Anda di halaman 1dari 6

Tips Lolos Seleksi Beasiswa LPDP

POSTED BY TRI HANIFAWATI POSTED ON 11.21 WITH 869 COMMENTS

Education is a better safeguard for our dream.

Beasiswa LPDP ditujukan untuk program Magister dan Doktor dalam dan luar negeri, serta
program Tesis dan Disertasi dalam dan luar negeri. Beasiswa ini dibuka sepanjang tahun dan
biasanya diadakan seleksi wawancara secara bertahap. Tahun 2013 ini seleksi wawancara
diadakan bulan Juni-September. All about LPDP kamu bisa baca sendiri di website resminya
yaCHECK IT HERE!
Untuk program Magister dan Doktor ada 4 tahapan yang harus dilalui, yakni seleksi
administrasi, wawancara, ujian di universitas, dan pengayaan. Sedangkan untuk program
beasiswa Tesis dan Disertasi hanya melalui 2 tahap, yakni seleksi administrasi dan wawancara.
Seleksi Administrasi
Persyaratan administrasi antara lain sertifikat PBT-TOEFL minimal 500 untuk magister dan
550 untuk Doktor, Studi Plan, satu buah surat rekomendasi, CV (diisi online di website LPDP),
Essai, IPK minimal 3.00 untuk S2 dan 3.25 untuk S3, usia minimal 35 tahun untuk S2 dan 40
tahun untuk S3.
CV, diisi secara online di website LPDP. Yang harus diperhatikan adalah dokumendokumen pendukung untuk pengisian CV karena kita diminta untuk melampirkan scan ijazah,
study plan, essay, transkrip nilai, sertifikat TOEFL, dan surat rekomendasi. Semua dokument di
attach dalam bentuk pdf. Kemudian dalam pengisian CV ada dimana kita diminta menyebutkan
pengalaman training, seminar, etc dan kolom yang harus diisi salah satunya menyebutkan
tanggal pelaksanaan. So jika ada sertifikat akan lebih mudah melihat tanggal pelaksaannya.
Format CV sewaktu-waktu bisa berubah.
Studi plan berisi tentang pemaparan pengalaman riset/pekerjaan yang mendukung studi,
alasan pemilihan program studi, rencana tema penelitian dan rencana setelah studi. Tips untuk
beasiswa LPDP, dalam pembuatan research plan sebaiknya ditonjolkan kontribusi untuk
pembangunan Indonesia, atau yang outputnya dapat meningkatkan nilai tambah suatu produk
barang/jasa. Pemilihan prodi juga tidak harus linier, namun harus dipaparkan secara jelas dan
logis alasan pemilihan prodi tersebut sehingga dapat meyakinkan para reviewer bahwa pilihan
studi tersebut memang layak dengan basic pendidikan sebelumnya yang berbeda. Prodi
magister yang saya ambilpun tidak linier, latar belakang S1 saya Kimia sedangkan S2 saya
mengambil Magister Manajemen Agribisnis. Dan di wawancara study plan ini juga banyak
ditanyakan. So kuasai study plan kamu!
Essai yang dibuat sebaiknya linier dengan studi plan. Jika bingung mencari ide essai,
dikembangkan saja dari research plan. Fokuskan pada inti permasalahan dan berikan solusinya,

pastikan kita bisa berperan didalam solusi tersebut. Saya yakin ini akan menjadi point plus dari
essai dan studi plan yang kamu buat. Yang dokumennya bagus rata-rata saat wawancara juga
santai. Sepertinya memang sudah ada screening khusus bagi pelamar yang dokumennya bagus.
Jadi saat wawancara lebih banyak difokuskan untuk menggali bakat kepemimpinan pelamar.
Intinya kualitas dokumen terutama CV, study plan, dan essai sangat mendukung tahap
selanjutnya.
Di dalam essai ini saya lebih menonjolkan peran saya serta lembaga inkubator bisnis dan
teknologi dalam pembangunan ekonomi Indonesia khususnya di sektor agribsinis. Kajian ini
cukup strategis karena bisa dijadikan model pengembangan koridor ekonomi di beberapa
wilayah strategis sebagaimana telah diagendakan oleh Kemenkeu dalam draft MP3EI. Untuk ide
riset itu sendiri lebih banyak saya peroleh dari pengalaman di lapangan, artikel ilmiah, dan jurnal.
Tips untuk membuat essai juga hampir sama dengan studi plan, yakni tonjolkan peran kita untuk
menyelesaikan permasalahan pembangunan di Indonesia, diantaranya bisa diarahkan untuk
peningkatan daya saing/nilai tambah produk/jasa, menyelesaikan problematika masyarakat, atau
kontribusi untuk pengembangan IPTEK. Contoh essai disini.
Surat rekomendasi hanya diberikan oleh satu orang, diutamakan atasan yang dekat dan
tahu betul tentang kita. Bisa dosen bisa juga atasan di pekerjaan (bagi yang sudah bekerja).
Bagi yang belum bekerjapun bisa mendapat surat rekomendasi dari tokoh masyarakat di tempat
tinggalnya. Jadi, jangan sepelekan sekecil apapun aktivitas kita di masyarakat. Bagi yang masih
jadi menara gading di kampus masih ada kesempatan untuk membumi bersama masyarakat
(hehe....ini istilah saya untuk mahasiswa yang study oriented). Key point bahwa LPDP mencari
calon pemimpin masa depan Indonesia. So karakter-karakter kepemimpinan akan menjadi
special pointer dalam setiap tahapan seleksi. Format surat rekomendasi bisa didownload di
website LPDP.
Untuk yang lolos seleksi administrasi akan ada pemberitahuan resmi lewat email dari tim
LPDP. Begitupun untuk informasi tahap selanjutnya pemberitahuan resmi akan dilakukan lewat
email. So, setelah submit dokument, harus lebih intens buka email. Sebaiknya buatlah email
baru khusus untuk apply LPDP karena jika lolos seleksi, email tersebut akan digunakan sebagai
sarana komunikasi dengan LPDP dan seluruh awardee. Setiap tahapan LPDP ada milist-nya so,
agar info-info penting tidak terlewat sebaiknya gunakan email yang masih free. Dan sebaiknya
gunakan account gmail karena semua email LPDP menggunakan account gmail, selain
aksesnya mudah terutama untuk googlegroups, postingannya juga lebih rapih karena email dari
pengirim yang sama akan masuk ke dalam satu obrolan. Fitur terbaru saat ini, gmail mampu
memfilter secara otomatis antara individual email, miling list, social network, ataupun hanya
sekedar promo. Jadi email-email yang tidak penting akan terpilah secara otomatis.
Seleksi Wawancara
Ini tahap paling mendebarkan, karena biasanya tahapan paling menentukan dalam seleksi
beasiswa di tahap ini. Dan banyak yang gagal juga di tahap ini. Dari teman-teman seangkatan
saya yang melamar beasiswa LPDP kabarnya tidak sampai 50% yang lolos seleksi wawancara.
Bahkan banyak diantaranya yang sudah dapat LoA baik di Univ dalam ataupun luar negeri tidak
lolos seleksi wawancara. Jadi apa dong tipsnya?
Tips pra wawancara. Pertama, kuasai studi plan dan essai dan buatlah beberapa
alternatif pertanyaan yang menurutmu bakal ditanyakan penguji, try with your friends if

necessary. Kedua, pastikan jadwal wawancara kita dengan benar dan meskipun dapat jadwal
siang atau sore sebaiknya sudah ready sejak pagi karena pengalaman saya ikut seleksi
wawancara beasiswa jadwal selalu dimajukan dan pemberitahuan panitia selalu mendadak. Kalo
kita belum siap akan membuat kita panik dan nervous. Ketiga, saat hari H gunakan pakaian
terbaik berwarna cerah sehingga kita tampil PD.
Tips saat wawancara. Pertama, tetap tenang dont nervous, perbanyak dzikir dan doa
robithoh :). Saat masuk ruangan, jabat tangan para interviewer satu per satu secara urut. Kalo
yang interviewernya bapak-bapak saya hanya menangkupkan tangan di depan dada, insya Allah
beliau paham ^__^. Kalau grogi saat jabat tangan saja pasti ketahuan dari tangan yang dingin
atau gemetar. Dan entah gimana caranya, buatlah mereka tertarik dengan kita, hehe...yang ini
gampang-gampang susah. Kedua, saat berbicara dengan interviewer jangan sekali-kali
menunduk, tataplah mata mereka. Posisikan duduk kita serileks mungkin, gak tegang namun
gak banyak bergerak juga. Pokoknya serileks mungkin deh.
Wawancara saya berlangsung santai dan akrab sampai 45 menit berlalu tanpa terasa :0.
bahkan dipertengahan wawancara interviewer baru ingat bahwa saya belum memperkenalkan
diri. Kata psikolog yang mewawancara saya karena saking tertariknya dengan saya jadinya saat
masuk udah diajak ngobrol ngalor ngidul hehe...
Interviewernya ada 3 orang, 2 dosen ahli dan 1 psikolog. Masing-masing interviewer punya
pertanyaan khusus. Ada yang fokus bertanya tentang pribadi, study, dan pertanyaan umum.
Pertanyaan pribadi ini diajukan oleh psikolog, beliau bertugas untuk menggali potensi-potensi
sosial dan kepemimpinan calon penerima beasiswa. Pertanyaan yang diajukan seputar keluarga,
aktivitas organisasi, motivasi study, dll. 1 dosen ahli fokus menanyakan tentang studi plan,
terutama alasan pemilihan prodi saya yang tidak linier, hubungan dengan prodi sebelumnya?
Alasan lanjut study dan rencana setelah study? Saya juga diberikan sebuah studi kasus dan
diminta memberikan solusinya. Alhamdulillah semua bisa saya jawab dengan baik. Tips untuk
memberikan jawaban: jujur, sederhana, realistis, logis, dan aplikatif :). Interviewer ketiga
bertanya tentang pengetahuan umum. Saya ditanya tentang relevansi pancasila saat ini (nah
yang ini lucu karena saya lupa isi pancasila sampai ditertawakan interviewer dan disuruh
ngulang pelajaran SMP hehe...), tapi saya kasih alasan bahwa saya lupa karena memang saya
tidak menghafalnya tapi langsung mengamalkannya :D. Saya berapologi bahwa lebih penting
pengamalan daripada teori hehe..ini sebenarnya hanya bela diri aja karena saya lupa, tapi
jawaban saya malah didukung sama interviewer lain ^__^. Saya juga ditanya tentang NII, Syiah
VS Sunni, relevansi jika saat ini ideologi Indonesia diganti dengan Islam, diminta menganalisis
beberapa kerusuhan yang melibatkan SARA, dll. Mungkin karena jilbab saya gede kali ya jadi
pertanyaannya menguji keislaman saya apakah saya Islam ekstrimis atau moderat hehe...Untuk
interviewer ketiga ini saya jawab apa adanya karena memang saya tidak banyak tahu tentang
hal-hal yang ditanyakan tersebut. Akhirnya beliau yang membantu menjelaskan :).
Terakhir, selesai wawancara jangan lupa beri kata penutup minimal ucapan terimakasih
karena mereka sudah memberikan pengalaman berharga atas materi wawancara hari itu. Dan
sebelum keluar jabat tangannya lagi. Alokasi untuk wawancara sekitar 45 menit per orang,
meskipun ada yang kurang juga. Saya lupa cara penilaiannya, yang jelas nilai tertinggi diberikan
oleh psikolog yang tugasnya adalah menilai potensi kepemimpinan kita. Selesai deh
wawancaranya. Sampai tahap ini perkuat doa robithoh kita sambil bayangkan wajah-wajah para
interviewernya. Minta Allah melembutkan hati mereka agar memberikan rekomendasi beasiswa

untuk kita. Sebab keputusan kita lolos atau nggak dalam seleksi wawancara ada ditangan para
interviewer. Sebelum saya keluar ruangan, para interviewer juga menekankan bahwa ikhtiar kita
selanjutnya adalah doa.
Hasil wawancara akan diumumkan melalui email dan website. Yang mendapatkan email
tentu saja hanya yang lolos seleksi wawancara, yang tidak lolos seleksi hanya dapat melihat
hasil seleksi di website. Hasil seleksi saya keluar sekitar 2 pekan setelah wawancara meskipun
sempat molor beberapa hari karena mungkin tim LPDP sedang crowded. Yang sudah lolos
seleksi wawancara dan belum mendapatkan LoA mengikuti tahap selanjutnya yakni ujian di
universitas, sedangkan yang sudah mendapat LoA bisa langsung mendaftar pengayaan dengan
cara mengirimkan kembali LoA ke tim beasiswa.
Ujian Masuk Universitas
Sebagian penerima beasiswa LDPD ada yang sudah mendapat LoA berarti skip untuk
tahap ini karena sudah sebelumnya. Bagi yang belum memiliki LoA diberikan waktu 1 tahun
sejak dikeluarkannya SK untuk mendapatkan LoA. Yang mau pindah universitas juga boleh,
misalnya kita mau ganti univ ke luar negeri juga boleh. LPDP memberikan kebebasan untuk
memilih Universitas terbaik bagi yang sudah lolos seleksi wawancara meskipun pilihan Univ
tersebut tidak sesuai dengan yang kita submit saat pendaftaran. Jadi enaknya memang apply
beasiswa dulu baru daftar ke Universitas.
Yang belum dapat LoA biasanya ikut UM di Univ. Tiap Univ beda-beda syarat masuknya,
ada yang harus lolos ujian tulis dan wawancara dulu, ada yang ujian tulis saja, atau ada juga
yang hanya seleksi dokumen. Jadi jauh-jauh hari sebaiknya sudah disiapkan apa saja yang
dibutuhkan untuk masuk Univ yang kita tujun dan bagaimana mekanisme ujiannya. Yang paling
penting adalah kita perlu menyiapkan sertifikat TOEFL, TPA dan proposal penelitian (Tesis).
Pada tahapan ini jika kamu tidak lolos seleksi ujian di Univ maka beasiswapun gagal. Tapi
jangan khawatir, karena LPDP memberi kesempatan selama 1 tahun untuk mendapatkan
beasiswa, jadi bisa dicoba lagi UM di tahapan seleksi berikutnya sesuai kebijakan kampus yang
dituju. Atau ujian dialihkan di kampus lain yang masih membuka pendaftaran atau jika mau
pindah univ ke luar negeri juga bisa. Inilah istimewanya lagi beasiswa LPDP, asalkan sudah lolos
wawancara kita bebas memilih Univ tujuan asalkan sebelumnya belum punya LoA.
Tahap Terakhir Pengayaan
Ini sesi yang paling menguras pikiran, tenaga, emosi, kesabaran, etc deh campur aduk.
tapi seruu...bangets :D. katanya alumni-alumni pengayaan sebelumnya, ini adalah program yang
sangat berkesan tapi tidak untuk diulangi hehehe.... Agendanya ada seminar, akademi militer,
naik gunung, kesenian, lomba social competitive, nonton film, makan-makan, diskusi, foto-foto
hehe....etc. Pokoknya seru deh.

Mengapa harus ada program pengayaan? Key point-nya adalah untuk menyamakan visi
misi antara LPDP dengan awardee bahwa LPDP bertujuan untuk menyiapkan calon-calon
pemimpin masa depan Indonesia. Dalam kegiatan ini ditekankan bahwa mahasiswa yang kuliah
di luar negeri harus pulang ke Indonesia dan berkontribusi untuk Indonesia. Disini awardee juga
dipersaudarakan dan dibangun networking. Jadi hubungan yang kelak dibangun antara awardee
dengan tim LPDP adalah kekeluargaan. Kita adalah satu keluarga besar insan LPDP. So pola
komunikasi awardee dengan tim LPDP juga cukup simple dan mudah. Kita bebas konsultasi,
curhat, whatever lah tentunya dengan tetap memperhatikan etika komunikasi yang baik. Nah
lagi-lagi ini juga istimewanya LPDP. Semoga nuansa kekeluargaan ini tetap dipertahankan
sampai jikapun LPDP telah mencapai target 10.000 awardee/tahun.
Program pengayaan ini dilaksanakan selama 10 hari dan merupakan program wajib.
Beberapa kali dilaksanakan di Jakarta dengan biaya transport PP ditanggung oleh peserta,
LPDP hanya memfasilitasi biaya akomodasi selama pelatihan. Syarat mengikuti program
pengayaan adalah telah lolos seleksi wawancara dan telah memiliki LoA, namun kebijakan baru
yang belum punya LoA-pun bisa mengikuti program pengayaan. Undangan pengayaan akan
dikirimkan secara resmi oleh tim LPDP melalui email. Program pengayaan ini dilakukan secara
bertahap dan kuotanya terbatas. Meskipun sudah memiliki LoA, program ini tetap diprioritaskan
bagi calon penerima beasiswa yang jadwal kuliahnya mendesak. Jadi kita harus bersabar
menunggu antrian undangan pengayaan karena LPDP menerapkan sistem skala prioritas.
Apakah program pengayaan ada sistem gugur? Ya karena masih merupakan proses seleksi.
Sistem gugur dikenakan kepada peserta yang tidak mengikuti pengayaan dan peserta yang
dinilai tidak memiliki integritas. Seperti apa penilaian integritas itu sayapun kurang paham, yang
jelas ada tim yang bertugas memberi penilaian selama PK. So persiapkan fisik, mental, serta
pikiran, dan selama PK tunjukkan bahwa kamu memang pantas menjadi pemimpin.
Jika gagal PK apakah masih bisa mendaftar? Inilah uniknya LPDP. Jika sudah gagal di tahap PK
maka selamanya tidak bisa mendaftar lagi karena sudah diblacklist. Sedangkan jika gagal di
seleksi administrasi bisa langsung mendaftar lagi dan jika gagal seleksi wawancara harus
menunggu minimal 1 tahun lagi untuk bisa mendaftar. Saya kira ini bukan untuk mempersulit
calon awardee tapi menunjukkan bahwa LPDP memang komitmen hanya akan menjaring putraputri terbaik Indonesia sebagai awardeenya.
Sudah dapat kan gambaran gimana caranya supaya lolos seleksi beasiswa LPDP. Saya
selalu mengatakan bahwa rezeki itu Allah yang mengatur. Jadi untuk memperoleh beasiswa itu
perlu diraih dengan ikhtiar vertikal dan horizontal :). Meminta restu dan doa orang tua,

bahagiakan orang tua, memperbanyak sedekah, dan optimalkan ikhtiar untuk memenuhi syarat
lainnya (TOEFL, IPK, dll). Semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga Allah memudahkan
semua
urusan
kita.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Informasi lain mengenai kebijakan terbaru seleksi LPDP silahkan diakses di website
resmi LPDPmengingat ada beberapa kebijakan seleksi yang berubah antara lain adanya seleksi
FDG dalam tahapan seleksi dimana di masa saya seleksi tahapan itu belum ada. Kemudian
meskipun pendaftaran dibuka sepanjang tahun namun proses seleksi hanya dilakukan 4 kali
dalam setahun yakni bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Jadi bagi calon awardee
bisa mempersiapkan lebih matang mau mengikuti seleksi bulan apa. Artinya jika ingin mengikuti
seleksi bulan Maret maka submit persyaratan dokumen harus dilakukan sebelum bulan Maret
dan seterusnya. Waktu seleksi penting untuk jadi pertimbangan agar tidak berbenturan dengan
jadwal perdana kuliah mengingat LPDP tidak membiayai mahasiswa on going.

Anda mungkin juga menyukai