Anda di halaman 1dari 29
‘TERAKREDITASI. SK DIKTI No: 51 / DIKTI/ KEP / 2010 ISSN 1411-6081 JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN OUR uu Volume 12, Nomor 1, Juni 2011 Arinfoko ‘Structural Breaks and Bilateral Exchange Rate Pass-Through, An Empirical Case of Indonesia-United States Kesi Widjajanti - Model Pemberdayaan Masyarakat Tri Wahyu Rejekiningsih —_‘Identtifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kota Semarang dari Dimensi Kultural Edy Suandi Hamid dan Y. SriSuslo. _-‘Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM™) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Jaka Sriyana _Disparitas Fiskal Antardaerah di Provinsi Jawa Tengah Evilrwan _ Prospek Partisipasi Petani dalam Program Pembangunan Hutan Rakyat untuk Mitigasi Perubahan Iklim di Wonosobo FebbyAsteriani Preferensi Penghuni Perumahan di Kota Pekanbaru dalam Menentukan Lokasi Perumahan EniKamal Kondisi Usaha Perikanan Tangkap Pasca Gempa di Sumatera Barat Etty Soesilowati, Model Corporate Social Responsibility dalam Program Dyah Rini\., dan Widiyanto. Pemberdayaan Petani Hortikultura Muhadjr Efendy A Nepotism and Crony in a Business, Case of Industrial Deregulation in Indonesia Sharifuddin Husen _ Pengaruh Pengeluaran Agregat Dalam Mendorong Pertumbuhan Produk Domestik Bruto dan Implikasinya Pada Kesejahteraan Sosial JURNAL | EKONOMI PEMBANGUNAN Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Volume 12, Nomor 1, Juni 2011 DAFTAR ISI Structural Breaks and Bilateral Exchange Rate Pass-Through, An Indonesia-United States pirical Case of Arintoko 114 Model Pemberdayaan Masyarakat Kesi Widjajanti 15-27 Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kota Semarang dari Dimensi Kultural ‘Tri Wahyu Rejekiningsih — — 28-44 Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Edy Suandi Hamid dan ¥. Sri Susilo ee ee 45-55 Disparitas Fiskal Antardaerah di Provinsi Jawa Tengah Jaka Sriyana sansnen 56-66 Prospek Partisipasi Petani dalam Program Pembangunan Hutan Rakyat untuk Mitigasi Perubah Iklim di Wonosobo ec esse 67-76 Preferensi Penghuni Perumahan di Kota Pekanbaru dalam Menentukan Lokasi Perumahan Febby Asterian' 77-93 Kondisi Usaha Perikanan Tangkap Pasca Gempadi Sumatera Barat Eni Kamal .... . 94-103 ‘Model Corporate Social Responsibility dalam Program Pemberdayaan Petani Hortikultura Etty Soesilowati, Dyah Rini L, dan Widiyanto smonnene 104-119 ANepotism and Crony in a Business, Case of Industrial Deregulation in Indonesia Muhadjir Efendy ee 120-129 Pengaruh Pengeluaran Agregat Dalam Mendorong Pertumbuhan Produk Domestik Bruto dan Implikasinya Pada Kesejahteraan Sosial 130-158 Jurnal Ekonomi Pembangunan Volume 12, Nomor I, Juni 2011, hlm.130-158 PENGARUH PENGELUARAN AGREGAT DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK BRUTO DAN IMPLIKASINYA PADA KESEJAHTERAAN SOSIAL Sharifuddin Husen Sckolah Tinggi Iimu Ekonomi Swadaya Jalan Jatiwaringin Raya Kalimalang Fakarta Timur E-mil: sharifuddin_husen@yahoo.com Diterima 2 Desember 2010/Disetujui 15 April 2011 Abstract: The research studied: which aggregate demand affected the national income - it should be affected by an investment normatively - and how the roles on economic development. The economic development was considered qualified when the development was not solely for the economic growth itself but also producing impact on social welfare; namely, higheremployment and income per capita and lower poverty level. This result showed that the role of GDP growth in decreasing poverty level was lower than its role on employment and income per capita improvement. The three attributes of social wwelfares were in-elastic or regressive nature of GDP growth. This occured as a result of low levels of employment and income distributed and not reached all the poor households as a consequence of unequal economic development. Keywords: GDP (Gross Domestic Product), OLS (Ordinary Least Square) Abstrak: Masalah yang diteliti yaitu: pengeluaran agregat mana yang mempengaruhi pendapatan nasional - yang seharusnya secara normatif adalah investasi - dan bagaimana pperan pengeluaran agregat dalam pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi dinyatakan berkualitas ketika pembangunan tidak semata-mata ditujukan untuk pertumbuhan ekonomi tetapi juga berdampak terhadap kesefahteraan sosial, yaitu meningkatnya kesempatan kerja dan pendapatan perkapita serta menurunnya tingkat kemiskinan. Hasil ini menunjukkan peran pertumbuhan PDB dalam menurunkan tingkat kemiskinan lebih rendah dibandingkan perannya dalam meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan perkapita. Ketiga atribut kesejahteraan sosial bersifat in-elastis/regresif terhadap pertumbuhan PDB. Hal ini sebagai akibat dari rendahnya pemerataan kesempatan kerjadan —* pendapatan yang belum menjangkau seluruh rumah tangga miskin sebagai konsekuensi davi belum meratanya pembangunan ekonomi. Kata Kunci: PDB (Produk Domestik Bruto), OLS (Ordinary Least Square) PENDAHULUAN pemerataan pembagian pendapatan masyarakat, meningkatkan hubungan ekonomi regional, dan mengusahakan pergeseran aktivitas ekonomi dari A. LatarBelakang Masalah . sektor primer yang berbasis pertanian menuju sektor Pembangunan ekonomi pada bakikatnya tersier yang berbasis jasa. Salah satu indikator yang merupakan serangkaian usaha dan kebijaksanaan digunakan untuk mengetahui perekonomian suatu yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup — negaraadalah Produk Domestik Bruto (PDB). masyarakat, memperluas kesempatan kerja, Pertumbuhan ekonomi dicerminkan dari