Anda di halaman 1dari 8

TES OBJEKTIF DAN TES SUBJEKTIF

PENDAHULUAN
Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara
sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah
perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. (dikutip dari Bloom et.all 1971). 1 oleh
karena itu setiap guru harus memiliki pengetahuan tentang evaluasi karena evaluasi ini memang sangat
urgen di dalam lembaga pendidikan.
Seperti diketahui, bahwa untuk memperoleh data untuk kepentingan penilaian atau evaluasi
dilakukan pengukuran. Sedangkan kegiatan pengukuran dilakukan dengan menggunakan instrumen.
Instrumen tersebut selanjutnya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu dalam bentuk tes, dan
dalam bentuk non tes.2 Instrumen dalam bentuk tes adalah penilaian komprehensif terhadap seseorang
individu atau keseluruhan evaliuasi program3. Ada enam prinsip dasar dalam penyusunan tes hasil
belajar, yaitu:4
1. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar (learning outcomes) yang
telah ditentukan sesuai tujuan instruksional
2. Mengukur sample yang representatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan
3. Mencakup bentuk-bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang
diinginkan sesuai denga tujuan
4. Didesain dengan kegunaannya untuk memperolah hasil yang diinginkan
5. Dibuat sehandal mungkin sehingga mudah diinterpresentasikan dengan baik
6. Digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru
Dalam pengukuran bentuk tes itu sendiri masih dibagi beberapa bagian di antaranya adalah tes
formatif, sumatif tes intelengensi, tes hasil belajar, tes objektif, tes subjektif dan juga masih banyak lagi
pengukuran dalam bentuk tes.
Dalam lembaga pendidikan bentuk tes yang digunakan adalah tes objektif dan tes non objektif
(subjektif). Oleh karena itu untuk mengetahui seberapa jauh tentang dua bentuk tes ini kami berusaha
untuk mencoba menjabarkan dalam makalah kami yang itu bisa meliputi kelebihan dan kelemahan
1http://sylvie.edublogs.org/2007/04/27/evaluasi-pendidikan/comment-page-1/ diunduh pada tanggal 20
oktober 2010
2 Dr. Abdul Munif, Bahan Ajar Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab
3
Dr. Suharsimi Arikunto, dasar-dasar evaluasi pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995) hlm. 30
4
Drs. M. Ngalim Purwanto, prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdyakarya,
1994) Hlm. 23-25

kedua bentuk tes ini serta bagaimana contoh dari tes-tes tersebut.

PEMBAHASAN
1. Tes Objektif
a) Pengertian Tes Objektif
Tes Objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat di lakukan secara objektif, hal ini
dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk essay.5 jadi seorang tester akan
memiliki hasil yang sama dengan tester yang lain ketika memeriksa hasil dari tes-tes tersebut.
Sehingga tes ini memiliki kebenaran yang lebih sempurna karena biasanya memang diambilkan dari
fakta-fakta yang ada. Tes ini biasanya diberikan kepada audien dalam jumlah yang banyak.
b) Macam-macam tes obyektif
I.

Benar - Salah (true-false, or yes-no)


Adalah pernyataan yang mengandung dua kemungkinan jawaban yaitu benar atau salah.

Salah satu fungsi bentuk soal benar salah adalah untuk mengukur kemampuan peserta didik
dalam membedakan antara fakta dan pendapat6. Contoh :
B S : Salah satu tanda nashab adalah fathah
B S : Kata{ }dalam bahasa Arab terbagi menjadi empat
Kelebihan :
a. Mudah disusun dan dilaksanakan, karena itu banyak digunakan
b. Dapat mencakup materi yang lebih luas
c. Dapat dinilai cepat dan objektif
d. Banyak digunakan untuk mengukur fakta-fakta dan prinsip-prinsip
Kelemahan
a. Ada kecenderungan peserta didik coba-coba
b. Pada umumnya memiliki tingkat validitas yang rendah, kecuali jika itemnya banyak
sekali
5 Dr. Suharsimi Arikunto.Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.(Jakarta ; Bumi Aksara1994,) hlm.165
6 Drs. Zaenal Arifiin, M.Pd.Evaluasi Pembelajaran.Bandung; PT Remaja Rosdakarya2009). Hlm. 135-136

c. Sering terjadi kekaburan


d. Terbatas mengukur aspek pengetahuan saja
II.

Pilihan Ganda ( Multiple Choice )


Dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang lebih kompleks dan berkenaan

dengan aspek ingatan, pengertian, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Soal tes bentuk
pilihan ganda terdiri atas pembawa pokok persoalan dan pilihan jawaban. 7 Pembawaan pokok
bisa berbentuk pertanyaan atau pernyataan. Sedangkan pilihan jawaban berbentuk option.
Semakin banyak alternatif jawaban kualitas semakin bagus.
Contoh:
1. Kami membaca alquran setelah sholat maghrib

Kelebihan:
a. Cara penilaian dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, serta objektif
b. Kemungkinan peserta didik menjawab dengan terkaan dapat dikurangi
c. Dapat digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam berbagai jenjang
kemampuan kognitif
d. Dapat digunakan berulang-ulang
e. Sangat cocok untuk jumlah peserta tes yang banyak
Kelemahan:
a. Tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan verbal dan pemecahan masalah
b. Penyusunan soal yang benar-benar baik membutuhkan waktu lama
c. Sukar menentukan alternatif jawaban yang benar-benar homogen, logis, dan berfungsi
III.

Menjodohkan ( Matching )
Merupakan bentuk pilihan ganda. Perbedaannya dengan pilihan ganda adalah pilihan

ganda terdiri atas steam dan option, kemudian peserta didik memilih salah satu option yang
dianggap tepat. Sedangkan bentuk menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan
jawaban yang keduanya di kumpulkan dalam kolom yang berbeda, yaitu kolom sebelah kiri
menunjukan persoalan dan kolom sebelah kanan menunjukan kumpulan jawaban 8. Dalam
7 Ibid, hlm.138
8 Ibid,hlm. 144

bentuk soal ini biasanya testee diperintahkan untuk menjodohkan jawaban yang telah
disediakan oleh tester.
Contoh:
Petunjuk: jodohkan arti beberapa mufrodat berikut dengan benar!
a. Pena
b. Buku
c. Sekolah
d. Universitas

.
.
.
.

Kelebihan:
a. Relatif mudah disusun
b. Penskorannya mudah, objektif dan cepat
c. Dapat digunakan untuk menilai teori dengan penemunya, sebab dan akibatnya, istilah dan
definisinya
d. Materi tes cukup luas
Kelemahan:
a. Ada kecenderungan untuk menekankan ingatan saja
b. Kurang baik untuk menilai pengertian guna membuat penafsiran
IV.

Jawaban singkat (short Answer) dan melengkapi (completion)


Kedua bentuk tes ini menghendaki jawaban dengan kalimat dan atau angka-angka yang

hanya dapat dinilai benar atau salah.9


Contoh:
a.

Jawaban singkat

1. Apa bahasa Arab dari jam dinding?


2. Apa hukum membunuh orang tanpa hak apapun?
b. Bentuk melengkapi
1.

Nun { }mati bertemu dengan huruf fa {}disebut dengan bacaan.........

2.

Huruf idhgom bilagunnah adalah......dan.......

Kelebihan:
a. Relatif mudah disusun
b. Sangat baik untuk menilai kemampuan peserta didik yang berkenaan dengan fakta-fakta,
prinsip-prinsip dan terminologi
c. Menuntut peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya secara singkat dan jelas
9

Drs. Zaenal Arifiin, M.Pd.Evaluasi Pembelajaran.Bandung; PT Remaja Rosdakarya). Hlm.145

Kelemahan:
a. Pada umumnya hanya berkenaan dengan kemampuan mengingat saja, sedangkan
kemmapua lain agak terabaikan
b. Para peserta didik sering terkecoh
c. Membutuhkan waktu yang banyak dalam memeriksa jawaban
V. Pertanyaan kelas
Pertanyaan lisan dapat digunakan untuk mengetahui taraf daya serap peserta didik untuk
masalah yang berkaitan dengan kognitif.

10

perntayaan kelas (lisan) ini juga bisa digunakan

untuk mengukur kemampuan individual peserta didik karena kemungkinan untuk kerjasama
dengan peserta didik lainnya sangat kecil.
Contoh:
1. Ada berapa jumlah (kalimat) dalam bahasa Arab?
2. Ada berapa kalimat (kata) dalam bahasa Arab?
VI. Fiil in
Tes ini biasanya berupa cerita atau karangan. Kata-kata penting dalam cerita atau
karangan sengaja dibiarkan kosong atau ditandai dengan titik-titik. Tugas testee adalah mengisi
bagian-bagian yang telah dikosongkan atau ditandai dengan titik-titik tersebut.11
Contoh:


(3)......
....
( 2)


..... (1)......
Kelebihan:
a. Tes jenis ini memiliki kelebihan antara lain:
b. Dengan menggunakan tes objektif jenis ini maka masalah yang diujikan tertuang secara
utuh dalam konteksnya.
c. Jenis tes ini berguna sekali untuk mengungkap pengetahuan testee secara bulat atau utuh
mengenai suatu hal atau suatu bidang.
d. Cara penyusunan itemnya relatif mudah.
Kelebihan:
a. Tes jenis ini cenderung lebih banyak mengungkap aspek pengetahuan atau pengenalan saja
(hafalan).
b. Pada umumnya tes jenis ini banyak memakan tempat karena berbentuk cerita.
10 Dr. Abdul Munif, Bahan Ajar Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab
11 Ibid

c. Sifatnya kurang komprehensif, sebab hanya menungkap sebagian saja dari bahan yang
seharusnya diujikan.
d. Terbuka peluang bagi testee untuk bermain tebak terka.

VII. Tes uraian obyektif


Bentuk soal uraian objektif sangat tepat digunakan untuk bidang matematika dan sains,
karena kunci jawabannya hanya satu. Pengerjaan soal ini melalui prosedur atau langkah-langkah
tertentu. Setiap langkah ada skornya. Objektif di sini dalam arti hasil penskorannya apabilia
diperiksa oleh beberapa guru yang lain dalam bidang studi tersebut hasilnya akan sama.
Pertanyaan pada bentuk soal ini di antaranya adalah: hitunglah, tafsirkan, buat kesimpulan, dan
lain-lain.12
Contoh:
Bagaimana proses pembuatan bayi? Jelaskan! (apa hubungannya dengan bahasa Arab?)
2. Tes subjektif
a. Pengertian tes subjektif
Bentuk tes ini dikatakan non objektif karena penilaianya dilakukan cenderung dipengaruhi oleh
subjektivitas penilai. Bentuk tes ini menuntut kemampuan peserta didik untuk menyampaikan,
memilih, menyusun, dan memadukan gagasan atau ide yang telah dimilikinya dengan menggunakan
kata-katanya sendiri13. Jadi dalam tes bentuk ini yang dikedepankan adalah imajinasi dari peserta didik
dalam menangkap pelajaran yang mana harus menjawab semaksimal mungkin untuk mendekati
jawaban yang diinginkan oleh tester.
Bentuk uraian
b. Macam-macam tes subjektif
a. Bentuk uraian non objektif.
Bentuk soal seperti ini memiliki rumusa jawaban yang sama dengan rumusan jawaban
uraian bebas, yaitu menuntut peserta didik untuk mengingat dan mengorganisasikan
(menguraikan dan memadukan) gagasan-gagasan pribadi atau hal-hal yang dipelajarinya
dengan cara mengemukakan dan mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis
sehingga pensekorannya sangat memungkinkan adanya unsur subjektifitas14
12 Ibid
13 Ibid
14 Drs. Zaenal Arifiin, M.Pd.Evaluasi Pembelajaran.Bandung; PT Remaja Rosdakarya). Hlm. 127

Contoh:
Bagaimana pendapatmu tentang naturalisasi dalam persepakbolaan Indonesia?
Kelebihan:
a. Guru dapat menilai kreatifitas, menganalisis dan mensisntesis soal
b. Guru dapat memperoleh data-data mengenai kepribadian peserta didik
Kelemahan
a. Sukar sekali menilai jawaban peserta didik secara tepat dan komprehensif
b. Untuk mengoreksi jawaban memerlukan waktu yang lama
c. Guru sering terkecoh karena jawaban murid yang memeiliki keindahan kata atau
kalimat.

KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Tes Objektif adalah tes yang dalam
pemeriksaannya dapat di lakukan secara objektif, hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahankelemahan dari tes bentuk esay. Jadi seorang tester akan memiliki hasil yang sama dengan tester yang
lain ketika memeriksa hasil dari tes-tes tersebut. Sehingga tes ini memiliki kebenaran yang lebih
sempurna karena biasanya memang diambilkan dari fakta-fakta yang ada. Tes ini biasanya diberikan
kepada audien dalam jumlah yang banyak. Sedangkan tes subjektif (non objektif) adalah Bentuk tes ini
dikatakan non objektif karena penlaianya dilakukan cenderung dipengaruhi oleh subjektivitas penilai.
Bentuk tes ini menuntut kemampuan peserta didik untuk menyampaikan, memilih, menyusun, dan
memadukan gagasan atau ide yang telah dimilikinya dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Jadi
dalam tes bentuk ini yang dikedepankan adalah imajinasi dari peserta didik dalam menangkap pelajaran
yang mana harus menjawab semaksimal mungkin untuk mendekati jawaban yang diinginkan oleh
tester.
Perbedaan yang paling mencolok diantara keduanya adalah jika tes objektif cenderung untuk

mengukur kemampuan ingatan dari peserta didik dan memiliki keudahan dalam pemeriksaannya,
sedangkan tes non objektif cenderung untuk mengukur bagaimana peserta didik dapat mendeskripsikan
mengungkapkan pendapat yang dia miliki dengan bahasa pribadinya sendiri dan memiliki kesukaran
dalam pemeriksaannya.

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal, .Evaluasi Pembelajaran.(Bandung; PT Remaja Rosdakarya, 2009)
Arikunto, suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995)
Munif, Abdul, Bahan Ajar Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab
Purwanto, M. Ngalim, Prinsip dan

Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: PT

Rosdyakarya, 1994)
http://sylvie.edublogs.org/2007/04/27/evaluasi-pendidikan/comment-page-1/

Remaja