Anda di halaman 1dari 8

Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tidak sama

Oleh : Abd Syahid, SP., MP


Oke, kali ini saya akan menjelaskan tentang rancangan acak lengkap (RAL) dengan
ulangan yang tidak sama. Sebelumnya saya mohon maaf karena baru sekarang bisa
menulis artikel ini berhubung kesibukan saya yang sangat padat. Artikel ini saya tulis
karena banyaknya permintaan dan komentar untuk membahas tentang rancangan acak
lengkap (RAL) dengan ulangan tidak sama.
Seperti pada penggunaan RAL pada artikel sebelumnya, sebenarnya rancangan ini tidak
berbeda dalam hal penggunaannya dengan RAL biasa dimana rancangan ini akan tepat
apabila bahan percobaan dan kondisi percobaan anda bersifat HOMOGEN. Juga apabila
jumlah perlakuan anda terbatas.
Prosedur pengacakan dan tata letak rancangan tidak berbeda dengan RAL ulangan sama,
yang membedakan hanyalah jumlah ulangan yang tidak sama untuk setiap perlakuan.
Untuk itu saya tidak membahas lebih lanjut bagaimana tata cata pengacakan dan tata
letaknya.
Untuk lebih jelasnya akan saya ilustrasikan satu contoh hasil data pengamatan dari suatu
percobaan berikut ini :

A
B
C
D
E

1
7
8
9
12
6

Ulangan
2
3
6
7
11
8
10
14
10
7

4
12
11
6

Total

42

24

29

Perlakuan

49

Total

Rata-rata

20
31
38
26
29

6,67
10,33
9,50
13,00
7,25

144

9,00

Analisis Ragam dalam RAL dengan ulangan yang tidak sama adalah sebagai berikut :
Rumus-rumus perhitungannya :
a) Menghitung Jumlah Kuadrat :

b) Menghitung Kuadrat Tengah :


Sebelumnya anda tentukan terlebih dahulu derajad bebas galat (db) dari masing-masing
sumber keragaman sebagai berikut :
derajad bebas (db) perlakuan didapatkan dengan rumus:
db perlakuan = (t 1) = 5-1=4
derajad bebas (db) galat didapatkan dengan rumus:
db galat = (ni-1)= (3-1)+(3-1)+(4-1)+(2-1)+(4-1) = 11
derajad bebas (db) total didapatkan dengan rumus:
db total = (ni)-1=16-1=15
Kemudian baru anda hitung kuadrat tengah untuk perlakuan (KTP) dan kuadrat tengah
galat (KTG) sebagai berikut :

c) Menghitung F hitung :

Dan tabel analisis ragamnya (Anova) untuk RAL dengan ulangan yang tidak sama adalah
sebagai berikut :

Dari hasil analisis ragam di atas ternyata perlakuan berpengaruh sangat nyata. Dan
konsekuensinya adalah kita harus melanjutkan untuk menguji perbedaan pengaruh antar
perlakuan. Untuk ini saya menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata
5%.
Dalam pengujian beda pengaruh pada perlakuan yang tidak berulangan sama, berbeda
dengan pengujian beda pengaruh perlakuan yang berulangan sama. Jika masing-masing
perlakuan mempunyai ulangan yang sama maka untuk semua pasangan perlakuan kita
hanya memerlukan satu nilai BNT, sedangkan jika ulangan setiap perlakuan tidak sama
maka setiap pasangan perlakuan membutuhkan satu nilai BNT sebagai pembanding.
Rumus BNT untuk pengujian beda pengaruh perlakuan untuk ulangan yang sama
diformulasikan sbb :

Apabila anda menggunakan uji BNJ, maka formulasinya adalah :

Dan apabila anda menggunakan uji DMRT, maka formulasinya adalah :

Oke, karena saya menggunakan uji BNT maka prosedur pengujian uji BNT 5% adalah
sebagai berikut :
Pertama anda tentukan nilai t-student untuk dasar pengujian berdasarkan atribut taraf
nyata dan db galatnya dimana taraf nyata () = 5% atau 0,05 dan db galat = 11. Dari tabel
t-student diperoleh nilai 2,201. Berikut saya tampilkan sebagian dari tabel t-student
dimana nilai 2,201 itu diperoleh :

Langkah selanjutnya kita membandingan rata-rata perlakuan dengan cara sebagai berikut
:
Susun nilai rata-rata perlakuan dari yang terkecil hingga yang terbesar sbb :

Selanjutnya kita akan membandingkan masing-masing pasangan perlakuan dengan


masing-masing nilai pembanding, sbb :
a) membandingkan A vs E
Hitung nilai BNT 5% sebagai pembandingnya dengan rumus berikut :

Selanjutnya anda jumlahkan nilai BNT 5% = 2,64 dengan nilai rata-rata perlakuan A
dimana hasilnya adalah 6,67 + 2,64 = 9,31. Dan Karena nilai 9,31 ini melebihi nilai ratarata perlakuan E = 7,25, maka perlakuan A dan E diberi huruf yang sama (huruf a).

Artinya kedua perlakuan tersebut tidak berbeda nyata pengaruhnya, berikut hasil
pengujiannya :
A vs E

Rata-rata

6,67a

7,25a

b) membandingkan A vs C
Hitung nilai BNT 5% sebagai pembandingnya dengan rumus berikut :

Selanjutnya anda jumlahkan nilai BNT 5% = 2,64 dengan nilai rata-rata perlakuan A
dimana hasilnya adalah 6,67 + 2,64 = 9,31. Dan Karena nilai 9,31 ini kurang dari nilai
rata-rata perlakuan C = 9,50, maka perlakuan A dan E berbeda nyata pengaruhnya, dan
diberi huruf yang berbeda sbb :
A vs C

Rata-rata

6,67a

9,50b

c) membandingkan E vs C
Hitung nilai BNT 5% sebagai pembandingnya dengan rumus berikut :

=Selanjutnya anda jumlahkan nilai BNT 5% = 2,44 dengan nilai rata-rata perlakuan E
dimana hasilnya adalah 7,25 + 2,44 = 9,69. Dan Karena nilai 9,69 ini melebihi nilai rata-

rata perlakuan C = 9,50, maka perlakuan E dan C diberi huruf yang sama (huruf b).
Artinya kedua perlakuan tersebut tidak berbeda nyata pengaruhnya, berikut hasil
pengujiannya :
E vs C

Rata-rata

7,25b

9,50b

d) membandingkan E vs B
Hitung nilai BNT 5% sebagai pembandingnya dengan rumus berikut :

Selanjutnya anda jumlahkan nilai BNT 5% = 2,64 dengan nilai rata-rata perlakuan E
dimana hasilnya adalah 7,25 + 2,64 = 9,89. Dan Karena nilai 9,89 ini kurang dari nilai
rata-rata perlakuan B = 10,33, maka perlakuan E dan B berbeda nyata pengaruhnya, dan
diberi huruf yang berbeda sbb :
E vs B

Rata-rata

7,25b

10,33c

e) membandingkan C vs B
Hitung nilai BNT 5% sebagai pembandingnya dengan rumus berikut :

Selanjutnya anda jumlahkan nilai BNT 5% = 2,64 dengan nilai rata-rata perlakuan C =
9,50 dimana hasilnya adalah 9,50 + 2,64 = 12,14. Dan Karena nilai 12,14 ini melebihi
nilai rata-rata perlakuan B = 10,33, maka perlakuan C dan B diberi huruf yang sama
(huruf c). Artinya kedua perlakuan tersebut tidak berbeda nyata pengaruhnya, berikut
hasil pengujiannya :
C vs B

Rata-rata

9,50c

10,33c

f) membandingkan C vs D
Hitung nilai BNT 5% sebagai pembandingnya dengan rumus berikut :

Selanjutnya anda jumlahkan nilai BNT 5% = 2,99 dengan nilai rata-rata perlakuan C
dimana hasilnya adalah 9,50 + 2,99 = 12,49. Dan Karena nilai 12,49 ini kurang dari nilai
rata-rata perlakuan D = 13,00, maka perlakuan C dan D berbeda nyata pengaruhnya, dan
diberi huruf yang berbeda sbb :
C vs D

Rata-rata

9,50c

13,00d

g) membandingkan B vs D
Hitung nilai BNT 5% sebagai pembandingnya dengan rumus berikut :

Selanjutnya anda jumlahkan nilai BNT 5% = 3,15 dengan nilai rata-rata perlakuan B =
10,33 dimana hasilnya adalah 10,33 + 3,15 = 13,48. Dan Karena nilai 13,48 ini melebihi
nilai rata-rata perlakuan D = 13,00, maka perlakuan B dan D diberi huruf yang sama
(huruf d). Artinya kedua perlakuan tersebut tidak berbeda nyata pengaruhnya, berikut
hasil pengujiannya :
B vs D

Rata-rata

10,33d

13,00d

Karena perhitungan pembandingan nilai rata-rata telah sampai pada nilai rata-rata
terakhir, maka selesailah perhitungan pembandingannya dan hasil akhir dari semua
pengujian di atas adalah sebagai berikut :
Perlakuan
A
E
C
B
D

Rata-rata
6,67a
7,25ab
9,50bc
10,33cd
13,00d

atau apabila kita susun kembali perlakuannya menjadi sebagai berikut :


Perlakuan
A
B
C
D
E

Rata-rata
6,67a
10,33cd
9,50bc
13,00d
7,25ab

Selesai, semoga bermanfaat.