Anda di halaman 1dari 2

Contoh kasus Hukum Pidana Internasional

Kasus Geng Nero


Penganiyayaan anggota Geng Nero terhadap Lusi dilakukan di gang
cinta, yakni gang kecil di perumahan yang sangat sepi karena
biasanya sering disalahgunakan sebagai tempat berpacaran.
Penganiyayaan dilakukan selama dua hari berturut-turut, yakni
pada tanggal 5 dan 6 Mei 2008 pada tempat sama, yakni gang
cinta. Menurut narasumber ada 12 pelapor yang melaporkan perihal
penganiyayaan oleh Geng Nero. Diduga korban melebihi jumlah
pelapor karena Lusi sendiri tidak melaporkan peristiwa
penganiyayaan terhadap dirinya, namun hanya diselesaikan secara
kekeluargaan. Korbankorban penganiyayaan diantaranya adalah
siswa sekolah menengah atas dan menengah pertama. Penganiyayaan
tersebut beralaskan hal-hal yang sepele, yakni hal-hal yang
menyangkut permasalahan di kalangan remaja.
http://www.scribd.com/doc/8275496/Analisis-Kasus-Geng-Nero-terhadap-Teori-Positivisme-
Hukum

Konflik di Darfur
Konflik Darfur berawal tahun 2003 ketika pemerintah dan milisi
Arab melancarkan pembersihan terhadap kelompok pemberontak
keturunan Afrika.
Pasukan perdamaian PBB dan Uni Afrika, Unamid, menyatakan
keprihatinannya atas serangan yang dilakukan terhadap kam
pengungsian di Kalma, Darfur Selatan, Agustus 2008, yang
menyebabkan 38 orang meninggal.
Pemimpin Sudan mengatakan pasukan pemerintah sedang menggeledah
dan mencari senjata yang dipergunakan untuk menembak pesawat
Unamid dari dalam kam tersebut ketika pemberontak melepas
tembakan.

''Warga sipil kami dijadikan perisai hidup oleh pemberontak,''


katanya. ''Karenanya adalah wajar bagi pasukan kami untuk
menjalankan kewajibannya.''

PBB memperkirakan 300 ribu orang tewas dalam konflik yang telah
berlangsung selama enam tahun itu dan satu juta lainnya terpaksa
mengungsi. Tetapi Presiden Bashir menyebut angka sesungguhnya
hanyalah sepersepuluh dari yang dilaporkan.
Bashir juga menyebut surat perintah penangkapan yang dikeluarkan
oleh ICC merupakan bagian dari plot Barat untuk mengambil alih
Sudan.
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2009/05/090512_sudandarfur.shtml
Kasus Mantan Tentara AS karena Pembunuhan di Irak
Sebuah dewan juri Amerika telah memvonis seorang mantan tentara
Amerika di Irak dengan hukuman penjara seumur hidup karena
memperkosa dan membunuh seorang anak perempuan Irak usia 14tahun
dan anggota keluarga lainnya.
Dewan juri dalam pengadilan sipil telah membahas hukuman
terhadap Steven Green sejak Rabu. Hakim akan secara resmi
menjatuhkan vonis pada bulan September mendatang.
Green dinyatakan bersalah tanggal 7 Mei. Dia diadili di
pengadilan sipil, bukan di pengadilan militer sebab dia telah
dipecat dari dinas angkatan darat karena "gangguan pribadi"
sebelum tindak kejahatan itu tersingkap.
Para jaksa mengatakan Green adalah komandan regu tentara dalam
serangan bulan Maret 2006 itu di Baghdad.
Empat tentara lainnya telah dijatuhi hukuman dalam pengadilan
militer antara lima hingga lebih dari 100 tahun.
http://www.voanews.com/indonesian/2009-05-22-voa1.cfm

Kasus My Lai (US Military Court)


Kasus ini menyangkut peristiwa pambataian orang-orang sipil
Vietnam di My Lai pada 1968 oleh tentara Amerika Serikat. Pada
1973 Letnan I William Calley dinyatakan bersalah melakukan
pembunuhan yang direncanakan terhadap orang-orang sipil Vietnam
pada 1968. Pengadilan Banding Militer Amerika Serikat (US Court
of Military Appeal) memastikan bahwa Calley telah memimpin dan
secara pribadi berpartisipasi dalam pembunuhan orang laki-laki,
perempuan, dan anak-anak yang berada di bawah penjagaan tentara
bersenjata yang berada di bawah komando Calley. Kapten Ernest
Medina, Komandan Kompi Calley, dituntut untuk pembunuhan yang
tak direncanakan dan tak bersenjata (involuntary manslaughter)
atas seratus manusia.
http://74.125.153.132/search?q=cache:85G2_7RZQgUJ:www.komnasham.go.id/portal/files/E
S_PerkembKonsepTanggungJwbAtasanThdKejahatanPlgSerius.pdf+Kasus+My+Lai&cd=4&
hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a