Anda di halaman 1dari 57

Dec

Laporan Kerja Plat


K

ATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta
karunia-Nya, sehigga saya dapat menyusun laporan ini hingga selesai. Laporan ini saya
susun dalam rangka untuk memenuhi persyaratan progam kegiatan belajar mengajar
tahun ajaran 2012/2013 di SMK Negeri 1 Kediri.
Dan saya telah menyelesaikan laporan kerja ini, yang telah saya beri judul LAPORAN
PEKERJAAN PLAT yang disusun dengan pembahasan materi dengan bahasa yang baik,
singkat, padat, dan mudah untuk dipahami.
Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada :

Yth. Bapak Winarto


Yth. Bapak Irawadi P

Selaku guru pembimbing.


Atas bimbingan dari bapak gurulah, saya bias membuat pekerjaan dan menyelesaikan
laporan pekerjaan ini

Dan juga teman-teman di X TPM 2

Saya menyadari bahwa laporan pekerjaan ini masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu
saya berharap datangnya saran atau kritik yang sifatnya membangun dari pembaca, guna
penyempurnaan laporan pekerjaan ini di masa yang akan dating.
Akhir kata, semoga laporan pekerjaan ini dapat memberi manfaat yang sebesar besarnya,
baik bagi penulis maupun bagi orang lain yang membacanya.
Wassalamualaikum wr.wb
Kediri, 01 Desember 2012
Penyusun
D

AFTAR ISI

1. Kata Pengantar i

2. Daftar Isi ................................................................................................................................................ ii


3. BAB I Pendahuluan .. 1
4. BAB II Alat Alat KerjaPlat . 2
II. 1. Mistar Baja . 2
II. 2. Mistar Siku . 2
II. 3. Penggores ... 3
II. 4. Penitik ... 3
II. 5. Jangka 3
II. 6. Gunting . 4
II. 7. Malet (Palu Lunak) 4
II. 8. Palu Konde . 5
II. 9. Landasan . 5
II. 10. Ragum 5
II. 11. Mesin Lipat . 5
5. BAB III Bahan Kerja Plat . 6
6. BAB IV Intruksi Kerja 7
IV. 1. Cara Menggunakan Penggores 7
IV. 2. Cara Memotong Plat .. 8
IV. 3. Cara Menggunakan Kikir 8
7. BAB V Gambar Kerja . 9
8. BAB VI Langkah Kerja . 10
9. BAB VII Keselamatan Kerja . 11
10. Kesimpulan 12
11. Kata Penutup 13

AB I

ENDAHULUAN

Pekerjaan membentuk plat tipis adalah cara yang sering dilakukan tanpa menggunakan
mesin. Laporan ini berisi tentang alat alat yang dipakai dalam membentuk dan melipat
plat tipis, serta bahan yang dibutuhkan. Kegiatan belajar yang harus dilakukan adalah
menjelaskan fungsi alat yang dipakai, macam bentuk alat dan langkah kerja serta
keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan untuk membentuk dan melipat plat
tipis. Dengan menguasai laporan pekerjaan plat ini, diharapkan peserta diklat mamapu
memahami cara kerja yang meliputi pembentukan dan pelipatan plat tipis secara benar.

B
A

AB II

lat Alat Kerja Plat

Alat yang diperlukan dalam pekerjaan plat khususnya untuk pembentukan dan pelipatan
plat, adalah sebagai berikut :
II. 1. Mistar Baja
Digunakan untuk mengukur kasar, karena memiliki ketelitian 0,5 mm. Mistar baja
mempunyai satuan panjang metris (cm) dan inchi (). Digunakan untuk menarik garis
garis lurus.
II. 2. Siku - Siku

Digunakan untuk menarik garis garis sejajar serta menyiku terhadap sisi sisi pinggir,
juga digunakan untuk memeriksa kerataan pinggir suatu benda kerja. Siku - siku memiliki
sudut 90
Macam macam siku siku antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.

Siku siku balok


Siku siku Kipas
Siku siku Papak
Siku siku Lapang
Siku siku Kombinasi

II. 3. Penggores
Digunakan sebagai pengganti pensil untuk menggambar plat, penggores dengan sudut
antara 15 - 30.
II. 4. Penitik
Digunakan untuk membuat titik pusat lengkung atau titik garis.
II. 5. Jangka
Digunakan untuk membuat lingkaran, memebuat garis sejajar dengan bidang sisi yang lain,
dan mencari titik tengah pada benda bundar.
Macam macam jangka :
a.
b.
c.
d.
e.

Jangka Kaki
Jangka Tusuk
Jangka Bengkok
Jangka Garis
Jangka Tongkat

II. 6. Gunting
Digunakan untuk memotong plat
Macam macam gunting :
a. Dilihat dari bentuk bibir :
- gunting bibir lurus
- gunting lengkung
- gunting universal
- gunting paruh burung
- gunting dirgantara.
b. Dilihat dari kekuatan :

gunting tuas
gunting giletin,

Macam gunting giletin yaitu tenaga manusia dan tenaga motor


II. 7. Mallet (Palu Lunak)
Pembentukan benda kerja dapat dilakukan baik dengan tangan maupun dengan mesin. Bila
dilakukan dengan tangan, kita dapat menggunakan palu lunak, kitapun dapat dapat
menggunakan palu yang sejenis, akan tetapi mengingat benda kerja yang kita pergunakan
adalah BJLS, maka agar lapisan tidak terkelupas atau cacat maka dipergunakan palu mallet.
Mallet dapat terbuat dari plastic, kayu, kayu, karet, tembaga, atau imah hitam.
II. 8. Palu Konde
Digunakan untuk memukul penitik yang dilandaskan ke benda yang akan dib or atau untuk
memberi posisi pengeboran.
II. 9. Landasan
Digunakan untuk landasan pada waktu meratakan benda kerja, melipat benda kerja, atau
melukis benda kerja dsb.
Macam macam landasan :

Landas Muka Rata


Landas Tirus
Landas Pinggiran Lurus
Landas Bola
Landas Pinggir Lengkung
Landas Pipa
Landas Setengah Bola
Landas Alur

II. 10. Ragum


Ragum adalah alat untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir, dipahat, ditab, dll.
II. 11. Plat Landasan
Plat Landasan digunakan untuk melapisi benda kerja sewaktu dijepit di ragum, supaya
benda kerja tidak cacat terkena tekanan mulut ragum.
II. 12. Mesin Lipat
Digunakan untuk melipat suatu plat agar lebih rapi dan juga untuk menguatkan badan pada
pekerjaan penguatan alur.

B
B

AB III

AHAN KERJA PELAT

Yang dimaksud dengan kerja plat adalah membuat benda kerja atau benda jadi dari bahan
logam yang berbentuk lempeng tipis atau plat.
Pekerjaan yang sering dilakukan pada kerja plat meliputi : melukis, mengawat,
membentuk, menyambung, dan menguat tepi.

Bahan yang digunakan dalam kerja plat banyak sekali macamnya, tetapi dalam kerja plat
khususnya dalam pembuatan penglipatan dan pembentukan digunakan bahan BJLS. BJLS
digunakan karena mudah dibentuk dan juga dilapisi seng yang berfungsi melindungi baja
agar tidak berkarat dan tahan lama.
Baja BJLS memiliki ukuran ketebalan plat antara 0,02 mm 8,97 mm, mempunyai panjang
1800 mm dan lebar 900 mm dan ada juga dengan panjang 24000 mm dan lebar 1200 mm.
Macam macam bentuk plat baja antara lain :
1. Plat Kasar
2. Plat Menengah
3. Plat Nomor
4. Plat Istimewa
5. Plat Berombak
Bahan yang digunakan Plat BJLS berukuran 0,5 mm

AB IV

NTRUKSI KERJA

Dalam mengerjakan sesuatu tentunya kita harus memperhatikan intruksi atau cara
penggunaan alat alat kerja, untuk itu maka dibawah ini dijelaskan beberapa informasi
tentang cara menggunakan alat alat kerja beserta gambanya
Bila mana bekerja pada ragum, letakkan alat perkakas yang diperlukan diatas meja
disebelah kiri dan kanan ragum, sehingga tidak menumpuk. Letakkan sedimikianrupa
sehingga disebelah kiri ragum ditempatkan alat alat ukur, sedangkan disebelah kanan
ragum adalah palu, kikir, pahat, gergaji, dll.
IV. 1. Cara Menggunakan Penggores

Penggores terbuat dari baja perkakas, kedua ujung penggores dikeraskan dan
dibuat sudut lancip dengan sudut antara 15 - 30, salah satu ujungnya dibuat bengkok agar
dapat digunakan untuk menyetel benda kerja pada mesin bubut dengan menggunakan
pertolongan balok gores.
Cara menentukan garis dengan menggunakan siku siku yang menyiku terhadap siku
pinggir, dengan cara benda kerja diletakkan diatas plat datar berdiri, dengan pula siku
sikunya. Tekan siku siku tersebut dengan menempel pada benda pekerjaan yang akan
digambar.
IV. 2. Cara Memotong Plat
Setelah gambar dibuat diatas plat, plat harus dipotong menurut garis garis pada gambar
tsb. Pemotongan dapat dilakukan dengan dengan gunting maupun dengan gergaji tangan
atau gergaji pipa.
Langkah Pemotongan
1. Peganglah bahan dengan tangan kiri, cukup jauh dengan bibir gunting.
2. Bibir gunting dibuat tegak lurus terhadap bahan dan tepat pada garis lukisan,
3. Jari manis tangan kanan diletakkan diantara kedua tangkai gunting untuk menahan
bibir gunting agar tidak terkatup seluruhnya, agar hasil potongan tidak rusak
4. Katup bibir gunting dengan menekan tangkainya, bibir jangan terkatup seluruhnya.
IV. 3. Cara Menggunakan Kikir
Untuk bagian tepi kedudukan kikir diserongkan 15 terhadap garis siku dan sisi yang
memanjang pada benda pekerjaan.

AB V

AMBAR JOBSITE (GAMBAR KERJA)

B
L

AB VI

ANGKAH KERJA

1. Pertama tama yang kita laukan adalah meratakan bahan plat yang telah dibagikan
digunakan dengan mallet. Pukullah hingga permukaan plat menjadi rata
2. Lalu plat disikukan dengan cara dikikir dengan kikir halus
3. Bahan diukur dengan panjang 150 mm dan lebar 40 mm, bila sudah sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan kemudian digunting dan disikukan kembali
4. Lukis plat dengan penggores dengan sisi kiri diberi panjang 45 mm dan sisi kanan
diberi panjang 5 mm
5. Sisi atas dan bawah diberi jarak 5 mm
6. Buat sudut 45 terhadap sisi atas dan sisi kanan
7. Kemudian buat lagi sudut 45 terhadap sisi bawah dan sisi kanan
8. Kemudian buat sudut 45 sebelah kiri, ukuran 45 mm dan sisi atas
9. Dan buat sudut 45 lagi pada sisi sebelah kanan, ukuran 45 mm dan sisi bawah
10. Setelah pada ukuran 45 mm tadi digambar dengan R. 10 dan dibor 4
11. Dan sisi 45 sebelah kanan dari 45 mm tadi dihubungkan dengan R. 10 itu.

12. Setelah itu garis garis yang telah kita lukis tadi dipotong sesuai dengan gambar
pekrjaan
13. Setelah itu beri lubang di titik R. 4 dengan cara dibor.
14. Lipat plat di mesin lipat.
15. Kemudian ratakan lipatang dengan palu mallet diatas landasan, janngan terlalu
keras untuk meratakan lipatan, berguna untuk memberi sedikit rongga yang akan
diisi dengan amplas.

B
K

AB VII

ESELAMATAN KERJA

Dalam bekerja kita harus memperhatikan tiga hal yang sangat penting demi keamanan kita,
yaitu 3K yang artinya adalah Kesehatan, Keamanan, dan Keselamatan Kerja. Dalam hali ini
saya hanya membahas tentang keselamatan kerja, yang isinya :
1. Jangan memakai jam tangan, cincin, dll pada waktu bekerja.
2. Jangan menyimpan alat alat tajam (pena, penggaris, dll) didalam saku pakaian.
3. Jangan menghilangkan bekas serbuk besi dengan tgangan telanjang, pakailah sikat
atau lap
4. Jangan mengangkat perlengkapan perlengkapan yang berat dengan menggunakan
tangan kosong.
5. Janagn menggunakan alat alat yang telah rusak atau retak.
6. Jangan menggunakan kikir, skiber, dll tanpa gagang.
7. Pakailah pakaian kerja yang terkancing rapat.
8. Cukurlah rambut agar selalu pendek, atau pakailah peci.
9. Periksalah kepala kepalu palu tidak longgar dari tangkainya.
10. Apabila sedang mengangkat potongan potongan hasil kerja atau perlengkapan
dengan mesin Derek, berdirilah ditempat yang aman, terang, dan terbuka.
11. Segera laporkan kecelakaan apa saja, bagaimanapun kecilnya ke guru pengawas.

ESIMPULAN

Bahwa sesungguhnya untuk memperoleh hasil yang baik dan benar dalam bekerja,
khususnya pada pembuatan macam macam lipatan tepi tidaklah mudah. Kita harus benar
benar memperhatikan fungsi dan tujuan dari penggunaan alat alat kerja. Misalnya saja
dalam memotong plat yang berbentuk melengkung ataupun bulat kita harus menggunakan
gunting plat dengan bibir gunting lurus, akan tetapi hasilnya tidak akan lebih baik apabila
kita menggunakan gunting dengan bibir lengkung. Jika kita menggunakan gunting bibir
lengkung kita akan mendapat hasil yang lebih naik dan lebih sempurna. Yang
kesimpulannya bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik maka kita harus memahami
kegunaan dari macam macam alat yang kita pergunakan.

ATA PENUTUP

Sebetulnya masih banyak hal yang akan saya sampaikan didalam laporan ini, karena
terbatasnya waktu dan kesempatan serta kemampuan saya, maka seperti inilah adanya
yang saya sampaikan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan laporan ini

masih banyak kekurangan kekurangan baik dari bentuk, tulisan, isi, mupun susunan
bahasanya.
Dan apabila dalam laporan ini ada hal hal yang tidak berkenan dihati pembaca, saya
mohon maaf. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.
Semoga saya diberi kesempatan lagi untuk menyusun laporan selanjutnya, demikian
laporan ini saya buat semaksimal mungkin agar bapak guru dan pembaca bisa
menggunakannya sebagai media informasi.
Diposkan 2nd December 2012 oleh Yahya Mahendra
0

Tambahkan komentar

Tugas Dan Laporan Sekolah

Beranda

1.
Dec
2

Laporan Kerja Las

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha esa atas
limpahan rahmat dan hidayahnya saya menyusun laporan ini hingga selesai
.saya menyusun laporan ini untuk memnuhi persyaratan program kegiatan
belajr mengajar tahun ajaran 2012-2013 SMK NEGERI 1 KEDIRI.

Saya ucapkan terima kasih kepada bapak dan semua pihak yang telah
membantu membuat laporan ini .

Ucapan terima kasih ini saya sampaikan kepada:

1. Yth. Bapak Winarto

2.Yth. Bapak Irawadi P

Saya menyadari sepenuhnya bahwa didalam laporan ini pasti banyak


kekurangan semoga laporan ini dapat memajukan sekolah kita ,membantu
masyarakat umum dan menjadi ketrampilan bagi saya.

Kediri,01 Desember 2012

Penyususn

DAFTAR ISI

Kata Pengantar. i
Daftar Isi ii
Pendahuluan . 1
Perlengkapan dan Pekerjaan Las ..4

Fungsi - fungsi dari alat bantu las ................................................... 6


Keselamatam Dan Langkah Kerja .. 8
Kesimpulan Dan Saran . 10

PENDAHULUAN
Tujuan Kegiatan Pembelajaran : Dalam kegiatan belajar ini, siswa didik diberikan
penjelasan
mengenai; fungsi atau kegunaan serta macam-macam peralatan dari las
busur listrik.
Uraian Materi :
Mesin las yang ada pada unit peralatan las berdasarkan arus yang
dikeluarkan pada ujung-ujung elektroda dibedakan menjadi beberapa
macam.

1. Mesin Las Arus Bolak-balik (Mesin AC)


Mesin memerlukan arus listrik bolak-balik atau arus AC yang

dihasilkan oleh pembangkit listrik, listrik PLN atau generator AC, dapat
digunakan sebagai sumber tenaga dalam proses pengelasan.
Besarnya tegangan listrik yang dihasilkan oleh sumber
pembangkit listrik belum sesuai dengan tegangan yang digunakan untuk
pengelasan.
Bisa terjadi tegangannya terlalu tinggi atau terlalu rendah,
sehingga besarnya tegangan perlu disesuaikan terlebih dahulu dengan
cara menaikkan atau menurunkan tegangan. Alat yang digunakan untuk
menaikkan atau menurunkan tegangan ini disebut transformator atau
trafo.
Kebanyakan trafo yang digunakan pada peralatan las adalah
jenis trafo step-down, yaitu trafo yang berfungsi menurunkan tegangan.
Hal ini disebabkan kebanyakan sumber listrik, baik listrik PLN maupun
listrik dari sumber yang lain, mempunyai tegangan yang cukup tinggi,
padahal kebutuhan tegangan yang dikeluarkan oleh mesin las untuk
pengelasan hanya 55 volt sampai 85 volt. Transformator yang
digunakan pada peralatan las mempunyai daya yang cukup besar.
Untuk mencairkan sebagian logam induk dan elektroda dibutuhkan
energi yang besar, karena tegangan pada bagian terminal kumparan
Menggunakan Peralatan Las Busur Listrik

Kontak kutub Pengontrol tegangan Pengatur arus Kabel las Kabel massa Kabel las kabel
massa Kontak terbuka Tegangan Pengatur arus (halus)

Pengatur arus (kasar) sekunder hanya kecil, maka Gambar mesin Las AC. untuk
menghasilkan daya yang besar perlu arus besar. Arus yang digunakan untuk peralatan las
sekitar 10 ampere sampai 500 ampere. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan
keperluan las. Untuk keperluan daya besar diperlukan arus yang lebih besar pula, dan
sebaliknya.

2. Mesi Las Arus Searah (Mesin DC)


Arus listrik yang digunakan untuk memperoleh nyala busur listrik adalah arus searah.
Arus searah ini berasal dari mesin berupa dinamo motor listrik searah. Dinamo dapat
digerakkan oleh motor listrik, motor bensin, motor diesel, atau alat penggerak yang lain.
Mesin arus yang
menggunakan motor listrik sebagai penggerak mulanya memerlukan peralatan yang
berfungsi sebagai penyearah arus. Penyearah arus atau rectifier berfungsi untuk
mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Arus bolak-balik diubah
menjadi arus searah pada proses
pengelasan mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:
a. nyala busur listrik yang dihasilkan lebih stabil,
b. setiap jenis elektroda dapat digunakan
pada mesin las DC,
c. tingkat kebisingan lebih rendah,
d. mesin las lebih fleksibel, karena dapat diubah ke arus bolak-balik atau arus searah.
Menggunakan Peralatan Las Busur Listrik
Mesin las DC ada 2 macam, yaitu mesin las stasioner atau mesin las portabel. Mesin las
stasioner biasanya digunakan pada tempat atau bengkel yang mempunyai jaringan listrik
permanen, misal listrik PLN. Adapun mesin las portabel mempunyai bentuk relatif kecil

biasanya digunakan untuk proses pengelasan pada tempat-tempat yang tidak terjangkau
jaringan listrik.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian mesin las adalah penggunaan yang
sesuaidengan prosedur yang dikeluarkan oleh prabrik pembuat mesin, perawatan yang
sesuai dengan anjuran. Sering kali gangguan-gangguan timbul pada mesin las, antara lain
mesin tidak mengeluarkan arus listrik atau nyala busur listrik lemah. Kelebihan mesin
DC dan AC Mesin las DC Mesin las AC Busur nyala listrik yang dihasilkan stabil
Perlengkapandanperawatan lebih murah Dapat menggunakan semua jenis elektroda
Kabelmassadan kabel elektroda dapat ditukar untuk mempengaruhi yang dihasilkan
Dapat digunakan untuk pengelasan pelat tipis Nyala busur kecil sehingga mengurangitimbulnya keropos pada rigi-rigi las
Sumber penyebab gangguan pada mesin las bisa terjadi dari dalam mesin (internal) atau
dari luar (eksternal). Gangguan-gangguan dari luar yang bisa terjadi misalnya arus dari
sumber tegangan mati atau tegangan dari sumber lemah atau turun. Adapun gangguan
dari dalam mesin sendiri misalnya sikat katup mesin DC kotor, mesin las terlalu panas,
kumparan pada trafo rusak (akibat hubung singkat atau lilitannya putus), atau ada ada
salah satu instalasi yang tidak terhubung (ada kabel putus). Gangguan-gangguan yang
timbul dapat diatasi dengan beberapa cara, antara lain menaikkan putaran generator untuk
menaikkan tegangan atau menaikkan arus yang lemah, memperbaiki atau
mengganti lilitan kumparan trafo, mendinginkan mesin, jika kabel amper Menggunakan
Peralatan Las Busur Listrik rusak diganti yang baik, memperbaiki hubungan kabel,
membersihkan sikat pada katup, dan menghidupkan listrik cadangan bial sumber
utamanya mati.

3. Mesin Las Ganda (Mesin AC-DC)


Mesin las ini mampu melayani pengelasan dengan arus searah (DC) dan pengelasan
dengan arus bolak-balik. Mesin las ganda mempunyai transformator satu fasa dan sebuah
alat perata dalam satu unit mesin. Keluaran arus bolak-balik diambil dari terminal lilitan
sekunder transformator melalui regulator arus. Adapun arus searah diambil dari keluaran
alat perata arus. Pengaturan keluaran arus bolak-balik atau arus searah dapat dilakukan
dengan mudah, yaitu hanya dengan memutar alat pengatur arus dari mesin las. Mesin las
AC-DC lebih fleksibel karena mempunyai semua kemampuan yang dimiliki masingmasing mesin las DC atau mesin las AC. Mesin las jenis ini sering digunakan untuk
bengkel-bengkel yang mempunyai jenis-jenis pekerjaan yang bermacam-macam,
sehingga tidak perlu mengganti-ganti las untuk pengelasan berbeda.

PERLENGKAPAN PEKERJAAN LAS

1. Helm Las
Helm Ias maupun tabir las digunakan untuk melindungi kulit muka dan mata dari
sinar las (sinar ultra violet dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun
mata,Helm las ini dilengkapi dengan kaca khusus yang dapat mengurangi sinar
ultra violet dan ultra merah tersebut.
Sinar Ias yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan mata langsung
sampai jarak 16 meter. Oleh karena itu pada saat mengelas harus mengunakan
helm/kedok las yang dapat menahan sinsar las dengan kaca las. Ukuran kaca
Ias yang dipakai tergantung pada pelaksanaan pengelasan. Umumnya
penggunaan kaca las adalah sebagai berikut: No. 6. dipakai untuk Ias titik No. 6
dan 7 untuk pengelasan sampai 30 amper. No. 6 untuk pengelasan dari 30
sampai 75 amper. No. 10 untuk pengelasan dari 75 sampai 200 amper. No. 12.
untuk pengelasan dari 200 sampai 400 amper. No. 14 untuk pangelasan diatas
400 amper. Untuk melindungi kaca penyaring ini biasanya pada bagian luar
maupun dalam dilapisi dengan kaca putih.
2. Sarung Tanagn
Sarung tangan dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang
pemegang elektroda. Pada waktu mengelas harus selalu dipakai sepasang
sarung tangan.

3. Apron
Apron adalan alat pelindung badan dari percikan bunga api yang dibuat dari kulit
atau dari asbes.
Ada beberapa jenis/bagian apron :
o
o
o

apron lengan
apron dada
apro lengkap :

4. Sepatu Las
Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api, Bila tidak
ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga dipakai.

5. Masker Las
Jika tidak memungkinkan adanya kamar las dan ventilasi yang baik, maka
gunakanlah masker las, agar terhindar dari asap dan debu las yang beracun.

6. Kamar Las
Kamar Ias dibuat dari bahan tahan.api. Kamar las penting agar orang yang ada
disekitarnya tidak terganggu oleh cahaya las.
Untuk mengeluarkan gas, sebaiknya kamar las dilengkapi dangan sistim
ventilasi: Didalam kamar las ditempatkan meja Ias. Meja las harus bersih dari
bahan-bahan yang mudah terbakar agar terhindar dari kemungkinan terjadinya
kebakaran oleh percikan terak las dan bunga api.

7. Jaket las
Jaket pelindung badan+tangan yang tebuat dari kulit/asbes
Pengertian Pengelesan :
Mengelas Busur adalah menyambung dua buah benda kerja dengan jalan menggunakan
nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung.
Alat alat utama yang digunakan dalam mengelas adalah :
1.

mesin las ac dan dc atau gabungan antara mesin las ac dan dc.

2.

Clem penjepit Electroda

3.

Clem Massa

Ala alat Bantu dalam mengelas Busur adalah :


1.

Sarung tangan Las

2.

Baju apron

3.

Sepatu las

4.

Palu terak

5.

Sikat baja atau sikat kawat

6.

Ragum

7.

Tang atau penjepit panas

8.

Kaca mata las

Fungsi - fungsi dari alat bantu las adalah


:
1.

Sarung tangan las untuk melindungi tangan terhadap listrik dan panas tersebut maka

operator las diwajibkan untuk menggunakan sarung tangan las.sarung tangan las
hendaknya terbuat dari benda yang bersifat isolator dan fleksibel atau lemas sehingga
tidak mengganggu sewaktu memegang bendakerja las.
2.

Baju apron untuk melindungi badan bagian dada terhadap sinar yang tidak terlihat

dan pengaru panas atau sinar tajam lainnya.


3.

Sepatu las untuk melindungi bagian bawah kaki dari percikan bunga api las.

4.

Palu terak untuk mengeluarkan terak las dari hasil pengelasan.

5.

Sikat baja atau sikat kawat untuk membersihkan hasil terak las setelah dipukul

dengan menggunakan palu terak


6.

Ragum untuk menjepit benda kerja yang akan dikerjakan oleh operator las.

7.

Tang atau penjepit panas untuk menjepit benda kerja yang dalam keadaan masih

panas setelah selesai pengelasan.

8.

Kaca mat alas untuk melindungi mata dari sinar ultrafiolet dan inflamerah.

Persiapan Alat dan Bahan Las Asetilen


Dalam pengelasan karbit atau asetelyne memerlukan beberapa peralatan yang harus
disiapkan agar proses pengelasan dapat berjalan dengan lancar dan hasil yang sempurna,
peralatan tersebut yaitu sebagai berikut.
5. Regulator
Berfungsi untuk mengatur aliran dari masing-masing gas.
2. Gas asetelyne
Agar aman dipakai gas asetelyne dalam tabung tekanannya tidak boleh melebihi 100 kPa
dandisimpan tercampur dengan aseton. Tabung asetelyne diisi dengan bahan pengisi
berpori yang jenuh dengan aseton, kemudian diisi dengan gas asetelyne. Tabung
asetelyne mampu menahan tekanan sampai 1,7 MPa.
3. Gas oksigen
Berisi gas oksigen yang berfungsi dalam proses pembakaran.
4. Katup pengaman
5. Kaca mata las
6. Tang penjepit
7. Apron atau pelindung dada
8. Sarung tangan
9. Sumber api
10. Palu besi
11. Pembersih brander
12. Kunci tabung

13. Sikat baja


Persiapan alat alat dan bahan las Busur atau Las listrik
Alat alat utama yang digunakan dalam mengelas adalah :
1.

mesin las ac dan dc atau gabungan antara mesin las ac dan dc.

2.

Clem penjepit Electroda

3.

Clem Massa

4.

Batangan Electroda

Ala alat Bantu dalam mengelas Busur adalah :


1.

Sarung tangan Las

2.

Baju apron

3.

Sepatu las

4.

Palu terak

5.

Sikat baja atau sikat kawat

6.

Ragum

7.

Tang atau penjepit panas

8.

Kaca mata las

Keselamatan Kerja
1. Gunakan pakaian praktik (jaket/apron).
2. Gunakan alat keselamatan seperti: pelindung muka, kaca mata las,
resipator, sarung tangan, sepatu las.
3. Jangan memegang benda kerja sesaat setelah proses pengelasan,
apabila akan memegang benda kerja gunakan tang panas atau sarung
tangan.
4. Sewaktu busur listrik menyala jangan sekali-kali melihat dengan mata
telanjang (tanpa kaca mata las).
5. Letakkan benda kerja panas pada tempat yang aman, jangan mengenai
benda-benda yang berbahaya misal: kabel elektroda atau kabel massa
dan benda-benda mudah terbakar.
6. Bebaskan bagian yang akan dilas dari kontak dengan bahan-bahan
yang mudah terbakar dan ruangan bertekanan.

Langkah Kerja
14.

Mesin las disiapkan dan stel amperenya, yaitu ON untuk


menghidupkan dan OFF untuk mematikan mesin las.
2. Pakailah alat-alat keselamatan kerja seperti: sarung tangan, apron, helm
las, dan sepatu kerja.
3. Menggunakan Peralatan Las Busur Listrik

4. Pasangkan klem massa sebaik mungkin agar pada saat pengelasan


terjadi sirkuit listrik yang baik. Pasangkan elektroda pada tang las.
5.
6.
7.
8.

Siapkan alat-alat bantu seperti: sikat las, palu las dan tang penjepit.
Lakukan setiap proses menurut langkah kerja yang ditentukan.
Mintalah petunjuk guru/instruktur apabila ada hal-hal yang belum jelas.
Lakukan seluruh pekerjaan dengan tekun dan penuh disipli

Jenis bahan yang akan di las hendaknya sesuai dengan jenis elektrodayang akan
digunakan. Karakteristik elektroda dapat dicari pada katalog pabrik pembuatnya
biasanya tertera pada pembungkus elektroda. Pada tabel 2 terteraukuran elektroda tebal
plat baja yang akan di las serta penggunaan listrik. Ukuran-ukuran tersebut hanya berlaku
untuk mengelas mils steel atau baja karbon rendah.3.Kecepatan PengelasanKecepatan
yang seragam dan sesuai sangat diperlukan agar diperoleh pengelasan yang baik. Jika
dikerjakan terlalu cepatakibatnya penetrasi buruk,sambungan menjadi porous dan jejak
hasil pengelasan agak menonjol. Sebaliknya jika terlalu lambat maka cairan elektroda
akan melebar, kan berbentuk lembahatau lekukan serta tidak
ekonomis.mmDiameter SWG NO./inci

Jika arus terlalu besar cairan logam akan mendatar dan tebentuk alur dikirikanannya.Angka-angka yang berikutnya mempumayi artitersendiri, dimana angkaketiga
menunjukan posisi penggunaan yaitu angka 1 untuk posisi bebas, angka 2dibatasi untuk
posisi horizontal dan datar dan jika angkanya 3 hanya untuk posisidatar saja. Angka ke 4
menunjukkan sifat-sifat khusus seperti hasil pengelasan, besar arus listrik dan sifat
penetrasinya. Untuk pengelasan jenis logam lainya jugamempunyai kode angka yang
berbeda misalnya untuk stainless steel: E 308-15,16,E 347-15,16 dan lain-lain. Demikian
juga untuk mengelas logam lainnya. Semuasifat-sifat elektroda tersebut dapat diketahui
misalnya dari katalog pabrik pembuatelektroda.5.Sudut Kemiringan Elektroda dan
KerenggangannyaUmumnya kemiringan elektroda ialah ke arah bagian yang belum di
las.Besar sudutnya sekitar 70o, hampir tidak pernah dilakukan pada arah tegak
lurus.Keranggangan antara ujung elektroda dengan permukaan yang di las sangat penting.
Dapat diartikan sebagai panjang bunga api listrik dari ujung elektrodakepermukaan yang
di las. Ukurannya tergantung dari ukuran elektroda dan posisi pengelasan. Semakin kecil
ukuran elektroda, semakin dekat jaraknya atau bungaapi listrik semakin pendek. Sebagai
patokan ukuran panjang bunga api listrik yaitukira0kira mendekati elektroda.6.Bentuk
sambungan dan LintasanTepi logam yang akan disambung perlu dipersiapkan terlebih
dahulu.Baja yang tebal biasanya tidak cukup hanya dengan satu kali lintasan
pengelasantetapi perlu beberapa kali pengelasan sehingga semua celah tertutup.7.LainlainSelain untuk mengelas elektroda juga sering dipergunakan untuk memotong baja
tetapi hasilnya tidak sebaik pemotongan oksigen jenis elektroda biasanya tertentu tetapi
dapat juga menggunakan jenis E-6010 atau E601

Umumnya elektroda ukuran 2,6mm dapatdipergunakan untuk memotong baja plat setebal
3,2mm dengan arus 75-100A.Gbr. Proses Pengelasan Menggunakan Las
Listrik Pengelasan dengan Elektroda Karbon

KESIMPULAN DAN SARANA.


> Kesimpulan
1. Las listrik adalah termasuk suatu proses penyambungan logam
denganmenggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas.
2. Perlengkapan las terdiri dari Pembangkit Listrik, Pemegang elektroda,Penjepit
Masa, Pelindung sinar, Pakaian kerja, Lain-lain

3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengelas yaitu PosisiPengelasan,


Pemilihan Elektroda, Kecepatan Pengelasan, PengaturanBesar Arus Listrik, Sudut
Kemiringan Elektroda danKerenggangannya, Bentuk sambungan dan Lintasan dan lainlain.4.Mesin las listrik mempunyai batas kemampuan penyaluran arus listrik 200 A
tergolong ukuran ringan atau kecil, mesin las berukuran sedang250-300A , 400 ampere
keatas tergolong mesin berukuran berat.
>Saran
Saran yang disampaikan dalam praktikum ini adalahSeharusnya jadwal praktikum tidak
berantakan, sehingga tidak membuat praktikan menjadi bingung mengatur waktu untuk
belajar dan seharusnya alatyang akan digunakan dipersiapkan terlebih dahulu sebelum
mulai praktikum.

Diposkan 2nd December 2012 oleh Yahya Mahendra


0

Tambahkan komentar
2.
Dec
2

Laporan Kerja Bangku


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji sukur saya kepada Tuhan YME karena berkat dan rahmat Nya saya dapat
menyelesaikan laporan ini dengan sebaik-baiknya. Ucapan terimakasih yang pertama
saya sampaikan kepada guru pembimbing matakuliah Praktikum Kerja Bangku yaitu :
o

Yth. Bapak Winarto

Yth. Bapak Sugeng A

Yang telah membimbing saya dalam perkerjaan Kerja Bangku . Yang kedua kepada
bapak ibu saya yang telah membiayai kuliah saya . selanjutnya kepada teman-teman saya
telah membantu saya dalam pratikum dan dalam penyusunan laporan ini.
Dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan-kekurangan dalam
bentuk kata-kata maupun dalam penyusunan kalimat. Kritik dan saran kami perlukan
untuk memperbaiki laporan laporan berikutnya. Semoga laporan ini dapat berguna bagi
yang membacanya, terimakasih.

Kediri, 01 Desember 2012

.
Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR. i
DAFTAR ISI ii
2. BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang . 1
2. Tujuan .. 1
3. BAB II KAJIAN TEORI
1. Kikir .. 2
2. Ragum . . 3
3. Gergaji .. 3
4. Penggores .. 4
5. Mistar besi . 4
6. Jangka sorong. ... 4
7. Penitik .. 5
8. Mal huruf . 5
4. GAMBAR JOBSET . 6
5. BAB IV LAPORAN PRAKTIKUM
1. Mengikir ... 7
2. Menggores 8
3. Setemple 8
6. BAB IV PENUTUP
7. Kesimpulan ... 9
8. Saran . 10

BAB I

PENDAHULUAN
Latar belakang
Praktikum kerja bangku adalah salah satu mata kulah pokok yang diajarkan
difakultars Teknik Universitas Negeri Malang. Mata kuliah ini sangat penting guna
untuk melatih keterampilan dan kejelian mahasiawa dalam bidang permesinan. Praktikum
kerja bangku ini merupakan langkah awal mahasiswa untuk maju ke peralatan
permesinan lebih canggih dan modern sesuai dengan pekembangan jaman. Dalam
praktikum ini mahasiswa hanya mengenal alat-alat paraktikum sederhana dan dikerjakan
dengan manual dan tanpa mengguna kan mesin guna untuk melatik keterampilan
mahasiswa, sehingga dalam praktikum selanjutnya mahasiswa tidak mengalami banyak
kesulitan.
Alat-alat kerja bnagku tiu antara lain:
o

Kikir

Ragum

Gergaji

Penggores

Mistar besi

Jangka sorong.

Penitik

Mal huruf

Tujuan
o

Siswa dapat mengoprasikan alat-alat kerja bangku dengan baik dan benar.

Siswa mengerti fungsi dari alat kerja bangku.

Siswa mampu menggunakan alat ukur dengan benar.

Siswa mampu menentukan mana bagian yang harus dikikir sehngga ditemekan
permukaan yang presisi.

Menyiapkan mahasiswa untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki


kemampuan akademik Teknik Mesin

BAB II
KAJIAN TEORI
Dalam bab ini kita akan mempelajari secara detail bagaimana cara kerja dan
kegunaanya dari alat kerja bangku. Disini saya hanya ingin membahas alat kerja bangku
yang telah saya pergunakan dalam praktikum. Alat kerja bangku adalah alat yang
pengoprasianya secara manual tanpa menggunakan mesin,disinilah kemudahan dari alat
kerja bangku bisa dioperasikan dengan mudah namun harus dengan penuh
ketelitian,keterampilan dan keuletan dalam pengerjaanya. Sebelum kita membahas satu
persatu dari alat kerja bangku perlu kita ketahui bahwa semua alat yang kita gunakan
dikerjakan secara manual maka dari itu perlunya keseimbangan antara posisi tubuh dan
gerakan tubuh. Selain itu juga kita harus menggunakan pelindung tubuh untuk
menghindari bahaya keselamatan kerja.
22. 1. Kikir
Mengikir adalah salah satu dari kerja bangku yang bertujuan untuk melakukan proses
pemakanan tatal tatal pada benda kerja yang proses pengerjaannya secara manual. Kikir
dibedakan dua jenis kikir halus dan kikir kasar.
Posisi tubuh Selama mengikir, berdiri di sisi sebelahkiri ragum dengan kaki tetap
tidak berubah. Kakiharus terbentang dengan menyesuaikan panjangkikir. Sudut antara
poros ragumdan kaki mendekati30o untuk kaki kiri dan 75o untuk kaki kanan.

Gerakan badan dan kaki Posisi badan berdiri tegak dan berlahan-ahan condong maju
selama gerak pemotongan. Kaki sebelah kanan tetap lurus. Pandangan lurus selalu
ditujukan pada benda kerja. Perhatikan
Cara memegang kikir:
o

Tangan kanan : Peganglah tangkai kikir dengan posisi ibu jari di atas

pegangan dan jari lainnya di bawah pegangan.

Tangan kiri :Tempatkan ibu jari pada ujung kikir dan jarijari yang lain
sedikit ditekukan akan tetapi tidak sampai memegang atau
menggenggam.

Menggunakan kikir yang kecil dengan gerakan yang tidak terlalu kuatdan pegang
kikir dengan tangan kanan dan ujung kikir dipegang olehibu jari dan jari-jari
lainnya.

Cara kerja
Pada usapan pertama yaitu usapan maju tekanan kedua tangan maksimum dan
fungsi tubuh mendorong kedepan.dan pada saat usapan kedua yaitu kebelakang tekanan
minimum.
Tekanan pada kikir tergantung pada ukuran kikirdan benda kerja yang dikikir.
27. 2. Ragum
Bila kita menjepit bernda kerja pada ragum, benda kerja yang keluardari mulut
ragum janganlah terlalu tinggi, terrutama apabila bahan bendakerja itu terbuat dari logam
tipis. Bila memungkinkan perbandingan bahanyang keluar dari mulut ragum harus lebih
kecil daripada bagian yang terjepit
Berdasarkan fungsinya ragum untuk mencekam dengan kuat atau memberikan
tekanan tetap, tapi disamping tekanan yang kuat, benda kerja yang kita jepit akan
meninggal kan bekas. Maka dari itu kita perlu matras permukaan yang halus. Caranya

yaitu dengan menaruh plat yang permukaanya halus dan lunak di kedua bagian
pemukaan penjepit.
28. 3. Gergaji
Pada umumnya proses kerja gergaji hampir sama dengan proses kerja kikir namun
perbedaanya yaitu fungsinya kalu gergaji digunakan untuk memotong atau membelah
sedangkan kikir digunakan untuk mengurangi pemukaan yang kurang rata untuk
menentukan permukaan yang presisi.
Cara kerja
Beda dengan kikir kita menggunakan kedua tangan untuk menekan sedangkan pada
gergaji kita hanya menggunakan satu tangan saja yaitu pada pegangan gergaji. Tekanan
maksimal diberikan pada gerakan maju sedangkan pada gerakan mundur tekanan
minimal.

29. 4. Penggores
Alat ini duigunakan untuk menandai ukuran pada benda kerja atau bahan
yang akan diolah. Ada bermacam-macam jenis penggores:
o

Penggores tangan sedukan.

Penggores dengan satu ujung bengkok.

Penggores dengan satu ujung dirobah.

Dan cara pemakainnya adalah sebagai berikut:


Dalam menggunakan penggores membentuk 20-25 derajat. Tekan penggores pada
gambar.
Condongkan penggores kearah maju.
33. 5. Mistar besi

Yaitu berfungsi untuk membuat garis garis. Kenapa menggunakan penggaris besi,
karena semua benda kerja yang kita kerjakan terbuat dari besi mka alat ukurnya pun
harus terbuat dari besi. Kalu kita menggunakan alat ukur yeng terbuat dari plastic maka
akan cepat aus dan alt ukur tersebut tidak standart lagi.
34. 6. Janka sorong
Jangka sorong adalah alat ukur yang mempunyai ketelitian ukur hingga Seperseratus
milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagianbergerak. Pembacaan hasil
pengukuran sangat bergantung pada keahlian danketelitian pengguna maupun alat.
Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapidengan bacaan digital. Pada versi analog,
umumnya tingkat ketelitian adalah0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01.
Kegunaan jangka sorong adalah:
~ Mengukur Diameter Luar Benda

Cara mengukur diameter, lebar atau ketebalan benda:Putarlah pengunci ke kiri,


buka rahang, masukkan benda ke rahang bawah jangka sorong, geser rahang agar
rahang tepat pada benda, putar pengunci ke kanan
.
~ Mengukur Diameter Dalam Benda
Cara mengukur diameter bagian dalam sebuah pipa atau tabung : Putarlah
pengunci ke kiri, masukkan rahang atas ke dalam benda , geser agar rahang tepat
pada benda, putar pengunci ke kanan.
~ Mengukur Kedalaman Benda
Cara mengukur kedalaman benda : Putarlah pengunci ke kiri, buka rahang sorong
hingga ujung lancip menyentuh dasar tabung, putar pengunci ke kanan.
cara menggunakan jangka sorong yaitu;

Mula-mula perhatikan skala nonius yang berimpit dengan salah satu skala utama.
Hitunglah berapa skala hingga ke angka nol. Suatu misal skala nonius yang berimpit
dengan skala utama adalah 4 skala. Artinya angka tersebut 0,4 mm.
Selanjutnya perhatikan skala utama. Suatu misal angka nol pada sekala nonius tepat pada
angka 4,7 Sehingga benda yang diukur sama dengan 4,7 cm + 0,4 mm = 4,74 cm.
35. 7. Penitik
Yaitu berfungsi untuk menitik benda setelah selesai penggoresan benda kerja. Cara
menggunakan penitik bias dikatakan mudah karena tidak diperlukan cara yang khusus.
Tinggal tentukan tempat mana yang akan di titik dan pukul satu kali.
36. 8. Mal huruf
Mal huruf digunakan untuk proses steempling yaitu member nomor atau huruf pada
benda kerja. Dalam proses seteampel ini harus extra hati-hati karena dilakukan dengan
satu kali pukulan saja, kenapa? karena apabila kita melakukan pemukulan berulang kali
maka posisinya akan berubah dan huruf atau angka akan hancur.
Cara kerja
Tempakan mal pada tempat yang akan di beri huruf dan kemudian pukul satu kali
saja. Lakukan berulang kali sesuai susunan abjad yang diinginkan.
37. 9. Benda kerja
Benda kerja terbuat dari sebuah balok besi yang berukuran kurng lebih; panjang 15
cm dan diameter 23,4 cm

BAB III
GAMBAR JOBSET (GAMBAR KERJA)

BAB VI

LAPORAN PRAKTIKUM
Dalam bab ini saya ingin memjelaskan hasil praktikum yang telah saya jalani selama
kurang lebih 3 minggu ada beberapa pekerjaan yang saya lakukan yaitu;
38. 1. Mengikir
Yaitu mengikir benda kerja sesuai ukuran yang ditentukan oleh dosen pembimbing. Alat
yang digunakan yaitu:
o

Kikir kasar dan kikir halus

Ragum

Benda kerja

Jangkasorong

Jobset

Penggaris siku

Cara kerja
o

Siapkan benda kerja dan alat-alat yang digunakan.

Gunakan pakaian pengaman dan kaos tangan sebagai pelindung tangan.

Jepit benda kerja dengan ragum, dengan bagian benda terjepit. Kemudian
lakukan pengikiran dengan arah usapan maju tekanan penuh dan pada saat usapan
mundur tekanan minimum. Ini berguna untuk memaksimalkan pengikiran dan
memperpanjang umur kikir.

Perlu kita perhatikan Posisi tubuh Selama mengikir, berdiri di sisi sebelahkiri
ragum dengan kaki tetap tidak berubah. Kakiharus terbentang dengan
menyesuaikan panjangkikir. Sudut antara poros ragumdan kaki
mendekati30o untuk kaki kiri dan 75o untuk kaki kanan. Dan gerakan pengikiran
diikuti seleruh bagian tubuh bukan tanganya saja yang bergerak.

49. 2. Menggoresan
Yaitu memberi garis-garis pada benda kerja. Alat yangdigunakan yaitu:
o

Penggores

Penggaris

Penitik

Cara kerja
o

Letakkan benda kerja pada meja.

Beri ukuran jarak antar garis

Letakkan penggaris pada benda kerja kemudian tekan penggaris. Dan gores
dangan penggores.

56. 3. Seteample
Yaitu memberi huruf atau angka pada benda kerja;alat yang digunakan adalah;
o

Mal huruf

Palu

Bantalan besi

Cara kerja
o

Pertama letakan benda yang sudah diberi garis atau kolom pada bantalan besi.

Tempatkan mal huruf pada posisinya. Kemudian pukul menggunakan palu

Perlu diketahui bahwa pada proses steampling ini menggunakan ketelituan dan
kejelian, salah satu contoh pada saat kita memukul mal huruf posisinya harus
benar-benar tepat karena pemukulan hanya dilakukan satu kali saja. Kalu
dilakukan secara ber ulang-ulang takutnya posisinya berubah dan huruf akan
hancur.

BAB V
PENUTUP
Kesimpualm
o

a)

Perlu diketahui bahwa proses kerja bangku adalah proses kerja yang

memiliki jiwa kesabaran ,keuletan dan kejelian dalam pengerjaanya.


o

b)

Pengikiran adalah suatu proses pemakanan tatal-tatal benda kerja yang

dikerjakan secara manual atau pengikisan benda kerja untuk memperoleh ukuran
yang di tentukan, yang dalam penggunaanya secara manual.
o

c)

Dalam proses pengikiran, penggoresan dan penyetempelan benda kerja

mahasiswa harus memahami bagaimana cara pengerjaanya yang benar.


o

d)

Mahasiswa juga perlu menjaga kesehatan dan keselamatan kerja pada

dirinya dan juga rekan kerjanya serta pada alat-alat yang digunakanya. Maka dari
itu mahasiswa perlu mengenkan pakaian kerja untuk menghindari bahaya
keselamatan kerja
o

Saran

a)

Semua pekerjaan yang kita lakukan akan berhasil apabila disertai jiwa yang

sabar,ulet,terampil dan mau bekerja keras.


o

b)

Semua pekerjaan akan terasa mudah apabila kita tidak takut untuk mencoba

lagi apa bila terjadi kesalahan.

A. Keselamatan Kerja
o

Saat bekerja dengan menggunakan las Asetelyne operator harus memahami


prosedur keselamatan kerja, karena sangat berpotensi menimbulkan bahaya
kebakaran atau ledakan. Prosedur keselamatan kerja sewaktu menggunakan las
asetelyne menekankan pada tindakan pengamanan terhadap peralatan utamanya.
Adapun uraian pelaksanaan keselamatan kerja pada las asetelyne adalah sebagai
berikut.

1.

Tidak melakukan pekerjaan dengan bergurau.

2.

Ikuti petunjuk dari instruktur atau dosen pembimbing dan petunjuk yang

tertera dari lembar kerja.


o

3.

Gunakan peralatan sesuai dengan fungsi dan prosedur yang benar.

4.

Minta ijin dari instruktur atau dosen bila hendak melakukan pekerjaan yang

tidak tertera pada lembar kerja.


o

5.

Memakai perlengkapan praktik, meliputi pakaian praktik, apron (pelindung

dada), sepatu, sarung tangan dan lain-lain.


o

6.

Membuka tabung gas dan asetelyne dengan memperhatikan SOP yang

sesuai.
o

7.

Mengatur tekanan kerja yang digunakan untuk pengelasan sesuai dengan

standar.

8.

Menerapkan prosedur proses penyalaan brander las asetelyne dengan tepat.

Diposkan 2nd December 2012 oleh Yahya Mahendra


0

Tambahkan komentar
3.
Dec
2

Laporan Kerja Plat


K

ATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
serta karunia-Nya, sehigga saya dapat menyusun laporan ini hingga selesai. Laporan
ini saya susun dalam rangka untuk memenuhi persyaratan progam kegiatan belajar
mengajar tahun ajaran 2012/2013 di SMK Negeri 1 Kediri.
Dan saya telah menyelesaikan laporan kerja ini, yang telah saya beri judul LAPORAN
PEKERJAAN PLAT yang disusun dengan pembahasan materi dengan bahasa yang
baik, singkat, padat, dan mudah untuk dipahami.
Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada :
o
o

Yth. Bapak Winarto


Yth. Bapak Irawadi P

Selaku guru pembimbing.

Atas bimbingan dari bapak gurulah, saya bias membuat pekerjaan dan
menyelesaikan laporan pekerjaan ini

Dan juga teman-teman di X TPM 2

Saya menyadari bahwa laporan pekerjaan ini masih banyak terdapat kekurangan,
untuk itu saya berharap datangnya saran atau kritik yang sifatnya membangun dari
pembaca, guna penyempurnaan laporan pekerjaan ini di masa yang akan dating.
Akhir kata, semoga laporan pekerjaan ini dapat memberi manfaat yang sebesar
besarnya, baik bagi penulis maupun bagi orang lain yang membacanya.
Wassalamualaikum wr.wb
Kediri, 01 Desember 2012

Penyusun

AFTAR ISI

3. Kata Pengantar
i
4. Daftar Isi
................................................................................................................................................ ii
5. BAB I Pendahuluan
.. 1
6. BAB II Alat Alat KerjaPlat
. 2
II. 1. Mistar Baja
. 2
II. 2. Mistar Siku
. 2

II. 3. Penggores
... 3
II. 4. Penitik
... 3
II. 5. Jangka
3
II. 6. Gunting
. 4
II. 7. Malet (Palu Lunak)
4
II. 8. Palu Konde
. 5
II. 9. Landasan
. 5
II. 10. Ragum
5
II. 11. Mesin Lipat
. 5
5. BAB III Bahan Kerja Plat
. 6
6. BAB IV Intruksi Kerja
7
IV. 1. Cara Menggunakan Penggores
7

IV. 2. Cara Memotong Plat


.. 8
IV. 3. Cara Menggunakan Kikir
8
7. BAB V Gambar Kerja
. 9
8. BAB VI Langkah Kerja
. 10
9. BAB VII Keselamatan Kerja
. 11
10. Kesimpulan
12
11. Kata Penutup
13

AB I

ENDAHULUAN

Pekerjaan membentuk plat tipis adalah cara yang sering dilakukan tanpa
menggunakan mesin. Laporan ini berisi tentang alat alat yang dipakai dalam
membentuk dan melipat plat tipis, serta bahan yang dibutuhkan. Kegiatan belajar
yang harus dilakukan adalah menjelaskan fungsi alat yang dipakai, macam bentuk
alat dan langkah kerja serta keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan
untuk membentuk dan melipat plat tipis. Dengan menguasai laporan pekerjaan plat

ini, diharapkan peserta diklat mamapu memahami cara kerja yang meliputi
pembentukan dan pelipatan plat tipis secara benar.

AB II

lat Alat Kerja Plat

Alat yang diperlukan dalam pekerjaan plat khususnya untuk pembentukan dan
pelipatan plat, adalah sebagai berikut :
II. 1. Mistar Baja

Digunakan untuk mengukur kasar, karena memiliki ketelitian 0,5 mm. Mistar baja
mempunyai satuan panjang metris (cm) dan inchi (). Digunakan untuk menarik
garis garis lurus.

II. 2. Siku - Siku


Digunakan untuk menarik garis garis sejajar serta menyiku terhadap sisi sisi
pinggir, juga digunakan untuk memeriksa kerataan pinggir suatu benda kerja. Siku siku memiliki sudut 90
Macam macam siku siku antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.

Siku siku balok


Siku siku Kipas
Siku siku Papak
Siku siku Lapang
Siku siku Kombinasi

II. 3. Penggores
Digunakan sebagai pengganti pensil untuk menggambar plat, penggores dengan
sudut antara 15 - 30.

II. 4. Penitik
Digunakan untuk membuat titik pusat lengkung atau titik garis.

II. 5. Jangka
Digunakan untuk membuat lingkaran, memebuat garis sejajar dengan bidang sisi
yang lain, dan mencari titik tengah pada benda bundar.
Macam macam jangka :
f.
g.
h.
i.
j.

Jangka Kaki
Jangka Tusuk
Jangka Bengkok
Jangka Garis
Jangka Tongkat

II. 6. Gunting
Digunakan untuk memotong plat

Macam macam gunting :


k. Dilihat dari bentuk bibir :
- gunting bibir lurus
- gunting lengkung
- gunting universal
- gunting paruh burung
- gunting dirgantara.
b. Dilihat dari kekuatan :
o
o

gunting tuas
gunting giletin,
Macam gunting giletin yaitu tenaga manusia dan tenaga motor

II. 7. Mallet (Palu Lunak)


Pembentukan benda kerja dapat dilakukan baik dengan tangan maupun dengan
mesin. Bila dilakukan dengan tangan, kita dapat menggunakan palu lunak, kitapun
dapat dapat menggunakan palu yang sejenis, akan tetapi mengingat benda kerja
yang kita pergunakan adalah BJLS, maka agar lapisan tidak terkelupas atau cacat
maka dipergunakan palu mallet. Mallet dapat terbuat dari plastic, kayu, kayu, karet,
tembaga, atau imah hitam.
II. 8. Palu Konde
Digunakan untuk memukul penitik yang dilandaskan ke benda yang akan dib or
atau untuk memberi posisi pengeboran.
II. 9. Landasan
Digunakan untuk landasan pada waktu meratakan benda kerja, melipat benda kerja,
atau melukis benda kerja dsb.

Macam macam landasan :


o
o
o
o
o
o
o
o

Landas Muka Rata


Landas Tirus
Landas Pinggiran Lurus
Landas Bola
Landas Pinggir Lengkung
Landas Pipa
Landas Setengah Bola
Landas Alur

II. 10. Ragum


Ragum adalah alat untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir, dipahat, ditab, dll.

II. 11. Plat Landasan


Plat Landasan digunakan untuk melapisi benda kerja sewaktu dijepit di ragum,
supaya benda kerja tidak cacat terkena tekanan mulut ragum.
II. 12. Mesin Lipat
Digunakan untuk melipat suatu plat agar lebih rapi dan juga untuk menguatkan
badan pada pekerjaan penguatan alur.

AB III

AHAN KERJA PELAT

Yang dimaksud dengan kerja plat adalah membuat benda kerja atau benda jadi dari
bahan logam yang berbentuk lempeng tipis atau plat.
Pekerjaan yang sering dilakukan pada kerja plat meliputi : melukis, mengawat,
membentuk, menyambung, dan menguat tepi.

Bahan yang digunakan dalam kerja plat banyak sekali macamnya, tetapi dalam kerja
plat khususnya dalam pembuatan penglipatan dan pembentukan digunakan bahan
BJLS. BJLS digunakan karena mudah dibentuk dan juga dilapisi seng yang berfungsi
melindungi baja agar tidak berkarat dan tahan lama.
Baja BJLS memiliki ukuran ketebalan plat antara 0,02 mm 8,97 mm, mempunyai
panjang 1800 mm dan lebar 900 mm dan ada juga dengan panjang 24000 mm dan
lebar 1200 mm.
Macam macam bentuk plat baja antara lain :
11.

Plat Kasar
12. Plat Menengah
13. Plat Nomor
14. Plat Istimewa
15. Plat Berombak
Bahan yang digunakan Plat BJLS berukuran 0,5 mm

AB IV

NTRUKSI KERJA

Dalam mengerjakan sesuatu tentunya kita harus memperhatikan intruksi atau cara
penggunaan alat alat kerja, untuk itu maka dibawah ini dijelaskan beberapa
informasi tentang cara menggunakan alat alat kerja beserta gambanya
Bila mana bekerja pada ragum, letakkan alat perkakas yang diperlukan diatas meja
disebelah kiri dan kanan ragum, sehingga tidak menumpuk. Letakkan
sedimikianrupa sehingga disebelah kiri ragum ditempatkan alat alat ukur,
sedangkan disebelah kanan ragum adalah palu, kikir, pahat, gergaji, dll.
IV. 1. Cara Menggunakan Penggores
Penggores terbuat dari baja perkakas, kedua ujung penggores dikeraskan
dan dibuat sudut lancip dengan sudut antara 15 - 30, salah satu ujungnya dibuat
bengkok agar dapat digunakan untuk menyetel benda kerja pada mesin bubut
dengan menggunakan pertolongan balok gores.
Cara menentukan garis dengan menggunakan siku siku yang menyiku terhadap
siku pinggir, dengan cara benda kerja diletakkan diatas plat datar berdiri, dengan
pula siku sikunya. Tekan siku siku tersebut dengan menempel pada benda
pekerjaan yang akan digambar.
IV. 2. Cara Memotong Plat
Setelah gambar dibuat diatas plat, plat harus dipotong menurut garis garis pada
gambar tsb. Pemotongan dapat dilakukan dengan dengan gunting maupun dengan
gergaji tangan atau gergaji pipa.
Langkah Pemotongan
16.

Peganglah bahan dengan tangan kiri, cukup jauh dengan bibir gunting.

17. Bibir gunting dibuat tegak lurus terhadap bahan dan tepat pada garis lukisan,

18. Jari manis tangan kanan diletakkan diantara kedua tangkai gunting untuk
menahan bibir gunting agar tidak terkatup seluruhnya, agar hasil potongan
tidak rusak
19. Katup bibir gunting dengan menekan tangkainya, bibir jangan terkatup
seluruhnya.
IV. 3. Cara Menggunakan Kikir
Untuk bagian tepi kedudukan kikir diserongkan 15 terhadap garis siku dan sisi yang
memanjang pada benda pekerjaan.

AB V

AMBAR JOBSITE (GAMBAR KERJA)

L
20.

AB VI

ANGKAH KERJA

Pertama tama yang kita laukan adalah meratakan bahan plat yang telah

dibagikan digunakan dengan mallet. Pukullah hingga permukaan plat menjadi rata
21. Lalu plat disikukan dengan cara dikikir dengan kikir halus
22. Bahan diukur dengan panjang 150 mm dan lebar 40 mm, bila sudah sesuai
dengan ukuran yang telah ditentukan kemudian digunting dan disikukan
kembali
23. Lukis plat dengan penggores dengan sisi kiri diberi panjang 45 mm dan sisi
kanan diberi panjang 5 mm
24. Sisi atas dan bawah diberi jarak 5 mm
25. Buat sudut 45 terhadap sisi atas dan sisi kanan

26. Kemudian buat lagi sudut 45 terhadap sisi bawah dan sisi kanan
27. Kemudian buat sudut 45 sebelah kiri, ukuran 45 mm dan sisi atas
28. Dan buat sudut 45 lagi pada sisi sebelah kanan, ukuran 45 mm dan sisi
bawah
29. Setelah pada ukuran 45 mm tadi digambar dengan R. 10 dan dibor 4
30. Dan sisi 45 sebelah kanan dari 45 mm tadi dihubungkan dengan R. 10 itu.
31. Setelah itu garis garis yang telah kita lukis tadi dipotong sesuai dengan
gambar pekrjaan
32. Setelah itu beri lubang di titik R. 4 dengan cara dibor.
33. Lipat plat di mesin lipat.
34. Kemudian ratakan lipatang dengan palu mallet diatas landasan, janngan
terlalu keras untuk meratakan lipatan, berguna untuk memberi sedikit
rongga yang akan diisi dengan amplas.

AB VII

ESELAMATAN KERJA

Dalam bekerja kita harus memperhatikan tiga hal yang sangat penting demi
keamanan kita, yaitu 3K yang artinya adalah Kesehatan, Keamanan, dan
Keselamatan Kerja. Dalam hali ini saya hanya membahas tentang keselamatan kerja,
yang isinya :
35.

Jangan memakai jam tangan, cincin, dll pada waktu bekerja.


36. Jangan menyimpan alat alat tajam (pena, penggaris, dll) didalam saku
pakaian.

37. Jangan menghilangkan bekas serbuk besi dengan tgangan telanjang, pakailah
sikat atau lap
38. Jangan mengangkat perlengkapan perlengkapan yang berat dengan
menggunakan tangan kosong.
39. Janagn menggunakan alat alat yang telah rusak atau retak.
40. Jangan menggunakan kikir, skiber, dll tanpa gagang.
41. Pakailah pakaian kerja yang terkancing rapat.
42. Cukurlah rambut agar selalu pendek, atau pakailah peci.
43. Periksalah kepala kepalu palu tidak longgar dari tangkainya.
44. Apabila sedang mengangkat potongan potongan hasil kerja atau
perlengkapan dengan mesin Derek, berdirilah ditempat yang aman, terang,
dan terbuka.
45. Segera laporkan kecelakaan apa saja, bagaimanapun kecilnya ke guru
pengawas.

ESIMPULAN

Bahwa sesungguhnya untuk memperoleh hasil yang baik dan benar dalam bekerja,
khususnya pada pembuatan macam macam lipatan tepi tidaklah mudah. Kita
harus benar benar memperhatikan fungsi dan tujuan dari penggunaan alat alat
kerja. Misalnya saja dalam memotong plat yang berbentuk melengkung ataupun
bulat kita harus menggunakan gunting plat dengan bibir gunting lurus, akan tetapi
hasilnya tidak akan lebih baik apabila kita menggunakan gunting dengan bibir
lengkung. Jika kita menggunakan gunting bibir lengkung kita akan mendapat hasil
yang lebih naik dan lebih sempurna. Yang kesimpulannya bahwa untuk

mendapatkan hasil yang baik maka kita harus memahami kegunaan dari macam
macam alat yang kita pergunakan.

ATA PENUTUP

Sebetulnya masih banyak hal yang akan saya sampaikan didalam laporan ini, karena
terbatasnya waktu dan kesempatan serta kemampuan saya, maka seperti inilah
adanya yang saya sampaikan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan

laporan ini masih banyak kekurangan kekurangan baik dari bentuk, tulisan, isi,
mupun susunan bahasanya.
Dan apabila dalam laporan ini ada hal hal yang tidak berkenan dihati pembaca,
saya mohon maaf. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.
Semoga saya diberi kesempatan lagi untuk menyusun laporan selanjutnya, demikian
laporan ini saya buat semaksimal mungkin agar bapak guru dan pembaca bisa
menggunakannya sebagai media informasi.

Diposkan 2nd December 2012 oleh Yahya Mahendra


0

Tambahkan komentar

Memuat
Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.