Anda di halaman 1dari 33

ANALISA PEMBEBANAN

Analisa pembebanan dilakukan berdasarkan peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung


berlantai banyak/gedung bertingkat.
I. Pembebanan Gravitasi Pada Arah Longitudinal
1. Beban Sendiri Portal Memanjang
Data-Data Konstruksi Yang Diguanakan
Ukuran Konstruksi
Dimensi
No
Lantai
Pjg (m)
Lbr (cm) t (cm)
I SATU
4
40
40
1 Kolom
4
25
40
2 Balok
12
3 Lantai
30
30
1
4 Keramik
5
5 Spesi
6 Mekanikal Elektrikal
7 Plafond + Penggantung
8 Beban Hidup
II
1
2
3
4
5
6

DUA
Kolom
Ring Balok
Mekanikal Elektrikal
Plafond + Penggantung
Beban Hidup
Beban Atap

4
4

2. Analisis Beban Sendiri Portal Memanjang


Pelat Lantai 2
Beban Mati (qDL)
4.00
Beban Atap
:
0.15
0.20
Ring Balok
:
x
4.00
ME
:
4.00
Plafond
:
Jadi beban qDL adalah

40
15

Berat Satuan
Kg/m2

Kg/m3
2400
2400
2400

24
21
10
18
250

40
20

2400
2400
10
18
100
50

x
x
x
x

50.00
2400.00
10.00
18.00

=
=
=
=
=

Beban Hidup (qLL)


= 100 Kg/m2
Lantai Atap Diambil Per-m2 adalah
0.60
4.00
. Jadi beban qLL :
x
x 100 =
Beban Terfaktor (Mu)
q2 = 1.2 qDL + 1.6 qLL
= 1.2 184.00 Kg/m'
+ 1.6 240.000 Kg/m'
604.80 Kg/m'
6.048 KN/m'
=
=

200.000
72.000
40.000
72.000
184.000

Kg/m'
Kg/m'
Kg/m'
Kg/m' +
Kg/m'

240.000 Kg/m'

Pelat Lantai 1
Beban Mati (qDL)
Keramik
:
Spesi
:
Plat Lantai
:
Balok
:
ME
:
Plafond
:
Jadi beban qDL adalah

1.00
5.00
0.12
0.25

x
x
x
x

Beban Hidup (qLL)


Lantai 1 Diambil Per-m2 adalah
4.00
. Jadi beban qLL :

4.00
4.00
4.00
0.40
4.00
4.00

=
x

x
x
x
x
x
x

24.00
21.00
2400.00
2400.00
10.00
18.00

Hasil dari pembebanan dan gambar pada portal arah Longitudinal.


Tabel. 1. Pembebanan pada arah longitudinal
Berat Lantai qx
Tinggi hx
No Lantai
(Kn/m')
2
7.50
6.048
1
1
4.00
40.240
2
Jumlah Total
11.50
46.288
Gambar. 1. Detail pembebanan arah longitudianal
q2

q1

q1

350 cm

400 cm

E
400 cm

F
400 cm

Gambar. 1.Detal pembebanan arah

96.000
420.000
1152.000
240.000
40.000
72.000
2020.000

250 Kg/m2
250 = 1000.000 Kg/m'

Beban Terfaktor (Mu)


q1 = 1.2 qDL + 1.6 qLL
= 1.2 2020.00 Kg/m'
+ 1.6 1000.000 Kg/m'
40.240 KN/m'
= 4024.00 Kg/m'
=

q2

=
=
=
=
=
=
=

Kg/m'
Kg/m'
Kg/m'
Kg/m'
Kg/m'
Kg/m' +
Kg/m'

Gambar. 1.Detal pembebanan arah


II. Pembebanan Gravitasi Pada Arah Transversal
1. Beban Sendiri Portal Melintang
Data-Data Konstruksi Yang Diguanakan
Ukuran Konstruksi
Dimensi
No
Lantai
Pjg (m)
Lbr (cm) t (cm)
I SATU
4
40
40
1 Kolom
4
25
40
2 Balok
12
3 Lantai
30
30
1
4 Keramik
5
5 Spesi
6 Mekanikal Elektrikal
7 Plafond + Penggantung
8 Beban Hidup
II
1
2
3
4
5
6

DUA
Kolom
Ring Balok
Mekanikal Elektrikal
Plafond + Penggantung
Beban Hidup
Beban Atap

4
4

40
15

Kg/m2

Kg/m3
2400
2400
2400

24
21
10
18
250

40
20

2400
2400
10
18
100
50

2. Analisis Beban Sendiri Portal Melintang


Pelat Lantai 2
Beban Mati (qDL)
4.00
Beban Atap
:
0.15
0.20
Ring Balok
:
x
4.00
ME
:
4.00
Plafond
:
Jadi beban qDL adalah
Beban Hidup (qLL)
Lantai Atap Diambil Per-m2 adalah
0.50
. Jadi beban qLL :

Berat Satuan

=
x

x
x
x
x

50.00
2400.00
10.00
18.00

100 Kg/m2
4.00
x

100

Beban Terfaktor (Mu)


q2 = 1.2 qDL + 1.6 qLL
= 1.2 384.00 Kg/m'
+ 1.6 200.000 Kg/m'
780.80 Kg/m'
7.808 KN/m'
=
=

=
=
=
=
=

200.000
72.000
40.000
72.000
384.000

200.000 Kg/m'

Kg/m'
Kg/m'
Kg/m'
Kg/m' +
Kg/m'

Pelat Lantai 1
Beban Mati (qDL)
Keramik
:
Spesi
:
Plat Lantai
:
Balok
:
ME
:
Plafond
:
Jadi beban qDL adalah

1.00
5.00
0.12
0.25

x
x
x
x

Beban Hidup (qLL)


Lantai 1 Diambil Per-m2 adalah
4.00
. Jadi beban qLL :

4.00
4.00
4.00
0.40
4.00
4.00

=
x

x
x
x
x
x
x

24.00
21.00
2400.00
2400.00
10.00
18.00

Hasil dari pembebanan dan gambar pada portal arah Transversal.


Tabel. 1. Pembebanan pada arah transvesal
Berat Lantai qx
Tinggi hx
No Lantai
(Kn/m')
2
7.50
7.808
1
1
4.00
40.240
2
Jumlah Total
11.50
48.048

Gambar. 1. Detail pembebanan arah transversal


q2

q1

q1

350 cm

400 cm

E
400 cm

96.000
420.000
1152.000
240.000
40.000
72.000
2020.000

250 Kg/m2
250 = 1000.00 Kg/m'

Beban Terfaktor (Mu)


q1 = 1.2 qDL + 1.6 qLL
= 1.2 2020.00 Kg/m'
+ 1.6 1000.00 Kg/m'
40.240 KN/m'
= 4024.00 Kg/m'
=

q2

=
=
=
=
=
=
=

F
400 cm

Gambar. 1.Detal pembebanan arah transversal

Kg/m'
Kg/m'
Kg/m'
Kg/m'
Kg/m'
Kg/m' +
Kg/m'

Gambar. 1.Detal pembebanan arah transversal


III. Pembebanan Pada Beban Gempa Arah Longitunal
1. Beban Gempa Portal Memanjang
- Data-Data Konstruksi Yang Diguanakan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jenis Struktur
Wilayah Peninjauan Gempa
Koefisien Reduksi
Fungsi Bangunan
Jenis Tanah
Faktor Keutamaan Struktur ( I )

No

Lantai

I
1
2
3
4
5
6
7
8

SATU
Kolom
Balok
Lantai
Keramik
Spesi
Mekanikal Elektrikal
Plafond + Penggantung
Beban Hidup

II
1
2
3
4
5
6

DUA
Kolom
Ring Balok
Mekanikal Elektrikal
Plafond + Penggantung
Beban Hidup
Beban Atap

:
:
:
:
:
:

Portal Beton Bertulang


Dua ( 2 )
0.5
Tanah Lunak
1.0

Ukuran Konstruksi
Dimensi
Pjg (m)
Lbr (cm) t (cm)
4
4

40
25

30

30

4
4

40
15

40
40
12
1
3

Berat Satuan
Kg/m2

Kg/m3
2400
2400
2400

24
21
10
18
250

40
20

2400
2400
10
18
100
50

6. Wilayah Gempa & Spektrum Respons


Berdasarkan Tabel 5. Pasal 4.7.2. SNI 1726 - 2002 nilai A0 adalah sebagai berikut :
Pasal 5 Percepatan puncak batuan dasar dan percepatan puncak muka tanah untuk masingmasing Wilayah Gempa Indonesia.
Wilayah
Gempa

Percepatan
Puncak Batuan
Dasar ('g')

Tanah Keras

Tanah Sedang

Tanah Lunak

Tanah Khusus

1
2
3
4
5
6

0.03
0.10
0.15
0.20
0.25
0.30

0.04
0.12
0.18
0.24
0.28
0.33

0.05
0.15
0.23
0.28
0.32
0.36

0.08
0.20
0.30
0.34
0.36
0.38

Diperlukan
evakuasi khusus
disetiap lokasi

Percepatan puncak muka tanah Ao (g)

7. Percepatan Respons Gempa


Dengan menetapkan percepatan respons maksimum ( Am ) dalam Pasal 4.7.6. SNI 1726 2002, maka :
Am

2.5

A0

dan waktu getar alami sudut Tc sebesar 0,5 detik, 0,6 detik dan 1,0 detik untuk jenis tanah
berturut-turut Tanah Keras, Tanah Sedang dan Tanah Lunak, maka dengan memperhatikan
Pasal 4.7.4 dan Pasal 4.7.5, Faktor Respons Gempa C ditentukan oleh persamaan - persam
aan sebagai berikut :
- Untuk T Tc :
Maka ,
C
= Am
- Untuk T > Tc :
Maka ,
C
= Ar
T
Dengan ; Ar = Am x Tc
Dalam Tabel 6, nilai-nilai Am dan Ar dicantumkan untuk masing-masing Wilayah Gempa
dan masing-masing jenis tanah.
Tabel 6 Spektrum respons gempa rencana.
Tanah Keras
Wilayah Gempa
Tc = 0,5 dtk
1
2
3
4
5
6

Tanah Sedang
Tc = 0,6 dtk

Tanah Keras
Tc = 1,0 dtk

Am

Ar

Am

Ar

Am

Ar

0.10
0.30
0.45
0.60
0.70
0.83

0.05
0.15
0.23
0.30
0.35
0.42

0.13
0.38
0.55
0.70
0.83
0.90

0.08
0.23
0.33
0.42
0.50
0.54

0.20
0.50
0.75
0.85
0.90
0.95

0.20
0.50
0.75
0.85
0.90
0.95

8. Sistem Rangka Pemikul Momen ( SRPM ) Portal Beton Bertulang


0.85
R
=

2. Analisis Beban Sendiri Portal Memanjang


1. Perhitungan Beban Struktur Portal Memanjang
Pelat Lantai 2
Beban Mati (qDL)
4.00 x
Beban Atap
:
Ring Balok Melintang 3 bh : 0.15 x 0.20 x
Ring Balok Memanjang 1bh : 0.15 x 0.20 x
Kolom 3bh
: 0.40 x 0.40 x
4.00 x
ME
:
4.00 x
Plafond
:
qDL
Beban Hidup ( qLL )
Atap Diambil Per-m2 adalah
qLL
q t = qDL + qLL
9876.0 Kg
=
+
= 13076.0 Kg

100 Kg/m2
= 4.00

8.00
4.00
10.5
3.00
8.0
8.0

x
x
x
x
x
x

8.00

8.00
8.00
8.00
4.00
8.00
3.00
8.00
8.00

x
x
x
x
x
x
x
x

8.00

50.00
2,400.00
2,400.00
2,400.00
10.00
18.00

=
=
=
=
=
=
=

1600.0
864.0
756.0
5760.0
320.0
576.0
9876.0

100

3200.0 Kg

24.00
21.00
2,400.00
2,400.00
2,400.00
2,400.00
10.00
18.00

=
=
=
=
=
=
=
=
=

Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg

3200.0 Kg

Beban Terfaktor ( W 2 )
W2

=
=
=

1.0 qt
1.0 x 13076.0 Kg
13076.0 Kg
= 130.760 KN

Pelat Lantai 1
Beban Mati (qDL)
Keramik
Spesi
Plat Lantai
Balok Melintang 3 bh
Balok Memanjang 1bh
Kolom 3bh
ME
Plafond
qDL

:
:
:
:
:
:
:
:

Beban Hidup ( qLL )


Lantai 1 Diambil Per-m2 adalah
qLL
q t = qDL + qLL
= 91040.0 Kg
+
= 99040.0 Kg

1.00
3.00
0.12
0.25
0.25
0.40

x
x
x
x
x
x

4.00
4.00
4.00
0.40
0.40
0.40
4.00
4.00

x
x
x
x
x
x
x
x

250 Kg/m2
= 4.00

8000.0 Kg

250

768.0
2016.0
76800.0
2880.0
1920.0
5760.0
320.0
576.0
91040.0

Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg

8000.0 Kg

Beban Terfaktor ( W 2 )
W2

=
=
=

1.0 qt
1.0 x 99040.0 Kg
99040.0 Kg
= 990.400 KN

Tabel. 2 Berat Struktur Perlantai


Tinggi hX
(m)

Lantai

2
8.00
1
4.00
(Jumlah Total)

Berat Lantai WX
(Kn)

WX.hX

(Kn
m)

130.76
990.40
1121.16

1046.08
3961.60
5007.68

2. Periode Natural / Waktu Geser Bangunan ( T )


Menurut SNI 1726 - 2002 Pasal 4.7.6
Untuk T TC
C = Am
Untuk T > TC
Jika Tc =

1 detik

C = Ar / T, Dimana Ar = Am x Tc
dimana ;

Am

=
=

2.5
2.5

A0
x 0.20

0.5

Pada arah merupakan SRPM beton, maka waktu geser, bangunan ( T ) adalah ;
0.060 H3/4
T
=
0.060
T
=
8 3/4
0.285 detik
T
=
Jika T TC , Maka Nilai C = Am
Jadi ;
C
= Am
0.50
C
=
Dimana C adaalah Spektrum Respon Gempa Rencana diambil berdasarkan Tabel.6.
SNI 1726 - 2002 Pasal 4.7.6.

3. Base Shear / Gaya Geser Horizontal Total Akibat Gempa


Rumusan ;
C . I . Wt
Maka ;
VB =
C . I . Wt
R
VB =
R
0.50
x 1.0 x
VB =
0.85
VB = 659.5059 Kg

1121.16

4. Gaya Lateral Equivalent Dan Gaya Geser Per Story Arah ( B-T )
Gaya Lateral Equivalent
Rumusan ;
(V B ) . W X . h X
FX =
WX . hX
Maka, Nilai Fx dihitung dengan menggunakan tabel dibawah ini ;
Tabel. 2.3.2.2 Nilai Fx ( Gaya Lateral Equivalen ) Dan Vx
Lantai

Tinggi hX Berat Lantai


WX (Kn)
(m)

2
8.00
1
4.00
(Jumlah Total)

130.76
990.40
1121.16

WX . hX
(Kn m)

VB (Kn)

FXi
(Kn)

VX
(Kn)

1046.08
3961.60
5007.68

659.51
659.51
1319.01

137.77
521.74
659.51

137.77
521.74
659.51

Maka gaya yang diakibatkan oleh beban gempa adalah ;

F2

q2

q2

q1

q1

350 cm

F1

400 cm

E
400 cm

F
400 cm

Gambar. 2. Detal pembebanan arah Longitudinal

IV. Pembebanan Pada Beban Gempa Arah Transversal


1. Beban Gempa Portal Melintang
- Data-Data Konstruksi Yang Diguanakan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jenis Struktur
Wilayah Peninjauan Gempa
Koefisien Reduksi
Fungsi Bangunan
Jenis Tanah
Faktor Keutamaan Struktur ( I )

No

Lantai

I
1
2
3
4
5
6
7
8

SATU
Kolom
Balok
Lantai
Keramik
Spesi
Mekanikal Elektrikal
Plafond + Penggantung
Beban Hidup

II
1
2
3
4
5
6

DUA
Kolom
Ring Balok
Mekanikal Elektrikal
Plafond + Penggantung
Beban Hidup
Beban Atap

:
:
:
:
:
:

Portal Beton Bertulang


Dua ( 2 )
0.5
Tanah Lunak
1.0

Ukuran Konstruksi
Dimensi
Pjg (m)
Lbr (cm) t (cm)
4
4

40
25

30

30

4
4

40
15

40
40
12
1
3

Berat Satuan
Kg/m2

Kg/m3
2400
2400
2400

24
21
10
18
250

40
20

2400
2400
10
18
100
50

6. Wilayah Gempa & Spektrum Respons


Berdasarkan Tabel 5. Pasal 4.7.2. SNI 1726 - 2002 nilai A0 adalah sebagai berikut :
Pasal 5 Percepatan puncak batuan dasar dan percepatan puncak muka tanah untuk masingmasing Wilayah Gempa Indonesia.
Wilayah
Gempa

Percepatan
Puncak Batuan
Dasar ('g')

Tanah Keras

Tanah Sedang

Tanah Lunak

Tanah Khusus

1
2
3
4
5
6

0.03
0.10
0.15
0.20
0.25
0.30

0.04
0.12
0.18
0.24
0.28
0.33

0.05
0.15
0.23
0.28
0.32
0.36

0.08
0.20
0.30
0.34
0.36
0.38

Diperlukan
evakuasi khusus
disetiap lokasi

Percepatan puncak muka tanah Ao (g)

7. Percepatan Respons Gempa


Dengan menetapkan percepatan respons maksimum ( Am ) dalam Pasal 4.7.6. SNI 1726 2002, maka :
Am

2.5

A0

dan waktu getar alami sudut Tc sebesar 0,5 detik, 0,6 detik dan 1,0 detik untuk jenis tanah
berturut-turut Tanah Keras, Tanah Sedang dan Tanah Lunak, maka dengan memperhatikan
Pasal 4.7.4 dan Pasal 4.7.5, Faktor Respons Gempa C ditentukan oleh persamaan - persam
aan sebagai berikut :
- Untuk T Tc :
Maka ,
C
= Am
- Untuk T > Tc :
Maka ,
C
= Ar
T
Dengan ; Ar = Am x Tc
Dalam Tabel 6, nilai-nilai Am dan Ar dicantumkan untuk masing-masing Wilayah Gempa
dan masing-masing jenis tanah.
Tabel 6 Spektrum respons gempa rencana.
Tanah Keras
Wilayah Gempa
Tc = 0,5 dtk
1
2
3
4
5
6

Tanah Sedang
Tc = 0,6 dtk

Tanah Keras
Tc = 1,0 dtk

Am

Ar

Am

Ar

Am

Ar

0.10
0.30
0.45
0.60
0.70
0.83

0.05
0.15
0.23
0.30
0.35
0.42

0.13
0.38
0.55
0.70
0.83
0.90

0.08
0.23
0.33
0.42
0.50
0.54

0.20
0.50
0.75
0.85
0.90
0.95

0.20
0.50
0.75
0.85
0.90
0.95

8. Sistem Rangka Pemikul Momen ( SRPM ) Portal Beton Bertulang


0.85
R
=

2. Analisis Beban Sendiri Portal Melintang


1. Perhitungan Beban Struktur Portal Melintang
Pelat Lantai 2
Beban Mati (qDL)
4.00 x
Beban Atap
:
Ring Balok Melintang 3 bh : 0.15 x 0.20 x
Ring Balok Memanjang 1bh : 0.15 x 0.20 x
Kolom 3bh
: 0.40 x 0.40 x
4.00 x
ME
:
4.00 x
Plafond
:
qDL
Beban Hidup ( qLL )
Atap Diambil Per-m2 adalah
qLL
q t = qDL + qLL
9876.0 Kg
=
+
= 13076.0 Kg

100 Kg/m2
= 4.00

8.00
4.00
10.5
3.00
8.0
8.0

x
x
x
x
x
x

8.00

8.00
8.00
8.00
4.00
8.0
3.00
8.00
8.00

x
x
x
x
x
x
x
x

8.00

50.00
2,400.00
2,400.00
2,400.00
10.00
18.00

=
=
=
=
=
=
=

1600.0
864.0
756.0
5760.0
320.0
576.0
9876.0

100

3200.0 Kg

24.00
21.00
2,400.00
2,400.00
2,400.00
2,400.00
10.00
18.00

=
=
=
=
=
=
=
=
=

Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg

3200.0 Kg

Beban Terfaktor ( W 2 )
W2

=
=
=

1.0 qt
1.0 x 13076.0 Kg
13076.0 Kg
= 130.760 KN

Pelat Lantai 1
Beban Mati (qDL)
Keramik
Spesi
Plat Lantai
Balok Melintang 3 bh
Balok Memanjang 1bh
Kolom 3bh
ME
Plafond
qDL

:
:
:
:
:
:
:
:

Beban Hidup ( qLL )


Lantai 1 Diambil Per-m2 adalah
qLL
q t = qDL + qLL
= 91040.0 Kg
+
= 99040.0 Kg

1.00
3.00
0.12
0.25
0.25
0.40

x
x
x
x
x
x

4.00
4.00
4.00
0.40
0.40
0.40
4.00
4.00

x
x
x
x
x
x
x
x

250 Kg/m2
= 4.00

8000.0 Kg

250

768.0
2016.0
76800.0
2880.0
1920.0
5760.0
320.0
576.0
91040.0

Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg

8000.0 Kg

Beban Terfaktor ( W 2 )
W2

=
=
=

1.0 qt
1.0 x 99040.0 Kg
99040.0 Kg
= 990.400 KN

Tabel. 2 Berat Struktur Perlantai


Tinggi hX
(m)

Lantai

2
8.00
1
4.00
(Jumlah Total)

Berat Lantai WX
(Kn)

WX.hX

(Kn
m)

130.76
990.40
1121.16

1046.08
3961.60
5007.68

2. Periode Natural / Waktu Geser Bangunan ( T )


Menurut SNI 1726 - 2002 Pasal 4.7.6
Untuk T TC
C = Am
Untuk T > TC
Jika Tc =

1 detik

C = Ar / T, Dimana Ar = Am x Tc
dimana ;

Am

=
=

2.5
2.5

A0
x 0.20

0.5

Pada arah merupakan SRPM beton, maka waktu geser, bangunan ( T ) adalah ;
0.060 H3/4
T
=
0.060
T
=
8 3/4
0.285 detik
T
=
Jika T TC , Maka Nilai C = Am
Jadi ;
C
= Am
0.50
C
=
Dimana C adaalah Spektrum Respon Gempa Rencana diambil berdasarkan Tabel.6.
SNI 1726 - 2002 Pasal 4.7.6.

3. Base Shear / Gaya Geser Horizontal Total Akibat Gempa


Rumusan ;
C . I . Wt
Maka ;
VB =
C . I . Wt
R
VB =
R
0.50
x 1.0 x
VB =
0.85
VB = 659.5059 Kg

1121.16

4. Gaya Lateral Equivalent Dan Gaya Geser Per Story Arah ( B-T )
Gaya Lateral Equivalent
Rumusan ;
(V B ) . W X . h X
FX =
WX . hX
Maka, Nilai Fx dihitung dengan menggunakan tabel dibawah ini ;
Tabel. 2.3.2.2 Nilai Fx ( Gaya Lateral Equivalen ) Dan Vx
Lantai

Tinggi hX Berat Lantai


WX (Kn)
(m)

2
8.00
1
4.00
(Jumlah Total)

130.76
990.40
1121.16

WX . hX
(Kn m)

VB (Kn)

FXi
(Kn)

VX
(Kn)

1046.08
3961.60
5007.68

659.51
659.51
1319.01

137.77
521.74
659.51

137.77
521.74
659.51

Maka gaya yang diakibatkan oleh beban gempa adalah ;

F2

q2

q2

q1

q1

350 cm

F1

400 cm

E
400 cm

F
400 cm

Gambar. 3. Detal pembebanan arah Transversal

0.10
0.30
0.45
0.60
0.70
0.83

0.05
0.15
0.23
0.30
0.35
0.42

0.13
0.38
0.55
0.70
0.83
0.90

0.08
0.23
0.33
0.42
0.50
0.54

0.20
0.50
0.75
0.85
0.90
0.95

0.20
0.50
0.75
0.85
0.90
0.95

0.10
0.30
0.45
0.60
0.70
0.83

0.05
0.15
0.23
0.30
0.35
0.42

0.13
0.38
0.55
0.70
0.83
0.90

0.08
0.23
0.33
0.42
0.50
0.54

0.20
0.50
0.75
0.85
0.90
0.95

0.20
0.50
0.75
0.85
0.90
0.95

ANALISA STRUKTUR V
PORTAL BERTINGKAT BANYAK
METODE TAKABEYA
P1 = 1,24 t

P1 = 1,24 t

P1 = 1,24 t

P1 = 1,24 t
q1 = 2,4 t/m'

35/65
P2 = 4,4 t

C'

F'

I
P2 = 4,4 t

P2 = 4,4 t

P2 = 4,4 t

3,5 m

30/30
q2 = 3,4 t/m'

35/65

B'

E'

35/35

4m

D
4m

4m

4m

8m

A'

D'

4m

4m

8m

4m

4m

8m

4m

8m

1). Menetukan Memen Frimer


~ Akibat Bebab Terbagi Rata :

~ Akibat Bebab Terpusat

Perhatikan Gambar
MFBE = MFEB
-

MFCF

MFFC

MF =

1
12

L2

q1

1
12

q2

1
12

MF =

1
8

P1

1
8

1.24

1.24

tm

P1

1
8

4.4

4.4

tm

12.8

tm

18.133 tm

MFEH

MFHE

=
=

18.133 +
22.533 TM

4.4

MFFI

MFIF

=
=

12.8
+
14.04 TM

1.24

2). Menetukan Jumlah Memen Frimer Pada Titik Kumpul


B

-22.53 tm

0.00

tm

0.00

tm

-14.04 tm

0.00

tm

0.00

tm

3). Menetukan kekakuan Balok dan Kolom


3

Inersia Balok ( Ib )

1
12

35

65

Inersia Kolom ( Ic )

1
12

35

35

Inersia Kolom ( Ic ) 1 =

1
12

30

30

125052.083 tm

Ib
L

800989.583
800

1001.237

Kb

Ic
L

125052.083
400

312.630

Kb

Ic1
L

67500
350

192.857

3
1000 cm

800989.583 tm

Kb

Ambil Nilai K =

: Sehingga,

67500

tm

Kb

1.001

Kc

0.313

Kc1 =

0.193

4). Menetukan : dan m (0)


: Jumlah kekauan pada masing - masing titik kumpul
B

2 x

0.313

0.193

2 x

0.193

1.001

2 x

1.001

1.001

2 x

1.001

1.001

0.332

BC =

KBC

0.419

CB =

KCB
=
c

0.193
2.388

0.228

FI

KFI

1.001

0.216

EH =

BE =

KBE

CF =

KCF
=
c

1.001
2.388

FC =

KFC

1.001

EB =

KEB

F
E

=
=

1.001
3.013

4.391
1.001
4.630

1.001

3.013

2.388

0.193

4.391

0.313

4.630

F
KEH
E

=
=

0.193
3.013

4.391
1.001
4.630

0.064

0.081

0.228

0.216

FE =

KFE

mB(0)

mE(0)

mC(0)

mF(0)

0.193
4.391

B
B
E
E
C
C
f
F

0.044

-22.53
3.013
0.000
4.630
-14.04
2.388
0.000
4.391

EF =

7.478

0.000

5.879

0.000

KEF
E

0.193

4.630

0.042

5). Pemberesan Momen


Jalur C, F, E, B
mC(1)

=
=
=

mC(0) +
5.879 +
5.2751

( - CF - mF(0) )
+
( - CB - mB(0) )
0.00
+
-0.6038

mF(1)

=
=
=

mF(0)
+
0.00
+
-1.3406

( - FC - mC(1) )
-1.34062
+

( - FE - mE(0) )
+
0.00
+
0.00

( - FI - mI(0) )

mE(1)

=
=
=

mE(0)
+
0.00
+
-1.6170

( - EF - mF(1) )
0.00000
+

( - EH - mH(0) )
+
0.00
+ -1.62

( - EB- mB(0) )

mB(1)

=
=
=

mB(0) +
7.4776 +
7.10135

( - BE - mE(0) )
( - BC - mC(0) )
+
0.00
+ -0.3762448

Lalu Pemberesan Momen dilanjutkan pada Portalnya

PENYELESAIAN MOMEN PERSIL ( Metode Takabeya )

(0)

5.87893

=
=

0
-0.60385

5.27508

=
=

0.5043181
-0.618627

5.76462

=
=

0.5222663
-0.617111

5.78409

=
=

0.5234313
-0.616899

5.78547

-1.25
7.6389

=
=

0.5236399
-0.616876

mC(5)

5.78570

mC
-0.419
-0.08

x
x

0.00
7.4776
(1)

mC
-0.419
-0.08

x
x

-1.20
7.6606
(2)

mC
-0.419
-0.08

x
x

-1.25
7.6418
(3)

mC
-0.419
-0.08

x
x

-1.25
7.6392
(4)

mC
x
x

-0.06

-0.419
-0.08

4
B

-0.228

-0.08

-0.419

-0.064
-0.332

-0.064
-0.332

-0.064
-0.332

-0.064
-0.332

-0.064
-0.332

-0.216

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x

mB(0)

7.4776

5.275
-1.57

=
=

-0.338
0.5205961

mE(1)

7.661

5.765
-1.60

=
=

-0.369
0.5331514

mE(2)

7.642

5.784
-1.60

=
=

-0.370
0.531764

mE(3)

7.639

5.785
-1.60

=
=

-0.370
0.531568

mE(4)

7.639

5.786
-1.60

=
=

-0.370
0.5315465

(5)

7.639

mE

6). Perhitungan Momen Akhir

(0)

0.00

=
=

-1.203
0

-1.20292

=
=

-1.315
0.068823

-1.24573

=
=

-1.319
0.0704828

-1.24851

=
=

-1.319
0.0702994

-1.24901

5.78570
-1.60

=
=

-1.319
0.0702735

mF(5)

-1.24908

mF
-0.228
-0.044

x
x

5.27508
0.00
(1)

mF
-0.228
-0.044

x
x

5.76462
-1.57
(2)

mF
-0.228
-0.044

x
x

5.78409
-1.60
(3)

mF
-0.228
-0.044

x
x

5.78547
-1.60
(4)

mF
-0.228
-0.044

3
-0.332

I
-0.04

x
x

-0.04

-0.042
-0.216

-0.042
-0.216

-0.042
-0.216

-0.042
-0.216

-0.042
-0.216

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x

mE(0)

0.00

-1.203
7.48

=
=

0.050
-1.616955

mE(1)

-1.567

-1.246
7.66

=
=

0.052
-1.656527

mE(2)

-1.605

-1.249
7.64

=
=

0.052
-1.652467

mE(3)

-1.600

-1.249
7.64

=
=

0.052
-1.651897

mE(4)

-1.600

-1.249
7.64

=
=

0.052
-1.651836

-1.600

(5)

mE

Titik B
MBE

MBC

MBA

=
=

MFBE
-22.53

+
+

KBE
1.001

(
(

2
2

MB
7.6389

+
+

ME
-1.600

)
)

-8.839 TM

=
=

MFBC
0.00

+
+

KBC
0.193

(
(

2
2

MB
7.6389

+
+

MC
5.7857

)
)

4.0622 TM

=
=

MFBA
0.00

+
+

KBA
0.313

(
(

2
2

MB
7.6389

+
+

MA
0.00

)
)

4.7763 TM
0.000 TM

=
=

MFEB
22.533

+
+

KEB
1.001

(
(

2
2

ME
-1.600

+
+

MB
7.6389

)
)

26.978 TM

=
=

MFEH
-22.53

+
+

KEH
1.001

(
(

2
2

ME
-1.600

+
+

MH
0.00

)
)

-25.74 TM

=
=

MFEF
0.00

+
+

KEF
0.193

(
(

2
2

ME
-1.600

+
+

MF
-1.249

)
)

-0.858 TM

=
=

MFED
0.00

+
+

KED
0.313

(
(

2
2

ME
-1.600

+
+

MD
0.00

)
)

-1.00 TM
-0.617 TM

=
=

MFFC
14.04

+
+

KFC
1.001

(
(

2
2

MF
-1.249

+
+

MC
5.7857

)
)

17.332 TM

=
=

MFFE
0.00

+
+

KFE
0.193

(
(

2
2

MF
-1.249

+
+

ME
-1.600

)
)

-0.79 TM

=
=

MFFI
-14.04

+
+

KFI
1.001

(
(

2
2

MF
-1.249

+
+

MI
0.00

)
)

-16.54 TM
0.000 TM

MFCF

KCF

MC

MF

Titik E
MEB

MEH

MEF

MED

Titik F
MFC

MFE

MFI

Titik C
MCF

MCB

=
=
=

-14.04
MFCB
0.00

+
+
+

1.001
KCB
0.193

(
(
(

2
2
2

5.7857
MC
5.7857

+
+
+

-1.249
MB
7.6389

)
)
)

=
=

MFIF
14.04

+
+

KIF
1.001

(
(

2
2

MI
0.000

+
+

MF
-1.25

=
=

MFHE
22.53

+
+

KHE
1.00

(
(

2
2

MH
0.00

+
+

=
=

MFAB
0.00

+
+

KAB
0.31

(
(

2
2

MA
0.00

=
=

MFDE
0.00

+
+

KDE
0.31

(
(

2
2

=
=

MFGH
0.00

+
+

KGH
0.31

(
(

2
2

-3.705 TM

3.7048 TM
0.000 TM

)
)

12.789 TM

ME
-1.60

)
)

20.932 TM

+
+

MB
7.64

)
)

2.388 TM

MD
0.00

+
+

ME
-1.60

)
)

-0.500 TM

MG
0.00

+
+

MH
0.00

)
)

0.000 TM

Titik I
MIF

Titik H
MHE

Titik A
MAB

Titik D
MDE

Titik G
MGH

Catatan;

Karena ada Hasil Momen akhir hasilnya tidak nol maka dilakukan koreksi berdasarkan
kekakuan masing - masing titik.

Titik E
MEB

26.978

MEH

-25.74

MEF

-0.86

MED

-1.00

1.001

1.001

1.001
+ 0.313

0.193

1.001

1.001

1.001
+ 0.313

0.193

1.001

1.001

0.193
+ 0.193

0.313

1.001

1.001

0.313
+ 0.313

0.193

0.617

27.224 TM

0.617

-25.49 TM

0.617

-0.81

TM

0.617

-0.92

TM

0.000 TM
Titik I
MIF

12.789

1.001
1.001

-12.79

0.000 TM

20.932

1.001
1.001

-20.93

0.000 TM

2.3881

0.313
0.313

-2.39

0.000 TM

-0.500

0.313
0.313

0.500

0.000 TM

0.000 TM

Titik H
MHE
Titik A
MAB
Titik D
MDE
Titik G
MGH