Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK

MODUL PRAKTIKUM

: ALAT DESTILASI

NAMA PEMBIMBING

: IN JUMANDA KASDADI, Ir., MT

NAMA MAHASISWA

: ANINDYA DWI KUSUMA MARISTA


ANNISA NOVITA NURISMA
RAHMA AUSINA

TANGGAL PRAKTEK

: Jumat, 04 Oktober 2013

TANGGAL PENYERAHAN

: Rabu, 16 Oktober 2013

TUJUAN PERCOBAAN

: 1. Merangkai alat destilasi sederhana dan fraksionasi skala


laboratorium
2. Menggambar rangkaian alat destilasi dengan benar

DASAR TEORI

Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan titik didih atau titik cair
dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Destilasi dikenal empat (4) jenis,
yaitu distilasi sederhana, distilasi fraksionasi, distilasi uap, dan distilasi vakum. Selain itu ada
pula distilasi ekstarktif dan distilasi azeotropic homogenous, distilasi dengan menggunakan
garam berion, distilasi pressure-swing, serta distilasi reaktif.
Pada distilasi sedrhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau
dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran dipanaskan maka komponen
yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik didih, juga
perbedaan kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Distilasi
ini dilakukan pada tekanan atmosfer. Aplikasi distilasi sederhana digunakan untuk
memisahkan campuran air dan alkohol. Rangkaian seperangkat peralatan disitlasi
menggunakan alat pemanas dan alat pendingin.

Gambar 1. Alat destilasi sederhana

Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen cair, dua atau lebih,
dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini juga dapat digunakan
untuk campuran dengan perbedaan tititk didih kurang dari 20C dan bekerja pada tekanan
atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada
industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah.
Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Di
kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap
platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih
dari plat-plat dibawahnya. Semakin keatas, semakin tidak volatil cairannya. Alat distilasi
fraksionasi ditunjukan pada gambar

Gambar 2. Alat destilasi fraksionasi


Distilasi uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik dididh
mencapai 200C atau lebih. Distilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan
suhu mendekati 100C dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan uap atau air
mendididh. Sifat yang fundamental dari destilasi uap adalah dapat mendistilasi campuran
senyawa dibawah tititk didih dari masing-masing senyawa campurannya. Selain itu distilasi
uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air disemua temperatur, tetapi
dapat didistilasi dengan air. Apikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa
produk alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus, minyak sitrus dari lemon atau jeruk,
dan untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan. Campuran dipanaskan melalui uap air
yang dialirkan ke dalam campuran dan mungkin ditambah juga dengan pemanasan. Uap dari
campuran akan naik ke atas menuju kondensor dan akhirnya masuk ke dalam labu destilat.

Gambar 3. Alat destilasi uap

Distilasi vakum juga biasanya digunakanjika senyawa yang ingin didistilasi tidak stabil,
dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau endekati titik dididhnya atau
campuran yang memeiliki titik didih diatas 150C. Metode distilasi ini tidak dapat digunakan
pada pelrut yang memiliki titik didih rendah jika kondensornya menggunakan air dingin,
akrena komponen yang menguap tidak dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi
tekanan digunakan pompa vakum atau aspirator. Aspirator berfungsi sebagai penurun
tekanan pada sistem distilasi ini.
Azeotrop adalah campuran dari dua komponen atau lebih yang memiliki tititk dididh yang
konstan. Azeotrop dapat menjadi gangguan yang menyebabkan hasil distilasi menjadi tidak
maksimal. Komposisis dari azeotrop tetap konstan dalam pemberian ataau penambahan
tekanan. Akan tetapi ketika tekanan total berubah, kedua titik didih dan komposisi dari
azeotrop berubah. Sebagai akibatnya, azeotrop bukanlah komponen yang tetap, yang
komposisinya harus selalu konstan dalam interval suhu dan tekanan, tetapi lebih ke
campuran yang dihasilkan dari saling memengaruhi dalam kekuatan intramolekuler dalam
larutan. Azeotrop dapat dididistilasi dengan menggunakan tambahan pelarut tertentu,
misalnya penambahanbenzena atau toluena untuk memisahkan air. Air dan pelarut akan
ditangkap oleh penangkap Dean-Stark. Air akan tetap tinggal di dasar penangkap dan
pelarut akan kembali ke campuran dan memisahkan air lagi. Campuran azeotrop merupakan
penyimpangan dari Hukum Raoult.

ALAT YANG DIGUNAKAN

Labu destilasi
Steel head
Kolom fraksionasi
Kondensor
Adaptor
Labu erlenmeyer
Selang silikon
Penangas air
Dongkrak
Klem
Statif
Pompa air

CARA KERJA
1. Merangkai alat destilasi sederhana
Menyiapkan statif, klem dan pemanas

Memasang labu dasar bulat dengan klem diatas penangas air

Memasang still head pada leher labu dasar bulat

Memasang kondensor dengan klem dan menghubungkannya pada still


head

Menghubungkan selang silikon dengan lubang tempat masuknya dan


keluarnya air pada kondensor

Menghubungkan adaptor dengan kondensor

Memasang labu erlenmeyer sebagai penampung diatas dongkrak


dibawah adaptor

Memasang termometer pada leher steel head

Menghubungkan pompa air dengan arus listrik

2. Merangkai alat destilasi fraksionasi


Menyiapkan klem, statif dan pemanas

Memasang labu dasar bulat dengan klem diatas pemanas

Memasang kolom fraksionasi pada leher labu dasar bulat

Memasang still head pada leher labu dasar bulat

Memasang kondensor dengan klem dan menghubungkannya pada steel


head

Menghubungkan selang silikon dengan lubang tempat masuknya dan


keluarnya air pada kondensor

Menghubungkan adaptor dengan kondensor

Memasang labu erlenmeyer sebagai penampung diatas dongkrak


dibawah adaptor

Memasang termometer pada leher still head

Menghubungkan pompa air dengan arus listrik

DATA PENGAMATAN
statif
termometer

kondensor

klem

Steel head
adaptor

Kolom
fraksionasi

penampung
dongkrak

pompa
pemanas

PEMBAHASAN
Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan titik didih atau
titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini
kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan.
Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia untuk
memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh.

Thermometer Biasanya digunakan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi
selama proses destilasi berlangsung.
Steel head berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke alat
pendingin ( kondensor ) dan biasanya labu destilasi dengan leher yang berfungsi
sebagai steel head.
Kondensor berfungsi untuk mendinginkan uap hasil destilasi.
Pemisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uap
senyawa dalam campuran.

Tekanan uap campuran diukur sebagai kecenderungan molekul dalam permukaan


cairan untuk berubah menjadi uap. Jika suhu dinaikkan, tekanan uap cairan akan
naik sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer. Pada keadaan
itu cairan akan mendidih.
Suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer disebut titik
didih.
Cairan yang mempunyai tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu kamar akan
mempnyai titik didih lebih rendah daripada cairan yang tekanan uapnya rendah pada
suhu kamar.

KESIMPULAN
Telah dapat merangkai alat destilasi sederhana
Telah dapat merangkai alat destilasi fraksionasi

DAFTAR PUSTAKA

Basset, J. 1994. Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik.Jakarta: Penerbit


Buku Kedokteran EGC
Mudjiran, Analisa Anorganik Kuantitatif, bagian Voumetri, F-MIPA Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta
Achmad, Sayid(1985), petunjuk Praktikum Kimia Analitik Kuantitatif, F-MIPA
UNI
Achmad, Hiskia (1990), Penuntun Belajar Kimia Dasar, bagian Kimia Larutan, FMIPA Intitut Teknologi Bandung, Bandung
http://chemistry35.blogspot.com/2011/08/pengertian-destilasi.html
http://rolanrusli.com/destilasi/
http://ukmsttmigas.blogspot.com/2013/05/makalah-destilasi.html

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK


ALAT DESTILASI

KELOMPOK 1:
ANINDYA DWI KUSUMA MARISTA
ANNISA NOVITA NURISMA
RAHMA AUSINA

PRODI. D-IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG