Anda di halaman 1dari 27

Teori Belajar Kecerdasan

Majemuk
Kelompok 5 :
Dewi Kusumawati (3415122191)
Gita Sulistianingrum (3415122170)
Helen Theresia (3415122182)
Nares Wari (3415120253)
Ni Wayan Evasari P. (3415120261)

A. Memahami Pentingnya
Keterampilan Hidup

Selain kecerdasan, dibutuhkan juga keterampilan


hidup (life skill) sebagai bekal yang harus dimiliki
anak sejak dini untik menjadikannya sukses di
masa depan.
Menurut Prof D.R H. Arief Rachman, M.Pd,
keterampilan
hidup
adalah
seperangkat
keterampilan manusia yang diperoleh melalui
pengajaran atau pengalaman langsung yang
digunakan untuk menangani masalah dan
pertanyaan yang biasa ditemui dalam kehidupan
manusia sehari-hari.

Pembekalan keterampilan hidup juga dapat


menjadikan kecerdasan majemuk yang dimiliki
anak berkembang dengan baik.
Kecerdasan majemuk tersebut meliputi
kecerdasan linguistik (linguistic intelligent),
kecerdasan emosional (emotional intelligent),
kecerdasan intrapersonal (self intelligent),
kecerdasan musikal (musical intelligent),
kecerdasan antarpersonal (people intelligent),
dan kecerdasan naturalis (natural intelligent).

B. Mengenal Teori Kecerdasan


Majemuk
Kecerdasan atau inteligensi seseorang dibawa
dari pertama kali ia dilahirkan, tetapi
perkembangannya didapatkan seiring
perkembangan dalam kehidupan.
Kecerdasan dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Kecerdasan Intelektual (IQ)
2. Kecerdasan Spiritual (SQ)
3. Kecerdasan Emosional (EQ)

Ketiga macam kecerdasan tersebut tidak


dapat dipisahkan satu sama lain.
Agar mencapai keseimbangan, ketiganya harus
diasah dengan baik melalui suatu proses
pembelajaran dan pengalaman tersendiri.

Menurut Piaget, perkembangan inteligensi atau


kecerdasan anak terbagi menjadi empat tahap,
yaitu :
1. Tahap sensori motorik (umur 0-2 tahun)
2. Tahap pra-operasional (umur 2-7 tahun)
3. Tahap operasional konkret (7-12 tahun)
4. Tahap operasional formal (12 tahun keatas)
Tahap tersebut harus dilalui oleh anak. Jika tidak
akan berakibat pada kecerdasan anak.

Inteleginsi berkembang dan didapatkan


melalui proses pembelajaran.
Jika inteligensi tidak diasah, inteligensi itu
tidak akan berkembang dan tidak akan ada
perubahan.
Daya pikir seseorang yang telah mendapat
didikan dari sekolah (pembelajaran)
menunjukkan sifat-sifat yang lebih baik
daripada anak yang tidak bersekolah.

Inteligensi atau kecerdasan tidak hanya terpaut


pada kecerdasan individual, tetapi ada pula
kecerdasan majemuk (multiple intelligences)
Melalui teori kecerdasan majemuk, adanya
penghakiman terhadap manusia dari sudut
pandang inteligensi akan terhindar.
Pendidikan atau pembelajaran kecerdasan ganda
berorientasi pada pengambangan potensi anak,
bukan berorientasi pada idealisme guru atau
orang tua.

1. Pengertian Inteligensi
Inteligensi ialah kemampuan yang dibawa sejak lahir
yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu
dengan cara tertentu.
William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut,
inteligensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri
kepada kebutuhan harus dengan menggunakan alatalat berpikir yang sesuai dengan tujuannya
William Stern berpendapat bahwa inteligensi sebagian
besar tergantung dengan dasar dan keturunan.
Pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh
kepada inteligensi seseorang.

Prof. Waterink menyatakan bahwa menurut


penyelidikannya, belum dapat dibuktikan inteligensi
dapat diperbaiki atau dilatih. Belajar berpikir hanya
diartikan banyaknya pengtahuan yang bertambah,
tidak berarti bahwa kekuatan berpikir bertambah baik.
Pendapatbaru membuktikan bahwa inteligensi pada
anak-anak lemah pikiran dapat dididik dengan cara
yang lebih tepat.
Kenyataan juga membuktikan bahwa daya pikir anak
yang telah mendapat didikan dari sekolah
menunjukkan sifat-sifat yang lebih baik daripada anak
yang tidak bersekolah.

Dari pendapat-pendapat tersebut, dapat diketahui


bahwa :
a. Inteligensi adalah faktor total, berbagai macam daya
jiwa erat bersangkutan didalamnya (ingatan, fantasi,
perasaan, minat, dsb turut mempengaruhi
seseorang). Inteligensi hanya dapat diketahui dengan
cara tidak langsung melalui kelakuan inteligensi.
b. Suatu perbuatan inteligensi bukan hanya kemampuan
yang dibawa sejak lahir saja yang penting, faktor
lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan
penting

c. Manusia dalam kehidupannya senantiasa


dapat menentukan tujuan-tujuan yang baru,
dapat memikirkan dan menggunakan caracara untuk mewujudkan dan mencapai tujuan
itu.

2. Ciri-ciri Perbuatan Inteligensi


Suatu perbuatan dapat disebut inteligensi bila memenuhi syarat lain,
seperti :
a. Banyak sedikitnya masalah yang dihadapi merupakan masalah yang
baru bagi yang bersangkutan.
b. Perbuatan inteligensi sifatnya serasi tujuan dan ekonomi.
c. Masalah yang dihadapi harus mengandung suatu tingkat kesulitan
bagi yang bersangkutan.
d. Keterangan pemecahan masalahnya harus bisa diterima oleh
masyarakat.
e. Dalam berbuat, inteligensi sering menggunakan daya mengabstraksi.
f. Perbuatan inteligensi bercirikan kecepatan.
g. Inteligensi membutuhkan pemusatan perhatian dan menghindarkan
perasaan yang mengganggu jalannya pemecahan masalah yang
sedang dihadapi.

3. Faktor-faktor yang Memengaruhi


Inteligensi
faktor-faktor yang memengaruhi inteligensi
seseorang berbeda satu dengan yang lain, yaitu :
a. Pembawaan
b. Kematangan
c. Pembentukan
d. Minat dan pembawaan yang khas
e. Kebebasan
Faktor tersebut bekaitan satu sama lain dan
membentuk inteligensi seorang anak.

Definisi Kecerdasan
Menurut Gardner

Kecakapan untuk memecahkan masalah yang


dihadapi dalam kehidupannya
Kecakapan untuk mengembangkan masalah
baru untuk dipecahkan
Kecakapan untuk membuat sesuatu atau
melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam
kehidupannya

4. Konsep Kecerdasan Majemuk


(Multiple Intelligence)
Kecerdasan majemuk suatu kemampuan ganda untuk
memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan
Gardner menolak asumsi bahwa kognisi manusia
merupakan satu kesatuan dan individu hanya mempunyai
kecerdasan tunggal
Manusia memiliki bermacam-macam kecerdasan (delapan
macam kecerdasan) dengan komposisi yang berbeda-beda
pada tiap individu
Masing-masing kecerdasan dapat dilatih dan ditingkatkan
Kecerdasan yang paling menonjol akan mengontrol
kecerdasan lainnya dalam menyelesaikan masalah

Pokok-pokok Pemikiran Gardner


Manusia mempunyai kemampuan meningkatkan dan
memperkuat kecerdasannya
Kecerdasan selain berubah juga dapat diajarkan ke orang
lain
Kecerdasan merupakan realitas majemuk yang muncul di
bagian-bagian berbeda pada sistem otak atau pikiran
manusia
Kecerdasan akan berpadu menjadi satu (kompak dan
terpadu) dalam menyelesaikan masalah
Kecerdasan terkuat akan memimpin kecerdasankecerdasan lain yang lebih lemah
Gardner mengidentifikasi 8 macam kecerdasan

8 Macam Kecerdasan
Kecerdasan Bahasa

Kecakapan berpikir melalui kata-kata, menggunakan kata-kata untuk


menyatakan dan memaknai arti kata yang kompleks.
(Penulis, Ahli bahasa, Sastrawan, Jurnalis, Orator)

Kecerdasan Matematis

Kecakapan menghitung, mengualitatif, merumuskan proposisi, hipotesis,


serta memecahkan perhitungan matematis yang kompleks
(Ahli matematis, Ilmuwan, Akuntan, Insinyur, Pemrogram Komputer)

8 Macam Kecerdasan
Kecerdasan Ruang
Kecakapan berpikir dalam ruang 3D, mampu
menangkap bayangan ruang internal dan eksternal
untuk penentuan arah dirinya atau benda yang
dikendalikan, mengubah dan menciptakan karya 3D
nyata.
(Pilot, Nahkoda, Astronot, Pelukis, Arsitek)

Kecerdasan Kinestetik
Kecakapan untuk melakukan gerakan dan
keterampilan, kecakapan fisik seperti olahraga.
(Penari, Olahragawan, dan Perajin Profesional)

8 Macam Kecerdasan
Kecerdasan Musik
Mampu menghasilkan dan menghargai musik,
sensitif terhadap melodi, ritme, nada, dan tangga
nada.
(Komponis, Dirigen, Musisi, Pembuat Instrumen)

Kecerdasan Hubungan Sosial


Kecakapan memahami dan merespons serta
berinteraksi dengan orang lain dengan tepat, watak,
temperamen, motivasi, dan kecenderungan
terhadap orang lain.
(Guru, Konselor, Aktor, Politikus)

8 Macam Kecerdasan
Kecerdasan Keruhanian
Kecakapan untuk memahami
kehidupan emosional, membedakan
emosi orang-orang, pengetahuan
tentang kekuatan dan kelemahan diri
yang akan membentuk persepsi yang
tepat terhadap orang lain
(Psikolog, Psikiater, Filsuf, Ruhaniawan)

Kecerdasan Naturalis
Kemampuan untuk mengenali,
membedakan, mengungkapkan, dan
membuat kategori terhadap apa yang
dijumpai di alam maupun lingkungan.

C. Keabsahan Munculnya Teori


Kecerdasan Majemuk
1)
2)
3)
4)
5)

Memiliki dasar biologis


Bersifat universal bagi spesies manusia
Nilai budaya suatu keterampilan
Memiliki basis neurologi
Dapat dinyatakan dalam bentuk simbol

D. Strategi Pembelajaran Kecerdasan


Majemuk
1) Membangunkan/memicu kecerdasan, yaitu upaya untuk
mengaktifkan indra dan menghidupkan kerja otak.
2) Memperkuat kecerdasan, yaitu dengan cara member
latihan dan memperkuat kemampuan membangunkan
kecerdasan.
3) Mengajarkan dengan atau untuk kecerdasan, yaitu
upaya-upaya mengembangkan struktur pelajaran yang
mengacu pada penggunaan kecerdasan ganda
4) Mentransfer kecerdasan, yaitu usaha memanfaatkan
berbagai cara yang telah dilatihkan di kelas untuk
memahami realitas diluar kelas atau pada lingkungan
nyata.

E. Mengembangkan Kecerdasan
Ganda dalam Kegiatan Pembelajaran
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam teori
kecerdasan ganda yaitu sebagai berikut :
1. Semua orang memiliki kecerdasan-kecerdasan
itu.
2. Banyak orang dapat mengembangkan masingmasing kecerdasannya sampai ke tingkat optimal.
3. Kecerdasan biasanya bekerja bersama-sama
dengan cara yang unik.
4. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas.

Pengalaman yang menyenangkan ketika belajar akan


menjadi aktivator bagi perkembangan kecerdasan pada
tahap berikutnya.
Pengalaman yang menakutkan, memalukan, dan
pengalaman emosi negatif lainnya akan menghambat
perkembangan kecerdasan pada tahap berikutnya.
Kegiatan-kegiatan yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kecerdasan ganda antara lain dengan
menyediakan hari-hari karier, study tour, biografi,
pembelajaran terprogram, kegiatan eksperimen, majalah
dinding, papan display, membaca buku yang bertujuan
untuk mengembangkan kecerdasan ganda, membuat
tabel perkembangan kecerdasan ganda atau human
intelligence hunt.

Setiap siswa memiliki perbedaan kecenderungan dalam


perkembangan kecerdasan gandanya. Oleh karena itu,
guru perlu menggunakan strategi umum dan khusus
dalam pembelajaran untuk mengembangkan seluruh
kecerdasan siswa secara optimal
Untuk mengetahui arah kecerdasan siswa, guru dapat
menggunakan catatan-catatan kecil dalam memantau
kecenderungan perkembangan kecerdasan siswa. Guru
juga dapat menyusun checklist yang berisi kecerdasankecerdasan tersebut.
Perkembangan kecerdasan juga dapat dilakukan
dengan teknik tutor sebaya karena pada dasarnya siswa
lebih suka berbicara dan bergaul dengan teman
sebayanya dari pada gurunya.

Pendidikan kecerdasan ganda berorientasi pada


pengembangan potensi anak, bukan
berorientasi pada idealisme guru ataupun orang
tua, apalagi ideologi politik. Anak berkembang
agar mampu membuat penilaian dan keputusan
sendiri secara tepat, bertanggung jawab,
percaya diri, mandiri tidak bergantung pada
orang lain, kreatif, mampu berkolaborasi, serta
dapat membedakan mana yang baik dan tidak
baik.

Anda mungkin juga menyukai