Anda di halaman 1dari 19

Anak Laki-laki dengan Kaki

Kanan yang Tidak dapat


Digerakan
Cahyo aji Raharjo
102011144

Anamnesis
Identitas pasien
Riwayat penyakit
sekarang
Ada kaku, kapan?
Ada mual, muntah,
diare, dll

Riwayat penyakit
dahulu
Pernah dirawat.
Riwayat trauma
Penyakit kronis

Riwayat kehamilan
Normal/tidak

Riwayat imunisasi
Imunisasi lengkap (BCG,
DPT, Polio, campak,
hepatitis B)

Lain-lain
Obat-obatan
Alergi
Keluarga dan sosial

Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda Vital
Inspeksi Tengorokan
Pemeriksaan neurologis
Kelemahan otot
Motorik
Refleks
Rangsangan meningeal

Pemeriksaan Penujang
Darah lengkap
Isolasi virus
Tinja
Apus tengorok
Cairan Serbrospinal

Serologi

Diagnosis Kerja
Poliomielitis
Penyakit virus akut
Enterovirus
Susunan saraf : kornu
aneterio medula spinalis
dan nucleus batang otak
Fecal - oral

Diagnosis Banding
Sindrom Guillain-Barre1
Polineuropati pascainfeksi
Dimielinisasi saraf
motorik/sensoris
Paralisi diserati virus
nonspesfik
Biasanya Infeksi saluran
cerna
Kelemahan asenden

Miastenia Gravis
Kelainan autoimun saraf
perifer
Terbetuk antibodi terhadap
reseptor pascasinaptik
asetilkolin.
MG klasik: onset akut
ptosis, diplopia,
oftalmoplegia, kelemahan.
Bisa mengancam jiwa.

Diagnosis Banding
Hipokalemi Periodik Paralisis
Bisanya pada alkalosis akut,
terapi insulin. (karena
penuruna kadar kalium
serum)
Manifestasinya: ileus,
kelemahan otot, paralisi
arefleksi.

Polimiositis
Inflamasi miopati
Pada usia >18 th
Penyakit subakut orang
dewasa.
Tidak terdapat: rash,
keterlibatan otor ekstra
okuler dan otot fasialis,
penyakit neuromuskular,
distrofi otot.

Etiologi
Virus polio => Genus Entero virus => famili
Picornaviridae.
Tipe 1 (Brunhilde) ++
Tipe 2 (Lansing)
Tipe 3 (Leon)

Penularan Fecal-oral.
Ketidak bersihan lingkungan

Epidemiologi

Entero virus tersebar seluruh dunia


Lebih mudah dari manusia ke manusia
Lebih sering pada bayi
Status sosial ekonomi rendah = Kebersihan

Patologifisologi

5-7 hari

1-2 minggu

6-8 minggu setelah awitan

Patologifisologi
Infeksi sistem saraf
pusat
medula spinalis, medula
oblongata, pons, dan otak
tengah

Perubahan sitoplama
inisial dikuti perubahan
nukleus
Infiltrat periseluler sel
polimormfonuklear dan
mono nuklear
Gambaran kerusakan
dengan neuronofagositosis
dan hhilanya sel nekrotik

Manifestasi Klinik
Polimiolitis Abortif
Demam singkat
Malsise anoreksia, mual,
muntah nyeri kepala,
tengorokan.
Batuk, esksudat faring
Demam < 39,5C
Faring tidak berubah
walaupun nyeri

Poliomielitis nonparalitik
Nyeri kepala, mual, muntah
hebat.
Nyeri dan kaku otot leher
posteroi.
Mengalami fase jedah (bebas
gejala) pada fase pertama dan
kedua (sakit sistem saraf
sentral dan mayor.
Kaku kuduk spinal.
Perubahan refleks bisa
betamabah/berkurang pada
12-24 jam

Manifestasi Klinik
Poliomielitis paralitik
Gejala bisa hilang beberapa
hari
Paralisis kandung kemih,
Atonis usus besar bs ileus
paralitikus.
Paralisis flaksid tanda jelas.

Lain-lain
Spinal murni
Paralisis otot pernafasan

Bulber murni
Paralisis nukleus saraf kranial
(9, 10, 12)

Bulbospinsal
Menyerang otot-otot
pernafasan bersama dg
bulber

Penatalaksanaan
Dasarnnya menghlilangkan ketakutan, Meminimalisir deformitas skelet, mencegah komplikasi

Poliomielitis abortif

Poliomielitis non paralitik

Analgetik, sedatif, diet menarik


dan tirah baring.
Pemeriksaan
neuromuskukloskeletal 2
bulan kemudian

Pengurangan rasa sakit yang


terindikasi
Analgesik + kompres
Pemeriksaan 2 bulan sesudah
penyembuhan

Poliomielitis Paralitik

Poliomielitis Bulber

Pemeliharaan jalur nafas


Keseimbang cairan

Rawat inap
Penanganan deformitas
Obat gol opoid dan sedatif
Pemberian cairan yg relative
tinggi

Prognosis
Mortalitas dan kecacatan lebih besar pada
umur pubertas.
Semakin besar paralisis 10 hari pertama makin
besar cacat
Penyembuhan fungsional tergantung terapi
dan motivasi psikologis

Pencegahan
Vaksinasi polio
Vaksin polio tidak aktif
Vaksin polio oral

Penjagaan kebersihan

Komplikasi

Infeksi traktus urinarius


Pneunimia
Miokaditis
Ilesus paralitik
Dilatasi gaster
Gagal nafas => kelumpuhan otot

Kesimpulan
Anak laki-laki berusia 7 tahun dengan kaki
kanan tidak dapat digerakan mengalami
poliomielitis.