Anda di halaman 1dari 66

PENGETAHUAN DASAR PERBANKAN SYARIAH

PROGRAM EDUKASI PERBANKAN SYARIAH

Assalamualaikum Wr. Wb,.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

AGENDA HARI KE-2

7. Mekanisme Operasional & Produk Dana


Jasa Perbankan Syariah
8. Profit Distribusi Bagi Hasil
9. Produk Pembiayaan Perbankan Syariah

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

BAB VII

PRODUK PEMBIAYAAN
PERBANKAN SYARIAH

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

RUANG LINGKUP PRODUK PEMBIAYAAN


Prinsip Jual Beli
Untuk Memiliki Barang

Prinsip Sewa
Untuk Mendapatkan Jasa

PRODUK
PENYALURAN
DANA

Prinsip Bagi Hasil Untuk


Kerjasama Bisnis/ Usaha

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

LANDASAN PRODUK PEMBIAYAAN (FIQH & OPERASIONAL)


KEBIJAKAN INTERNAL SYARIAH
Kebijakan Umum Pembiayaan
Sistem dan Prosedur Pembiayaan
Pedoman Produk Pembiayaan

REGULASI
UU Perbankan 21/2008
PBI :
- No.9/19/PBI/2007
(Pelaks. Prinsip Syariah)
- No.9/9/PBI/2007 (KAP)
- No.8/13/PBI/2005
(BMPK)
- SE BI 8/19/DPbs

PRODUK
PEMBIAYAAN
BANK SYARIAH

KETENTUAN/ATURAN FIQIH

Fatwa Dewan
Syariah Nasional
Majelis Ulama
Indonesia

(Pedoman Pengawasan DPS)

PELAPORAN dan AKUNTANSI


Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah
Indonesia (PAPSI) 2003
LHBUS, LBBUS
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

TRANSAKSI or PEMBIAYAAN
UU No.21, 2008. Definisi Pembiayaan:
Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan
dengan itu berupa:
1. transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;
2. transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam
bentuk ijarah muntahiya bittamlik;
3. transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan
istishna;
4. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; dan
transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi
multijasa berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank
Syariah dan/atau UUS dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang
dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana
tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujrah, tanpa
imbalan, atau bagi hasil.
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

JENIS-JENIS AKAD DALAM PEMBIAYAAN


(sesuai fatwa DSN, kodifikasi produk : BI 2008)
AKAD

JUAL BELI

PRODUK

MURABAHAH

-KONSUMER (KPR,KPM,MULTI GUNA)


-KOMERSIL (INVESTASI)

SALAM

KOMERSIL PERTANIAN

ISTISHNA

-KOMERSIL KONSTRUKSI/MANUFACTUR

MUDHARABAH

BAGI HASIL

MUSYARAKAH

MODAL KERJA USAHA


MULTI JASA (UMROH, PENDIDIKAN, DLL)

IJARAH

SEWA
IMBT

PENYEWAAN BARANG TANPA DIAKHIRI KEPEMILIKAN


PENYEWAAN BARANG DIAKHIRI KEPEMILIKAN

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

PEMBIAYAAN AKAD MURABAHAH


Definisi

Transaksi jual beli suatu barang sebesar harga


perolehan barang ditambah dengan margin
yang disepakati oleh para pihak, dimana
penjual menginformasikan terlebih dahulu
harga perolehan kepada pembeli

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

SKEMA MURABAHAH
1. Negosiasi & Persyaratan

BANK

NASABAH
2. Akad Jual Beli

6. Bayar Kewajiban

5. Terima Barang &


Dokumen

3. Beli Barang
4. Kirim Barang

PEMASOK
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

KETENTUAN MURABAHAH

UANG MUKA
(13/DSN-MUI/IX/2000)

1. Boleh meminta uang mukakepada nasabah, besarnya


sesuai kesepakatan
2. Bank dapat meminta uang mukapembelian (urbun)
kepada nasabah setelah akad murabahah disepakati.
Dalam murabahah, uang muka harus dibayar oleh
nasabah kepada bank, bukan kepada pemasok.
3. Uang muka menjadi bagian pelunasan piutang
murabahah apabila murabahah jadi dilaksanakan (tidak
diperkenankan sebagai pembayaran angsuran).
4. Jika nasabah membatalkan akad=> nasabah harus
memberikan ganti rugi kepada Bankdari uang muka
tersebut.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

10

KETENTUAN MURABAHAH

DISCOUNT
(16/DSN-MUI/IX/2000

1. Discount dari pemasok / supplierpada prinsipnya adalah


milik nasabah / pembeli.
2. Discount diterima sebelum akad: mengurangi harga
pokok barang.
3. Discount diterima setelah akad: di bagisesuai
kesepakatan (dicantumkan dalam akad).
4. Discount ( potongan tagihan murabahah) dapat diberikan
untuk pelunasan awal, pembayaran tepat waktuatau
nasabah
mengalami
penurunan
kemampuanpembayaran.
5. Besarnya discount (potongan tagihan murabahah)
merupakan kebijakan bank syariah(tidak harus sama
dengan margin yang belum diterima).
6. Tidakboleh diperjanjikan di awal.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan


masyarakat

11

KETENTUAN MURABAHAH
Hutang Murabahah (hutang nasabah)
Secara prinsip, penyelesaian hutang tidak ada kaitannya
dengan transaksi lain.

Hutang
Murabahah
(Fatwa DSN : 04/DSNMUI/IV/2000)

Jika nasabah menjual barang :


sebelum masa angsuran berakhir => ia tidak wajib segera
melunasi seluruhnya
menyebabkan kerugian => tetap harus menyelesaikan
hutangnya sesuai kesepakatan awal.
tidak boleh memperlambat pembayaran angsuran atau
meminta kerugian itu diperhitungkan

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

12

KETENTUAN MURABAHAH

DENDA
(17/DSN-MUI/IX/2000)

1. Denda boleh dikenakan jika nasabah MAMPUtetapi


TIDAK MAUmembayar.(Nasabah yang tidak mampu
membayar disebabkan force majeur, tidak boleh
dikenakan denda).
2. Denda didasarkan pada prinsip tazir yaitu
bertujuan agar nasabah disiplin.
3. Besarnya DENDA sesuai KESEPAKATAN diawal akad.
4. Jumlah DENDA dalam bentuk NOMINAL.
5. Dana DENDA digunakan sebagai DANA SOSIAL.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

13

KETENTUAN MURABAHAH

GANTI RUGI

(43/DSN-MUI/VIII/2004)

Hanya boleh dikenakan atas pihak yang dengan sengaja atau karena kelalaian
melakukansesuatu yang menyimpang dari ketentuan akad dan menimbulkan
kerugian padapihak lain.
Kerugian yang dapat dikenakan Tawidh => adalah kerugian riil yang
dapatdiperhitungkan dengan jelas.
Kerugian riil => biaya-biaya riil yang dikeluarkan oleh LKS dalam rangka
penagihanhak yang seharusnya dibayarkan.
Besar tawidh => sesuai dengan nilai kerugian riil (real/loss) yang pasti dialami
(fixedcost) dalam transaksi tersebut dan bukan kerugian yang diperkirankan
akan terjadi(potensitial loss) karena adanya peluang yang hilang (opportunity
loss/al-furshah al-dha-Iah).
Hanya boleh dikenakan pada transaksi (akad) yang menimbulkan utang
piutang(dyain), yang pembayarannya dilakukan tidak secara tunai.
Dalam akad mudharabah dan musyarakah=> hanya boleh dikenakan oleh
shahibul maalatau salah satu pihak dalam musyarakah apabila bagian
keuntungannya sudah jelastetapi tidak dibayarkan.
Ganti rugi yang diterima=> dapat diakui sebagai hak (pendapatan)bagi hak
yangmenerimanya.
Jumlah ganti rugi besarnya harus tetap sesuai dengan kerugian riil dan tata
carapembayarannya tergantung kesepakatan para pihak.
Besarnya ganti rugi ini tidak boleh dicantumkan dalam akad.
Pihak yang cedera janji bertanggung jawab atas biaya perkara dan biaya lainnya
yang timbulakibat proses penyelesaian perkara.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

14

KETENTUAN MURABAHAH
Ketentuan Penyelesaian Piutang Murabahah:LKS ( Bank) boleh
melakukan penyelesaian murabahahbagi nasabah yang tidak bisa
menyelesaikan/melunasi pembiayaannyasesuai jumlah dan waktu
yang telah disepakati, dengan ketentuan:

PENYELESAIAN
PIUTANG MURABAHAH
(47/DSN-MUI/II/2005)

1.

2.

Obyek murabahah dan atau jaminan lainnya dijual olehnasabah


kepada atau melalui LKS(Bank) dengan hargapasaryang
disepakati;
Nasabah melunasi sisa hutangnyakepada LKS(Bank)dari hasil
penjualan;

Apabila hasil penjualan melebihi sisa hutang maka LKS(Bank)


mengembalikan sisanya kepada nasabah;

Apabila hasil penjualan lebih kecil dari sisa hutang maka sisa
hutang tetap menjadi hutang nasabah;

Apabila nasabah tidak mampu membayar sisa


hutangnya,maka LKS(Bank) dapat membebaskannya.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

15

KETENTUAN MURABAHAH

PENJADWALAN
KEMBALI TAGIHAN
MURABAHAH
(48/DSN-MUI/II/2005)

Ketentuan Penjadwalan Kembali Tagihan Murabahah :


LKS (Bank) boleh melakukan penjadwalan kembali
(rescheduling) tagihan murabahah bagi nasabah yang tidak
bisa menyelesaikan/melunasi pembiayaannya sesuai jumlah
danwaktu yang telah disepakatidengan ketentuan:
1. Tidak menambah jumlah tagihan yang tersisa.
2. Pembebanan biayadalam proses penjadualan kembali
adalah biaya riil.
3. Perpanjangan masa pembayaranharus berdasarkan
kesepakatan kedua belah pihak.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

16

KETENTUAN MURABAHAH

KONVERSI AKAD
(49/DSN-MUI/II/2005)

Ketentuan Konversi Akad : LKS (Bank ) boleh melakukan konversi


dengan membuat akad (akad baru)bagi nasabah yang tidak
bisamenyelesaikan / melunasi pembiayaan murabahahnya sesuai
jumlah dan waktu yangtelahdisepakati, tetapi ia masih prospektif,
dengan ketentuan:
1. Akad murabahah dihentikandengan cara:
Obyek murabahah dijual oleh nasabah kepada LKS(Bank)
dengan harga pasar.
Nasabah melunasi sisa hutangnya kepada LKSdari hasil
penjualan.
2. Apabila hasil penjualan melebihi sisa hutang maka kelebihan itu
dapat dijadikan uang muka untuk akad ijarah atau bagianmodal
dari mudharabah dan musyarakah.
3. Apabila hasil penjualan lebih kecil dari sisa hutang maka sisa
hutang tetap menjadi hutang nasabah yang cara pelunasannya
disepakati antara LKS dan nasabah
4. LKS dan nasabah eks-murabahah tersebut dapat membuat akad
baru dengan akad IMBT,Mudharabah, Musyarakah sesuai
ketentuan yang berlaku.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

17

KETENTUAN MURABAHAH

OBJEK MATERIAL
PENGAWASAN
MURABAHAH
(BI : 2008)

Pengujian Substantif :
1. Memastikan barang yang diperjual belikan tidak diharamkan oleh
syariah Islam.
2. Memastikan bank menjual barang tersebut kepada nasabah
dengan harga jual senilai harga beli di tambah margin. Dalam
hal nasabah membiayai sebahagian dari harga barang tersebut,
maka akan mengurangi tagihan bank kepada nasabah.
3. Meneliti apakah akad wakalah telah dibuat oleh bank
secaraterpisah dari akad murabahah apabila bank hendak
mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang tersebut
dari pihak ke tiga. Akad jual beli murabahah harus dilakukan
setelah barang secara prinsip menjadi milik bank yang dibuktikan
dengan faktur atau kwitansi jual beli yang dapat
dipertanggungjawabkan.
4. Meneliti pembiayaan berdasarkan prinsip murabahah dilakukan
setelah adanya permohonan nasabah dan perjanjian pembelian
suatu barang atau asset kepada bank

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

18

CONTOH PERHITUNGAN MURABAHAH


Bank Syariah melakukan Transaksi jual beli Mobil Avanza dg harga pokok sbb :

Harga Mobil
Diskon (sblm akad) 10%

Rp. 120.000.000,Rp. 12.000.000,-(-)


Rp. 108.000.000,-

Beban lain yang dikeluarkan


Harga Pokok Barang

Rp. 2.000.000,-(+)
Rp. 110.000.000,-

Nasabah memberikan uang muka 20 juta


Pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 3 tahun
Bank Syariah mengharapkan keuntungan setara 10% p.a

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

19

PEMBIAYAAN AKAD MURABAHAH


PERHITUNGAN BANK
Harga Mobil
Uang muka Nasabah
Biaya Bank

=
=
=

110,000,000
20,000,000
90,000,000

Marjin Keuntungan Bank

=
27,000,000
(90,000,000 x 10% x 3)

FASILITAS PEMBIAYAAN MURABAHAH


Harga Beli Mobil
Marjin Keuntungan Bank
Harga Jual Bank

=
=
=

110,000,000
27,000,000
137,000,000

Uang Muka Nasabah


Sisa Angsuran
Angsuran per Bulan

=
=
=

20,000,000
117,000,000
3,250,000
(117,000,000 : 36)
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

20

PEMBIAYAAN AKAD SALAM


Definisi

adalah akad jual beli muslam fiih (barang


pesanan) dengan penangguhan pengiriman oleh
muslam ilaihi (penjual) dan pelunasannya
dilakukan segera sebelum muslam fiih diterima
sesuai dengan syarat-syarat tertentu

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

21

Skema Transaksi Salam Paralel (Teknis Perbankan)


3. Negosiasi & persyaratan

1. Negosiasi & persyaratan

4. Akad Jual Beli/pemesanan


(pembayaran 100% harga barang

2. Akad Jual Beli/pemesanan


(pembayaran 100% harga barang

Penjual

5. Melakukan
pengadaan barang
(membuat)

Bank
(Penjual/pembeli)

6. Panen

7. Kirim barang & dokumen

Pembeli

8. Kirim barang
& dokumen

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

22

SALAM PARALEL
(Yang sering terjadi dalam praktek Perbankan)

NASABAH
5

BANK

SUPPLIER

2
4

1. Nasabah (petani) meminta pembiayaan produksi kepada Bank


2. Bank membayar barang yang akan diproduksi nasabah dan
dihantarkan pada suatu waktu dimuka
3. Bank mencari pembeli barang yang akan diproduksi
4. Pembeli membayar barang kepada Bank
5. Pada waktu yang diperjanjikan nasabah menghantar barang
kepada pembeli

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

23

APLIKASI dalam PERBANKAN


(yang umum terjadi)

Salam biasanya diaplikasikan pada


pembiayaan untuk petani dengan jangka waktu
yang relatif pendek,yaitu 26 bulan.

Karena yang dibeli oleh Bank adalah barang


(padi,jagung,cabe,dsb) dan tidak berniat untuk
menjadikannya inventory, maka dilakukan akad
salam kepada pembeli kedua, seperti
bulog,pedagang pasar induk dan sebagainya.

Karena itu dalam Perbankan Islam dikenal apa


yang disebut dengan Paralel Salam.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

24

TRANSAKSI SALAM
RUKUN
1.Penjual (BaI)
2.Pembeli (Musytari)
3.Obyek/Barang (Mabi)
4.Harga (Tsaman)
5.Ijab Qabul / serah terima (Shigat)
SYARAT
1. Barang yang dibeli jelas kriterianya, ukuran, jumlah dan sifat-sifatnya
2. Penjual & pembeli harus saling ridho
3. Penjual & pembeli mempunyai kekuasaan & cakap hukum
4. Pembeli harus membayar 100% harga barang di muka (pada saat akad)
5. Penghantaran barang dilakukan kemudian sesuai dengan jadual yg
disepakati
6. Barang yang dibeli halal
7. Dalam Salam paralel, salam 1 (pembeli dgn bank) dan salam 2 (bank dgn
nasabah terpisah)
8. Umumnya digunakan untuk pemesanan komoditi pertanian yg harus
ditanam dulu
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

25

PERBEDAAN JUAL BELI SALAM & IJON


JUAL BELI SALAM

IJON

Salam
mengukur Dalam Ijon barang dibeli tidak
barang pada ukuran menurut
ukuran
dan
dan timbangannya.
timbangannya yang asli
Contoh Salam :
Pembeli
membeli
padi sebanyak satu
ton padi dari petani
yang diantar pada
waktu panen

Contoh Ijon :
Pembeli membeli beras yang
saat itu masih belum dipanen
sebanyak satu hektar dan
dihantar pada saat panen.
Terdapat spekulasi disini yang
akan merugikan salah satu
fihak

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

26

ISTISHNA
Definisi

adalah jual beli barang dalam bentuk


pemesanan pembuatan barang dengan kriteria
dan persyaratan tertentu yang disepakati
dengan
pembayaran
sesuai
dengan
kesepakatan.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

27

Skema Transaksi Istishna Paralel (Teknis Perbankan)


3. Negosiasi & persyaratan

1. Negosiasi & persyaratan

4. Akad Jual Beli/pemesanan


(pembayaran uang muka*)

2. Akad Jual Beli/pemesanan


(pembayaran uang muka*)

Penjual

5. Melakukan pengadaan
barang (membuat)

Bank
(Penjual/pembeli)

6. Barang Jadi

7. Kirim barang
& dokumen *

Pembeli

8. Kirim barang
& dokumen *

* : cara pembayaran fleksibel (di muka, bertahap atau diakhir ), cara penghantaran juga fleksibel (bertahap sesuai progress/di akhir
seluruhnya)
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

28

TRANSAKSI ISTISHNA
RUKUN
1.Penjual (BaI)
2.Pembeli (Musytari)
3.Obyek/Barang (Mabi)
4.Harga (Tsaman)
5.Ijab Qabul / serah terima (Shigat)
SYARAT
1. Barang yang dibeli jelas kriteria, ukuran, jumlah & sifat-sifatnya
2. Penjual & pembeli harus saling ridho
3. Penjual & pembeli mempunyai kekuasaan & cakap hukum
4. Pembeli dapat membayar harga barang di muka, di akhir atau bertahap sesuai
kesepakatan saat akad
5. Penghantaran barang dilakukan kemudian sesuai dengan cara, jadual dan
tempat yg disepakati
6. Barang yang dibeli halal
7. Dalam Istishna paralel, istishna 1 (pembeli dgn bank) dan istishna 2 (bank dgn
nasabah) terpisah dan independent
8. Umumnya digunakan untuk pemesanan barang manufaktur yg dapat dibuat
modelnya
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

29

Perbedaan Salam dengan Istishna


SALAM

ISTISHNA

Barang terukur dan tertimbang.


Hutang pada AlMuslam Ilaih.
Uang/modal dimuka
AkadMengikat

Harus diukur & ditimbang.


Modelnya dipesan.
Bisa dimuka, dicicil sampai
selesai, atau dibelakang.
Barang milik pembuat (Shani).
Akad tidak mengikat.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

30

RISIKO PEMBIAYAAN SALAM & ISTISHNA


Istishna

SALAM
$
$
Pembayaran
tunai di muka

Resiko yg timbul

Solusi

Barang
diserahkan di
akhir akad

Pembayaran
cicilan di awal

$
Barang
diserahkan
di akhir akad

1. Resiko gagal-serah barang (non-deliverable risk)


2. Resiko jatuhnya harga barang (price-drop risk)

1. Resiko gagal serah dapat diantisipasi bank dengan menetapkan


kovenan rasio kolateral berupa jaminan kebendaan 100%, disamping
obyek yang dibiayai seluruhnya juga menjadi jaminan.
2. Resiko jatuhnya harga barang diantisipasi dengan menetapkan
bahwa jenis pembiayaan ini hanya dilakukan atas dasar
kontrak/pesanan yang telah ditentukan harganya (paralel)
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

31

MUDHARABAH
Definisi
Adalah suatu akad kerja sama kemitraan antara
penyedia dana usaha (disebut shahibul maal /
rabulmal) dengan Pengelolaan dana / manajemen
usaha (disebut sebagai mudharib) untuk memperoleh
hasil usaha dengan pembagian hasil usaha sesuai porsi
(nisbah) yang disepakati bersama pada awal.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

32

SKEMA AL-MUDHARABAH
2
Negosiasi dan Persyaratan
(nasabah butuh modal kerja 75 unit mobil)

Kontrak
Penyewaan Mobil

Akad Mudharabah

Menyerahkan
modal

Bank Syariah

5
Usaha

6
Nisbah
Nasabah

bayar sewa

Mengelola
Nasabah

Pendistribusan
Modal & Keuntungan

PT. XYZ
Nisbah
Nasabah

Pengembalian
Pokok

Tingkat keuntungan

Modal

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

33

JENIS MUDHARABAH
MUDHARABAH MUTHLAQAH (Unrestricted Investment /
Investasi Tidak tertikat / Dana Syirkah Temporer)
shahibul maal memberi kuasa penuh kepada mudharib, untuk
menjalankan proyek tanpa larangan/batasanyang berkaitan
dengan proyek itu dan tidak terikat dengan waktu, tempat, jenis
perusahaan dan pelanggan.

MUDHARABAH MUQAYYADAH (Retricted Investment /


Investasi Terikat / IT)
shahibul maal memberikan batasan mengenai dimana,
bagaimana atau untuk tujuan apa dana tersebut diinvestasikan
kepada pengusaha / bank (sebagai mudharib) dalam pengelolaan
dananya

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

34

PERSYARATAN AL-MUDHARABAH
Trust Financing / Trust Investment KETENTUAN MURABAHAH
Pihak yang berakad

Pihak yang berakadshahibul maal & mudharib, kedua-duanya


harus memiliki kemampuan untuk diwakili dan mewakilkan.

Obyek

yang diakadkan adalah modal, kerja & nisbah


Modal yang disetorkan kepada mudharib, harus jelas jumlah
dan mata uangnya.
Jangka waktu pengelolaan modal.
Jenis pekerjaan yang di mudharabah-kan.
Proporsi pembagian keuntungan (nisbah).

Akad (sighot)

Harus jelas & disebutkan secara spesifik, dengan siapa berakad.


Antaraijab-qabul harus selaras, baik dalam modal, kerja, &
penentuan nisbah.
Tidak mengandung ketentuan yang bersifat menggantungkan
keabsahan transaksi pada hal / kejadian yang akan datang.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

35

KARAKTERISTIK PEMBIAYAAN MUDHARABAH


(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)
Ketentuan Pembiayaan
1. Pembiayaan untuk suatu usaha yang produktif
2. Pemilik dana/LKS membiayai 100%sedangkan pengusaha (nasabah)
bertindak sebagai mudharib.
3. Jangka waktu, tatacara pengembalian dan pembagian keuntungan
ditentukan berdasarkan kesepakatan
4. Jumlah dana pembiayaan harus dinyatakan dengan jelas dalam bentuk
tunai dan bukan piutang
MODAL MUDHARABAH
Modal => sejumlah uang dan/atau asset yg diberikan oleh shahibul
maal kpd mudharib untuk tujuan usaha dg syarat:
a. Harus diketahui junmlah dan jenisnya
b. Dapat berbentuk uang atau barang yang dinilai. Jika dalam bentuk asset,
harus dinilai pada waktu akad
c. Tidak berbentuk piutang dan harus dibayarkan kepada mudharib
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

36

KARAKTERISTIK PEMBIAYAAN MUDHARABAH


(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)
Mudharib boleh melakukan berbagai macam usaha yang telah
disepakati bersama dan sesuai dengan syariah; dan LKS tidak ikut
serta dalam managemen perusahaan atau proyek tetapi
mempunyai hak untuk melakukan pembinaan dan pengawasan.
Kegiatan usaha oleh pengelola (mudharib), harus memperhatikan :
a. Hak ekslusif mudharib, tanpa campur tangan penyedia dana, tetapi ia
mempunyai hak untuk melakukan pengawasan.
b. Penyedia dana tidak boleh mempersempit tindakan pengelola
sedemikian rupa yang dapat menghalangi tercapainya tujuan
mudharabah, yaitu keuntungan.
c. Pengelola tidak boleh menyalahi hukum syariah Islam => dan harus
mematuhi kebiasaan yang berlaku dalam aktifitas itu

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

37

KARAKTERISTIK PEMBIAYAAN MUDHARABAH


(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)
KERUGIAN DALAM MUDHARABAH
LKS (shahibul maal)menanggung semua kerugian akibat dari
mudharabah kecuali jika mudharib (nasabah) melakukan kesalahan
yang disengaja, lalai, atau menyalahi perjanjian.
Kriteria pengusaha, prosedur, dan mekanisme pembagian keuntungan
diatur oleh LKS dengan memperhatikan fatwa DSN
Keuntungan mudharabah => jumlah kelebihan modal, dengan syarat:
a. Harus diperuntukan bagi kedua pihak dan tidak boleh diisyaratkan
untuk satu pihak
b. dinyatakan pada waktu kontrak disepakati dan harus dalam bentuk
prosentasi (nisbah) dari keuntungan. Perubahan nisbah harus
berdasarkan kesepakatan
c. Penyedia dana menanggung semua kerugian => dan pengelola tidak
boleh menanggung kerugian apapun kecuali diakibatkan dari
kesalahan disengaja, kelalaian, atau pelanggaran kesepakatan
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

38

KARAKTERISTIK PEMBIAYAAN MUDHARABAH


(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000

Pada prinsipnya, dalam pembiayaan mudharabah tidak ada


jaminan,
namun
agar
mudharib tidak
melakukan
penyimpangan, LKS dapat meminta jaminan dari mudharib
atau pihak ketiga. Jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila
mudharib terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-hal
yang telah disepakati bersama dalam akad
Biaya operasional dibebankan kepada mudharib
Dalam hal penyandang dana (LKS) tidak melakukan
kewajiban
atau
melakukan
pelanggaran
terhadap
kesepakatan, mudharib berhak mendapat ganti rugi atau
biaya yang telah dikeluarkan

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

39

APLIKASI PERBANKAN-AKAD MUDHARABAH


STRUKTUR FINANCING

PT. XYZ memerlukan modal kerja dalam rangka memenuhi order kaos olahraga SDN
01 Jakarta. Untuk keperluan tersebut PT. XYZ mengajukan Fasilitas Pembiayaan
kepada Bank BCA Syariah dengan total kebutuhan dana Rp.120.000.000,Setelah dilakukan analisa pembiayaan, maka disetujui fasilitas oleh Bank Syariah
KARIM kepada PT. XYZ, dengan struktur financing sbb :
STRUKTUR FINANCING
Jenis Akad
Penggunaan
Plafond
Jangka Waktu
Nisbah Bagi Hasil
Obyek Bagi Hasil
Pembayaran Bagi Hasil
Pengembalian Pokok
Jaminan
Kondisi dan Persyaratan

: Mudharabah
: Modal Kerja Pembuatan Baju Seragam Sepakbola
: Rp.120.000.000,: 12 Bulan
: 20 % bank dan 80 % nasabah
: Revenue Sharing
: per 3 bulan
: Pada akhir bulan ke-12
:
:
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

40

AL-MUSYARAKAH
(JOINT VENTURE PROFIT SHARING)
Definisi
Adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih
untuk suatu usaha tertentu
di mana masing-masing pihak
memberikan kontribusi dana atau amal / expertise
dengan kesepakatan bahwa
keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama
sesuai dengan kesepakatan

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

41

SKEMA AL-MUSYARAKAH
BANK

20 jt

80 jt

NASABAH

PROYEK

50%

KEUNTUNGAN

10 jt

50%

BAGI HASIL
Sesuai Kesepakatan(nisbah)
Bagi Resiko Sesuai porsi Modal

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

42

AL-MUSYARAKAH
(JOINT VENTURE PROFIT SHARING)
RUKUN

Sigot (ucapan), ijab &qabul (penawaran & penerimaan).

Pihak yang berkontrak.

Obyek kesepakatan: modal / dana & kerja.


SYARAT

Tidak ada bentuk khusus dari kontrak.Berakad dianggap sah jika diucapkan
secara verbal atau ditulis.Kontrak dicatat dalam tulisan dan disaksikan.
Mitra harus kompeten dalam memberikan atau diberikan kekuasaan
perwalian.
Modal harus uang tunai, emas, perak atau yang nilainya sama.Dapat terdiri
dari aset perdagangan, hak yang tidak terlihat (mis.lisensi, hak paten, dsb.)
Partisipasi para mitra dalam pekerjaan, adalah sebuah hukum dasar,dan tidak
dibolehkan bagi salah satu dari mereka untuk mencantumkan tidak ikut
sertanya mitra lainnya.Namun porsi melaksanakan pekerjaan tidak perlu
harus sama, demikian pula dengan bagian keuntungan yang diterima.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

43

Ketentuan Pembiayaan Musyarakah


(Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000)
Modal Musyarakah (obyek Akad)

Modal yang diberikan harus :


1. uang tunai, emas, perak atau yang nilainya sama.
2. dapat terdiri dari asset perdagangan, seperti barang-barang,
property, dan sebagainya => harus lebih dulu dinilai dengan tunai
dan disepakati oleh para mitra.

Para pihak tidak boleh meminjam, meminjamkan, menyumbangkan


atau menghadiahkan modal musyarakah kepada pihak lain, kecuali
atas dasar kesepakatan

Pada prinsipnya, dalam pembiayaan musyarakah tidak ada jaminan,


namun untuk menghindari terjadinya penyimpangan, LKS dapat
meminta jaminan.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

44

Ketentuan Pembiayaan Musyarakah


(Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000)
Kerja musyarakah (obyek akad)

Partisipasi para mitra dalam pekerjaan


merupakan dasar pelaksanaan
musyarakah; akan tetapi kesamaan porsi
kerja bukanlah merupakan syarat.
Seorang mitra boleh melaksanakan kerja
lebih banyak dari yang lainnya, dan dalam
hal ini ia boleh menuntut bagian
keuntungan tambahan bagi dirinya
Setiap mitra melaksanakan kerja dalam
musyarakah atas nama pribadi dan wakil
dari mitranya. Kedudukan masing-masing
dalam organisasi kerja harus dijelaskan
dalam kontrak.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

45

Ketentuan Pembiayaan Musyarakah


(Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000)
Keuntungan Musyarakah
(obyek akad)

Keuntungan harus dikuantifikasikan dengan


jelas untuk menghindarkan perbedaan dan
sengketa pada waktu alokasi keuntungan atau
ketika penghentian musyarakah
Setiap keuntungan mitra harus dibagikan
secara proporsional atas dasar seluruh
keuntungan dan tidak ada jumlah yang
ditentukan diawal yang ditetapkan bagi
seorang mitra
Seorang mitra boleh mengusulkan bahwa jika
keuntungan melebihi jumlah tertentu,
kelebihan atau prosentase itu diberikan
kepadanya
Sistem pembagian keuntungan hrs tertuang dg
jelas dalam akad

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

46

Ketentuan Pembiayaan Musyarakah


(Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000)
Kerugian

Kerugian harus dibagi antara para mitra secara


proporsional menurut saham masing-masing
dalam modal
Biaya Operasional dan Persengketaan
Biaya operasional dibebankan pada modal
bersama.

Al-Musyarakah lazimnya diaplikasikan untuk pembiayaan proyek di mana


nasabah & bank sama-sama menyediakan dana untuk membiayai proyek
tersebut. Setelah proyek tersebut selesai, nasabah mengembalikan dana
tersebut bersama bagi hasil yang telah disepakati untuk bank.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

47

PERBEDAAN MUDHARABAH DAN MUSYARAKAH


MUDHARABAH
(07/DSN-MUI/IV/2000)

MUSYARAKAH
(08/DSN-MUI/IV/2000)

1. Trust Financing
1. Joint Financing( pihak pertama dan
(pihak pertama / shahibul maal
pihak kedua memiliki kontribusi modal)
menyediakan seluruh modal (100%) dan 2. Keuntungan dan kerugian yang timbul
pihak kedua (mudharib) bertindak sbg
dibagi secara proporsional sesuai akad.
pengelola.
2. Keuntunganyang diperoleh dibagi secara
proporsionalsesuai nisbah.
3. Kerugian akan ditanggung oleh pemilik
modalselama bukan diakibatkan karena
kelalaian pengelola usaha (maksimal
kerugian yang ditanggung oleh pemilik
modal sebesar jumlah pembiayaan yang
diberikan)

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

48

PERBEDAAN MUDHARABAH DAN MUSYARAKAH


MUDHARABAH
(07/DSN-MUI/IV/2000)

MUSYARAKAH
(08/DSN-MUI/IV/2000)

4.

Pemilik modal tidak turut


3. Pemilik modal dapat turut
campurdalam pengelolaan
campurdalam pengelolaan usaha.
usahatetapi mempunyai hak untuk 4. Biaya operasional dibebankan
melakukan pengawasan .
kepada modal bersama

5.

Biaya operasional dibebankan


kepada mudharib.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

49

SYARAT & RUKUN AKAD -AKAD PENYALURAN DG SKEMA BAGI HASIL

MUDHARABAH

MUSYARAKAH

RUKUN :
1.PEMILIK DANA 100%
2.PENGELOLA DANA 0%
3.MODAL
4.KEGIATAN USAHA
5.IJAB QOBUL

RUKUN :
1.PARA PEMODAL
2.PENGELOLA DANA
3.MODAL
4.KEGIATAN USAHA
5.IJAB QOBUL

SYARAT :
1.KEGIATAN USAHA HALAL
2.CAKAP HUKUM
3.PEMBAGIAN HASIL USAHA DISEPAKATI
4.KERUGIAN BUKAN KARENA KELALAIAN
USAHA DI TANGGUNG PEMILIK DANA.

SYARAT :
1.KEGIATAN USAHA HALAL
2.CAKAP HUKUM
3.PEMBAGIAN HASIL USAHA DISEPAKATI
4.KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DI BAGI
PROPORSIONAL DIANTARA PARA
PEMODAL.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

50

IJARAH
Definisi

Adalah akad sewa menyewa antara pemilik


majur (obyek sewa) dan mustajir
(penyewa) untuk mendapatkan imbalan atas
obyek sewa yang disewakannya.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

51

IJARAH MUNTAHIYA BITTAMLIK (IMBT)


Definisi

Adalah akad sewa menyewa antara pemilik


obyek sewa dan penyewa untuk
mendapatkan imbalan atas obyek sewa
yang disewakannya dengan opsi
perpindahan hak milik obyek sewa pada
saat tertentu sesuai dengan akad sewa

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

52

SEWA (IJARAH)
SEWA
MURNI/IJARAH

SEWA TANPA
PERPINDAHANKEPEMILIKAN :
OPERATING LEASE

SEWA TIDAK
MURNI / IJARAH
MUNTAHIYA
BITTAMLIK

SEWA DENGAN PERPINDAHAN KEPEMILIKAN


BARANG DITANGAN PENYEWA :
FINANCIAL LEASE

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

53

SYARAT & RUKUN AKAD -AKAD PENYALURAN DG SKEMA SEWA

SEWA( IJARAH)

SEWA DIAKHIRI
KEPEMILIKAN
( IMBT)

RUKUN :
1.PENYEWA
2.YANG MENYEWAKAN
3.MANFAAT
4.HARGA SEWA
5.IJAB QOBUL

SYARAT :
1. OBYEK YANG DISEWAKAN HALAL DAN
MEMILIKI MANFAAT.
2. MANFAAT DAPAT DI NILAI.
3. MANFAAT DAPAT DIBERIKAN KEPADA
PENYEWA

RUKUN :
1.PENYEWA
2.YANG MENYEWAKAN
3.MANFAAT
4.HARGA SEWA
5.IJAB QOBUL

SYARAT :
1.OBYEK YANG DISEWAKAN HALAL DAN
MEMILIKI MANFAAT.
2.MANFAAT DAPAT DI NILAI.
3.MANFAAT DAPAT DIBERIKAN KEPADA
PENYEWA
4.DIAKHIR MASA SEWA, OBJECT DAPAT
DIMILIKI DENGAN HIBAH ATAU JUAL
BELI.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

54

PERBEDAAN MURABAHAH & IMBT


MURABAHAH

IJARAH MUNTAHIYYA BI TAMLIK

1. Sifat akad jual beli


2. Hak kepemilikan berpindah secara
otomatis ketika akad disepakati
3. Barang yang sudah dibeli boleh dijual
atau disewakan kembali
4. Cara pembayaran harga jual (kewajiban)
bisa tunai maupun angsuran dan selama
masa angsuran tidak boleh ada
perubahan harga
5. Tidak ada kewajiban penjual untuk
memelihara barang yang sudah dibeli
pembeli

1. Sifat akad sewa dengan opsi/janji


pemindahan kepemilikan setelah akad
ijarah berakhir
2. Hak kepemilikan belum berpindah
secara otomatis ketika akad disepakati
3. Barang yang disewa tidak boleh dijual
4. Cara
pembayaran
harga
sewa
(kewajiban) bisa tunai maupun angsuran
dan selama masa sewa dimungkinkan
terjadi perubahan harga sewa sesuai
kesepakatan
5. Pemeliharaan asset yang sifatnya
materiil menjadi tanggung jawab yang
menyewakan

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

55

AKAD FIQIH MUAMALAT


Tabarru

Tijarah

1. Non profit transaction


2. Tujuan transaksi adalah tolong
menolong dan bukan keuntungan
komersil
3. Pihak yang berbuat kebaikan
boleh meminta kepada counterpartnya untuk menutup sekedar
biaya untuk dapatmelakukan
akad tabarru
4. Tidak dapat dirubah menjadi
akad
Tijarah,
kecuali
ada
persetujuan sebelumnya

1. Profit transaction oriented


2. Tujuan transaksi adalah mencari
keuntungan yang bersifat komersil
3. Akad Tijarah dapat dirubah menjadi
akad Tabarru dengan cara pihak yang
tertahan
haknya
dengan
rela
melepaskan haknya
4. Dilihat dari sifat keuntungannya yang
diperoleh, akad Tijarah dibagi menjadi
dua yaitu : Natural certainty return &
natural uncertainty return

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

56

JASA-JASA (yang termasuk akad tabaru)


Meminjamkan Uang

QARD

Pinjaman
Uang
Tanpa Syarat

RAHN

Pinjaman Uang
+
Jaminan

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

HIWALAH

Pinjaman Uang
dimana
tujuannya
Ambil Alih
Piutang Pihak
LainJASA

57

QARDH
QARDH(kodifikasi
produk Al Qardh adalah transaksi pinjam meminjam
perbankan syariah BI : 2008)
dana tanpa imbalandengan kewajiban pihak
peminjam mengembalikan pokok pinjaman
secara sekaligusatau cicilan dalam jangka
waktu tertentu.
RUKUN QARDH

TUJUAN / MANFAAT QARDH


BAGI BANK
(kodifikasi perbankan syariah
BI : 2008)

1. Sebagai salah satu bentuk penyaluran dana


termasuk dalam rangka pelaksanaan fungsi sosial
bank.
2. Peluang bank untuk mendapat kan fee dari jasa lain
yang disertai dengan pemberian fasilitas qardh.

Peminjam ( muqtaridh).
Pemberi pinjaman (muqridh).
Dana (qardh).
Ijab Qabul (sighat).

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

58

QARDH
1.
2.

Sumber pinjaman yang bersifat non komersial.


Sumber pembiayaan bagi nasabah yang membutuhkan dana
talangan antara lain terkait dengan garansi dan
pengambilalihan kewajiban.

1.
KETENTUAN UMUM QARDH
(fatwa DSN nomor 19/DSN2.
MUI/IV/2001)

Al Qardh adalah pinjaman yang diberikan kepadanasabah


(muqtaridh) yang memerlukan.
Nasabah al-Qardh wajib mengembalikan jumlah pokok yang
diterima pada waktu yang telah disepakati bersama.
Biaya administrasi dibebankan kepada nasabah.
LKS dapat meminta jaminan kepada nasabah bilamana
dipandang perlu.
Nasabah al-Qardh dapat memberikan tambahan(sumbangan)
dengan sukarelakepada LKS selama tidak diperjanjikan dalam
akad.
Jika nasabah tidak dapat mengembalikan sebagian atau
seluruh kewajibannya pada saat yang telah disepakati dan
LKS telah memastikan ketidakmampuannya, LKS dapat:
Memperpanjang jangka waktu pengembalian atau
Menghapus (write off) sebagian atau seluruh
kewajibannya.

TUJUAN / MANFAAT QARDH BAGI


NASABAH
(kodifikasi perbankan syariah
BI : 2008)

3.
4.
5.

6.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

59

QARDH
SANKSI QARDH
(fatwa DSN nomor
MUI/IV/2001)

1.
19/DSN2.
3.

SUMBER DANA QARDH


(kodifikasi produk perbankan
syariah -2007)

1.

2.
KETENTUAN PEMBIAYAAN
PENGURUSAN HAJI LEMBAGA
KEUANGAN SYARIAH
(fatwa DSN No.29/DSNMUI/VI/2002)

1.

2.

3.
4.

Dalam hal nasabah tidak menunjukan keinginanmengembalikan sebagian atau


seluruh kewajibannya,dan bukan karena ketidakmampuannya,LKS dapat
menjatuhkan sanksi kepada nasabah.
Sanksi yang dijatuhkan => dapat berupa dan tidakterbatas pada penjualan
barang jaminan.
Jika barang jaminan tidak mencukupi, nasabah tetap harus memenuhi
kewajibannya secara penuh.
Sumber pinjaman qardh yang bersifat pinjaman kebajikan sebagai dana bergulir
(sosial) berasal dari ekstern bank yang berasal dari (1) dana hasil
infaq,(2)shadaqah, (3) sumber dana non halal, dan (4) dariequitas (modal) bank.
Sumber talangan qardh yang bersifatkomersial dapatberasal dari ekstern bank
berupa dana pihak ketigamaupunintern bank adalah dari equitas /modal bank.
Dalam pengurusan hajibagi nasabah, LKS dapat memperoleh imbalan jasa
(ujrah)dengan menggunakan prinsip Ijarah sesuai dengan Fatwa DSN No.9/DSNMUI/IV2000.
Apabila diperlukan, LKS dapat membantu manalangipembayaran BPIHnasabah
dengan menggunakan prinsipal-Qardh sesuai Fatwa DSN No. 19/DSN-MUI/IV/2001.
Jasa pengurusan hajiyang dilakukan LKS tidak bolehdipersyaratkan dengan
pemberian talangan haji.
Besarnya imbalan jasaal Ijarah tidak boleh didasarkanpada jumlah talangan Qardh
yang diberikan LKS kepadanasabah.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

60

RAHN
RAHN
(kodifikasi produk perbankan
syariah BI : 2007)

Rahn adalah akad penyerahan barang/ harta


(marhun) dari nasabah (rahin) kepada bank
(murtahin) sebagai jaminan sebagian atau
keseluruhan hutang.

RUKUN RAHN

1. Yang menggadaikan(Raahin)
2. Penerima gadai(Murtahin)
3. Harta yang digadaikan(Marhun)
4. Hutang (Marhun bih)
5. Ijab Qabul(Sighat).

TUJUAN / MANFAAT RAHN BAGI


BANK
(kodifikasi perbankan syariah
BI : 2007)

Memperoleh loyalitas nasabah nasabah serta


keuntungan dari imbalan / fee yang dikenakan kepada
nasabah yang menitipkan harta yang dijaminkan
kepada bank dan memfasilitasi pengikatan jaminan
tambahan dalam pembiayaan.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

61

RAHN
KETENTUAN UMUM RAHN
(fatwa DSN nomor 25/DSNMUI/III/2002)

1.

2.

3.

Murtahin (penerima barang / bank ) mempunyai hak untuk


menahan Marhun (barang) sampai semua hutang rahin
(yang menyerahkan barang / nasabah) dilunasi.
Marhun (barang) dan manfaatnya tetap menjadi milik Rahin
(nasabah).Pada prinsipnya, Marhun (barang) tidak boleh
dimanfaatkan oleh Murtahin (bank) kecuali seizin Rahin
(nasabah), dengan tidak mengurangi nilai Marhun dan
manfaatnya itu sekedar pengganti biaya pemeliharaan dan
perawatannya.
Pemeliharaan dan penyimpanan Marhun (barang) pada
dasarnya menjadi kewajiban Rahin (nasabah), namun dapat
dilakukan juga oleh Murtahin (bank), sedangankan biaya
pemeliharaan penyimpanantetap menjadi kewajiban Rahin
(nasabah).4. Besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan
Marhun(barang) tidak boleh ditentukan berdasarkan
jumlah pinjaman.

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

62

RAHN
PENJUALAN MARHUN (BARANG)
(fatwa DSN nomor 25/DSNMUI/III/2002)

Apabila
jatuh
tempo,
Murtahin
(
bank)
harusmemperingatkan
Rahin
(nasabah)
untuk
segeramelunasi hutangnya. Apabila Rahin (nasabah)
tetap tidak melunasi hutangnya, maka Marhun(barang)
dijual/dieksekusi melalui lelang sesuaisyariah.Hasil
penjulan Marhun (barang) digunakan untuk melunasi
hutang, biaya pemeliharaan danpenyimpanan yang
belum dibayar serta biaya penjualan.Kelebihan hasil
penjualan menjadi milik Rahindan kekurangannya
menjadi kewajiban Rahin.

KETENTUAN
RAHN EMAS
(fatwa DSN nomor 26/DSNMUI/III/2002)

Rahn Emas dibolehkan berdasarkan prinsip Rahn (lihat


Fatwa DSN No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang
Rahn).Ongkos dan biaya penyimpanan barang gadai
(marhun) ditanggung oleh penggadai (rahin /
nasabah).Ongkos sebagaimana dimaksud ayat 2
besarnya didasarkan pada pengeluaran yang nyatanyata diperlukan.Biaya penyimpanan barang gadai
dilakukan berdasarkan akad Ijarah.
menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

63

HAWALAH
PENGERTIAN

Hawalah/Hiwalah adalah perjanjian perpindahan


piutang nasabah (pihak pertama) kepada bank (sebagai
pihak kedua) dari nasabah lain (pihak ketiga). Pihak
pertama meminta bank untuk membayarkan terlebih
dahulu piutang yang timbul, baik dari jual beli maupun
transaksi lainnya. Setelah piutang tersebut jatuh tempo,
pihak ketiga akan membayar kepada bank. Bank akan
mendapatkan upah dari pemindahan itu

RUKUN HAWALAH

1. Pihak yang memindahkan piutang (Muhil)


2. Pihak yang berhutang (Muhal)
3. Pihak yang menerima pindahan piutang
(Muhalalaih)
4. Piutang (Mushal Bih)
5. Ijab Qabul (Sighat)

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

64

HAWALAH
KETENTUAN UMUM
HAWALAH
(Fatwa DSN No. 12/DSNMUI/IV/2000)

1. Pernyataan ijab qabul harus dinyatakan oleh para


pihak untuk menunjukan kehendak mereka dalam
mengadakan kontrak (akad).
2. Akad dituangkan secara tertulis, melalui
korespondensi, atau menggunakan cara-cara
komunikasi modern.
3. Hawalah dilakukan harus dengan persetujuan
muhil, muhal, dan muhal alaih.
4. Kedudukan dan kewajiban para pihak harus
dinyatakan dalam akad secara tegas.
5. Jika transaksi hawalah telah dilakukan, pihak-pihak
yang terlibat hanyalah muhal dan muhal alaih, dan
hak penagihan muhal (nasabah) berpindah ke
muhal alaih (bank syariah).

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

65

ALHAMDULILLAH
TERIMA KASIH

menjadi bank syariah andalan dan pilihan masyarakat

66