Anda di halaman 1dari 4

Tittle

: You are my live ( )

Author : Rebecca Choi


Genre : sad
Leight : oneshoot (1254 words)
Rating : T
Cast

Choi Sihyun
Lee Donghae
Donghae POV
Kenapa Tuhan menakdirkan penyesalan selalu datang diakhir. Kenapa aku tidak mendapatkan
peringatan sebelumnya, sampai-sampai aku harus merasakan kehilangan seseorang yang sangat aku
cintai untuk selamanya. Apa aku sanggup merelakan cintaku pergi? Membawa semua hatiku, bahkan
tak disakannya sedikitpun. Andaikan aku memiliki mesin waktu, aku akan mengulang semuanya,
pertemuan, kesakitan, dan semua kenangan kita. Aku akan memperbaiki kesalahan dan
kebodohanku.
Seharian ini aku sudah menghabiskan waktuku dengan yeojachinguku, ani lebih tepatnya yeoja yang
menjadi bahan taruhanku dan teman-temanku.
gomawo untuk hari ini oppa. #CHUUP dia mencium bibirku.
harusnya aku yang berterima kasih. Istirahatlah kau pasti lelah. Aku menyalakan ponselku yang
dari sore tadi aku matikan. Ada 3 pesan masuk.
oppa, eoddiga?
oppa, kau tidak lupa dengan janji kita kan?
oppa, kau sedang sibuk eoh? Aku hanya ingin mengucapkan saengil chukka hamnida.
Saranghae.
Semua pesan masuk dari sihyun, yeojachinguku.
aarggh, pabo!! Kenapa aku bisa melupakan janjiku. Aku merutuki diriku sendiri, bisa-bisanya aku
melupakan janji untuk bertemu dengan sihyun. Aku sangat-sangat merindukannya. Mungkin selama
ini dia menganggapku sebagai namjachingu yang jahat. aku selalu bersikap dingin padanya karena
aku ingin menutupi rasa gugupku saat berada didekatnya. Jantungku seperti mau melompat dari
tempatnya dan tubuhku mendadak bisa menjadi patung. Syaraf-syarafku seperti terbius oleh mata
coklat terangnya. Otakku seakan tidak bisa berfikir dengan baik hanya karena melihatnya.
Kenapa aku bisa melakukan hal bodoh seperti itu, menyakiti hati yeoja yang sangat aku cintai.
Kenapa aku tidak memikirkan perasaannya. Kenapa aku justru bersikap seperti itu. Maafkan aku
yang sudah melukis luka dihatimu, bunuh aku sekarang juga. sejujurnya aku sangat-sangat
mencintaimu.

kenapa menatapku seperti itu? ujarku dingin pada Sihyun yang duduk dihadapanku hanya
memandangiku.
molla, aku hanya merasa sudah tidak ada waktu untuk bertemu dengan oppa lagi. Ini ada hadiah
dariku, bukalah saat hari ulang tahun oppa Ucapnya sambil menyodorkan sebuah kotak padaku.
ulang tahunku 4 hari lagi, kenapa kau memberikannya sekarang. sihyun hanya menanggapinya
dengan senyum manisnya.
Setelah memberikan kotak itu sihyun beranjak dari bangku dan pergi, aku hanya bisa menatap
punggung mungilnya.
gomawo, jeongmal gomawo. Aku bisa melihatmu disampingku adalah kado terindah yang
diberikan oleh Tuhan untukku.
Tepat saat hari ulang tahunku, aku membuka kotak yang sihyun berikan padaku. Terlihat sebuah
harmonika, dengan ukiran namaku dan namanya, Lee donghae & Choi sihyun aku tersenyum saat
melihat tulisan itu. Keningku sedikit berkerut saat aku menemukan sebuah kaset rekaman.
Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saranghae nae namja, saengil chukka hamnida.
Saengil chukka hamnida oppa, nae namja seorang penyanyi yang hebat.
Saat oppa memutar rekaman ini mungkin aku tidak ada disampingmu.
Semoga oppa menjadi seorang entertainer hebat dikorea.
Aku selalu mendukungmu.
Ponselku berdering, tertera nama sihyun dilayar ponselku.
chagi-ya, mianhae aku tidak bisa menemuimu, tadi aku..
ini aku siwon, cepat datang ke rumah sakit, sihyun.. sihyun sedang kritis. Tubuhku menegang, aku
seperti kehilangan separuh nyawaku. Ponselku terjun bebas ke lantai. Aku langsung menyambar
kunci motorku tanpa mematikan rekaman tadi.
Oppa, asal kau tahu, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, bahkan melebihi diriku sendiri.
Aku juga tidak tahu apa yang membuatku sangat ingin memilikimu.
Oppa,
Tak bisakah aku memilikimu hanya untukku seorang? Hanya untukku?
Aku melajukan motorku dengan kecepatan penuh, yang ada difikiranku sekarang adalah sihyun. Aku
mohon, kuatkan dirimu, aku hanya ingin mengatakan perasaanku yang selama ini aku tutupi. aku
berjanji akan membuatmu menjadi yeoja yang paling bahagia didunia ini.aku berlari ke ruang ICU
dan menemukan siwon disana.
#BUGH
APA YANG KAU LAKUKAN HAH? KENAPA KAU MEMBUATNYA MENUNGGU BERJAM-JAM DITENGAH
SALJU!!!
Aku mengusap bibirku yang berdarah akibat pukulan siwon.
dia sakit sejak dia kecil, adik ku itu sakit. kenapa kau tidak menjaganya dengan baik!!!! tubuh
siwon luruh, badannya bergetar menahan tangis.
mianhae, jeongmal mianhae.. hanya kata itu yang terucap dari mulutku.
kalau tahu akan begini kejadiannya, aku yang akan membahagiakannya. Bukan membuatnya sakit
seperti yang kau lakukan!!!

Aku.. aku bingung, apa aku sanggup bertahan dengan perasaanku ini.
Aku sakit saat kau bersikap dingin padaku, bahkan bermesraan dengan yeoja lain didepanku.
Apa aku sanggup bertahan saat keadaan memaksaku untuk menyerah mendapatkanmu.
Dan disaat aku berada dititik jenuh, semua orang menyuruhku berhenti mencintaimu.
Aku selalu percaya jika kau tidak berniat seperti itu padaku.
Lee Donghae adalah namjaku, oppa kau milikku.
Aku masuk kedalam ruang ICU, terlihat wajah yang pucat dan badan mungilnya tergolek lemah
disana. Berbagai alat yang menancap ditubuhnya. Pandanganku buram, benteng yang dari tadi aku
bangun, runtuh begitu juga. aku sudah tidak bisa menahan air mataku. Pertahananku runtuh, untuk
pertama kalinya aku menangis untuk seorang yeoja. Perasaan nyeri dan sakit ku rasakan didadaku.
Aku tidak sanggup, ternyata rasanya akan sesesak ini.
hyuni-ya, ireonna.. aku menggenggam erat tangannya.
mianhae, jeongmal mianhae, bangunlah. Aku mencium keningnya, tanpa aku sadari air mataku
menetes membasahi pipi sihyun.
hyuni-ya, saranghae. sihyun perlahan membuka matanya dan membalas genggaman tanganku.
saranghae, jeongmal saranghae choi sihyun. Aku mempererat genggaman tanganku. sihyun
tersenyum lemah padaku, dan pengusap pelan pipiku. Tangisanku semakin deras, kau harus sembuh,
aku ada disini untukmu.
aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Bertahanlah, aku akan mengabulkan semua permintaanmu
asal kau sembuh.
Tiba-tiba kurasakan genggaman tangan sihyun semakin melemah, #TUUUUT
Alat pendeteksi jantung itu tidak menunjukkan pergerakan. Aku mohon jangan tinggalkan aku, aku
belum membuatmu merasakan bahagia, aku belum memberikan cintaku yang sangat besar ini
padamu.
hyuni.. hyuni-ya. Aku mengguncang-guncangkan tubuh sihyun.
UISA, UISANIM!! aku berteriak memanggil dokter.
hyuni ireonna!!! Jebal... aku memeluk tubuh ringkih yang selama ini aku sakiti, tubuh yeoja yang
sangat aku cintai. Tubuh yang dengan sabar mencoba bertahan saat aku menyakitinya walaupun
hati pemiliknya hancur. Mianhae, jeongmal mianhae.
Bukankah perasaan cinta milik semua orang.
Jika aku mencintai oppa, oppa tidak harus bertanggung jawab membalas perasaanku.
Karena perasaan ini adalah kemauanku dan aku yang membiarkannya tumbuh.
Dan pada akhirnya aku sudah memutuskan semuanya.
Aku memutuskan untuk tetap bertahan dan mencintai seorang lee donghae sampai akhir.
Semoga dikehidupan selanjutnya, takdir cinta kita tidak semenyakitkan ini
Dan semoga Tuhan telah membuat pertemuan yang manis untuk kita, ditempat yang indah.
Saranghae lee donghae....
Kesunyian, dingin, hembusan angin seakan menenangkanku. Kini aku berada disini, menemui yeoja
yang sangat aku cintai.
chagi-ya, aku datang membawakan ini untukmu, kau suka? Aku meletakkan sebuklet bunga mawar
putih disampingnya. Kenapa kisah cintaku seperti ini, ini tidak semanis apa yang aku bayangkan dan
justru kami berdua merasakan kepahitan yang amat.

bagaimana kabarmu? Maaf tidak bisa menemuimu dua hari kemarin. Aku terus berceloteh
dengannya, tanpa dia jawab satu katapun.
besok aku akan mengikuti audisi, coba kau dengarkan lagu yang aku ciptakan semalam, kau harus
mendoakan aku. Aku mengambil gitarku dan mulai bernyanyi didekatnya.
kenapa secepat ini kau pergi, aku belum mengatakan semuanya padamu. Andai saja kau tahu yang
sebenarnya. aku berubah menjadi orang bodoh yang kehilangan otaknya saat melihatmu, sehingga
aku tidak bisa berfikir dan melakukan hal yang menyakitimu. Saranghae, jeongmal saranghae choi
sihyun. selalu seperti ini, aku tidak bisa menahan tangisanku saat bertemu dengannya. Aku
mengusap nisan yang bertuliskan namanya. Apa aku sanggup menghadapi semua penyesalan ini.
Semoga tuhan menyiapkan takdir yang indah untuk kita dikehidupan selanjutnya.
EPILOG
Tanpa donghae sadari, sedari tadi seorang yeoja cantik dengan dress putih memperhatikannya
dengan seksama. Yeoja itu, choi sihyun mengulas senyum manisnya sambil mencoba menahan air
mata kebahagiaannya yang sebentar lagi akan tumpah.
nado saranghae oppa. Semoga kau berhasil oppa. Sebentar lagi, seseorang akan menghampiri
hidupmu, dan membuat semua rasa sakitmu karena aku akan menjadi perasaan yang indah. Semoga
kau bahagia dengannya. Sedikit demi sedikit tubuh yeoja itu menghilang seiring angin yang
berhembus perlahan menerpa tubuhnya.
END