orang yang beriman.


Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku
mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku
tiada Termasuk orang-orang yang musyrik" (QS. Yusuf: 108)

8|

Dakwah: The Way to Allah






Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah)
menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar (QS. At-Taubah: 71)
Berbeda dengan orang munafik,





Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan sebagian dengan sebagian yang lain
adalah sama, mereka menyuruh membuat yang Munkar dan melarang berbuat yang
ma'ruf (QS. At-Taubah: 67)
Yang kedua, karena berdakwah adalah salah satu karakter dari orang yang beruntung
dan sebaik-baik umat.




Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang
yang beruntung. (QS. Ali-Imron: 104)

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada
yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli
kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman,
dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (QS. Ali-Imron: 110)
Nah, jika Anda ingin menjadi orang yang beruntung dan termasuk dalam kategori sebaikbaik umat, maka ambillah bagian Anda dalam berdakwah.

9|

Dakwah: The Way to Allah

Selain itu Allah juga berjanji akan memberikan pertolongan kepada orang-orang yang
membela agama-Nya.

















*

*
(Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan
yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan Kami hanyalah Allah". Dan
Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang
lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat
orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut Nama Allah.
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya
Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami
teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang,
menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang
mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan (QS. Al-Hajj: 40-41)
Pengen untung atau buntung? Ya, pilihan ada di tangan Anda. Tapi kalau Anda memilih
buntung, berarti setelah itu Anda tidak punya pilihan lagi, karena tangan Anda sudah
buntung. Kan pilihan di tangan. Kalau sudah tidak punya tangan berarti tidak ada pilihan
lagi dong? Hehehe Becanda. Buntung di sini maksudnya adalah rugi. Bukan buntung
tangannya karena cacat atau terpotong.
Yang ketiga, karena meninggalkan dakwah akan membawa petaka.

*
*

10 |

Dakwah: The Way to Allah

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera
Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan Munkar yang mereka perbuat.
Sesungguhnya Amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu (QS. Al-Maidah: 7879)
Ketika kemungkaran dibiarkan begitu saja, maka kemungkaran tersebut akan semakin
merajalela. Dengan begitu, para pelaku kemaksiatan akan semakin lancang berbuat
kemaksiatan. Kalau sudah seperti itu, maka jumlah pelaku maksiat pun akan semakin
bertambah. Sehingga orang-orang yang menentang kemaksiatan pun tidak lagi mampu
membendungnya. Bahkan yang lebih parah lagi jika sampai pada suatu keadaan dimana
mereka tidak sanggup lagi mengingkari apa yang dahulu mereka ingkari. Begitu juga
sebaliknya, jika kita tidak mengingatkan orang-orang yang lalai meninggalkan perintahperintah Allah, maka bisa dipastikan mereka akan semakin jauh dari perintah Allah.
Jika seseorang sudah semakin jauh dari Allah, otomatis akan jauh juga dari Rahmat
Allah. Jika jauh dari rahmat Allah, otomatis dekat dengan laknat Allah. Apakah Anda
rela jika orang-orang yang Anda cintai dilaknat Allah? Katanya cinta! Selametin dong!
Bukannya diselametin malah diajak nyari tai Kebo Kyai Slamet. Aduuuh, cape deeech.
Yang keempat, karena dakwah merupakan bukti bakti anak kepada bapaknya.









Hai

anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan

cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang
menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan
(oleh Allah) (QS. Luqman: 17)

*



*




11 |

Dakwah: The Way to Allah



* *


*


Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al kitab (Al Quran) ini.
Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi. Ingatlah
ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah
sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu
sedikitpun?. Wahai bapakku, Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu
pengetahuan yang tidak datang kepadamu, Maka ikutilah Aku, niscaya aku akan
menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah
syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Wahai
bapakku, Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang
Maha pemurah, Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan" (QS. Maryam: 41-45)
Sudah saatnya bagi Anda untuk membuktikan bakti Anda kepada orang tua dengan
berdakwah. Berdakwah atau mengajak orang lain maupun orang tua sendiri. Karena tidak
menutup kemungkinan bahwa orang tua kita memiliki kekurang dalam hal pemaham
agama, begitu juga dengan kita. Karena itulah penting rasanya untuk saling nasihatmenasihati dalam kebaikan dan kebenaran.
Anda sebagai orang tua, jika berbuat salah harus mau diingatkan oleh anaknya. Begitu
juga sebaliknya, Anda sebagai anak juga harus mau diingatkan oleh orang tua. Mentangmentang berpendidikan tinggi tidak mau menerima nasihat dari orang tua yang hanya
seorang petani misalnya.
Yang kelima, karena dakwah menjadi alasan bagi seorang hamba dihadapan Allah SWT.





Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu
menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan
12 |

Dakwah: The Way to Allah

azab yang amat keras?" mereka menjawab: "Agar Kami mempunyai alasan (pelepas
tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa (QS. Al-Araf: 164)
Yaitu alasan mereka itu ialah bahwa mereka telah melaksanakan perintah Allah untuk
memberi peringatan.





(Mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi
peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah
diutusnya Rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS.
An-Nisa: 165)
Rasulullah SAW bersabda:
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahuanhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
berkhutbah di hadapan para sahabat pada hari raya kurban.
Beliau berkata, Wahai umat manusia, hari apakah ini?.
Mereka menjawab, Hari yang disucikan.
Lalu beliau bertanya, Negeri apakah ini?.
Mereka menjawab, Negeri yang disucikan.
Lalu beliau bertanya, Bulan apakah ini?.
Mereka menjawab, Bulan yang disucikan.
Lalu beliau berkata, Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah
disucikan tak boleh dirampas dari kalian, sebagaimana sucinya hari ini, di negeri (yang
suci) ini, di bulan (yang suci) ini.
Beliau mengucapkannya berulang-ulang kemudian mengangkat kepalanya seraya
mengucapkan, Ya Allah, bukankah aku sudah menyampaikannya? Ya Allah, bukankah
aku telah menyampaikannya? (HR. Bukhari dalam Kitab Al-Hajj, bab Al-Khutbah
ayyama Mina. Hadits no. 1739).

13 |

Dakwah: The Way to Allah

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah menerangkan, Sesungguhnya beliau mengucapkan


perkataan semacam itu (Ya Allah bukankah aku sudah menyampaikannya) disebabkan
kewajiban yang dibebankan kepada beliau adalah sekedar menyampaikan. Maka beliau
pun mempersaksikan kepada Allah bahwa dirinya telah menunaikan kewajiban yang
Allah bebankan untuk beliau kerjakan. (Fath Al-Bari, jilid 3 hal. 652).
Sudahkah Anda mempersiapkan alasan Anda kelak di akhirat nanti? Jika belum,
persiapkanlah mulai dari sekarang, atau Anda akan menyesal di kemudian hari.
Keenam, karena dakwah sebagai tali pemersatu umat







Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih
sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka Itulah orang-orang yang
mendapat siksa yang berat (QS. Ali-Imron: 105)
Karena itulah wajib bagi kita untuk senantiasa berdakwah di jalan Allah, menyatukan
tujuan demi tegaknya syariat Islam. Dengan begitu Insya Allah ukhuwah Islamiyah akan
tetap terjaga.
Itulah diantara alasan mengapa kita harus berdakwah. Walaupun hanya sekedar
mengingatkan ataupun mengajak orang-orang terdekat kita, Insya Allah manfaatnya
sangat luar biasa. Teruslah belajar, mengamalkan, mendakwahkannya dan bersabar serta
istiqomahlah dalam menjalaninya. Insya Allah Anda akan menjadi orang yang beruntung
di dunia dan di akhirat bersama orang-orang yang Anda cintai.

14 |