Anda di halaman 1dari 5

ASAM SALISILAT DALAM BEDAK TABUR

I.

TUJUAN
Menganalisis asam salisilat dalam sediaan kosmetik yaitu bedak tabur
menggunakan metode spektrofotometer visibel.

II.

ALAT DAN BAHAN


a. Alat
Labu ukur 250 mL
1 buah
Labu ukur 50 mL
2 buah
Labu ukur 10 mL
6 buah
Pipet volum 1,2,3 dan 5 mL masing-masing 1 buah
Filler
1 buah
Tabung Reaksi
10 buah
Gelas ukur 10 ml
1 buah
Pipet tetes
2 buah
Kuvet gelas (visibel) 2 buah
Neraca analitik 1 buah
Spektrofotometer Visibel
Tabung vortex
3 buah
Sentrifus
b. Bahan
Asam salisilat standar 50 mg
Bedak Salycil
500 mg
FeCl3 0,02 M
0,81 gram
Etanol 96%
Aquades

III.

CARA KERJA
1. Pembuatan Larutan FeCl3 0,02 M
Timbang sebanyak 0,81 mg FeCl3 standar, lalu masukkan ke dalam labu
ukur 250 ml, tambahkan akuades sampai garis batas, kemudian digojog
hingga homogen.
2. Pembuatan Larutan Standar Asam Salisilat
Timbang 50 mg asam salisilat, masukkan ke dalam labu ukur 50 ml,
tambah aquades hingga garis batas, kemudian digojog hingga homogen.
Sehingga didapatkan larutan dengan konsenterasi 1000 ppm.

a. Konsentrasi 100 ppm

Larutan konsentrasi 1000 ppm tersebut diambil sebanyak 1 ml


yang dimasukkan kedalam labu ukur 10 ml, kemudian ditambahkan
akuades sampai tanda batas dan digojok hingga homogen, sehingga
didapatkan larutan dengan konsentrasi 100 ppm.
b. Konsentrasi 200 ppm

Larutan konsentrasi 1000 ppm tersebut diambil sebanyak 2 ml


yang dimasukkan kedalam labu ukur 10 ml, kemudian ditambahkan
akuades sampai tanda batas dan digojok hingga homogen, sehingga
didapatkan larutan dengan konsentrasi 200 ppm.
c. Konsentrasi 300 ppm

Larutan konsentrasi 1000 ppm tersebut diambil sebanyak 3 ml


yang dimasukkan kedalam labu ukur 10 ml, kemudian ditambahkan
akuades sampai tanda batas dan digojok hingga homogen, sehingga
didapatkan larutan dengan konsentrasi 300 ppm.
d. Konsentrasi 500 ppm

Larutan konsentrasi 1000 ppm tersebut diambil sebanyak 5 ml


yang dimasukkan kedalam labu ukur 10 ml, kemudian ditambahkan
akuades sampai tanda batas dan digojok hingga homogen, sehingga
didapatkan larutan dengan konsentrasi 500 ppm.
e. Konsentrasi 150 ppm

Larutan konsentrasi 300 ppm tersebut diambil sebanyak 5 ml yang


dimasukkan kedalam labu ukur 10 ml, kemudian ditambahkan
akuades sampai tanda batas dan digojok hingga homogen, sehingga
didapatkan larutan dengan konsentrasi 150 ppm.
f.

Konsentrasi 250 ppm

Larutan konsentrasi 500 ppm tersebut diambil sebanyak 5 ml yang


dimasukkan kedalam labu ukur 10 ml, kemudian ditambahkan akuades
sampai tanda batas dan digojok hingga homogen, sehingga didapatkan
larutan dengan konsentrasi 250 ppm.
3. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum
Larutan konsentrasi 250 ppm di ambil sebanyak 1 ml ditambahkan
9 ml FeCl3 menggunakan tabung reaksi. Kemudian di ukur serapannya
pada spektrofotometer visible dari rentang 400 nm-780 nm, hasilnya di
catat sebagai panjang gelombang maksimal. Blanko menggunakan
akuades. Panjang gelombang maksimal asam salisilat secara teoritik yaitu
526 nm.
4. Penetapan Waktu Reaksi
Larutan konsentrasi 250 ppm diambil 1 ml ditambahkan 9 ml larutan
FeCl3 menggunakan tabung reaksi, kemudian diukur serapannya pada
panjang gelombang maksimum selama 30 menit dengan interval waktu 1
menit.
5. Pembuatan Kurva Baku (rentang konsentrasi 100 ppm-500 ppm)
Semua larutan dengan berbagai konsentrasi yang telah dibuat (100,
200, 300, 500, 150, dan 250 ppm) masing-masing di ambil 1 ml di tambah
9 ml FeCl3 menggunakan tabung reaksi dan kemudian diukur serapannya
pada panjang gelombang maksimum yang didapat. Sebagai blanko
digunakan akuades.
6. Pengukuran kadar asam salisilat dalam bedak tabur
Kadar asam salisilat dalam bedak salycil yaitu 2% ditimbang
sebanyak 500 mg bedak salycil di tambahkan etanol 96% secukupnya
untuk melarutkan bedak salycil tersebut, lalu ditambahkan akuades ke
dalam labu ukur 50 ml sampai garis batas, di gojog hingga homogen
sehingga menghasilkan larutan dengan konsentrasi 200 ppm. Larutan
konsentrasi 200 ppm tersebut di tambahkan 9 ml FeCl3 0,02M
menggunakan tabung reaksi, dilakukan tiga kali replikasi. Kemudian
diukur absorbansinya pada panjang gelombang maksimal yang telah
diperoleh dengan menggunakan blanko akuades. Di hitung kadar asam
salisilat dalam bedak tabur tersebut.

IV.

PERHITUNGAN
Pembuatan larutan standar asam salisilat
1.
= 1 mg/ml = 1000
= 1000 ppm
2.

Pembuatan FeCl3
Reaksi
= FeCl3 + 3C7H6O3

Fe(C7H6O3) + Cl3

M=

0,02=

810=1000gr

gr FeCl3= 0,81 gram ditambah 250 ml akuades


3.

4.

Pembuatan Kurva Baku


Konsentrasi 100 ppm 500 ppm
Larutan Konsentrasi 100 ppm
M1 V1 = M2 V2
1000 V1 = 100 10
V1
= 1 mL ditambah 10 ml akuades
Larutan Konsentrasi 200 ppm
M1 V1 = M2 V2
1000 V1 = 200 10
V1
= 2 ml ditambah 10 ml akuades
Larutan Konsentrasi 300 ppm
M1 V1 = M2 V2
1000 V1 = 300 10
V1
= 3 ml ditambah 10 ml akuades
Larutan Konsentrasi 500 ppm
M1 V1 = M2 V2
1000 V1 = 500 10
V1
= 5 ml ditambah 10 ml akuades
Larutan Konsentrasi 150 ppm
M1 V1 = M2 V2
300 V1
= 150 10
V1
= 5 ml ditambah 10 ml akuades
Larutan Konsentrasi 250 ppm
M1 V1 = M2. V2
500 V1
= 250 10
V1
= 5 ml ditambah 10 ml akuades
Pengukuran Kadar Asam Salisilat dalam sediaan serbuk

Kandungan Asam Salisilat dalam Bedak = 2%


Konsentrasi yang digunakan 200 ppm = 2mg/10mL
Asam Salisilat = 2% x Bedak

Bedak

x Bedak

x 2 mg

= 100 mg/10mL
= 500 mg/50mL
Dilakukan replikasi tiga kali.
Rumus Kadar

%=

x 100 %

Keterangan: V= 50 ml