Anda di halaman 1dari 6

MANAJEMEN PEMELIHARAAN MIKROSKOP

A. PLANNING
1. MAN
1) Dilaksanakan oleh Pemakai
a)
b)
c)
d)

Menggunakan Alat sesuai dengan SOP


Membersihkan sebelum dan sesudah pemakaian alat
Memelihara peralatan pada saat penggunaan
Melakukan penyimpanan alat dengan benar

2) Dilaksanakan oleh teknisi Rumah Sakit


a. Preventive Maintenance (PM) meliputi :
1. Maintenance rutin harian, bulanan, tahunan.
2. Perbaikan terencana sebagai hasil inspeksi
b. Analisa Kerusakan
c. Kalibrasi Internal
3) Dilaksanakan oleh pihak ketiga
a) Kalibrasi Eksternal
b) Perbaikan yang sudah tidak bisa dilakukan oleh pihak rumah sakit

c) Pekerjaan yang memerlukan suku cadang yang tidak tersedia di gudang


atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus.

2. MONEY
Juta

3. MACHINE
a) APD (Alat Pelindung Diri)
Sarung tangan
Masker
b) Lensa Okuler
c) Lensa Obyektif
d) Kain fanel
e) Kuas kecil
f) Kuas lensa
g) Cermin
h) Alkohol.
i) Toolkit.
4. MARKET
Seluruh Mikroskop yang ada di laboratorium dan poliklinik mata Rumah Sakit
Jombang.
5. METHODE
a) Memberi penyuluhan pada pengguna laboratorium dan perawat di poliklinik
b)
c)
d)
e)

mata
Pengaturan jadwal pemeliharaan dan kalibrasi.
Membuat surat perijinan pemeliharaan dan kalibrasi
Menghubungi pihak penyelenggara kalibrasi
Mempersiapkan segala kebutuhan seperti suku cadang dan toolkit.

B. ORGANIZING
1. What (Kegiatan apa yang akan dilakukan?)
a. Pemeliharaan
b. Kalibrasi Internal
c. Kalibrasi Eksternal
d. Penggantian suku cadang (bila diperlukan)
2. Who (Siapa yang melaksanakan kegiatan tersebut?)

a) Teknisi instalasi pemeliharaan sarana di Rumah Sakit


b) Perawat
c) Analis
d) BPFK
e) Perusahaan Kalibrasi swasta
3. When (Kapan kegiatan itu dilakukan?)
a) Pemeliharaan : Mingguan
b) Kalibrasi Internal : Bulanan
c) Kalibrasi Eksternal : Tahunan
d) Penggantian Suku Cadang : hanya pada saat diperlukan penggantian.
When (Kapan persiapan untuk dilakukan kegiatan itu?)
Sebelum pelaksanaan kegiatan
4. Where (dimana kegiatan tersebut dilakukan?)
di RSUD JOMBANG
5. Why (mengapa kegiatan itu dilakukan?)
a) Agar alat aman pada saat digunakan.
b) Agar peralatan laboratorium selalu prima, siap dipakai secara optimal
c) Agar life time alat tercapai.
d) Menghindari biaya pemeliharaan yang lebih besar atau tinggi.
e) Agar alat selalu dalam kondisi laik pakai dan siap pakai.
f) Menjamin kelancaran kegiatan pelayanan kesehatan
g) Menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para pemakai
h) Mengetahui kerusakan secara dini atau gejala kerusakan
i) Menghindari terjadinya kerusakan secara mendadak
j) Menghindari terjadinya kerusakan fatal
6. How (Bagaimana kegiatan itu dilakukan?)
a) Persiapan
1) Menyiapkan surat perintah kerja dari pemberi tugas

2) Menyiapkan

lembar

kerja

pemeliharaan,

laporan

kerja

dan

kartu

pemeliharaan.
3) Menyiapkan dokumen teknis pemeliharaan.
4) Menyiapkan alat untuk pemeliharaan (semua alat harus didata sehingga tidak
ada yang hilang atau tertinggal dilokasi pemeliharaan).
5) Memberitahukan kepada pengguna Mikroskop, tentang rencana dan jadwal
pemeliharaan yang akan dilakukan.
6) Menyiapkan toolset untuk pemeliharaan.
b) Pelaksanaan
1. Service Perbaikan
Kegiatan ini dilakukan terhadap alat bila terjadi kerusakan dengan
mengganti suku cadang maupun tidak diluar garansi alat tersebut.
Service Pemeliharaan Berkala , kegiatannya meliputi :
a) Membersihkan bagian mikroskop non optik, terbuat dari logam atau
plastik, dengan menggunakan kain fanel. Untuk membersihkan debu yang
terselip di bagian mikroskop tersebut dapat digunakan kuas kecil atau
kuas lensa kamera.mbersihkan mikroskop.
b) Membersihkan Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor)
dengan menggunakan tisue lensa yang diberi alkohol 70%. Jangan sekalikali membersihkan lensa menggunakan sapu tangan atau lap kain
c) Mengecek fungsi tombol setting.
d) Mengecek fungsi sensor-sensor yang ada.
e) Uji keselamatan Listrik
2. Pencatatan
a) Mengisi lembar kerja pemeliharaan. Pengisiannya harus bertahap sesuai
urutan kegiatan yang dilakukan.
b) Membuat laporan kerja pemeliharaan dengan menggunakan format yang
telah ditentukan.
c) Mengisi kartu pemeliharaan alat yang menggantung pada setiap alat.
d) Pengguna alat menandatangani laporan kerja. Perhatikan hasil
pemeliharaan apakah yang tertulis pada laporan kerja sesuai dengan
kondisi alat saat itu.
e) Menulis penanjungjawab pemeliharaan setiap minggunya.
3. Pengemasan
a) Mengecek alat kerja yang dibawa, sesuai dengan catatan
b) Sebelum menyimpan mikroskop, bersihkan selalu mikroskop tersebut,
terutama hapus semua minyak imersi di permukaan lensa, sehingga
partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal serta mengering.
Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkannya dan

menyebabkan goresan. Hal ini menurunkan kemampuan lensa. Preparat


yang tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda jelas
suatukelalaian/kecerobohan.
c) Sebelum menyimpan mikroskop, meja mikroskop diatur lagi dan lensa
objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggeraknya
ke posisi semula, kondensor diturunkan kembali, lampu dikecilkan
intensitasnya lalu dimatikan (kalau mikroskop listrik).
d) Mengembalikan alat kerja ke tempat semula.
4. Pelaporan
Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada unit kerja pengguna alat dan
pemberi tugas. Gunakan formulir laporan pemeliharaan yang sudah baku dan
serahkan alat yang telah dilakukan pemeliharaan.
C. ACTUATING
1) Mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pemeliharaan.
2) Memegang mikroskop dengan kedua tangan ketika mengangkatnya.
3) Memulai pengamatan dengan pembesaran lemah sebelum menggunakan
pembesaran kuat.
4) Tidak memutar tombol dengan kasar.
5) Menghilangkan kotoran pada lensa mikroskop: Seringkali gambar mikroskop
tetap kabur meski telah diusahakan penyetelan focus halus. Ini seringkali
disebabkan lensa depan objektif yang kotor dan/atau lensa okuler. Untuk
memastikan pada bagian mana lensa kotor, pertama-tama lensa okuler diputar,
dan kemudian, bila perlu, lensa objektif diputar sambil mengamati cuplikan untuk
menentukan kapan lapisan kotoran yang kabur bergerak. Kemudian lensa yang
kotor dibersihkan dengan kertas transerat atau kertas lensa. Kondensor yang kotor
pun dapat mengaburkan gambar. Ketika membersihkan lensa depan objektif,
harus diingat bahwa lensa terpasang pada perekat yang dapat melarut dalam
pelarut organic. Oleh karena itu, lebih baik jika digunakan air suling untuk
menghilangkan kotoran; jika tidak bisa, digunakan pelarut organik yang mudah
menguap sesedikit mungkin, misalnya benzene atau eter minyak bumi.
6) Memastikan mikroskop dalam keadaan kering, sebelum dan sesudah digunakan.
7) Melakukan pencatatan di lembar kerja pemeliharaan.
D. CONTROLLING
1) Melakukan pengecekan fungsi alat secara berkala.
2) Melakukan pengecekan fungsi lensa
3) Membuat laporan kerja pemeliharaan guna mempermudah dalam kegiatan
pemeliharaan selanjutnya.