Anda di halaman 1dari 5

Pisang Cavendish

Dari Wikipedia dan berbagai bahan


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi:

Magnoliophyta

Kelas:

Liliopsida

Ordo:

Zingiberales

Famili:

Musaceae

Genus:

Musa

Pisang Cavendish

Spesies: Musa spp.


Pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang
sangat popular di dunia, di Indonesia, pisang ini lebih dikenal
dengan sebutan Pisang Ambon Putih. Pisang Cavendish banyak
dikembang biakan menggunakan metode kultur jaringan.
Keunggulan bibit pisang hasil kultur jaringan dibandingkan
dengan bibit dari anakan adalah bibit kultur jaringan terbebas
dari penyakit seperti layu moko akibat Pseudomonas
solanacearum dan layu panama akibat Fusarium oxysporum
cubense. Dalam kultur jaringan pisang, sampai saat ini yang
banyak dikenal adalah kultur dengan eksplan bonggol.

Karakteristik
Pohon Pisang Cavendish mempunyai tinggi batang 2,5 - 3 m
dengan warna hijau kehitaman. Daunnya berwarna hijau tua.
Panjang Tandan 60 - 100 cm dengan berat 15 - 30 kg. Setiap

tandan terdiri dari 8 - 13


sisiran dan setiap sisiran ada
12 - 22 buah. Daging buah dari
pisang ini putih kekuningan,
rasanya manis agak asam, dan
lunak. Kulit buah agak tebal
berwarna hijau kekuningan
sampai kuning muda halus.

Kondisi pertumbuhan
Suhu merupakan faktor utama untuk pertumbuhan tanaman
Pisang Cavendish. Suhu optimum untuk pertumbuhannya adalah
sekitar 27 C, dan suhu maksimumnya 38 C. Tanaman ini
tumbuh di daerah tropis dan subtropis, pisang ini tidak dapat
tumbuh di dataran tinggi, ketinggian di atas 1600 m dpl.
Kebanyakan pisang tumbuh baik di lahan terbuka, tetapi
kelebihan penyinaran akan menyebabkan terbakar-matahati
(sunburn). Tanaman ini juga sangat sensitif terhadap angin
kencang karena dapat menyebabkan daunnya rusak dan robek,
distorsi tajuk dan merobohkan pohonnya. Untuk pertumbuhan
yang optimal, curah hujan yang diperlukan sekitar 200-220 mm,
dan kelembapan tanahnya tidak kurang dari 60-70% dari
kapasitas lapangan. Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan
Pisang Cavendish adalah tanah liat yang dalam dan gembur serta
yang memiliki pengeringan dan aerasi yang baik. Tanaman ini
toleran terhadap pH 4,5-7,5.

Penyakit
Salah satu jenis penyakit yang kerap menyerang tanaman
Pisang Cavendish adalah layu panama atau sering dikenal dengan
nama layu fusarium. Penyakit ini membuat daun pisang menjadi

layu dan mudah putus. Jamur penyebab penyakit ini adalah


Fusarium oxysporum f.sp. cubense, yang mampu bertahan lama
di dalam tanah sebagai klamidospora sehingga sulit untuk
dikendalikan. Sejumlah cara pengendaliannya telah diteliti,
namun belum memberikan hasil yang memuaskan. Contohnya
adalah pengendalian hayati patogen yang ditularkan melalui
tanah dan penggunaan jenis bakteri tertentu untuk
mengendalikan patogen yang ditularkan melalui tanah tersebut.
Selain layu panama, tanaman Pisang Cavendish juga dapat
terkena penyakit Mycosphaerella Leaf Disease Complex
(MLDC). Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah
perkembangan tanaman yang buruk, daun-daun menjadi layu
dengan cepat, jumlah daun-daun yang sehat semakin berkurang,
timbulnya tandan yang buruk, buah-buah yang dihasilkan tidak
baik, dan perkembangan buahnya menjadi prematur.
Sedangkan, contoh penyakit-penyakit lain dari Pisang Cavendish
adalah Yellow Sigatoka yang disebabkan oleh M. musicola dan
Black Leaf Streak atau Black Sigatoka yang disebabkan oleh M.
fijiensis.

Klasifikasi ilmiah
Klasifikasi ilmiah ialah cara ahli biologi mengelompokkan dan
mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun
yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus
Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan
sifat fisik yang dimiliki. Pengelompokan ini sudah direvisi dan di
kembangkan sejak Carolus Linnaeus hidup untuk menjaga
konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari
Darwin.
Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah
dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit

tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat


tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain
(Daerah),
Kingdom
(Kerajaan),
Phylum
atau
Filum
(hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa),
familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).
Tujuan
klasifikasi
makhluk
hidup
adalah
untuk
mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari
makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan
perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan
perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk
tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki
ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh
klasifikasi makhluk hidup adalah:
Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan
dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak.
Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh:
Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di
lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di
lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di
lingkungan lembap (higrofit).
Berdasarkan
manfaatnya.
Contoh:
Tumbuhan
dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman
sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya
Berdasarkan
jenis
makanannya.
Contoh:
Hewan
dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora),
hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan
hewan serta tumbuhan (omnivora).
Pengelompokan makhluk hidup seperti ini dianggap kurang
sesuai karena dengan cara demikian dibuat berdasarkan
keinginan orang yang mengelompokkannya sehingga kadang sulit
untuk di pelajari oleh kebanyakan orang.

Manfaat Pisang Cavendish


Sama seperti jenis pisang lainnya, Cavendish juga
mengandung sejumlah senyawa aktif yang baik untuk tubuh.
Senyawa tersebut antara lain. Mencermati kandungan
senyawanya yang lengkap, sangat wajar jika pisang Cavendish
memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Adapun manfaat
pisang Cavendish antara lain:
1.
2.

3.

4.
5.

6.
7.
8.

Sebagai sumber energy. Sebab kandungan karbohidrat


sederhananya cukup untuk mengganjal perut.
Menyehatkan jantung. Hal ini disebabkan kandungan kalium
tinggi dan sangat ampuh mencegah tekanan darah tinggi
yang merupakan biang serangan jantung.
Penyeimbang darah. Pisang Cavendish kaya akan vitamin B6
yang berperan aktif dalam pembentukan antibody dan juga
hemoglobin di dalam darah. Vitamin B6 juga dikenal sebagai
penyeimbang kadar gula di dalam darah kita.
Melindungi sistem syaraf dan menjauhkan potensi terkena
stroke.
Sebagai mood booster. Sebab pisang mengandung senyawa
triptofan
yang
berperan
serotonin,
zat
yang
bertanggungjawab atas perasaan bahagia dan rileks pada
manusia.
Menjaga kesehatan ginjal. Sebab kalium pada pisang
Cavendish bisa mengurangi ekskresi kalsium dalam urin.
Baik untuk kesehatan otak.
Menenangkan perut serta meredakan rasa perih akibat luka
di dalam lambung.